50 research outputs found
Busur yang meleset
Buku ini merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh anggota HISKI dari Aceh sampai Papua, yang terdiri dari 122 puisi. Puisi-puisi ini menyampaikan aspirasi, kepedulian, keprihatinan, dan pencatatan berbagai fenomena budaya nusantara. Buku ini ditulis oleh 29 penulis, dan dieditori oleh: Novi Anoegrajekti, M. Yoesoef, Moch. Harun al Rasyid, Sudartomo Macaryus, C. Erni Setyowat
Busur yang meleset
Buku ini merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh anggota HISKI dari Aceh sampai Papua, yang terdiri dari 122 puisi. Puisi-puisi ini menyampaikan aspirasi, kepedulian, keprihatinan, dan pencatatan berbagai fenomena budaya nusantara. Buku ini ditulis oleh 29 penulis, dan dieditori oleh: Novi Anoegrajekti, M. Yoesoef, Moch. Harun al Rasyid, Sudartomo Macaryus, C. Erni Setyowat
Sastra dan kekuasaan : pembicaraan atas drama-drama karya W.S. Rendra/ Yoesoef
viii, 220 hal. : ill.; 21 cm
Plays in Japanese Occupation Period (1942—1945): Some Notes About Indonesian People in the War Era
Many plays in Japanese occupation period (1942—1945) were full of propaganda of Japanese Military Government that tried to influence Indonesian people to assist Japanese troops in fighting American army in World War II. Literature was used as a proper propaganda tool, especially plays, where people could get the message directly about what theyshould do in war situation. A lot of artists were gathered by the Propaganda Service Office (Sendenbu) to work on their fields of creativity (music, sculpture, literature, drama, painting) in order to encourage Indonesian people to participate in the war. Some playwrights such as Usmar Ismail, El Hakim. Armijn Pane, Soetomo Djauhar Arifin, and Merayu Sukma enthusiastically welcomed the program. They wrote many plays that were played by various drama groups that sprang up in that period
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kesembuhan Penderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “Mawar” RSUD Dr. Fauziah Bireuen Tahun 2009
The incident traumatized by conflict and the tsunami which occurred in Nanggroe Aceh Darussalam Province has an impact on mental disorders in human. The integrated service center (PPT) “Mawar” dr. Fauziah Bireuen hospital is a mental service facility for handling mental health events due to trauma including Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Since April – Oktober 2008 the PTSD sufferers number were fluktuatif. Based on literature, social support by family member influence to reducing of stress. This research aimed to analyze the influence of social family support (emotional support, instrumental support, appraisal support and informational support) on recovery of PTSD sufferer at integrated services center (PPT) “Mawar” dr. Fauziah Bireuen hospital. The research used an explanatory survey. The population were all patients in the outpatient PTSD Traumatic Center amount 42 patients (total sampling). Date were collected by questionaire, data were analyzed by using logistic regression test. The result of logistic regression test showed that the emotional support was the influence on healing PTSD (p = 0.00) followed by social informational support variable (p = 0.015), while social instrumental support and social appraisal support, although they were related, but did not have significant influence. The variable had overall percentage of 90.5%, while the remaining 9.5% were other variables that influenced and were not included in this research. To the district of dr. Fauziah Bireuen Hospital is suggested to improve the quality of survices in form of communication, guidance, and counseling to the family of PTSD suffer. For the family of PTSD sufferer must be understand about the disease of PTSD to prevent the sufferer becomes relaps.Kejadian trauma akibat konflik dan tsunami yang terjadi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam berdampak terhadap gangguan mental pada manusia. Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “Mawar” RSUD dr. Fauziah Bireuen merupakan sarana pelayanan kesehatan mental untuk penanganan kejadian kesehatan gangguan mental akibat trauma termasuk Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Sejak April – Oktober 2008 angka penderita kejadian PTSD fluktuatif. Berdasarkan literatur dukungan sosial keluarga memengaruhi penurunan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial keluarga (dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penilaian, dukungan informasi) terhadap kesembuhan penderita PTSD di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “Mawar” RSUD dr. Fauziah Bireuen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan survei explanatory. Populasinya adalah seluruh penderita rawat jalan PTSD di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) ”Mawar” dengan jumlah 42 orang (total sampling). Alat ukur penelitian berupa kuesioner, data dianalisis dengan uji regresi logistik. Hasil uji regresi logistik menunjukkan dukungan sosial emosional yang paling berpengaruh terhadap kesembuhan PTSD (p=0,00) diikuti variabel dukungan sosial informasional (p= 0,015), sementara dukungan sosial instrumental dan dukungan sosial penilaian walaupun berhubungan tetapi tidak mempunyai pengaruh yang bermakna. Keseluruhan variabel mempunyai nilai overall percentase 90,5%, sementara sisanya 9,5 % merupakan variabel lain yang memengaruhi dan tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Disarankan kepada Kepala Rumah Sakit dr. Fauziah Bireuen untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan berupa komunikasi, bimbingan dan konseling kepada keluarga penderita PTSD. Bagi keluarga penderita PTSD agar lebih dapat memahami tentang penyakit penderita PTSD untuk mencegah penderita menjadi relaps.111 HalamanTesis Magiste
Film Horor Sebuah Definisi yang Berubah
Horror film is a film genre that presents things that are frightening, tense, and horrifying. The idea of horror film is basically to terrorize the audience through various terrifying acts or actors. Horror films in the beginning are closely related to stories rooted in the cultural of Europe, especially English literature. The definition of horror in the beginning was a story that presented uncomfortable feelings to the readers. This definition changed with the development of film. Horror film developed into a genre that came to stand side by side with drama, comedy film, gangster film, and action film
Film Horor Sebuah Definisi yang Berubah
Horror film is a film genre that presents things that are frightening, tense, and horrifying. The idea of horror film is basically to terrorize the audience through various terrifying acts or actors. Horror films in the beginning are closely related to stories rooted in the cultural of Europe, especially English literature. The definition of horror in the beginning was a story that presented uncomfortable feelings to the readers. This definition changed with the development of film. Horror film developed into a genre that came to stand side by side with drama, comedy film, gangster film, and action film. </p
Battling Villagers in the Midst of Modern Life in Mata yang Enak Dipandang by Ahmad Tohari
Konteks Sosial, Politik, dan Budaya dalam Sastra Drama Tahun 1970-an: Studi Kasus pada “Kisah Perjuangan Suku Naga” Karya W.S Rendra dan “Maaf, Maaf, Maaf” Karya N. Riantiarno
Pesona kekuasaan, baik di ranah keluarga (domestik) maupun di ranah umum (publik) senantiasa memicu pergolakan di antara anggota keluarga dan masyarakat luas. Dalam pada itu, para birokrat yang mengemban tugas pemerintahan dapat dikatakan sebagai ujung tombak untuk menyejahterakan masyarakat melalui program-programnya. Namun demikian, dinamika di lapangan, selain hal positif juga menimbulkan efek negatif, yang berkaitan dengan perilaku birokrat dalam hal implementasi program-program itu. Hal itu terekam dalam ingatan kolektif masyarakat dan menjadi batu besar yang menghalangi pandangan. W.S. Rendra dan N. Riantiarno melalui karyanya merekam ingatan kolektif itu menjadi sebuah drama yang menyindir dan kritis. Di balik karyanya itu, mereka memberi ingatan kepada kita betapa ekses dari proses pembangunan sepanjang tahun 1970-an menuai opini yang perlu dicermati di masa sekarang ini.Kata kunci: ingatan kolektif, domestik, publik, birokra
