193 research outputs found
MAKNA SIMBOLIS GERAK TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Sasikirana merupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikirana ini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dan kostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akan menggali maknadari tanda-tanda yang terdapat pada gerak tari sasikirana karya Indrawati Lukman menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Kajian terpusat pada tanda – tanda gerak dalamkarya tari topeng sasikirana, dikaji secara mendalam
sehingga mampu membongkar realitas makna dibalik karya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolis dari gerak tari Sasikirana karya Indrawati Lukman melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tari Sasikirana dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki kekayaan simbolis yang merefleksikan nilai budaya dan kearifan lokal yang unik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Peirce, yang membagi tanda menjadi tiga komponen: representament, Objek, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak-gerak dalam tari Sasikirana memiliki makna simbolis yang mendalam, yang merepresentasikan feminitas, keagungan perempuan, serta filosofi hidup masyarakat yang dihormati dalam budaya setempat.
Kata Kunci: Gerak Tari Sasikirana, Indrawati Lukman, Semiotika, Charles Sanders Peirce, Makna Simbolis.
ABSTRACTTHE SYMBOLIC MEANING OF SASIKIRANA MASK DANCE MOVEMENTS OF INDRAWATI LUKMAN DANCE STUDIO BANDUNG: SEMIOTIC (ANALYSIS OF CHARLES SANDERS PEIRCE), DECEMBER 2014. Sasikirana is a development of Pamindo mask dance. The interesting things in Sasikirana dance work are the extensive exploration and innovation applied to movements, movement structure, accompaniment, and costumes. Sasikirana appears to be more modern in its presentation style. The author would examine the meaning of the symbols in Sasikirana dance movements by Indrawati Lukman, using a qualitative method with a semiotic approach. This study focuses on the symbolic movements in Sasikirana mask dance, with deep analyzing process to uncover the underlying meanings. The purpose of this research is to reveal the symbolic meanings of the movements in Sasikirana dance by Indrawati Lukman through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. Sasikirana dance has been selected as the research subject because of its symbolic richness reflecting unique cultural values and local wisdom. The research method used is descriptive qualitative, involving data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted using Peirce\u27s semiotic theory, which divides signs into three components: representament, Object, and Interpretant. The findings show that the movements in Sasikirana dance owes deep symbolic meanings, representing femininity, the majesty of women, and the community life
Naskahditerimapada,7Septemberrevisiakhir3Oktober2024 |157
philosophy respected within the local culture.
Keywords: Sasikirana Dance Movements, Indrawati Lukman, Semiotics, Charles Sanders Peirce, Symbolic Meaning
Gerakan Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal “Grebeg Suran” Banyumas untuk Pembelajaran Berceramah Kelas XI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam gerakan literasi sekolah berbasis kearifan lokal di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan objek kajiannya adalah kegiatan berliterasi di dua SMA Negeri di Kabupaten Banyumas. Sumber datanya yaitu kegiatan literasi yang melibatkan guru dan peserta didiknya. Pengambilan dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam, dianalisis dengan model interaktif. Keabsahan melalui cara triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai karakter nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong dapat ditanamkan kepada peserta didik melalui gerakan literasi digital sekolah berbasis kearifan lokal dengan mengenalkan video “grebeg suran” Banyumas. Media video “grebeg suran” Banyumas ini akan dijadikan bahan ceramah oleh para peserta didik. Harapannya agar peserta didik mampu memahami, menghargai, dan mengembangkan budaya “grebeg suran” Banyumas tersebut sebagai budaya warisan leluhurnya yang membanggakan dan menjadi branding daerahnya
Keragaman Kandungan Lemak Nabati Spesies Shorea Penghasil Tengkawang dari Beberapa Provenans dan Ras Lahan
Buah tengkawang merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu bernilai tinggi dan merupakan salah satu komoditi eksporsebagai bahan baku lemak nabati, industri kosmetik, dan substitusi lemak coklat. Indonesia memiliki sekitar 13 spesies pohon penghasil tengkawang yang tersebar di Kalimantan dan sebagian kecil di Sumatera, namun sebagian besar telah masuk dalam kategori terancam punah. Untuk tindakan konservasi dan meningkatkan kandungan lemak nabati tengkawang, perlu diketahui potensi kandungan lemak dan sifat fisiko kimia dari setiap spesies dan provenan. Buah tengkawang dikoleksi pada saat musim panen raya spesies shorea penghasil tengkawang pada tahun 2010 di Kalimantan dan Jawa. Analisis kandungan lemak nabati tengkawang dilakukan terhadap empat spesies shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. gysbertsiana, S. stenoptera, S. pinanga) yang berasal dari empat provenans dan ras lahan (Gunung Bunga dan Sungai Runtin-Kalimantan Barat, Bukit Baka-Kalimantan Tengah, Haurbentes-Jawa Barat). Sebelas kombinasi spesies-provenan diambil sampel buahnya untuk diekstrasi guna mengetahui kandungan lemak dan sifat fisiko kimia tengkawang (kadar air, bilangan asam, dan kadar asam lemak bebas). Terdapat keragaman yang tinggi di antara kombinasi spesiesprovenans tengkawang untuk empat parameter yang diuji, termasuk kandungan lemak dan kadar air biji tengkawang. Kandungan lemak tertinggi dengan kadar air terendah dihasilkan oleh S. stenoptera dari Haurbentes (Jabar) dan S. pinanga dari Bukit Baka (Kalimantan Tengah). Kedua kombinasi spesies-provenan tersebut direkomendasikan sebagai materi genetik untuk dikembangkan dalam program konservasi eks-situ dan program pemuliaan tanaman hutan dalam pembangunan sumber benih unggul pada kondisi lingkungan yang hampir sama dengan kedua provenans dan ras lahan tersebut.Variation in Illipe Nut's Fat Yield of Tengkawang-producing Shorea from Several Provenances and Land RacesAbstractIllip (tengkawang) nut is a non-wood forest product which has a high economic value and one of export commodities as raw material for illipe nut's fat, cosmetics, and substitution of chocolate fat. Indonesia has 13 species of tengkawang-producing shorea distributed in Kalimantan and some small parts of Sumatra. Most of them are categorized as threatened species. To conserve and improve the species for illip nut's fat, it is important to assess the potential of fat yield and physical-chemical properties for each species and provenance. Fruit collection was conducted during fruit season in Kalimantan and Java in 2010. The fruits were collected from four species of tengkawangproducing shorea (i.e. S.macrophylla, S. gysbertsiana, S. stenoptera, S. pinanga) originated from 4 provenances and land races (Gunung BungaWest Kalimantan, Sungai Runtin-West Kalimantan, Bukit Baka-Central Kalimantan, and Haurbentes-West Java). Fruit samples from eleven combinations of species-provenances were extracted to assess fat yield and physical-chemical properties (i.e. moisture content, acid number and free fatty acid). Variation between species-provenances combination was high for all parameters tested, including the illipe nut's fat yield and moisture content. The highest fat yield with lowest moisture content was found in S. stenoptera from Haurbentes (West Java) and S. pinanga from Bukit Baka (Central Kalimantan). Both species-provenance combinations are recommended as genetic material to be developed in the program of ex-situ conservation as well as tree improvement program for the establishment of best seed sources in the same environment condition as the respected provenances
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS XI SMA N 1 BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Banyumas dalam menulis karangan narasi. Kesalahan yang dianalisis mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan error analysis, didukung kerangka teori interlanguage dan interferensi bahasa. Data diambil dari 30 dokumen karangan siswa yang dianalisis secara sistematis menggunakan pedoman PUEBI dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya 347 kesalahan berbahasa, dengan dominasi kesalahan morfologi (45%), diikuti sintaksis (30%), fonologi (20%), dan semantik (5%). Faktor penyebab utama adalah pengaruh bahasa ibu (Biak/Ambai), minimnya paparan terhadap bahasa Indonesia baku, dan keterbatasan sumber belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi geografis dan sosial-bahasa di Banyumas memiliki kontribusi signifikan terhadap lemahnya kemampuan menulis formal siswa. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran berbasis kesalahan dan strategi pengajaran yang kontekstual. Hasil ini menegaskan pentingnya perancangan pembelajaran berbasis lokalitas linguistik yang peka terhadap kondisi multilingual dan keterbatasan literasi di daerah terpencil
TRANSFORMASI SASTRA DARI BIOGRAFI SEABAD ISMAIL MARZUKI: SENANDUNG MELINTAS ZAMAN KARYA NINOK LEKSONO KE DALAM DRAMA MUSIKAL PAYUNG FANTASI KARYA GARIN NUGROHO SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DRAMA DI KELAS XI SMA KURIKULUM MERDEKA
Transformasi sastra merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkaya bentuk sastra agar terus berkembang tanpa meninggalkan esensi bentuk awal. Selain itu, kegiatan sastra dapat dijadikan rujukan bahan ajar bagi siswa dan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan kreativitas sastra di sekolah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses transformasi sastra dari biografi Seabad Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman karya Ninok Leksono menjadi drama musikal Payung Fantasi karya Garin Nugroho dan penggunaannya sebagai bahan ajar drama di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penulis mengumpulkan data dengan observasi terhadap sumber data yang diteliti, yaitu buku biografi dan drama musikal terkait. Selain itu, penulis melakukan uji validasi terhadap bahan ajar yang telah disusun berdasarkan hasil penelitian. Kedua, ada indikator yang jelas sebagai penanda suatu bentuk transformasi sastra. Ketiga, musik yang digunakan dalam musikal memiliki harmoni dengan 21 tema dalam buku biografi. Keempat, berdasarkan hasil validasi 2 validator Modul Ajar dan LKPD yang telah disusun maka Modul Ajar dan LKPD dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif di kelas XI kurikulum SMA merdeka. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku biografi SIMSMZ dan drama musikal PF dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif di SMA, tepatnya di kelas XI.
Kata kunci: transformasi sastra, drama, biografi
Transformasi sastra merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkaya bentuk sastra agar terus berkembang tanpa meninggalkan esensi dari bentuk awal. Selain itu, kegiatan penyaduran terhadap karya sastra dapat dijadikan acuan materi ajar bagi peserta didik dan pendidik dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan kreativitas sastra di sekolah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses transformasi sastra dari biografi Seabad Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman karya Ninok Leksono ke dalam drama musikal Payung Fantasi karya Garin Nugroho dan pemanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar drama di SMA kelas XI kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penulis mengumpulkan data dengan cara observasi terhadap sumber data yang dikaji, yaitu buku biografi dan drama musikal terkait. Selain itu, penulis melakukan uji validasi terhadap bahan ajar yang telah disusun berdasarkan hasil penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, bentuk transformasi yang ditemukan sebanyak 7 bentuk yang terdiri dari pengurangan, penambahan, kombinasi, perubahan fungsi, perubahan bervariasi, pembaharuan topik, dan perubahan skala. Kedua, terdapat indikator yang jelas sebagai penanda adanya bentuk transformasi sastra. Ketiga, musik yang digunakan dalam drama musikal memiliki keselarasan dengan 21 tema yang ada di dalam buku biografi. Keempat, berdasarkan hasil validasi dari 2 validator terhadap Modul Ajar dan LKPD yang telah disusun, maka Modul Ajar dan LKPD dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar di SMA. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat disimpulkan, bahwa buku biografi SIMSMZ dan drama musikal PF dapat dijadikan alternatif bahan ajar di SMA tepatnya di kelas XI.
Kata Kunci: transformasi sastra, biografi, drama
Analisis Kesalahan Penggunaan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) Pada Tugas Makalah dan Laporan Praktikum Mahasiswa IT Telkom Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi kesalahan huruf, kata, tanda baca, kata serapan, diksi, kalimat, dan paragraf; (2) faktor penyebab terjadinya kesalahan dalam makalah dan laporan praktikum mahasiswa IT Telkom Purwokerto; dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan analisis isi dengan sampel makalah dan laporan praktikum mahamahasiswa IT Telkom Purwokerto yang berjumlah 10. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, bentuk kesalahan berbahasa yang ditemukan dalam makalah dan laporan praktikum mahasiswa IT Telkom Purwokerto meliputi: kesalahan huruf, kata, tanda baca, kata serapan, diksi, kalimat, dan paragraf. Kedua, faktor penyebab kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) dalam makalah dan laporan praktikum disebabkan oleh empat faktor, antara lain: penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa kurang, ketidaktelitian dalam menulis, kurangnya motivasi menulis, dan kurangnya kosakata mahasiswa. Ketiga, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) dalam makalah dan laporan praktikum, antara lain: melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses, meningkatkan penguasaan kaidah bahasa mahasiswa dengan membaca, dan memperbanyak latihan menulis
PERANAN FREIGHT FOWARDING DALAM PROSEDUR PENGIRIMAN EKSPOR BARANG ( STUDI KASUS DI ASA CARGO SURAKARTA )
ABSTRAKSI
PERANAN FREIGHT FOWARDING DALAM PROSEDUR PENGIRIMAN EKSPOR BARANG ( STUDI KASUS DI ASA CARGO SURAKARTA )
LUKMAN HIDAYAT F3108024
Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peranan freight fowarding dalam pengiriman barang ekspor yang dilakukan oleh Freight Fowarding ASA CARGO di Surakarta.
Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode studi kasus, yaitu mengambil satu obyek tertentu untuk dianalisa secara mendalam dengan memfokuskan pada satu masalah. Data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pihak ASA CARGO, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku maupun sumber bacaan lainnya.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peranan freight fowarding dalam prosedur pengiriman barang ekspor yang dilakukan oleh ASA CARGO di Surakarta adalah Fowarding merupakan usaha jasa pengurusan transportasi pengangkutan barang yang menengahi antara shipper/pengirim barang dengan shipping line/perusahaan yang mempunyai alat transportasi. Fowarding memiliki keunggulan dalam jasa yang ditawarkan kepada shipper yang lebih daripada langsung kepada shipping line. Fowarding juga memiliki beberapa agen di semua tujuan yang ditawarkan, karena perusahaan fowarding ini bisa terhubung dengan banyak perusahaan shipping line.
Saran yang dapat penulis berikan adalah peningkatan sarana dan prasarana perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Kata kunci : Freight Fowarding, Shipper, Shipping Line
ABSTRACT
THE ROLE OF FREIGHT FORWARDING IN SHIPPING PROCEDURE OF GOODS EXPORT (CASE STUDY IN ASA CARGO OF SURAKARTA)
LUKMAN HIDAYAT
F3108024
The purpose of final assignment is for gaining image which is deeper concerning with freight forwarding role in export commodities shipping which is performed by Freight Forwarding of ASA CARGO in Surakarta.
Method used in this final assignment is case study method that is taking a certain object to be analyzed deeply by focusing on a case. Data used in this final assignment are primary data and secondary data. Primary data is collected by direct interview with ASA CARGO, while secondary data is gained from book or another source of text.
The result of the research can be concluded that the role of freight forwarding in procedure of export commodities shipping which are performed by ASA CARGO in Surakarta is Forwarding which constitutes business of cargo transportation service which balance between shipper and shipping line which has transportation tools. Forwarding has superiority in offered service to shipper that is more than direct to shipping line. Forwarding has also several agents in all destinations offered, because forwarding company can be connected to a lot of shipping line companies.
Suggestion which author can give is that increase of tolls and infra structure of company in order to improve company work achievement
Keywords: Freight Forwarding, shipper, shipping lin
Corrigendum: Performance evaluation of five commercial assays in assessing seroprevalence of HEV antibodies among blood donors
The affiliation for author Lukman Thalib was incorrectly listed as number 5. It should have been listed as number 3. Please see corrected author and affiliation list below:
Enas S. Al-Absi,1,2 Duaa W. Al- Sadeq,1 Manaf H. Younis,3 Hadi M. Yassine,2 Omnya M. Abdalla,1 Areej G. Mesleh,1 Tameem A. Hadwan,1 Joshua O. Amimo,4,5 Lukman Thalib,3 and Gheyath K. Nasrallah1,2,*
1 Department of Biomedical Science, College of Health Sciences, Qatar University, Doha, Qatar
2 Biomedical Research Center, Qatar University, Doha, Qatar
3 Department of Public Health, College of Health Sciences, Qatar University, Doha, Qatar
4 Department of Animal Production, Faculty of Veterinary Medicine University of Nairobi, Nairobi, Kenya
5 Biosciences of Eastern and Central Africa-International Livestock Research Institute (BecA-ILRI), Nairobi, Kenya
The authors apologize for any inconvenience caused.
© 2019 The AuthorsNo Full Tex
Implementasi Sistem Monitoring Tandon Air Warga Dusun Sidasari Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas
Residents of Dusun Sidasari RT.7 RW.01 Sidabowa Village, Patikraja District, Banyumas Regency use a shared water tank to store water from wells to meet their clean water needs. The problem faced by these residents is that there is often a water deficit in the reservoir so the water in the reservoir runs out without the residents knowing. This happens because if there is a pipe leak that is not known by the residents, this has an impact on the work of the pump machine which works extra hard, resulting in the pump machine being damaged several times. Therefore, in this Community Service activity, a Water Reservoir Monitoring System has been implemented. This system will monitor the condition of the water tank. Residents can monitor these conditions through a display on a mobile application so that residents can find out if there is a water deficit in the water reservoir. The output of this activity is an increase in the insight and knowledge of RT administrators and residents regarding technology, accompanied by the installation of devices that have been implemented. The problem of water deficit in the reservoir was successfully overcome through the implementation of monitoring technology. This system allows residents and RT administrators to monitor water conditions in real time, making it easier to identify and anticipate water shortages. Tracking data for 1 week shows increased management efficiency, with the tank filled more than 75% and the empty rate reduced significantly. This success reflects the effectiveness of the system in preventing water deficits. This shows that the community\u27s enthusiasm for this technology also supports better water management. The early detection offered allows monitoring of water conditions in their environment to be met without any obstacles
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM NASKAH DRAMA KUNJUNGAN NYONYA TUA KARYA FRIEDERICH DURRENMATT
Drama selain menjadi sarana hiburan juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan menjadi objek sebuah penelitian. Objek kajian dalam penelitian ini adalah sebuah naskah drama karya Friederich Durrenmatt yang berjudul Der Besuch der alten Dame yang diterjemahkan menjadi Kunjungan Nyonya Tua dalam Bahasa Indonesia. Objek dari penelitian ini adalah kondisi sosial dan perubahan sosial yang tercermin melalui perkembangan watak tokoh. Pendekatan yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra karena pendekatan ini mengkaji sastra sebagai fenomena sosial. Dari penelitian ini dapat dilihat kondisi masyarakat yang miskin yang dapat dilihat dari dialog antar tokoh. Selain itu terjadi perubahan sosial yang terlihat melalui perkembangan watak tokoh-tokoh bawahan
- …
