7 research outputs found

    Kata ذالك dan تلك dalam Al-Qur’an Surah Terpilih: Satu Analisis Prosedur, Strategi Penterjemahan dan Deiksis

    No full text
    Penerjemahan kata ذلك /żālika/ dan تلك /tilka/ dalam Al-Qur’an didapati bergeser maknanya dari makna dasar atau makna kamus kemakna lain. Makna kamus daripada dua kata tersebut adalah kata “itu”. Pergeseran makna tersebut tidak diketahui apa penyebabnya, sama ada ia pengaruh konteks atau faktor lain. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan menggunkan metode analisis deskriptif. Sementara data kajian adalah ذلك /żālika/ dan تلك /tilka/ di dalam terjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konteks dan keperihalan keadaan oleh Firth & Malinowski (1988), teori prosedur Husnan (2008), dan teori deiksis Putrayasa (2014). Hasil kajian mendapati bahwa memang terjadi pergeseran makna disebabkan oleh tuntutan atau paksaan konteks kalimat. Kemudian dari segi prosedur mendapati bahwa dari sekian prosedur terjemahan yang ada ternyata prosedur yang paling cenderung digunakan adalah prosedur penggantian. Kemudian dari deiksis didapati deiksis wacana, deiksis kedua dan deiksis persona jamak orang ketiga.66 HalamanSkripsi Sarjan

    Kata ذالك dan تلك dalam Al-Qur’an Surah Terpilih: Satu Analisis Prosedur, Strategi Penterjemahan dan Deiksis

    No full text
    Penerjemahan kata ذلك /żālika/ dan تلك /tilka/ dalam Al-Qur’an didapati bergeser maknanya dari makna dasar atau makna kamus kemakna lain. Makna kamus daripada dua kata tersebut adalah kata “itu”. Pergeseran makna tersebut tidak diketahui apa penyebabnya, sama ada ia pengaruh konteks atau faktor lain. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan menggunkan metode analisis deskriptif. Sementara data kajian adalah ذلك /żālika/ dan تلك /tilka/ di dalam terjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konteks dan keperihalan keadaan oleh Firth & Malinowski (1988), teori prosedur Husnan (2008), dan teori deiksis Putrayasa (2014). Hasil kajian mendapati bahwa memang terjadi pergeseran makna disebabkan oleh tuntutan atau paksaan konteks kalimat. Kemudian dari segi prosedur mendapati bahwa dari sekian prosedur terjemahan yang ada ternyata prosedur yang paling cenderung digunakan adalah prosedur penggantian. Kemudian dari deiksis didapati deiksis wacana, deiksis kedua dan deiksis persona jamak orang ketiga.66 HalamanSkripsi Sarjan

    Deskripsi Penerjemahan Kata ويل /WAYLUN/ Menurut Tafsir Hamka

    No full text
    Terjemahan Al-Azhar adalah salah satu hasil terjemahan al-quran ke dalam bahasa indonesia. Dalam terjemahan Al-Azhar terdapat kata وي /waylun/ dan bentuk lainnya. Penterjemahan kata-kata tersebut, ada yang mengalami perubahan makna dan ada yang tidak. Perubahan makna terjemahan ada yang disebabkan oleh konteks kalimat dan ada perubahan dengan faktor lain. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Data kajian adalah kata-kata waylun dan bentuk lain daripada kata waylun. Penelitian menggunakan teori konteks dan keperihalan keadaan yang diasakan oleh Firth & Malinowski (1988), dan teori yang diasakn oleh Newmark (1988). Kajian mendapati bahwa strategi terjemahan yang digunakan ialah strategi penterjemahan; Kata demi kata, terjemahan Harfiyah, terjemahan Setia dan terjemahan Semantik. Selanjutnya hasil terjemahan kata dari وي /waylun/ atau bentuk lain, terjadi disebabkan oleh adanya pengaruh Dhamir Muttashil yang melekat pada kata waylun dan bentuk lain dari kata tersebut. Disamping itu dipengaruhi oleh faktor konteks situasi atau keadaan dalam kalimatnya.59 HalamanSkripsi Sarjan

    Lyrics of the Song هَوَاكَ نَسَمَاتُ / Nasamatu Hawak/: Study of Literary Reception Rankings by FIB USU Students

    No full text
    Nasama̅tu Hawāk is one of the well-known Arabic songs among the Indonesian community. This song deserves reception by the Indonesian public due to its thematic quality, lyrics, and music that can touch the hearts of many people. This research aims to describe the reception of appreciation by FIB USU students. The theories used are the literary reception theories according to Pradopo (2021) and Endraswara (2013). This research uses a quantitative approach. The data collection technique involved distributing questionnaires to 50 respondents. The data analysis technique follows the Miles and Huberman model, focusing on aspects considered important. The results of this study show that the overall reception of the song's theme, lyrics, and music received positive evaluations from the majority of respondents. The overall literary reception ranking received high appreciation from the majority of responses, particularly for the Lyrics and Music components. The feelings expressed after listening to the song as a whole can bring listeners into a nostalgic atmosphere filled with sadness for the Prophet Muhammad SAW, although some felt otherwise.78 PagesSkripsi Sarjan

    BUDAYA MENULISKAN NAMA DENGAN “BIN” ATAU “IBNI”

    Get PDF
    Agama Islam masuk ke Nusantara telah membawa pengaruh yang signifikan kepada penduduknya. Pengaruh itu antaranya ialah pemakaian nama-nama yang dipengaruhi oleh Islam. Penggunaan nama-nama yang Islami disuruh oleh Nabi Muhammad SAW. Penduduk Nusantara yang diberinama biasanya diikuti pula dengan nama ayahnya di hujung namanya. Penulisan nama ayah di hujung nama anaknya, selalunya diselangi dengan “bin” atau “ibni”. Namun, di antara kedua-dua ini manakah yang benar kita tuliskan, bin-kah atau ibni?. Tulisan ini membincangkan perkara ini, sama ada kita benar menuliskan “bin” atau “ibni” pada nama kita atau nama orang lain. Ini berdasarkan kaedah penulisan hamzah wasol dalam bahasa Arab.   The Islamic religion has brought significant influence to the people of the Malay Archipelago. One of the influences is the use of Islamic names. The use of Islamic names was encouraged by the Prophet Muhammad S.A.W. The people of the Malay Archipelago usually have their names at the beginning and their father’s name at the end with “bin” atau “ibni” placed in between the two names. This writing discusses this issue based on the writing method by hamzah wasol in the Arabic language.&nbsp

    طُرق ترجمة القرآن الكريم إلى اللغة الإندونيسية دراسة مقارنة

    No full text
    Abstrak: Metode Penerjemahan al-Qur’an ke dalam Bahasa Indonesia: Suatu Studi Perbandingan. Urgensi pengalihbahasaan Kitab Suci al-Qur’an meru­pakan hal yang tidak dapat dipungkiri dalam penyampaian pesan yang dikandung­nya agar tepat pada audiens yang dihadapi. Perkembangan penerjemahan al-Qur’an di Indonesia memiliki kekhasan gaya dan metode. Di antara karya penting terlihat seperti dalam karya Mahmud Yunus, HAMKA, dan Departemen Agama Republik Indonesia. Penerjemahan di dalam ketiga kitab tersebut telah mengakomodasi istilah Arab yang ditemukan baik secara lafal maupun makna. Dalam tulisan ini diketengahkan perbandingan penerjemahan menggunakan tiga metode yang berbeda dari masing-masih penerjemah tersebut. Berdasarkan hasil analisis penulis, dipahami bahwa kosakata yang berkaitan dengan masalah keagamaan memiliki pengaruh besar dalam penulisan penerjemahan. Abstract: The Qur’an Translation Method into Indonesian Language: A Comparative Study. The importance of the translation of the Qur’an is undeniable in order that its message can be properly conveyed to its audience faced. The development of Qur’anic translation in Indonesia has its distinct style and method. Amongst the most important ones are such works as Mahmud Yunus, HAMKA, and Departemen Agama Republik Indonesia (Department of Religious Affairs Ministry of the Republic of Indonesia). The translations of these works have accommodated Arabic expression both in verbal and meaning. This essay tries to compare the method of translation employed in those three works of translation. The author maintains that vocabularies that are related to religious matters have tremendous effect on translation process in Indonesia. Keywords:   metode penerjemahan, al-Qur’an, perbandingan, bahasa Indonesi

    Directive Speech Act Performed by Male and Female Speakers’ in Ted Talk Language Learning Videos

    Get PDF
    This study analyzes the use of directive speech acts in TED Talk language learning videos through a pragmatic approach, focusing on orders and suggestions as primary categories. The research examines the speeches of four speakers Matyas Pilin, Chris Lonsdale Lydia Machova, and Marianna Pascal to understand how their speech styles influence the delivery of language learning strategies. This research employed a descriptive qualitative method with purposive sampling data collection. From the 273 data that the author found, 47 data of utterances were selected from four different videos for analysis. The findings reveal that male speakers predominantly use orders, emphasizing a structured and authoritative instructional approach, while female speakers favor suggestions, promoting a supportive and motivational teaching style. This balance between orders and suggestions highlights the diverse strategies employed to address both cognitive and emotional aspects of learners. This study contributes to the fields of pragmatics and educational communication by demonstrating how directive speech acts influence instructional effectiveness. The findings provide valuable insights for educators, linguists, and public speakers in developing more impactful and learner-centered teaching methods. Moreover, the study offers a foundation for further research into the interplay of speech acts, instructional strategies, and cultural or contextual influences in educational settings
    corecore