1,151 research outputs found
The collapse of single bubbles and approximation of the far-field acoustic emissions for cavitation induced by shock wave lithotripsy
Recent clinical trials have shown the efficacy of a passive acoustic device used during shock wave lithotripsy (SWL) treatment. The device uses the far-field acoustic emissions resulting from the interaction of the therapeutic shock waves with the tissue and kidney stone to diagnose the effectiveness of each shock in contributing to stone fragmentation. This paper details simulations that supported the development of that device by extending computational fluid dynamics (CFD) simulations of the flow and near-field pressures associated with shock-induced bubble collapse to allow estimation of those far-field acoustic emissions. This is a required stage in the development of the device, because current computational resources are not sufficient to simulate the far-field emissions to ranges of O(10 cm) using CFD. Similarly, they are insufficient to cover the duration of the entire cavitation event, and here simulate only the first part of the interaction of the bubble with the lithotripter shock wave in order to demonstrate the methods by which the far-field acoustic emissions resulting from the interaction can be estimated. A free-Lagrange method (FLM) is used to simulate the collapse of initially stable air bubbles in water as a result of their interaction with a planar lithotripter shock. To estimate the far-field acoustic emissions from the interaction, this paper developed two numerical codes using the Kirchhoff and Ffowcs William–Hawkings (FW-H) formulations. When coupled to the FLM code, they can be used to estimate the far-field acoustic emissions of cavitation events. The limitation of the technique is that it assumes that no significant nonlinear acoustic propagation occurs outside the control surface. Methods are outlined for ameliorating this problem if, as here, computational resources cannot compute the flow field to sufficient distance, although for the clinical situation discussed, this limitation is tempered by the effect of tissue absorption, which here is incorporated through the standard derating procedure. This approach allowed identification of the sources of, and explanation of trends seen in, the characteristics of the far-field emissions observed in clinic, to an extent that was sufficient for the development of this clinical device
PERAN TOKOH DUA SERANGKAI JAMALUDDIN AL AFGHANI (1838M-1897M) DAN MUHAMMAD ABDUH (1849M-1905M) DALAM PEMIKIRAN SALAFIYAH MODERN
Yoga Kuncaraningsih. C1012055. 2016. Peran Tokoh Dua Serangkai Jamaluddin Al-Afghani (1838 M- 1897 M) dan Muhammad Abduh (1849 M- 1905 M) dalam Pemikiran Slafiyah Modern. Skripsi Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini membahas: (1) Bagaimana sejarah munculnya gerakan Salafiyah Modern, (2) Bagaimana peran Jamaluddin Al-Afghani (1838 M- 1897 M) dan Muhammad Abduh (1849 M- 1905 M) dalam Pemikiran Salafiyah Modern. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan sejarah lahirnya gerakan Salafiyah Modern, (2) Mendeskripsikan peran Jamaluddin Al-Afghani (1838 M- 1897 M) dan Muhammad Abduh (1849 M- 1905 M) dalam Pemikiran Salafiyah Modern. Metode penelitian ini adalah metode sejarah dan metode kualitatif yang disajikan secara deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan sejarah awal Salafiyah modern serta modernisasi pemikiran Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan kesimpulan, pertama Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh merupakan tokoh dua serangkai yang mempelopori lahirnya Salafiyah modern. Kedua, pengaruh modernisasi pemikiran kedua tokoh serangkai tersebut terdapat dalam bidang politik dan pendidikan. Kata Kunci: Tokoh dua serangkai, Salafiyah Modern, dan Modernisasi pemikiran
PEMIKIRAN POLITIK JAMALUDDIN AL-AFGHANI DALAM BUKU PEMIKIRAN POLITIK ISLAM PERSPEKTIF SIYASAH
ABSTRAK
Jamaluddin Al-Afghani (1839-1897) M, adalah seorang pemimpin
pembaharuan dalam Islam yang juga perintis pertama modernis Islam
khususnya aktivisme Islam anti imperialis. Jamaluddin Al-Afghani
merupakan tokoh yang menganjurkan untuk kembali pada tradisi muslim
dengan cara yang sesuai dengan berbagai problem dalam memperkuat dunia
muslim untuk menghadapi bangsa Barat. Jamaluddin Al-Afghani melihat
bahwa keadaan itu merupakan malapetaka bagi umat Islam, bahwa dunia
Islam sedang menjadi permainan politik bangsa penjajah dari Barat,
khususnya Inggris dan merupakan ancaman yang serius bagi Dunia
Islam.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, bagaimana
pemikiran politik Jamaluddin Al-Afghani dalam buku Pemikiran Politik
Islam dan bagaimana Persepektif Siyasah. Tujuan dari penelitian ini yaitu,
untuk mengetahui Pemikiran politik Jamaluddin Al-Afghani yang ada dalam
buku Pemikiran Politik Islam dan bagaimana pemikiran Poitik Jamaluddin
Al-Afghani dalam Perspektif Siyasahnya. Jenis Penelitian ini menggunakan
penelitian pustaka (library research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan
dengan cara mengumpulkan mengumpulkan buku-buku yang berubungan
dengan Skripsi ini, dan sifat penelitian ini termasuk penelitian yang
menggunakan metode deskriptif-analitis, artinya dengan mendeskripsikan
Pemikiran politik Jamaluddin Al-Afghani untuk kemudian dianalisis secara
logis. Sehingga mendapat suatu kesimpulan terhadap pemikiran politik
Jamaluddin Al-Afghani. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa pemikiran politik Jamaluddin Al-Afghani dalam buku Pemikiran
politik Islam yakni Jamaluddin memegang peran penting dalam gerakan
politik Islam modern. Ia dikenal luas di Dunia Islam Sunni dan Syi’ah serta
sangat berpengaruh terhadap Dunia Islam, terutama karena perhatiaanya yang
serius terhadap kolonialisme bangsa-bangsa Barat dan absolutisme penguasa�penguasa Muslim. Pandangan Siyasah tentang pemikiran politik Jamaluddin
Al-Afghani yakni Siyasah Dauliyyah (Politik Hubungan Internasional)
dikarenakan berkaitan dengan memimpin umatnya ke arah kemajuan dan
membebaskan mereka dari otoritarianisme penguasa serta kolonialisme
bangsa-bangsa asin
Struktur mitos dan struktur sosial : cerita molowu dan saweringadi
Buku ini merupakan karya tesis dari Bapak Jamaluddin yang berjudul 'Struktur Mitos dan Sttuktur Sosial Cerita Molowu dan Saweringadi dalam Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara: Kajian Antropolinguistik', Melalui penginventarisasian dan penelitian sastra lisan
seperti ini diharapkan ada upaya pencarian mutiara kehidupan yang tinggi nilainya. Melalui penelitian tersebut dapat disingkap tirai kehiduan masa lampau yang dapat dijadikan sebagai tempat bercermin bagi kehidupan
sekarang. Bahkan lebih dari itu, dapat dijadikan tumpuan bagi langkah kita di masa yang akan datang. Rangkaian fungsi itu sepantasnya mendapat perhatian yang serius agar dapat memberikan manfaat bagi perwujudan masyarakat Indonesia seutuhnya
Prediction of far-field acoustic emissions from cavitation clouds during shock wave lithotripsy for development of a clinical device
This study presents the key simulation and decision stage of a multi-disciplinary project to develop a hospital device for monitoring the effectiveness of kidney stone fragmentation by shock wave lithotripsy (SWL). The device analyses, in real time, the pressure fields detected by sensors placed on the patient's torso, fields generated by the interaction of the incident shock wave, cavitation, kidney stone and soft tissue. Earlier free-Lagrange simulations of those interactions were restricted (by limited computational resources) to computational domains within a few centimetres of the stone. Later studies estimated the far-field pressures generated when those interactions involved only single bubbles. This study extends the free-Lagrange method to quantify the bubble–bubble interaction as a function of their separation. This, in turn, allowed identification of the validity of using a model of non-interacting bubbles to obtain estimations of the far-field pressures from 1000 bubbles distributed within the focus of the SWL field. Up to this point in the multi-disciplinary project, the design of the clinical device had been led by the simulations. This study records the decision point when the project's direction had to be led by far more costly clinical trials instead of the relatively inexpensive simulations. <br/
Project Risk Management for Sustainable Building Repair & Maintenance in Developing Countries
Building repair & maintenance (R&M) are inevitable: building omponents deteriorate with time due to aging, constant use - causing wear and tear, possible design and construction defects, and the consequences of environmental agents and vulnerabilities. The situation worsens in developing countries where large number of externalities dictates the R&M decisions: lack of budget, enforcing regulation and building standards to name a few. These and other inherent uncertainties grow to be considerable risks of peculiar nature, which demand an active and customized management. The need to manage risk of R&M projects is paramount: starting from affective identification to seamless analysis, and suitable response planning to meticulous monitoring and control, a custom-structured project risk management (PRM) framework - a combination of specialized tools and techniques - will greatly help by considering how risky these undertakings are, dealing with apparent threats and converting them into opportunities. To this end, this paper, after reviewing the R&M state of affairs in developing countries, proposes a functional PRM framework to manage R&M ris
Pemikiran Islam Jamaluddin Al-Afghani
Pada perkembangannya, masyarakat selalu mengalami perubahan yang kompleks setiap zamannya. Dimulai dari masyarakat yang nomaden menjadi sedenter, kota menjadi negara, hingga akhirnya era globalisasi. Dalam dunia Islam sendiri pada masa modern sedang berada pada masa kemunduran. Hal ini ditandai dengan banyaknya negara muslim yang dijajah dan diperbudak oleh para Kolonial Barat serta teknologi mengalami kemajuan pesat di dunia barat sedangkan mengalami stagnasi di dunia Islam. pada saat yang di nanti, Jamaluddin Al-Afghani berupaya untuk menggaungkan semangat pembaharuan di dunia Islam. Jamaluddin Al-Afghani lahir pada tahun 1838 M/1254 H di Asadabad, dan mendapatkan dasar-dasar keilmuan Islam dari ayahnya seorang bermazhab Hanafi. Sebagai seorang pemikir, Afghani tidak terlalu mencolok. Satu-satunya karya Afghani yang diterbitkan adalah artikel Ar-Radd ‘ala Ad-Dahriyyin (Bantahan terhadap kaum Materialis) yang ia tulis untuk mengisi waktu luang di India. Tiga kebenaran menurutnya dalam beragama, yaitu akal dan hati dapat dimanfaatkan untuk menjadi khalifah di bumi; Membangkitkan daya saing antar manusia hingga kelompok yang pada akhirnya akan memperbaiki dirinya untuk terap bersaing; Menyadari bahwa ada yang lebih tinggi di dunia. Pemurnian ajaran Islam menteladani rosulullah dan khalifah rosyidah, perlawanan kolonilisme dan dominasi barat, serta mengakui keunggulan barat dalam perkembangan teknologi untuk mengambil Kembali kejayaan Islam. Modernitas dan ijtihad, menurut Afghani sangat penting untuk pembaharuan Islam, yaitu untuk menghilangkan fanatisme mazhab dan taqlid golongan. Gagasan Pan-Islamisme Afghani dalam mengelola pemerintahan pernah dicontohkan oleh Afghani ketika dia mendirikan partai Hizbul Wathan. Afghani mengedepankan kepemimpinan rakyat atau musyawarah dalam pemerintahan, agar setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin. Adapun pengaruh pemikirannya banyak berkembang di negara-negara muslim, termasuk di Indonesia yaitu faham politik islam oleh M. Natsir dan Gerakan Islam Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan
Peranan Jamaluddin Al-Afghani dalam Politik
Jamaluddin Al-Afghani nama aslinya adalah Muhammad bin Safar, dilahirkan pada tahun 1254 H atau 1838 M di kota Kabul Afghanistan, keluarganya adalah keturunan orang-orang ternama dan berpengaruh yaitu Attirmidzi, keturunan Husen bin Ali. Pada umur 18 tahun dia mempelajari cabag-cabang ilmu pengetahuaan Islam dan mempelajari filsafat serta ilmu pasti (Exacta). Dia pernah tinggal di India untuk beberapa tahun dan kemudia dia melaksanakan ibadah haji di Mekkah pada tahun 1273 H (1857 M). Sekembalinya dari ibadah haji dia langsung pulang ke Afghanistan menjabat sebagai Pembantu Amir Dust Muhammad Khan, untuk mengobarkan kampanye politiknya. Pada tahun 1285 H (1869 ) dia Kembali melakasanakan ibadah Haji untuk yang kedua kalinya, dan kemudian ke Cairo secara diam-diam mengadakan hubungan dengan Al-Azhar. Ditempat kediamannya dia mengadakan kaidah-kaidah khusus (private). Pada tahun 1287 H (1871 M) dia mengunjungi kontantinopel, yang ternyata kedatangannya dielu-eluhkan oleh masyarakat dengan penuh kemeriahan dan kehangatan
Steel structures / Nurul Zafirah Jamaluddin
This practical training report describe about the experience gained during five months practical training period undertaken at Muara Atur (M) Sdn. Bhd. The purposed of this report is to studied and do research about steel structures. Being assigned under Civil and Structure, main task given is to get involved in any project and helped Project Engineer with some construction work. The main finding that had been studied was the installation method of steel structures for sports centre. This report will also look at the problems isolation taken for steel structures and it will focus on the solutions of the problems related in order to complete the tasks. This report also focus on about observation was performed at the site office especially with the Site Supervisor. This observation commonly being done at the site during working hours on weekdays. All the data is being recorded by written a short notes. The steel structures are important for this project because it has been used in most of the buildings for sports centre
COMMAND AND ORDER SPEECH ACTS IN THE MURDER CASE REPORT OF JUDGE JAMALUDDIN
This study applies Searle's speech act theory, as outlined in Levinson (1983), to analyze directive speech acts in the high-profile murder case of Judge Jamaluddin. The research specifically examines how commands and orders issued by the main perpetrator, Zuraida Hanum, influenced her accomplices, M. Jefri Pratama and M. Reza Pahlevi, to commit premeditated murder. Using a qualitative descriptive method, data were sourced from the Medan District Court decision, which includes the defendants’ recorded utterances. The study categorizes directive speech acts based on the speaker's knowledge, intentions, and power dynamics, focusing on how Zuraida's directives were central to executing the crime. Findings reveal that command speech acts were not only pivotal in compelling the accomplices to act but also demonstrated the manipulation and influence wielded by the speaker. This research highlights the importance of speech act analysis in uncovering the linguistic mechanisms behind criminal behavior and underscores its potential applications in forensic linguistics and legal investigations
- …
