263,934 research outputs found
Makna dzikir dalam buku Remember Me and I Will Remember You karya Wirda Mansur
Buku menjadi salah satu media massa yang banyak digunakan oleh pendakwah untuk menyampaikan dakwahnya. Penulis yang menyampaikan pesan dakwahnya melalui tulisan berarti telah melakukan dakwah bil qolam atau dakwah melalui tulisan. Penyampaian pesan dakwah melalui tulisan atau media buku dirasa sangat efektif karena buku tidak akan luput oleh zaman dan dapat dibaca berulang-ulang. Salah satu buku yang mengandung pesan dakwah ialah buku milik Wirda Mansur berjudul Remember Me and I Will Remember You. Wirda Mansur dalam bukunya tersebut menyampaikan pesan dakwah mengenai dzikir atau seruan untuk selalu mengingat Allah. Target yang dituju Wirda Mansur adalah kaum milenial yang sedang berada dalam fase quarter life crisis yang kerap merasa kesepian dan kehilangan arah.
Jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang bertujuan untuk mencari makna penanda dan petanda yang terdapat dalam buku tersebut. Unit analisis penelitian ini adalah kutipan-kutipan pesan dzikir yang disampaikan Wirda Mansur pada setiap chapter yang ada dalam buku tersebut. Terdapat sembilan chapter yang berisi masing-masing pesan dzikir yang disampaikan dengan bahasa yang ringan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya makna dzikir yang disampaikan Wirda Mansur dalam bukunya memiliki empat makna, yakni dzikir dengan makna mengingat, dzikir dengan makna lisan, dzikir dengan makna hati dan dzikir dengan makna perbuatan
Dimensi Sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur
Odi Darmawan Juli; Dimensi Sufisme dalam Pemikiran Yusuf Mansur, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Asmaran As, MA. Dan pembimbig II: Dr. M. Zainal Abidin, M. Ag, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2016.
Kata Kunci: Yusuf Mansur, Sufisme, Pendidikan, Keluarga
Penelitian ini bermula dari sikap masyarakat (modern) yang antipati terhadap tasawuf. Padahal tasawuf sendiri ada yang membawa pengaruh positif. Sebagaimana yang dimunculkan Al-Ghazali. Tasawuf juga memiliki peran bagi kehidupan modern yang sedang mengalami krisis makna hidup. Permasalahan kehidupan modern juga berimbas pada bidang pendidikan, seperti prilaku mencontek, berpacaran, melakukan zina, galau, pendidikan agama yang sekedar formalitas semata, komersialisasi pendidikan, dan permasalahannya lainnya. Belum lagi dampak materialisme yang merambah pada materi lembaga pendidikan Islam sehingga tasawuf menjadi kambing hitam sasaran kesalahan. Kehadiran pemikiran sufisme Yusuf Mansur sebagai solusi terhadap problematika masyarakat modern dan problem pendidikan. Yusuf berupaya membuktikan bahwa manusia yang benar-benar mendekatkan diri kepada Allah tidak akan mendapatkan kerugian di dunia apalagi di akhirat.
Dari permasalahan di atas. Minimal ada dua hal yang perlu diteliti yaitu (1) apa saja dimensi sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur? (2) bagaimana relevansi sufisme Yusuf Mansur terhadap pendidikan karakter?
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dalam bidang sufisme. Peneliti melakukan observasi ke perpustakaan, dokumentasi serta meneliti beberapa karya Yusuf Mansur yang berkenaan dengan tasawuf. Selanjutnya hasil penelitian disusun sesuai dengan sistematika penulisan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur terdiri: khauf, raja’, ikhlas, ridha, sabar, niat, malu, husnudzan, istiqomah, jujur, qana’ah, syukur, zuhud, dan akhlak. Namun peneliti memfokuskan pada tiga ranah yakni tauhid yang erat hubungannya dengan keyakinan; muhasabah berkaitan dengan proses taubat dan upaya terus menerus memperbaiki diri; Dan perselisihan antara niat dan doa terhadap suaatu ibadah & doa sebagai upaya mewujudkan impian.
Hasil penelitian yang menjawab masalah kedua ada temuan yang bersifat penguat dan pengembangan terhadap pendidikan (keluarga) yakni: terletak pada penanaman keyakinan, pembersihan dan penggunaan hati, asas kemanfaatan, menggapai perubahan, menghadirkan rasa peduli, jujur, menumbuhkan akhlakul karimah, menjauhi dosa dan husnudzan. Sedangkan pada pendidikan keluarga, temuan juga bersifat penguat dan pengembangan. Penguat yakni berakhlak dan bermanfaat. Pengembangan yakni: memunculkan rasa syukur, sabar, cinta, keikhlasan, berhati-hati, mengambil ibrah (pelajaran) dari setiap kehidupan, keberadaan ibu sebagai perwujudan keberadaan Allah dan menjadikan amaliyah sebagai modal utama mendidik anak di dalam keluarga
PESAN-PESAN DAKWAH DALAM BUKU REMEMBER ME AND I WILL REMEMBER YOU KARYA WIRDA MANSUR
Berdakwah tidaklah harus selalu dilakukan secara lisan akan tetapi dapat
dilakukan melalui tulisan dengan cara penyampaian pesan-pesan yang terkadung
pada tulisan seseorang melalui karyanya seperti buku. Buku Remember Me And I
Will Remember You, Karya Wirda Mansur adalah buku yang diteliti pada
penelitian ini dengan mengalisis isi pesan-pesan dakwah yang terdapat di dalamnya.
Metode penelitian ini menggunakan Analisis isi sebagai pendekatan
penelitian, dan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif sebagai tata
cara penulisanya, dan menggunakan software ATLAS.ti .TI sebagai pengolahan
data kemudin dapat ditarik kesimpulan tentang isi pesan yang dicari.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan
pesan-pesan dakwah dalam Buku Remember Me And I Will Remember You Karya
Wirda Mansur yang dibantu oleh sofware atlas.TI terdapat pesan-pesan dakwah
akidah, syariah dan akhlak
ANALISIS JUAL BELI TOKEN KRIPTO I-COIN WIRDA MANSUR PERSPEKTIF PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO.99 TAHUN 2018 DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
I-COIN ini adalah suatu bentuk token kripto yang diluncurkan oleh Wirda Mansur yang bernama token kripto I-COIN. Produk ini diluncurkan oleh Wirda Mansur belum berbentuk coin kripto tetapi masih berbentuk token. I-COIN ini sendiri adalah singkatan dari Indonesia Coin yang artinya token kripto buatan dalam negeri. Token kripto I-COIN murni dikelola langsung oleh Wirda Mansur. Sistem yang tidak transparan membuat banyak pemilik aset token kripto tersebut mengalami kerugian. Peredaran Token kripto I-COIN dalam pasar modal tidak bisa dilacak sehingga dapat mengakibatkan pemerintah kehilangan kendali terhadap sistem perekonomian negara.
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah, Bagaimana mekanisme transaksi jual beli token kripto I-COIN Wirda Mansur, Bagaimana tinjauan Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 Dan Hukum Ekonomi Syariah terhadap transaksi jual beli token kripto I-COIN Wirda Mansur. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui mekanisme transaksi Jual beli token kripto I-COIN Wirda Mansur, Untuk mengetahui tinjauan peraturan menteri perdagangan No. 99 Tahun 2018 dan Hukum Ekonomi Syariah terhadap transaksi jual beli token kripto I-COIN Wirda Mansur.
Jenis Penelitian ini adalah Jenis penelitian lapangan dengan metode pendekatan kualitatif, dan induktif yaitu cara berfikir dimana untuk mengambil kesimpulan dan membuat keputusan berdasarkan data yang dianalisa. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian untuk menguraikan serta menganalisis peristiwa atau pemikiran, dengan menghimpun data serta menganalisa dokumen. Penulis menggunakan pengumpulan data dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif ini.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: pertama, mekanisme transaksi jual beli token kripto I-Coin adalah semua transaksi I-Coin yang diposting dalam blok www.icoinpro.com ke buku besar terbuka untuk diverifikasi menggunakan bukti kriptografi. Terdapat dua jenis aplikasi untuk mendapatkannya yaitu aplikasi exchange dan aplikasi crypto wallet. Aplikasi exchange digunakan untuk membeli BNB (Binance Coin). Dalam hal ini BNB merupakan tempat atau platform pertukaran kripto terbesar di dunia. Selanjutnya aplikasi crypto wallet digunakan untuk mentransfer BNB dan ditukarkan menjadi I-Coin Token. Kedua, Peraturan Menteri Perdagangan mengatur asset kripto sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto. Kemudian dikeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka. Berdasarkan pada regulasi terkait asset kripto maka token kripto I-Coin telah sesuai terkait ijin dan pengaturan sehingga token tersebut sudah sah diedarkan dan diperjualbelikan. Ketiga, dalam Hukum ekonomi syariah, Pada praktik transaksi jual beli token kripto I-COIN Wirda Mansur dapat dikatakan tidak sah karena mengandung gharar atau merugikan orang lain, apabila yang melakukan transaksi tersebut anak yang belum balig
Kiai Haji Mas Mansur: studi tentang pemikiran dan perjuangan
Kiai Haji Mas Mansur adlah tokoh pergerakan Islam yang berpendidikan beberapa tahun di Makkah kemudian melanjutkan di al Azhar, Mesir. Setelah pecha perang Dunia I ia kembali ke Indonesia dan aktif dalam sarikat Islam dan Muhammadiyah. Masalah yang diangkat dalam pembahasan ini adalah bagaimana kondisi yang melingkupi Kiai Haji Mas Mansur sehingga ia menjadi pemimpin kaliber nasional. Sejauh mana beliau berperan memperjuangkan umat dan bangsanya, baik politik, sosial maupun agama. Hasil akhir menyimpulkan bahwa dengan berlatar belakang pendidikan yang luas, mulai dari pesantren sampai di luar negeri yakni di Timur Tengah mendorong untuk menjadi tokoh yang patut diperhitungkan. Beliau hidup di tengah-tengah keluarga muslim berpendidikan dan sadar akan pendidikan bagi anak-anaknya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Politik dan Ekonomi Terengganu pada Hujung Abad Ke-18: Kajian terhadap Warkah Sultan Mansur Shah I
This article discusses the contents of 17 letters from Sultan Mansur Shah I, the Sultan of Terengganu, are preserved in the library of the School of Oriental and African Studies at the University of London with the reference number SOAS MS 40320. Written in Malay using Arabic script, these were sent between 1785 and 1794. The contents discussthe political history of Terengganu involving foreign relations with the Siamese and the British. The Siamese were a continuous threat to Terengganu, especially after the Siamese conquest of Patani in 1785. Therefore, Terengganu sought to establish diplomatic relations with the British East India Company to protect it from the Siamese invasion. However, the attempt was unsuccessful due to the East India Company's principle of non-involvement in Malay affairs. In terms of economy, Terengganu had trade links with Palembang, which supplied pepper and tin, as well as with ports in Java and Borneo. Terengganu also had trade relations with China and India. The Sultan of Terengganu employed a royal merchant, Saudagar Nasruddin, to manage his trade. British ships were used to carry pilgrims to Mecca through ports in Pulau Pinang and India. The letters also discuss the lineage of Sultan Mansur Shah I, which closely links him to the Johor and Patani sultanates. The entire contents of these letters have helped to provide more detailed information on the politics and economy of the Terengganu sultanate in the late 18th century.
Keywords: The Light Letters, Terengganu, Sultan Mansur Shah I, Malay sealsArtikel ini membincangkan tentang kandungan 17 pucuk warkah kiriman Sultan Terengganu, iaitu Sultan Mansur Shah I kepada Francis Light yang tersimpan di perpustakaan School of Oriental and African Studies, University of London dengan nombor rujukan SOAS MS 40320. Warkah bertulisan jawi ini telah dikirim sekitar tahun 1785 hingga tahun 1794. Kandungannya merangkumi politik Terengganu yang melibatkan hubungan luar dengan Siam dan Inggeris. Siam sentiasa mengugut untuk menyerang Terengganu terutamanya selepas Siam menawan Patani pada tahun 1785. Terengganu berusaha menjalinkan hubungan diplomatik dengan Kompeni Inggeris untuk melindunginya daripada serangan Siam. Namun begitu, usaha tersebut tidak berjaya disebabkan dasar tidak campur tangan Kompeni Inggeris. Dalam aspek ekonomi, Terengganu menjalin hubungan dagang dengan Palembang yang membekalkan lada dan timah dan pelabuhan di Jawa dan Borneo. Terengganu turut mempunyai hubungan dagang antarabangsa dengan China dan India. Perdagangan Sultan Terengganu diuruskan oleh saudagar raja, iaitu Saudagar Nasruddin. Kapal-kapal Inggeris turut digunakan untuk menumpangkan bakal haji ke Mekah melalui pelabuhan di Pulau Pinang dan India. Warkah ini turut menceritakan jalur keturunan Sultan Mansur Shah I yang berkait rapat dengan kesultanan Johor dan Patani. Keseluruhan kandungan warkah ini telah membantu memberikan maklumat yang lebih terperinci terhadap politik dan ekonomi kesultanan Terengganu pada hujung abad ke-18.
Kata kunci: Koleksi Surat-surat Francis Light, Terengganu, Sultan Mansur Shah I, cap moho
Waresi af-soomaali
Wareysigan oo BBC laanta Af-soomaaligu ay la yeelatay prof. Cabdalla Mansuur (2008) Wuxuu ku saabsan yahay falanqaynta waxa lagu garanayo lahjadaha Af-soomaaliga iyo dabeecadda abtirsiga qabaa'ilka soomaaliyeed.Intervista al prof. Abdalla Omar Mansur fatta dalla BBC somala (2008), in cui si illustrano le differenze fra i dialetti somali e la natura delle genealogie delle famiglie dei clan somali.Interview with prof. Abdalla Omar Mansur by BBC Somali (2008), dealing with the differences among Somali dialects and the nature of the genealogies of the Somali clans' families
PENERAPAN PENDIDIKAN INKLUSI (Studi Kasus RA Al Mansur Bojonegoro)
lnklusi merupakan perubahan praktis yang memberi peluang kepada anak dengan latar belakang dan kemampuan yang berbcda bisa berhasil dalam belajar. Perubahan ini tidak hanya menguntungkan anak yang ABK saja, tetapi juga bagi semua anak dan orangtuanya, semua guru dan warga sekolah, clan juga setiap anggota masyarakat. Sekolah inklusi mengikutsertakan ABK di kclas umum dengan anak-anak lainya, tanpa melihat latar belakang dari semua anak. RA Al Mansur Bojonegoro, tennasuk salah satu lembaga yang menerima sis,,1a ABK sekaligus mcnerapkan pendidikan inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mcngungkapkan penerapan pendidikan inklusi yang diterapkan di RA Al Mansur Bojonegoro, dengan sub fokus mencakup: (I) perencanaan pcndidikan inklusi (2) pelaksanaan pendidikan inklusi (3) evaluasi pendidikan inklusi, yang dilakukan RA Al Mansur Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kcsimpulan, pengecekan keabsahan ternuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti; teknik trianggulasi dengan rnenggunakan bcrbagai sumber, teori, dan metode; dan ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, para pendidik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (l) perencanaan pendidikan inklusi yang dilakukan RA Al Mansur yaitu sistem penerimaan peserta didik baru hanya bcrdasarkan usia anak saja tanpa adanya tes, meliputi : observasi, pemberian formulir dan data kondisi fisik anak. Menggunakan kurikulum 20 IO yang mengacu pada Permendiknas no 58 dan di sesuaikan dengan kebutuhan anak. Komposisi kelas terdiri dari berbagai kcanekaragaman, dengan menerapkan pendekatan model inklusi penuh, dimana pcserta didik berkebutuhan khusus bersama-sama dcngan peserta didik pada wnumnya dalam kelas yang sama. Mcreka diberi kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pembclajaran sebagai bentuk komitmen pendidikan yang tidak diskriminatif. (2) pelaksanaan pendidikan inklusi RA Al Mansur meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti 1, kegiatan inti 11 , serta kegiatan akhir yang mengcmbangkan 6 aspek perkembangan peserta didik ( Moral, kognitif, Bahasa, fisik-motorik, sosialemosional, dan seni). (3) evaluasi pembelajaran dilakukan perminggu, sedangkan standart penilaian pencapaian hasil belajar bagi ABK di bawah peserta didik pada umumnya
La ciudad armoniosa. Comentario a “Habitar la ciudad” de Juan Carlos Mansur
Abstract My aim in this article is to make some remarks on the main concepts and arguments of the text “Dwelling the City” by Juan Carlos Mansur. In the first part, I try to explain the notions of «roots», «city» and «proximity», by the insights that some philosopher’s had on them (S. Weil, M. Zambrano or Hesiod). In the second part I try to develop the idea that the most basic dimension dwelling rises in the intimacy of the person and, after that, dwelling expands to the exterior by dwelling the room, the home, then the neighborhood and, finally, the city. I conclude by mentioning some problems of the contemporary city and offering some ideas to suggest the path that citizens and architects should follow in order to maje the city a place suitable to dwell on.Resumen En este artículo me propongo comentar los conceptos y argumentos centrales del texto “Habitar la ciudad” de Juan Carlos Mansur. En la primera parte del texto comento las nociones de «arraigo», «ciudad» y «proximidad» a partir de las intuiciones que algunos filósofos han tenido sobre ellos (S. Weil, M. Zambrano o Hesíodo). En la segunda parte, intento argumentar a favor de la idea de que la habitación más primaria es la que ocurre en la intimidad de la persona, y de ahí parte hacia el exterior, comenzando con la habitación propia, luego la casa, más tarde el barrio y, finalmente, la ciudad. Concluyo con la puesta sobre la mesa de algunos problemas de la ciudad contemporánea y apunto algunas ideas que sugieren el camino hacia el que tendría que ir el ciudadano y el arquitecto para hacer la de la ciudad un sitio habitable
- …
