1,721,058 research outputs found
ORAL HISTORY SYEKH MAULANA IBRAHIM ASMOROQONDI SEBAGAI WALI TERTUA DI TANAH JAWA
Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi yang berlokasikan di dusun
gesik desa gesikharjo kecamatan Palang kabupaten Tuban merupakan tempat
makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi yang merupakan wali tertua yang
ada di tanah jawa. Tempat tersebut menjadi saksi kisah perjalanan Syekh Maulana
Ibrahim Asmoroqondi dalam melakukan penyebaran Agama Islam.
Keberadaan Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi kerab kali di samakan
dengan Syekh Maulana Malik Ibrahim sehingga tidak menutup kemungkinan hal
tersebut menimbulkan kerumitan dalam menelaah kisah hidup perjalanan serta
asal-usul beliau. Hal inilah yang menjadi dasar alasan penulis untuk mengkaji
masalah tersebut lewat wawancara sejarah lisan bersama dengan pengurus
sekretaris serta juru kunci makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi. Dengan
melakukan wawancara sejarah lisan penulis berharap bisa menambah khazanah
arsip dan juga sebagai bukti arsip yang tidak tertulis dalam sejarah.
Pada tahun 1400, Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi telah mendarat
disisi sebelah timur bandar Tuban, yaitu di desa Gesik Harjo. Lalu beliau mulai
mengajak masyarakat sekitar untuk memeluk Agama Islam dengan menggunakan
model dakwah yang sampai saat ini masih di elu-elukan oleh masyarakat sekitar
sehingga banyak masyarakat tertarik untuk ikut memeluk Agama Islam. Beliau
juga membangun sebuah masjid sebagai sarana dalam penyebaran Agama Islam.
Perjalanan beliau dalam menyebarkan Agama Islam hanya sampai pada tahun
ORAL HISTORY SYEKH ... PUTRI CITRA SELFIA S
IR - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
TUGAS AKHIR
55
1424. Dalam kurung waktu yang tidak lama tersebut beliau sudah mampu
mengajak masyarakat luas untuk beragama Islam. Bukti-bukti peninggalan beliau
masih tersimpan di kompleks Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi.
Terdapat beberapa peninggalan asli dari Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi,
antara lain yaitu gapura paduraksa yang terdiri dari 3 gapura. Pintu dari gapura
tersebut terbuat dari pecahan perahu milik Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi.
Lalu terdapat patek kayu, mimbar untuk penyiaran agama Islam, beduk yang
terbuat dari kulit lembu dan kayunya yang terbuat dari kayu lombok atau cabai,
sumur yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit, dan mihrob lama yang
masih terjaga keasliannya.
Sampai saat ini Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi masih
menjadi destinasi Ziarah wali yang wajib untuk di kunjungi oleh masyarakat.
Untuk mengingat perjuangan beliau dalam menyebarkan Agama Islam di Tanah
Jawa
Bentuk Ajaran Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan Dalam Menyebarkan Islam di Minangkabau (Tinjauan Historis)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hilangnya arti perjuangan seorang ulama yang terdahulu karena konteks kehidupan saat ini semakin berkembang, orang-orang saat ini sudah mulai melupakan arti perjuangan seorang ulama terdahulu yaitu Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan. Karena pada dasarnya Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi telah berhasil melakukan perubahan ditengah-tengah masyarakat, yang pada masa itu berkembang kebiasaan-kebiasaan buruk yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, seperti perjudian, menyabung ayam, mengisap madat (narkoba). Penelitian ini menggunakan metode sejarah dalam bentuk deskriptif naratif (kualitatif). Penelitian ini dilakukan di Nagari Kumpulan. Sumber primer yang digunakan yaitu naskah Syekh Said Bonjol dan melakukan teknik wawancara dan observasi.Hasil yang diperoleh dari penelitian, dalam proses menyebarkan agama Islam awalnya Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan mendirikan intitusi sebagai tempat ia beraktifitas. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi mendirikan surau yang kemudian ia beri nama surau Kaciak(kecil), sesuai dengan bentuk dan ukurannya. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Kumpulan melalui ajaran tarekat Naqsyabandiyah. Ajaran yang dibawa oleh Maulana Ibrahim Al-Khalidi dalam menyebarkan Islam terhadap masyarakat Kumpulan, secara berangsur-angsur masyarakat Kumpulan mulai meninggalkan kebiasaan jelek melalui ajaran yang disampaikan oleh Syekh MaulanaIbrahim Al-Khalidi
Tradisi haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi di Tuban
Oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jawa "haul" mempunyai arti yang sangat khusus, yaitu suatu upacara ritual keagamaan untuk memperingati meninggalnya seseorang yang ditokohkan dari para wali, ulama atau kyai. Tradisi haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi selain berfungsi sebagai sarana bentuk kebaktian kepada Tuhan, juga berfungsi sebagai integritas sosial (kekompakan sosial)
Representasi penyintas covid-19 dalam foto cerita : Analisis semiotika Roland Barthes pada karya Adi Maulana Ibrahim berjudul Red Zone
Di zaman yang serba digital ini, fotografi merupakan salah satu komunikasi yang efektif. Dalam dunia kejurnalistikan biasanya fotografi disajikan untuk melengkapi atau memperkuat sebuah tulisan, namun ada juga fotografi yang digunakan untuk menceritakan sebuah kejadian atau peristiwa yaitu foto Cerita atau foto cerita. RED ZONE merupakan sebuah foto Cerita karya Adi Maulana Ibrahim yang menceritakan tentang keadaannya sendiri ketika terpapar virus Covid-19 dan harus melakukan isosali mandiri. Pada foto cerita RED ZONE ini ada sepuluh foto yang ditampilkan juga dilengkapi dengan narasi berupa teks/caption.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui representasi penyintas covid�19 pada foto Cerita RED ZONE karya Adi Maulana Ibrahim, serta mengetahui pesan atau makna yang terkandung dalam foto cerita tersebut.
Penelitian ini menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes, yaitu semiotika yang menjelaskan tiga tahapan dalam memaknai tanda, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika dengan pendekatan kualitatif yang dapat merekontruksi makna dalam sebuah tanda yang ada dalam foto cerita REDZONE. Dengan menggunakan teknik pengumpulan
data dengan cara dokumentasi, observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Dari hasil penelitian, terdapat tiga makna yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Maka peneliti menarik kesimpulan Pada foto cerita REDZONE ini memperlihatkan
situasi dan kondisi yang dialami dan dirasakan oleh Adi Maulana Ibrahim ketika melakukan isolasi mandiri yang menandakan bahwa dirinya sendirilah yang menjadi penyintas covid-19, virus ini juga merupakan virus yang berbahaya. Saat Adi Maulana Ibrahim terpapar virus covid-19 dirinya menunjukan keadaan yang mengkhawatirkan, ketika melakukan isolasi mandiri ada berbagai perasaan�perasaan yang timbul seperti panik, terisolasi, ketakutan, perasaan rindu, bosan,
malas hingga mengingat kematian
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ELEKTRONIKA DASAR PADA SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK 1 PERGURUAN CIKINI JAKARTA
ABSTRAK
MAULANA IBRAHIM. Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Elektronika Dasar Pada Siswa Kelas X Jurusan Teknik Audio Video di SMK 1 Perguruan Cikini Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual (CTL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran elektronika dasar di SMK 1 Perguruan Cikini Jakarta.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan desain yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X TAV SMK 1 Perguruan Cikini Jakarta yang berjumlah 24 orang. Sampel pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh, maka seluruh populasi merupakan sampel pada penelitian ini, yaitu berjumlah 24 orang. Instrumen tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda sebanyak 17 butir soal pada setiap tesnya. Tes dibagi menjadi dua, yaitu pretest dan posttest dengan soal yang berbeda pada tiap tesnya.
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji-t paired, diperoleh hasil t_hitung>t_tabel (3,969 > 1,713), dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran kontekstual (CTL) terhadap hasil belajar elektronika dasar.
Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual (CTL), Elektronika Dasar, Hasil Belajar.
ABSTRACT
MAULANA IBRAHIM. The Influence of CTL (Contextual Teaching and Learning) Study of Student Learning in Basic Electronic Subjects in Students of Class X in Audio Video Engineering Departement in SMK 1 Perguruan Cikini.
\
This research aims to know that whether there is influence of CTL toward basic electronics’s study result in SMK 1 Perguruan Cikini Jakarta.
This research is using experiment method and the design is One-Group Pretest-Posttest Design. The population in this research is all students of class X in Audio Video Engineering Departement in SMK 1 Perguruan Cikini which amount to 24 people. The sample in this research is choosing with saturated sample technique, so all of the population is the sample of this research also, which amount to 24 people. This research is using multiple choice questions as the instrument. There are 17 questions each test. The test is separated into two tests, there are pretest and posttest with different questions each test.
According to the result of data analysis using paired t-test, it is got t_count>t_table (3,969 > 1,713), at significance level α = 0,05. It shows that there is is influence of CTL toward basic electronics’s study result in SMK 1 Perguruan Cikini Jakarta.
Keywords: CTL, Basic Electronics, Study Result
SPIRITUALITAS GENERASI Z TERHADAP FENOMENA SUMUR KRAMAT SYEKH MAULANA IBRAHIM ASMOROQONDI DESA GESIKHARJO KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN
Skripsi dengan judul “Spiritualitas Generasi Z terhadap Fenomena Sumur Kramat Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi Desa Gesikharjo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban” yang ditulis oleh Heni Oktafiya Mulyani, NIM.126309203111, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan dibimbing oleh Bapak Dr. M. Muntahibun Nafis, M.Ag.
Kata Kunci: Spiritualitas,Generasi Z, Fenomena Sumur Kramat.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi yang dilakukan peneliti di Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi Kabupaten Tuban, diketahui bahwa terdapat fenomena sumur yang dikramatkan oleh masyarakat setempat. Sumur kramat ini tidak pernah sepi peziarah termasuk generasi Z. Pada umumnya generasi anak muda zaman sekarang tidak begitu suka dengan kegiatan berziarah, namun kali ini ditemukan fenomena baru yaitu, banyak generasi Z yang masih ziarah ke sumur kramat tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang dirancang peneliti yaitu, 1) Implementasi pemahaman keagamaan Generasi Z dalam memaknai tradisi atau budaya ziarah makam. 2) Implikasi pemahaman keagamaan dalam kehidupan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan yang bersangkutan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang yaitu, 8 orang Informan Generasi Z, 2 orang masyarakat sekitar, 2 orang juru kunci, 1 orang ketua Yayasan, dan 1 orang Sekertaris Yayasan. Teknik Analisis data menggunakan tiga metode yaitu, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi sumber dan metode. Teori yang relevan digunakan dalam penelitian ini adalah teori Spiritualitas dari Piedmont tentang Spiritualitas Tansenden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Individu Generasi Z yang mengunjungi makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi merasakan hubungan spiritual dan pemahaman yang lebih tentang spiritualitas transenden. Mereka menganggap sumur kramat sebagai tempat suci yang menawarkan penyembuhan dan bimbingan spiritual. Selain itu informan mengatakan adanya rasa kebersamaan, sehingga terjalin silaturahmi dan kerukunan antar sesama. 2) Implikasi yang didapatkan dari pemahaman tersebut adalah adannya peningkatan spiritualitas generasi Z secara signifikan, dapat melestarikan tempat-tempat sakral dengan memanfaatkan media sosial, banyaknya pengunjung dapat berdampak positif bagi ekonomi masyarakat, meyakini adanya kehidupan yang kekal setelah kematian, semakin istiqomah berziarah dan terjalinya kerukunan antar sesama
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENERAPAN SISTEM SENTRALISASI JABATAN KEPALA CABANG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KELANCARAN PELAYANAN DI PT. ANDHIKA LINES CABANG CILEGON
ABSTRACTION
Agung Maulana Ibrahim, 50135077, 2017: “Application of Centralization
System Position Head Branch To Increase Productivity And Smooth Service
At PT. Andhika Lines Branch Cilegon", KALK Study Program, Diploma IV
Program, Merchant Marine Politechnic of Semarang, Advisor I:
Mr.DARYANTO, S.H., M.M., Advisor II: Capt. ALI IMRAN RITONGA,
M.M., M.Mar
In the implementation of services in branch offices, a company certainly has
a different management system. One of them is the centralization system of
branch head positions applied by PT. Andhika Lines Branch Cilegon. This system
keeps the head of the branch in the Head Office. It aims to reduce the burden of
the company to pay the head of branches. In addition, this centralized system also
aims to improve productivity and smooth service in branch offices.
After doing the observation the writer wanted to know how the form of
implementation of centralization system head of branch office that aims to
improve productivity and smooth service in branch offices. By looking at it, the
authors are interested to examine the "Application of Centralization System
Position Head Branch To Increase Productivity And Smooth Service At PT.
Andhika Lines Branch Cilegon". In this research, the writer uses qualitative
methods that produce descriptive data in the form of written words from people
and observed behavior by collecting data in the form of approaches to the object
through observation, interviewing directly to the subject and using documents and
data related to office services branch.
Based on the discussion that has been put forward in the preceding chapters,
in this chapter a conclusion can be drawn about the centralized system of branch
heads. Service in branch offices conducted by three parts: financial, rational, and
marketing.There are some Barriers that is. The speed of decision-making tends to
be slow. There is a gap between heads of branches and partners. All financial
transactions go through the center.Based on research results should PT. Andhika
Lines Branch Cilegon in its efforts to improve services by appointing branch head
representative And branch heads to conduct visits to branch offices. In addition,
the branch office needs to perform the cost management in a sharp manner by
taking into account various considerations.
Keywords: Implementation, Centralization, Branch Hea
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
