44 research outputs found

    Power point bersuara: solusi untuk pembelajaran bahasa Arab di masa pandemi Covid-19

    No full text
    “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”(QS. Al-Insyirah: 5-6). Covid-19 menjadi wabah yang menimpa seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia (Wakhudin, 2020: 1). Sejak Maret 2020, semua sendi kehidupan di Indonesia tidak berjalan seperti biasanya. Aktifitas lebih banyak dilakukan di dalam rumah. Kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dibatasi, bahkan tidak diperkenankan. Protokol kesehatan menjadi perhatian yang diutamakan, seperti keharusan mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Bidang pendidikan adalah salah satu bidang yang juga merasakan dampak dari pandemi covid-19. Kemendikbud membuat kebijakan, bahwa kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online. Model daring atau online ini dipilih sebagai bentuk dari penjagaan terhadap kesehatan agar mata rantai penyebaran covid-19 dapat teratasi (Ekasari, 2020:28). Daring atau online memberikan pengaruh yang besar terhadap perubahan proses pembelajaran, termasuk pada pembelajaran Bahasa Arab. Belajar Bahasa Arab bukan hanya sekedar mengembangkan knowledge tetapi juga meningkatkan keterampilan kebahasaan yang dimiliki oleh peserta didik (Oktaviani, 2020:97). Menggunakan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Arab bukanlah sesuatu yang baru, tetapi pembelajaran yang dilakukan dengan full teknologi, menjadi sebuah tantangan dan peluang bagi para pengajar Bahasa Arab. Dengan adanya pandemi covid-19 ini, para pengajar Bahasa Arab melakukan berbagai perubahan dan peningkatan profesionalisme, terutama penggunaan, pengembangan dan inovasi dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis teknologi dan online. Upaya ini dilakukan agar pembelajaran tetap diimplementasikan secara maksimal dan menuju tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pendidikan dan pembelajaran tidak boleh berhenti, meskipun berada di situasi yang tidak seperti biasanya (Aji, 2020:396). Potret keberadaan pembelajaran Bahasa Arab saat ini sedang membutuhkan inovasi, variasi dan kreatifitas yang harus terus ditempuh oleh pengajarnya agar pembelajaran tetap dapat diterima oleh peserta didik secara efektif, menyenangkan, mendatangkan motivasi dan membisakan. Hal ini disebabkan, pembelajaran yang dilakukan secara daring berbeda dengan luring (luar jaringan) (Malyana, 2020: 71). Pembelajaran yang secara daring, pengajar dan peserta didik tidak dapat bertemu secara langsung, sehingga pengajar membutuhkan adaptasi terhadap kondisi tersebut. Oleh karena itu, agar pembelajaran Bahasa Arab dapat dipelajari secara maksimal dan tidak hanya menjadi beban bagi peserta didik di masa pandemi covid-19 ini, maka salah satu solusi yang ditawarkan adalah pada optimalisasi pemanfaatan media power point

    Tantangan para guru di daerah pelosok di masa pandemi Covid-19

    No full text
    Pandemi Covid-19 telah menciptakan perubahan sistem pengajaran di berbagai wilayah Indonesia. Berbeda dengan para guru di daerah maju dan wilayah perkotaan, para guru di daerah pelosok memiliki tantangan tersendiri dalam mengajar siswa-siswanya. Daerah pelosok yang dicitrakan dengan kontur wilayah pegunungan, tepian pesisir pantai, dan daerah hutan memiliki kondisi fisik yang berat dan akses teknologi yang terbatas. Ketika pandemi terjadi, pemerintah menghimbau pengajaran dilaksanakan secara daring dimana siswa berada di rumah ketika pengajaran tersebut dilaksanakan. Bagi daerah pelosok yang tidak memiliki akses jaringan internet, kegiatan pembelajaran dengan sistem daring tidak bisa berjalan dengan baik. Untuk itu para guru di daerah pelosok melaksanaknan kegiatan pembelajaran dengan berbagai cara, mulai mendatangi rumah para siswa nya satu persatu dengan berjalan kaki di daerah pegunungan dan perkebunan, menggunakan stasiun radio untuk mengajar siswa siswanya, sampai dengan menjadikan rumahnya sebagai tempat belajar bagi para siswa yang berada di satu lokasi terdekat

    Peluang Pemanfaatan Pembelajaran Berorientasi Teknologi Informasi di Lingkup Madrasah (Mempersiapkan Madrasah Berwawasan Global)

    Get PDF
    The rapid development of information technology and the changing social and political situation around the world brings new challenges to madrasah. Madrasahs are challenged to transform themselves into institutions that are able to adapt to changing society. That means the madrasah must be able to adapt to the globalization process. Therefore, madrasah should be able to identify challenges and formulate strategies. The most important thing to note is that the process of change is not aimed at the institution itself, but rather to help students as the next generation of nations to embrace a different world, a globalized world characterized by constant technological change and different social lives. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan situasi sosial dan politik di seluruh dunia membawa tantangan baru untuk madrasah. Madrasah ditantang untuk mengubah dirinya menjadi lembaga yang mampu beradapt asi dengan perubahan masyarakat. Itu artinya madrasah harus mampu beradaptasi dengan proses globalisasi. Oleh karena itu,  madrasah harus mampu mengidentifikasi tantangan dan memformulasikan strategi. Yang paling penting untuk dicatat adalah bahwa proses perubahan itu tidak ditujukan pada lembaga itu sendiri, melainkan untuk membantu siswa sebagai generasi penerus bangsa untuk merangkul dunia yang berbeda, dunia yang mengglobal yang ditandai dengan perubahan teknologi yang terus terjadi dan kehidupan sosial yang berbeda.  Kata kunci: Madrasah,Pembelajaran,Teknologi Informasi, Globalisas

    Analisis Kemampuan Literasi Mahasiswa Dalam Meningkatakan Keterampilan Membuat Karya Tulis Ilmiah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pasundan Bandung dan mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya pada semester ganjil tahun akademik 2021-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah dua kelas mahasiswa dari masing-masing program studi yaitu kelas A dan B Program studi Pendidikan Biologi Universitas Pasundan yang terdiri dari 62 siswa laki-laki dan perempuan yang dipilih secara sengaja. Kelas A dan B Program Studi PGSD yang berjumlah 71 mahasiswa. Setelah mahasiswa ditugaskan untuk menulis makalah secara berkelompok, setiap bagian tulisan mahasiswa tersebut dianalisis dan diberi skor. Hasil kegiatan menulis mahasiswa dipajang dan dipresentasikan dalam bentuk power point sebelum dikumpulkan sebagai tugas kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan menulis ilmiah mahasiswa masih rendah yang dibuktikan dengan rerata skor sebagai berikut ; Pendahuluan, 3,54; Masalah Penelitian, 3.05; Tinjauan Pustaka, 3.40, Presentasi Powerpoint, 3.4 dan Referensi (4.00)

    Dampak Media Sosial terhadap Berpikir Kritis Anak Usia Dini: Studi Komparatif Lintas Budaya

    Get PDF
    The study aims to analyze the impact of social media on children's ability to think critically in different global cultures, given the increasing dominance of the social media role in everyday life. Using a qualitative approach and exploring a wide range of relevant literature, the study examines how social media affects critical thinking skills, including access to information, resource evaluation, analysis, decision-making, and problem-solving. This study was carried out from three cultures in Indonesia such as the Batak, Sunda, and Java tribes, then made a distinction with several cultures of the United States, Britain, South Korea, Australia, and Europe revealing a consistent negative impact although varying according to local cultural values. The findings of this study confirm the need to develop a digital education strategy that considers the cultural context to enhance children's critical thinking skills in the digital age.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini di berbagai budaya global, mengingat semakin dominannya peran media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menelaah berbagai literatur relevan, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media sosial mempengaruhi keterampilan berpikir kritis, termasuk akses informasi, evaluasi sumber, analisis, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial sering kali memperlemah kemampuan anak-anak dalam berpikir kritis akibat paparan informasi yang tidak akurat dan tekanan sosial. Studi Ini dilakukan dari tiga budaya di Indonesia seperti suku Batak, Sunda dan Jawa, kemudian dilakukan perbedaan dengan beberapa budaya di Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Australia, dan Eropa mengungkapkan dampak negatif yang konsisten meskipun bervariasi sesuai dengan nilai budaya lokal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan strategi edukasi digital yang mempertimbangkan konteks budaya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis anak-anak di era digital

    Resilience in Early Childhood

    Get PDF
    Berbagai perubahan dalam situasi dan keadaan seorang individu akan disikapi beragam bergantung dengan bagaimana seorang individu tersebut memiliki kemampuan penyesuaian diri dalam berbagai situasi terutama situasi yang dianggap tidak menyenangkan atau penuh tekanan. Kemampuan penyesuaian diri tersebut tidak terbentuk begitu saja, banyak faktor yang mempengaruhi pembentukannya dan berproses sejak anak usia . Sejalan dengan tumbuh dan kembangnya seluruh aspek perkembangan, maka salah satu yang juga turut berkembang adalah kemampuan penyesuaian diri terhadap situasi tidak menyenangkan atau resiliensi, kemampuan kontrol diri, berempati, menghargai dan menghormati orang lain serta mampun menyemangati diri sendiri merupakan bentuk-bentuk resliensi. Membangun resiliensi pada anak usia dini tidak lepas dari peran serta orang tua atau keluarga melalui pengasuhan, lingkungan  atau peran pendidik di sekolah dan karakteristik individu itu sendiri

    THE EFFECT OF OUTDOOR LEARNING ON STUDENTS’ STORYTELLING ABILITY

    Get PDF
    Abstract:Learning outside the classroom is carried out by teachers to improve students’ competences in a particular subject. In this study, learning outside the classroom is conducted to complete the assignment of Indonesian subjects with the topic "Students' Storytelling Ability". This study aims to determine whether learning outside the classroom is effective in improving students' storytelling ability. The method used in this research is expost-facto by using an instrument for assessing students' storytelling ability. The study was conducted in Elementary School Cluster 2 Iwal in the 5th grade of 24 students. The results showed an increase in the average score of students in terms of storytelling ability after the learning outside the classroom compared to the existing learning (classroom learning) before outside learning activities were carried out.Abstrak:Pembelajaran luar kelas dilakukan guru kelas untuk meningkatkan kompetensi siswa pada suatu mata pelajaran tertentu. Pembelajaran luar kelas pada penelitian ini untuk melengkapi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi “Kemampuan Bercerita Siswa”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran di luar kelas efektif dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah expost-facto dengan menggunakan instrumen penilaian kemampuan bercerita siswa. Penelitian ini dilakukan di SD 2 Iwul kelas 5 yang terdiri dari 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kenaikan nilai rata-rata siswa dalam hal kemampuan bercerita pada pembelajaran luar kelas dibandingkan pada pembelajaran konvensional (pembelajaran dalam kelas) sebelum kegiatan  pembelajaran luar kelas dilakukan

    Potret pendidikan dan guru di masa pandemi covid-19

    No full text
    Stay at Home dan Learn at Home merupakan sesuatu yang harus dilakukan semua orang, sesuai anjuran pemerintah yang seharusnya dipathi sebagai warga negara baik untuk memutus rantai "virus-corona". Pandemi Covid-19 yang datang dengan cepat dan tiba-tiba, menyebar ke-seluruh dunia membuat semua negara terkejut. Semua kegiatan tak dapat berlangsung dengan tatap muka secara nyata. Melainkan menggunakan beberapa teknologi dalam menunjang pelaksanaan pembelajaran di masing-masing jenjang, seperti goegle classroom, zoom, webex dan lainnya. Sinyal dinyatakan Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Nadiem Makarim; masa pandemi ini diharapkan bisa mereposisi kembali pegajaran agar kembali kepada jati diri bangsa, yaitu; mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan cara mendekatkan diri kepada kehidupan, dimana karakter dan spiritualitas menjadi kunci kesuksesan dalam setiap perubahan. Buku ini mengajarkan kepada pembaca untuk tidak mengeluh dengan adanya pandemi Covid-19 dan memberi pesan moral yang tersirat. Pendidikan sejatinya dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Mengingat pembentukan karakter manusia lebih dominan terletak pada orang tua (keluarga) dan lingkungan sekitar. Adapun Guru sebagai orangtua "kedua"

    Various messages of Muhammad in Moustapha Akkad’s the message 1977 and Idrus Shahab’s sesungguhnya dialah Muhammad

    Get PDF
    This study discusses the comparison of the way disclosure of the Apostle messages through two authors point of view that exist in both research objects with different genre types, namely the film The Message 1977 and the novel Sesungguhnya Dialah Muhammad. Then the Apostle's messages are analyzed according to the views of each author. Researchers used several literary devices to uncover the similarities and differences of the messages conveyed by the characters in the two literary works. The literary devices, such as character, point of view, narrator, figure thinking, dialogue, camera techniques, symbol, allusion, metaphor, scene and action, and the message as a topic of discussion. In this study, to compare the way of message disclosure apostle, researchers used Comparative Literature from Susan Bassnett and Sapardi Djoko Damono as a theory or method to find and comparing similarities and differences in discussion topic. Then in this study also, researchers used several other theories in literary device. This research was formulated into two problems, namely: 1) How are Muhammad's message revealed in movie The Message 1977 and the novel Sesungguhnya Dialah Muhammad? And 2) What are the equation disclosure of message built by the literary device in the movie The Message 1977 and the novel Sesungguhnya Dialah Muhammad? This study aims to find the similarity of messages conveyed from different points of view in the two objects of research. This study also uses a qualitative approach to get a subjective assessment through source of data, data collection techniques, data analysis techniques, time and place. The results of this study, showed that there were some similarities and differences in conveying the message of the apostle. In the film the message is expressed through the character Zaid, Jafar, Bilal, Hamzah, and other companions of the Apostle. While in the novel, the message is expressed through the character of Shaykh Jamaluddin. Then in the two objects this research, shows the similarity of messages delivered using some of the same literary devices.While the difference both of these objects indicate the viewpoint of each delivery

    Hubungan Pola Pengasuhan Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al-Mu’min

    No full text
    Penerapan pola pengasuhan oang tua akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan anak. Salah satunya adalah kemandirian. Kemandirian menjadi salah satu sektor penting dalam perkembangan anak karena menyangkut kehidupan yang akan anak hadapi di masa selanjutnya. Oleh karena itu, orang tua perlu mendoroang anak agar mandiri sejak dini dengan cara memberikan pola pengasuhan yang tepat dan cermat. Sehingga, keberhasilan penerapan pola asuh orang tua akan dilihat dari kemampuan anak untuk tidak terus bergantung pada orang lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pola pengasuhan yang orang tua terapkan terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun di RA Al-Mu’min. metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatf dengan desain korelasional. Hasil akhir penelitian diperoleh nilai signifikansi 0,012 < 0,05 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola pengasuhan orang tua terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun di RA Al-Mu’min dengan derajat hubungan yang sedang yaitu sebesar 0,426
    corecore