1,720,962 research outputs found
PENGARUH MEDIA ARTIKEL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMA NEGERI 19 PALEMBANG
Masalah dalam penelitian ini apakah media artikel berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 19 Palembang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimensemu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 19 Palembang sebanyak 435 siswa. Sedangkan, pengambilan sampel peneliti menggunakan sampel kelompok atau sampel kelas(Cluster Sample). Sehingga, terpilihnya kelas X MIPA 4 yang berjumlah 40 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas X MIPA 1 yang berjumlah 40 siswa sebagai kelas eksperimen. Data yang dikumpulkan melaluites menulis teks eksposisi, angket untuk siswa, dan wawancara untuk guru. Hasil dari penelitian adalah pada kelas eksperimen (kelas X MIPA 1) nilai tertinggi adalah 90, nilai tengahnya 80, nilai terendahadalah 63, dan nilai rata-rata yang dicapai 75,1 dengan deviasi tes siswa kelas eksperimen (?x2) adalah 1374. Sedangkan pada kelas kontrol (kelas MIPA 4) nilai tertinggi adalah 77 nilai tengahnya 65, nilaiterendah adalah 50, dan nilai rata-rata yang dicapai 64,8dengan deviasi tes siswa kelas kontrol (?y2)adalah 1398. Kesimpulan penelitian ini adalah media artikel berpengaruh dalam pembelajaranketerampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 19 Palembang. Pengaruh ini terbukti bahwa uji hipotesis t0lebih besar dari pada “t tabel” pada taraf signifikan 0,05% yaitu 7,68 >1,665, denganDK (Derajat Kebebasan) 78. Hipotesis yang dikemukakan yaitu, media artikel dalam keterampilan menulis teks eksposisi siswa SMA Negeri 19 Palembang terbukti kebenarannya. Berdasarkan jawabanangket siswa ketersediaan buku pelajaran tentang menulis teks eksposisi kurang lengkap.Guru bahasa Indonesia, berpendapat bahwa siswa mengalami sedikit kesulitan dalam memahami materi menulis tekseksposisi. Saran peneliti, Penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam pengajaran, dan dapat dijadikan salah satu sarana yang menunjang untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dan menjadimotivasi bagi guru untuk mampu berinovasi dalam menggunakan media pembelajaran yang menarik terutama dalam pengajaran bahasa Indonesia
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK SISWA KELAS VII SMP SANDIKA SUKAJADI
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kreativitas siswa dalam menuangkan ide ke dalam bentuktulisan karena model pembelajaran yang digunakan tidak dapat mengembangkan motivasi-motivasi siswadalam mengembangkan dan mengekspresikan perasaannya. Penelitian ini bertujuan meningkatkankemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMP Sandika Sukajadi dengan menggunakan modelPembelajaran Sinektik. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakandalam tiga siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) tes, (2) observasi. Subjekdalam penelitian adalah siswa kelas VII 3 SMP Sandika Sukajadi dengan jumlah siswa 33 orang, terdiridari 16 laki-laki dan 17 perempuan. Hasil penelitian ini membuktikan peningkatan kemampuan menuliscerpen siswa kelas VII 3 SMP SANDIKA Sukajadi. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai tes rataratasiswa pada prasiklus yaitu 66,2 dengan klasikal ketuntasan belajar siswa sebesar 57,5%. Pada tessiklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa 70,1 dengan klasikal ketuntasan belajar siswa sebesar 63,6%.Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa 74,7 dengan klasikal ketuntasan dalam belajar sebesar84,8%, hanya 5 orang yang belum mencapai KKM 70. Berdasarkan temuan di atas, kesimpulan penelitianini adalah model pembelajaran sinektik telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpensiswa kelas VII 3 SMP SANDIKA Sukajadi. Oleh karena itu, disarankan pada sekolah agar menerapkanmodel pembelajaran sinektik, karena dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa. Dengandemikian, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekitar terhadap kualitas yang dimiliki olehsekolah
KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KARANGAN NARASI BERDASARKAN TEKS DRAMA OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUNGAI ARE OKU SELATAN
Latar belakang penelitian ini adalah penggunaan teks drama sebagai alat bantu dalam mengembangkan karangan narasi. Penggunaan teks drama akan membantu siswa berusaha untuk menggambarkan sesuatu hal sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kegiatan seperti ini menumbuhkan sifat kreatif bagi siswa dalam menampilkan gagasan dan keahlian memilih kata serta merangkainya menjadi kalimat. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks drama oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungai Are OKU Selatan? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengetahuan dan kemampuan mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks drama oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungai Are OKU Selatan sehingga dengan adanya gambaran tersebut maka penulis akan mendapat informasi yang jelas tentang tingkat kemampuan siswa kelas X menulis karangan narasi berdasarkan teks drama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui tes, angket, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungai Are OKU Selatan yang berjumlah 153 siswa. Sampel dari penelitian ini adalah 20% dari populasi berjumlah 31 siswa. Berdasarkan hasil pembahasan data tes dari penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungai Are OKU Selatan dari sampel 31 siswa yang mendapat nilai ≥70 sebanyak 31 siswa (100%) dan yang mendapat nilai ≤70 tidakada, maka siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungai Are OKU Selatan digolongkan mampu dalam mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks drama. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungai Are OKU Selatan mampu mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks drama terbukti kebenarannya. Saran dalam penelitian ini adalah hendaknya siswa lebih giat dan lebih sungguh-sungguh mempelajari materi pembelajaran mangembangkan karangan narasi
ANALISIS NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM FILM TANDA TANYA (?) KARYA SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO
Latar belakang penelitian ini adalah bahwa film Tanda Tanya (?) merupakan salah satu karya sastra berbentuk film. Film ini berbeda dengan film yang lainnya karena sarat dengan nilai-nilai religius. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai-nilai religius yang terdapat dalam film Tanda Tanya (?) karya sutradara Hanung Bramantyo? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terdapat dalam film Tanda Tanya (?) melalui DVD (Digital Video Disc). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis karya. Sumber data penelitian ini adalah Tanda Tanya (?) berdurasi 1 jam 41 menit dalam bentuk DVD (Digital Video Disc) 2011. Analisis data dan pembahasan yang telah peneliti lakukan diperoleh simpulan bahwa nilai-nilai religius yang ditemukan di dalam film Tanda Tanya (?) ada 6 yaitu: (1) Hubungan manusia dengan Tuhan, (2) Hubungan manusia dengan diri sendiri; (3) Hubungan manusia dengan sesama manusia, (4) Nilai jihad, (5) nilai amanah, dan (6) Nilai keteladanan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa film Tanda Tanya (?) karya sutradara Hanung Bramantyo secara fungsional memiliki nilai-nilai religius, yaitu. (1) Hubungan manusia dengan Tuhan, (2) Hubungan manusia dengan diri sendiri; (3) Hubungan manusia dengan sesama manusia, (4) Nilai keteladanan, (5) nilai amanah, dan (6) Nilai jihad. Sebagai penutup penulis menyarankan yaitu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang nilai-nilai religius serta mampu menjalankan etika toleransi antarumat beragama yang baik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PERCAKAPAN GURU DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam percakapan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 7 Palembang. Peneliti ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yakni teknik simak bebas libat cakap, teknik rekaman, dan teknik catat. Sasaran untuk mengetahui penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan belajar dalam pilihan kata dan cara berbicara yang santun antara guru dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyimpangan kesantunan berbahasa dipengaruhi oleh emosional siswa dan ada prinsip kerja sama dalam hal: (1) maksim kuantitas, (2) maksim kualitas, (3) maksin relevansi, dan (4) maksim cara. Di samping itu, terdapat enam maksim penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa, yaitu (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim penerimaan, (3) maksim kemurahan, (4) maksim kerendahan hati, (5) maksim kecocokan, dan (6) maksim simpatisan. Simpulan kesantunan berkomunikasi guru dan siswa cenderung menggunakan bahasa daerah dari pada bahasa Indonesia. Hal ini menjadi perhatian bagi guru untuk melatih keterampilan berbicara, baik di depan umum maupun di kelas ketikan bertanya dan diskusi
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
BENCANA KEKERINGAN MEMBUAT GANGGUAN MENTAL TOKOH KITA DALAM NOVEL KERING KARYA IWAN SIMATUPANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan akibat bencana kekeringan yang terjadi di daerah transmigrasi. Hal ini membuat Tokoh Kita mengalami gangguan mental. Hal-hal yang dideskripsikan adalah bentuk, penyebab, akibat, dan solusi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Desain penelitian berupa pengajuan pertanyaan, pengumpulan data, dan penginterpretasian data. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Bentuk gangguan mental yang dialami Tokoh Kita, yaitu depresi, halunisasi, dan skizofrenia. (2) Penyebab gangguan mental Tokoh Kita yaitu jengkel, putus asa, tinggal sendirian di perkampungan transmigrasi, dan menggali sumur sendirian. (3) Akibat gangguan mental Tokoh Kita, yaitu menyapa dengan siapa saja yang ditemui di jalan, halunisasi, dan dua kali masuk rumah sakit jiwa. (4) Solusi yang dilakukan Tokoh Kita untuk mengatasi gangguan mental, yaitu merasa menyesal dengan perbuatan yang menyimpang selama ini, meminta maaf kepada orang-orang yang pernah disakiti, bertobat, dan membangun kota
- …
