1,721,008 research outputs found
KRITERIA (RUKHSAH) KEMUDAHAN DALAM SYARIAT
Syariat islam ditegakkan untuk menjaga kemaslahatan ummat manusia sampai hari qiyamat, Salah satu bentuk keistemewaan syariat islam yaitu memudahkan, dan menghilangkan kesulitan. Dalam mengadakan aturan untuk manusia, selalu diusahakan oleh Tuhan-Nya agar aturan-aturan tersebut mudah dilaksanakan dan tidak merepotkan, meskipun hal ini berarti tidak harus menghapuskan aturan (perintah-perintah) sama sekali, sebab dengan perintah-perintah itu dimaksudkan agar kecenderungan jiwa manusia terhadap perbuatan yang buruk dapat dibatasi. Jadi maksudnya dengan menyedikitkan hukum Islam, ialah adalah mengurangi hal-hal yang berlebih-lebihan dan yang menghabiskan kekuataan badan dalam melaksanakannya. Salah satu bentuk penerapan hukum untuk kemudahan ummat manusia adalah adanya rukhsah (kemudahan) pada saat menghadapi situasi dharurat (mendesak). Diantara hal yang menyebabkan rukhsah (kemudahan) yaitu: sakit, lupa, as-shaby (anak kecil), gila, tidur, pingsan, haid, nifas al-jahlu (jahil), as-sakru (mabuk), al-khata’ (salah) dan as-safar (bepergian)
Tarian Padhoge dalam Ritual Adat Ngkadhe di Desa Biwinapada
This study aims to determine the symbolic meaning and function of the Padhoge dance in the traditional Ngkadhe ritual in the village of Biwinapada. The theory used refers to the functional theory proposed by Radcliffe-Brown, which describes the functional unity of a social system as a certain assumption, where antagonism between groups in society is an important feature of every social system. The author uses a qualitative descriptive method by carrying out several stages, namely, observation, regular interviews, in-depth interviews and involved observations, the data obtained from which is then analyzed using the ethnographic method. As for the results of the study, it can be concluded that the traditional procession of the ngkadhe ceremony begins with planning by the families who will isolate their daughters. The traditional ceremony was opened by a parable (traditional chief). During this time, those who lead the girls in the ka\u27ombo are called bhisa. The girls will be in ombo for 4 days 4 nights. The music player that accompanies the isolation ceremony is called pande rambi. Pande rambi only came to play music at the opening ceremony on the morning of the third day and on the fourth day when the traditional ngkadhe ceremony ended. In ka\u27ombo, the girls will use cold powder and must follow the rules during the procession of the traditional ceremony. On the third day, the kaombo girls will use the patirangga and learn to dance the Padhoge dance
RUKHSAH (KERINGANAN) BAGI ORANG SAKIT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Dalam perspektif hukum Islam orang yang sakit tetap berkewajiban menjalankan agamanya, selama akalnya masih berfungsi dengan baik (tidak gila), baik kewajiban kepada Allâh ataupun yang berkaitan dengan hak-hak manusia, tetapi aktivitas orang sakit tentunya berbeda dengan orang yang sehat. Syariah Islam memberikan beberapa kemudahan bagi orang yang sakit. Hal ini bertujuan agar orang yang sakit tetap melaksanakan ibadah sesuai dengan kondisi sakit yang dideritanya tanpa beban dan kesulitan. Rukhsah (keringanan) yang diberikan oleh syariat Islam kepada orang yang sakit seperti: bolehnya berbuka puasa pada saat sakit, ataupun melakukan salat dengan posisi yang mampu dilaksanakannnya dan yang lainnya.
IMPLEMENTASI PEMBEKALAN PRANIKAH DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH
One important factor in the preparation for marriage is a matter of debriefing before marriage for the bride and groom. This affects the readiness of the bride and groom to wade living together in a household. The program is expected to prospective brides can achieve a teaching / guidance in preparation to perfection and completeness of the meaning of life and living in a happy household. Household sakinah is the family life which is fostered by the marriage valid, capable of fulfilling the lives of spiritual and material worthy, capable of creating an atmosphere of affection (mawaddah warahmah) harmonious, and balanced and able to embed and implement the values of faith, devotion, and charitable pious and akhlakul karimah within the family according to the teachings of Islam. This is important because many divorces happened lately caused by misunderstanding interminable, unpreparedness in a foster home, and small habits that are not favored by the opposite sex
PERUBAHAN BENTUK RUMAH DAN TATA LINGKUNGAN PEMUKIMAN NELAYAN DESA UJUNG ALANG SEGARA ANAKAN DI CILACAP
Sea or waters utilizing by part of Indonesian appears has been take place since a centuries ago: Therefore it can be said that basically Indonesian has intimacy with ocean: Spesific evidence can be seen on the presence of fisherman's settlement neighborhood up in the water (maritime architecture): It's presence to date can be found in many ethnic group in waters of Sumatera, Irian Jaya (Papua), Sulawesi, an in south waters of Java:
Just like a living things, fisherman's settlement up in the water is an entity that can be change: As the main review of this study, Segara Anakan Desa Ujung Alang fisherman's settlement is one of fisherman's settlements that experiencing an alteration: From architecture point of view, it can be said that the settlement in Kabupaten Cilacap, Central of Java, is the only settlement up in the water that it's environment layout had experienced a most drastically alteration relative to environment layout in another area: Beginning with the change of phisic of grandstand building to non grandstand, then it had alter environment layout of fisherman's settlement of Ujung Alang village:
The purpose of this study was to gain a. description about tendency of the alteration of environment layout of fisherman's settlement in Ujung Alang village through the alteration of building shape (from grandstand to non grandstand): In line with the purpose, the basic problems that will be examine were include the factors that influence the alteration of building's phisic: Therefore, qualitative analysis was used in the study,
The alteration of environment layout and building shape were examine based on field observation: Furthermore, the factors that determines alteration were tested using statistics analysis:
The results shows that the alteration of building physic and environment layout of fisherman's settlement in Ujung Mang village were determ. ined by two factors, namely internal and external factors: The alteration of building shape from grandstand to non grandstand was determined by internal factor: economy and culture. In other hand, the alteration of settlement environmental layout was more determined by external factor: government intervention that have implemented Kampoong Improvement Program (KIP):
Finally, the recommendation by the authors are that there a need to further research particularly about factors of economic improvement, social and cultural and government intervention, namely KIP, that influence the alteration of building shape and environment layout of fisherman's settlement.
Dimanfaatkannya laut / perairan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia tampaknya memang telah berlangsung sejak berabad-abad silam. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa pada dasarnya bangsa Indonesia demikian alcrab dengan laut. Bukti spesifik dad hal ini dapat ditilik dari adanya lingkungan pemukiman nelayan di atas air (arsitektur bahari). Keberadaannya hingga kini masih dapat dijumpai antara lain pada beberapa suku di daerah pantai Sumatera, Irian Jaya (Papua), Sulawesi, serta di beberapa daerah pantai Selatan Jawa.
Ibarat makhluk hidup, pemukiman nelayan di atas air merupakan entitas yang dapat berubah. Sebagaimana menjadi kajian utama studi ini, pemukiman nelayan Segara Anakan Desa Ujung Alang adalah salah satu pemukiman nelayan yang mengalami perubahan. Dan sudut pandang arsitektural, dapat dikatakan bahwa pemukiman yang terletak di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ini merupakan pemukiman nelayan yang mempunyai keunikan karakteristik dari desa atau pemukiman yang lain. Bermula dari perubahan fisik bangunan panggung menjadi tidak panggung (di atas tanah), maka terjadi perubahan bentuk tata ruang lingkungan pemukiman nelayan desa Ujung Alang.
Adapun tujuan clad penelitian yang dilakukan adalah untuk memperoleh gambaran tentang kecenderungan perubahan bentuk tata ruang lingkungan pemukiman nelayan desa Ujung Alang melalui perubahan bentuk bangunan (dari bangunan panggung menjadi tidak panggung). Sesuai dengan tujuan tersebut, persoalan dasar yang hendak dikaji tentunya melibatkan perhatian pada berbagai faktor yang menyebabkan berubahnya bentuk fisik bangunan. Sesuai dengan tujuan tersebut, digunakan analisis yang bersifat kualitatif.
Perubahan tata ruang lingkungan dan perubahan bentuk bangunan dikaji secara deslcriptif berdasarkan observasi di lapangan.
Basil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bentuk fisik bangunan dan tata ruang lingkungan pemukiman nelayan Desa Ujung Alang ditentukan oleh dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal. Perubahan bentuk bangunan dari panggung menjadi tidak panggung lebih disebabkan oleh faktor internal, antara lain karena alasan ekonomi dan sosial budaya setempat. Di sisi lain, perubahan bentuk tata ruang lingkungan pemukiman lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu adanya intervensi dari Pemerintah yang menerapkan proyek Kampoong Improvement Program (KIP).
Pada akhirnya rekomendasi yang disampaikan oleh peneliti adalah masih perlu adanya penelitian lebih lanjut terutama yang menyangkut tentang faktor ekonomi dan sosial budaya yang berpengaruh terhadap perubahan bentuk bangunan dan intervensi pemerintah berupa Kampoong Improvement Program (KIP) yang mempengaruhi perubahan tata ruang lingkungan pemukiman nelayan ini
Persepsi Pedagang Baju di Pasar Batuah Martapura
Pasar merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk
melakukan transaksi perdagangan. berdagang adalah suatu usaha untuk
mendapatkan keuntungan. Untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan, ada
banyak cara yang dilakukan upaya mempengaruhi konsumen agar membeli
barang yang dijual. Kondisi seperti ini sering dimanfaatkan oleh pihak penjual
yang hanya memikirkan keuntungan materi dan menonjolkan keegoisme tanpa
melihat lingkungan sekitar sehingga ujung-ujungnya konsumen dirugikan, ini
yang sering terjadi di pasar Batuah Martapura. Mereka sering mengambil laba
tinggi khususnya pedagang baju. Padahal Kota Martapura dikenal dengan Pusat
pendidikan Agama, Kota yang agamis, disebut juga Kota Serambi Mekkah,
seharusnya para penjualnya harus berdagang sesuai dengan syariat Islam dan juga
harus mementingkan konsumen agar tidak mengambil laba berlebihan. Oleh
karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai persepsi
pedagang baju di pasar Batuah Martapura mengenai laba.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pedagang baju di
pasar Batuah Martapura mengenai laba serta alasan pedagang baju di pasar Batuah
Martapura dalam mengambil laba.
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan
(field reserch), yang bersifat deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data
penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara kemudian diolah melalui
proses edit, kategorisasi dan deskripsi hingga akhirnya dianalisis menggunakan
teknik deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa yang
dimaksud dengan laba adalah keuntungan bersih yang didapat atas hasil transaksi
jual beli setelah dipotong biaya produksi. Dalam mengambil laba mereka berbeda
persepsi dengan pedagang lain, Pertama, dalam berjualan mereka mengambil
laba berdasarkan persentasi yaitu 20% dari harga modal yaitu dengan alasan
supaya barang dagangan cepat laku dibeli oleh pembeli. Tentunya ini sudah apa
yang dianjurkan oleh ulama Malikiyah, yaitu beliau membatasi maksimal
pengambilan laba tidak boleh melebihi sepertiga modal. Kedua, dalam berjualan
mereka mengambil laba berdasarkan kelipatan yaitu dua kali lipat bahkan sampai
tiga kali lipat, dengan alasan Islam tidak ada batasan dalam mengambl laba, tetapi
vi
menurut ulama Malikiyah, yaitu beliau membatasi maksimal pengambilan laba
tidak boleh melebihi sepertiga modal
UPAYA INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM KEPADA MAHASISWA BERBASIS KEGIATAN PESANTREN (Study Kasus di Pesantren Mahasiswa Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari masyarakat tentu sangat diharapkan untuk menjadi agen perubahan. Secara tidak langsung masyarakat akan menilai bahwa mahasiswa bisa melakukan apapun dengan segala kelebihanya. Mahasiswa pada zaman sekarang lebih cenderung mengabaikan penilaian tersebut, sehingga mahasiswa bebas melakukan apapun. Pesantren Mahasiswa Al-Manar hadir menjadi solusi yaitu dalam Upaya Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Kepada Mahasiswa Berbasis Kegiatan Pesantren.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tahap wawancara, observasi dan dokumentasi dengan cara menganalisis secara deskriptif. Untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam proses internalisasi membutuhkan beberapa tahapan. Pertama, tahap pemahaman, pada tahap ini santri diberi pemahaman dengan teori tentang nilai-nilai pendidikan Islam. Kedua, tahap pemaksaan, pada tahap ini dipaksa berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ketiga, tahap pembiasaan, merupakan tahap dimana keseharian melakukan sesuatu yang sudah di alami sebelumnya . Keempat, tahap kebutuhan,berdasarkan pada kesadaran individu meresapi apa yang telah didapatkan. kelima, tahap evaluasi, merupakan penilaian hasil sejauh mana dapat melakukan nilai-nilai Islam.
Hasil dari Upaya internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam mempunyai dampak positif bagi mahasiswa untuk menjadi manusia yang berkehidupan Islami. Adapun hasil yang terlihat dari Upaya Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam kepada Mahasiswa berbasis kegiatan Pesantren diantaranya yaitu, mahasiswa mampu mempunyai pemahaman aqidah Islam yang benar, memiliki sikap sadar dan rela menjalani pendisiplinan ibadah seperti sholat wajib, sholat sunah, wirid dan doa. Membuat komitmen berakhlakul karimah selama belajar di perguruan tinggi, semangat berinteraksi dengan Al-Quran dan mampu membaca dengan benar, mampu mempraktekkan nilai-nilai ajaran Islam dalam berkehidupan serta menerapkan ibadah praktis dengan benar
Kata Kunci: Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam, Mahasiswa, Kegiatan Pesantren
ANALISIS KINERJA DAN FUNGSI IRIGASI PERMUKAAN PADA LAHAN PERTANIAN DI DESA MENINTING KECAMATAN BATULAYAR KAB. LOMBOK BARAT
Irigasi permukaan adalah salah satu metode irigasi yang produktif dalam proses pendistribusian air pada lahan pertanian, karena proses pengairan irigasi permukaan dilakukan dengan cara mengalirkan air dari sumbernya dan dimasukkan pada lahan pertanian yang akan dilakukan pengairan dengan menggenangkan air pada lahan tersebut. Dengan menggenangkan air pada lahan air akan meresap dengan baik pada tanah, sehingga kebutuhan air akan tercukupi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kinerja dan fungsi irigasi permukaan pada lahan pertanian di desa meninting kecamatan batulayar kab. Lombok barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja dan fungsi irigasi permukaan sangat dipengaruhi oleh ketersedian air irigasi, kondisi irigasi dan proses penyaluran air. Kurangnya ketersedian air irigasi dan sedimentasi sangat mempengaruhi kualitas pengairan pada lahan pertanian karena sedimentasi yang terjadi menghambat proses pengairan akibat pendangkalan saluran irigasi
UPAYA GURU MATA PELAJARAN RUMPUN PAI DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP SOSIAL SISWA MTs DI KABUPATEN BARITO KUALA
Guru PAI ikut berperan dalam pembentukan sikap sosial siswa, sehingga perlu memberikan upaya agar sikap sosial positif siswa menjadi lebih baik dan terjalin hubungan yang harmonis antar siswa di sekolah. Dalam konteks ini, yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini, upaya guru PAI dalam mengembangkan sikap sosial siswa pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala.
Permasalah yang diteliti dan dijadikan fokus penelitian yang dikaji dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimana gambaran sikap sosial siswa pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala, 2) Faktor apa yang mempengaruhi terbentuknya sikap sosial siswa pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala, 3) Bagaimana upaya guru rumpun PAI dalam mengembangkan sikap sosial siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala, dan 4) Apa saja faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam mengembangkan sikap sosial dalam pembelajaran mata pelajaran rumpun PAI pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini berjenis field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Dokumentar, dari sumber data primer dan sekunder. Selanjutnya, dianalisis menggunakan teknik deskripsi analisis, dan dilakukan pengecakan keabsahan data dengan menggunakan teknik, interpretasi, triangulasi metode, triangulasi sumber data dan editing.
Hasil dalam penelitian ini adalah: 1) Gambaran sikap sosial siswa pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala, yaitu berperilaku jujur, disiplin di sekolah, memiliki sikap tanggung jawab, bersikap toleransi, gotong royong, dan sopan santun. 2) Faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap sosial siswa pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal siswa. 3) Upaya guru rumpun PAI dalam mengembangkan sikap sosial siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala, yaitu dengan pola pembiasaan dan modeling, serta mengarahkan siswa dalam melakukan sikap sosial. 4) Faktor pendukung upaya guru dalam mengembangkan sikap sosial dalam pembelajaran mata pelajaran rumpun PAI pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala adalah guru yang melakukan perannya sebagai pembimbing dalam interaksi belajar mengajar, penggunaan metode yang bervariasi serta mengkondisikan suasana kelas. Adapun faktor penghambatnya adalah dari siswa itu sendiri, sikap negatif orang tuanya, serta pengaruh penggunaan gadget
Pengaruh intensitas mengikuti istighosah Surat al-Waqi’ah terhadap penaggulangan kenakalan remaja : studi kasus di Padepokan Darussifak Sunan Kalijaga Poncorejo Gemuh Kendal
Mahmudin 1101060 Penelitian ini berjudul. Pengaruh Intensitas Mengikuti Istighosah Surat Al-Waqi’ah Terhadap Penaggulangan Kenakalan Remaja. Skripsi. Semarang: Program Strata I jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Walisongo 2008.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh antara Intensitas Mengikuti Istighosah Surat Al- Waqiah terhadap Kenakalan Remaja di Desa Poncorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh berupa angka yang dapat dihitung secara matematik dengan rumus statistik, dalam penelitian ini populasi yang dijadikan objek penelitan adalah Remaja Desa Poncorejo Gemuh Kendal. Sedangkan yang menjadi sampel adalah sebanyak 20 % dari 203 orang, sehingga jumlah sampelnya dibulatkan menjadi 40 responden. Sampel yang digunakan tehnik random sampling. Ada dua variabel dalam pengamatan penelitian yaitu variabel pengaruh (independent) adalah “Intensitas Mengikuti Istighosah Surat Al-Waqi’ah variabel terpengaruh (dependent) adalah “Akhlak Remaja,. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dengan menggunakan analisis regresi satu predictor dengan beberapa tahapan yaitu analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis dan analisis lanjutan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara Intensitas mengikuti Istighosah Surat Al-Waqi’ah dengan kenakalan remaja di “Desa Poncorejo Gemuh Kendal” yang berarti semakin tinggi intensitas mengikuti Istighosah surat Al-Waqi’ah maka akan semakin rendah kenakalan pada diri remaja atau semakin baik akhlaknya. Intensitas mengikuti Istighosah surat al-Waqi’ah adalah “baik” dengan rata-rata 180.30, begitu juga dengan akkhlak ramaja (kenakalan remaja) yang mempunyai rata-rata 177.13. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh Freg = 26,667 > Ft = 4,08 pada taraf signitifikan 5% dan 7,31 pada taraf signitifikan 1%. Jadi nilai F > Ft pada taraf signifikan 5% dan 1%, sehingga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh antara intensitas mengikuti istighosah surat Al-Waqi’ah terhadap akkhlak ramaja (kenakalan remaja)
- …
