2,116 research outputs found

    THE KINGDOM OF ACEH DARUSSALAM AFTER THE EXILING OF SULTAN MUHAMMAD DAUD SHAH (1906-1942): KERAJAAAN ACEH DARUSSALAM PASCA PENGASINGAN SULTAN MUHAMMAD DAUD SYAH (1906-1942)

    No full text
    This study aims to examine the extent of Dutch intervention in destroying Aceh's sovereignty, and what efforts were attempted by Sultan Muhammad Daud Syah in restoring the sovereignty after his exile. The methods used are heuristics, critical interpretation, and historiography. The results showed that the Dutch violated the laws of war by kidnapping the two consorts and their children so that the Sultan would surrender. The contribution of Sultan Muhammad Daud Syah in his exile to restore Aceh's sovereignty was to provide financial support and hold communication with the fighters in the interior. In addition, he also asked for reinforcements from foreign powers (Japan) to expel the Dutch colonialists in Aceh

    Pesan-Pesan Edukatif Tgk. Muhammad Daud Beureueh

    No full text
    Tgk. Muhammad Daud Beureueh adalah salah seorang tokoh yang banyak mewarnai perkembangan peradaban Aceh. Selain dikenal sebagai ulama, dia juga dikenal sebagai sosok yang gencar menggemakan pengembangan pendidikan di Aceh. Ide-ide pendidikan yang dicetuskannya bukan saja sekedar untuk mendidik anak bangsa agar menjadi insan akademis, namun di balik itu terselip tujuan politis untuk menjadi pionir kemerdekaan negara. Dalam pendirian sejumlah lembaga pendidikan, ide penentangan terhadap kolonialisme Belanda disebarkan oleh Tgk. Muhammad Daud Beureueh

    Peran Teungku Muhammad Daud Beureueh Dalam Pemberontakan Di Aceh 1953-1962

    No full text
    Masa awal kemerdekaan di Aceh tahun 1953-1962 menjadi awal meletusnya peristiwa berdarah yang dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dalam menegakkan Syariat Islam di Aceh. Perjuangan yang dianggap suatu pemberontakan timbul akibat kekecewaan rakyat Aceh terhadap Pemerintah Pusat akibat dari janji-janji semu yang di ucapkan oleh Soekarno yang menjabat Presiden saat itu tidak kunjung terwujud. Rakyat Aceh yang sebelumnya berjuang mempertahankan kedaulatan RI dengan seluruh jiwa raganya, sangat geram karena salah satu keinginan untuk mendirikan negara yang berlandaskan Syariat Islam tidak kunjung tercapai, dan berujung pada pemberontakan rakyat Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasca kemerdekaan, konflik terjadi antar kedua belah pihak yaitu pemerintah pusat dan rakyat aceh dibawah pimpinan Daud Beureueh bertikai mempertahankan ideologinya untuk dijadikan sebuah landasan suatu negara. Sesuatu hal yang sangat menarik, dan dalam kajian ini penulis ingin mengetahui bagaimana latar belakang pemberontakan serta usaha dan upaya yang dilakukan pihak Daud Beureueh dalam memperjuangkan dan mempertahankan ideologi Islam yang menjadi cita-cita rakyat Aceh

    Hikmah Pentingnya Puasa Daud Dalam Buku Dahsyatnya Puasa Daud Karya Ahmad Rifai Rifan .

    No full text
    ABSTRAK Muhammad Gusrizal, (2021): Hikmah Pentingnya Puasa Daud Dalam Buku Dahsyatnya Puasa Daud Karya Ahmad Rifai Rifan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hikmah Pentingnya Puasa Daud Dalam Buku “ Dahsyatnya Puasa Daud Karya Ahmad Rifai Rifan”. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan buku-buku, jurnal, laporan penenlitian. Analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) yang berhubungan dengan isi yang terdapat dalam buku Dahsyatnya Puasa Daud. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa Hikmah Pentingnya Puasa Daud Dalam Buku “ Dahsyatnya Puasa Daud Karya Ahmad Rifai Rifan adalah; Bahwa puasa Daud adalah puasa sunnah yang utama dianjurkan oleh Rasulullah serta puasa yang disukai Allah swt. Keutamaan dan hikmah puasa Daud adalah ini dapat memepercepat terkabulnya hajat, kesehatan yang lebih, rezki yang tak disangka-sangka, mudah dapat jodoh, dan melahirkan karakter mulia, menutup kekurangan-kekurangan ibadah wajib dan membentuk pribadi seseorang menjadi insan yang senantiasa dekat dan bertakwa kepada Allah Swt. Kata Kunci: Hikmah Pentingnya Puasa Daud, Ahmad Rifai Rifa

    TGK. MUHAMMAD DAUD BEUREUEH: TOKOH MODERNIS PENDIDIKAN ISLAM ACEH (1930 - 1945)

    No full text
    Penelitian ini menggunakan metode historis dengan teori perubahan sosial. Awal tahun 1900 Aceh merupakan kawasan yang belum bisa ditaklukan secara penuh. Namun, pasca peperangan dengan penjajah Belanda menyebabkan pendidikan Islam di Aceh mengalami kemunduran. Kebijakan politik etis mewarnai proses pendidikan Islam di Aceh. Islam adalah ruh dan budaya yang sudah mendarah daging bagi kehidupan sosial masyarakat Aceh. Pelaksanaan pendidikan Islam di Aceh hanya diikuti oleh keturunan para bangsawan. Sedangkan, proses pendidikan dimulai dengan dihilangkannya nuansa Islam dan pelajaran agama, hal ini tentu memicu keresahan di masyarakat. Hadirnya seorang tokoh modernis mampu memberikan semangat baru dalam wajah pendidikan Islam di Aceh. Tokoh modernis tersebut bernama Tgk. Muhammad Daud Beureueh. Memetik semangat dari Tgk. Muhammad Daud Beureueh dalam melaksanakan pendidikan dengan model Madrasah, dimana diajarkannya ilmu eksakta dan juga pendidikan agama untuk seluruh anak-anak Aceh tanpa ada pengecualian. Tgk. Muhammad Daud Beureueh merupakan salah seorang tokoh yang menggagas konsep pendidikan Islam Madrasah dengan memodernisasikan sistem dan kurikulum pendidikan Islam di Aceh. Pasca kemerdekaan Aceh seluruh pengelolaan Madrasah dialihkan menjadi milik Negara dengan nama Sekolah Rendah Islam, dibawah tanggung jawab residen Aceh Tgk. Muhammad Daud Beureueh. Penelitian ini menggunakan Metode Historis serta menggunakan analisis teori Modernisasi dan Perubahan sosial. Kata Kunci: Madrasah, Pendidikan Islam, Tgk Muhammad Daud Beureueh   This study uses the historical method with the theory of social change. In early 1900, Aceh was an area that could not be fully conquered. However, Islamic education in Aceh suffered a setback after the war with the Dutch colonialists. Ethical political policies color the process of Islamic education in Aceh. Islam is a spirit and culture ingrained in the Acehnese people's social life. The implementation of Islamic education in Aceh was only followed by the descendants of the nobility. Meanwhile, the education process begins with the elimination of Islamic nuances and religious studies, this certainly triggers unrest in society. The presence of a modernist figure was able to provide new enthusiasm in the face of Islamic education in Aceh. The modernist figure named Tgk. Muhammad Daud Beureueh. Get the spirit from Tgk. Muhammad Daud Beureueh in carrying out education with the Madrasah model, where exact sciences and also religious education is taught to all Acehnese children without exception. Tgk. Muhammad Daud Beureueh is one of the figures who initiated the concept of Madrasah Islamic education by modernizAceh's Islamic education system and curriculumAceh. After Aceh's independence, all Madrasah management was transferred to the property of the State under the name Islamic Low School, under the responsibility of Aceh resident Tgk. Muhammad Daud Beureueh. This research uses the historical method and uses the analysis of the theory of modernization and social change. Keywords: Islamic Education, Madrasah, Tgk. Muhammad Daud Beureue

    Peranan Tgk. M. Daud Beureu-eh dalam pergolakan Aceh

    No full text
    Buku ini memotret kehidupan Muhammad Daud Beureuh dalam perjalanan rakyat Aceh setelah kemerdekaan, serta peran beliau dalam pergolakan Ace

    Peran Teungku Muhammad Daud Beureueh Dalam Pemberontakan Di Aceh 1953-1962

    No full text
    Masa awal kemerdekaan di Aceh tahun 1953-1962 menjadi awalmeletusnya peristiwa berdarah yang dipimpin oleh Teungku Muhammad DaudBeureueh dalam menegakkan Syariat Islam di Aceh. Perjuangan yang dianggapsuatu pemberontakan timbul akibat kekecewaan rakyat Aceh terhadap PemerintahPusat akibat dari janji-janji semu yang di ucapkan oleh Soekarno yang menjabatPresiden saat itu tidak kunjung terwujud. Rakyat Aceh yang sebelumnya berjuangmempertahankan kedaulatan RI dengan seluruh jiwa raganya, sangat geramkarena salah satu keinginan untuk mendirikan negara yang berlandaskan SyariatIslam tidak kunjung tercapai, dan berujung pada pemberontakan rakyat Acehdalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasca kemerdekaan, konflikterjadi antar kedua belah pihak yaitu pemerintah pusat dan rakyat aceh dibawahpimpinan Daud Beureueh bertikai mempertahankan ideologinya untuk dijadikansebuah landasan suatu negara. Sesuatu hal yang sangat menarik, dan dalam kajianini penulis ingin mengetahui bagaimana latar belakang pemberontakan serta usahadan upaya yang dilakukan pihak Daud Beureueh dalam memperjuangkan danmempertahankan ideologi Islam yang menjadi cita-cita rakyat Aceh.vii, 80 hlm.; ilus

    PEMIKIRAN POLITIK TEUNGKU MUHAMMAD DAUD BEUREUEH TENTANG KONSEP NEGARA ISLAM ACEH

    No full text
    ABSTRAKTeungku Muhammad Daud Beureueh merupakan seorang ulama besar, seorang pemimpin rakyat, mantan Gubernur Militer Aceh mempunyai keinginan untuk membentuk Negara Islam Aceh. Perjuangan beliau mempertahankan Republik ini dengan maksud mengislamkan seluruh pelosok Negera Indonesia khususnya Aceh. Namun dalam perjalanannya hal itu gagal dicapai dikarenakan Indonesia menganut ideologi nasionalisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemikiran Teungku Muhammad Daud Beureueh Tentang Konsep Negara Islam Aceh dan mengetahui faktor kegagalan Teungku Muhammad Daud Beureueh dalam mengimplementasikan Konsep Negara Islam Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancarai informan. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dengan mengkaji literature dan buku-buku serta bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konsep Negara Islam Aceh dalam perspektif pemikiran politik Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah Islam sebagai dasar Negara dan Syariat Islam sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dan dijalankan oleh Rasulullah SAW. Faktor yang menyebabkan kegagalan dalam mengimplementasikan konsep Negara Islam Aceh adalah propaganda yang dilakukan oleh pihak pemerintah pusat, perpecahan dalam kubu DI/TII, tidak adanya dukungan dari pemerintah pusat. Kesimpulan menunjukkan bahwa Negara Islam Aceh adalah cita-cita dari pemikiran Teungku Muhammad Daud Beureueh karena Islam tidak dapat dipisahkan dengan Aceh karena Islam pula Aceh akan menjadi wilayah yang subur, makmur aman dan sejahtera.Kata Kunci : Pemikiran Politik, Teori Negara dan Negara Islam

    PESAN-PESAN EDUKATIF TGK. MUHAMMAD DAUD BEUREUEH

    No full text
    Tgk. Muhammad Daud Beureueh was one of the leaders of Aceh who had a great contribution in developing Acehnese civilization. Besides known as an Islamic scholar, he was also known as a key person who developed education in Aceh. His educational ideas were not merely to educate young people to become academic community, but have political goals to provoke them to become a pioneer of the independence. Through the establishment of educational institutions, he propagated the idea of rebellion against Dutch colonialism. Keywords

    ljaz di Dalam Hadis Nabi Muhammad SAW pada Sunan Abi Daud

    No full text
    Penelitian ini berusaha mengungkapkan nilai-nilai ilmu ma'ani, khususnya ijaz yang terdapat di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW di dalam Sunan Abi Daud. Karena kitab ini terlalu tebal, penulis membatasinya pada jilid pertama saja. Problematika penelitian ini adalah bagaimana bentuk ijaz al-qasr dan ijaz alhazjdi dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yang terdapa di dalam Sunan Abi Daud, dan bagaimana makna aslinya. Untuk menjawab pertanyaan ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan ilmu balaghah. Dari hasil pembahasan diperoleh temuan sebagai berikut Bentuk ijaz di dalam sunan abi daud terdapat pada 45 hadis, dengan masing-masing ijaz al-qasr 32 hadis dan ijaz al-hazj13 hadi
    corecore