1,720,967 research outputs found
Efektivitas Model Pembelajaran Assure terhadap Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran ASSURE dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa ditinjau juga dari aktivitas dan respons belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan The Nonequivalent Pretest – Posstest Control Group Design dengan sampel yakni kelas IX E sebagai kelas kontrol dan kelas IX F sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skor rata-rata postest siswa secara signifikan lebih dari KKM sebesar 80,625 dengan persentase sebesar 84,375% berada pada kategori tinggi. Adapun persentase aktivitas siswa secara klasikal berada pada kategori aktif yaitu sebesar 62,23%; Skor rata-rata aktivitas guru pada kelas eksperimen berada pada kategori tinggi yaitu 37,3; dan persentase respons siswa berada pada kategori tinggi sebesar 64,06%; serta hasil analisis uji t diperoleh . Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ASSURE pada pembelajaran matematika memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa dan efektif untuk digunakan pada siswa
DESKRIPSI KBK UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN MELALUI GAYA KOGNITIF SISWA: DESCRIPTION OF CRITICAL THINKING ABILITIES TO SOLVE FRACTION PROBLEMS THROUGH STUDENTS' COGNITIVE STYLES
This study aims to describe students' critical thinking ability (CTA) in solving mathematical problems on the topic of fractions based on cognitive styles. The research was conducted using a descriptive qualitative method, involving two students from SMPN 2 Takalar as subjects. The instruments used were the GEFT test, a critical thinking ability test, and interview guidelines. The results of the study showed that overall, FI students demonstrated better abilities in analysis, evaluation, and inference compared to FD students. Although both had equal abilities in interpretation, FI students stood out in overall critical thinking ability based on the given indicators. Additionally, FD students were less capable of making conjectures, formulating, and providing reasons for solutions. However, they performed well in manipulating mathematics. Moreover, FD students were unable to draw conclusions and check the validity of arguments. On the other hand, FI students were able to make conjectures, manipulate mathematics, draw conclusions from statements, and check the validity of arguments. Cognitive style is important in critical thinking activities for learning fractions; therefore, students should be given learning opportunities to not remain static in their current cognitive style.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis (KBK) peserta didik dalam memecahkan pemecahan masalah matematika dengan topik pecahan berdasarkan gaya kognitif. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dimana subjek yang dilibatkan adalah siswa SMPN 2 Takalar sebanyak 2 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes GEFT, tes kemampuan berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan FI menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam analisis, evaluasi, dan inferensi dibandingkan dengan FD. Meskipun keduanya memiliki kemampuan yang setara dalam interpretasi, namun FI menonjol dalam kemampuan berpikir kritis secara menyeluruh berdasarkan indikator yang diberikan. Dalam tinjauan lain bahwa FD kurang mampu dalam mengajukan dugaan, menyusun dan memberikan alasan terhadap solusi. Namun dalam hal memanipulasi matematika mampu melakukannya dengan baik. Selain itu dalam menarik kesimpulan dan memeriksa kesahihan siswa FD belum mampu untuk melakukannya. Sedangkan siswa FI mampu mengajukan dugaan, memanipulasi matematis, menarik kesimpulan dari pernyataan serta memeriksa kesahihan suatu argumen. Gaya kognitif menjadi penting dalam kegiatan berpikir kritis untuk pembelajaran pecahan, karena itu peserta didik perlu diberikan kesempatan belajar untuk tidak statis dengan gaya kognitif yang dimiliki saat ini
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN ABAD 21 DAN SISTEM PENJAMINAN MUTU BAGI GURU SD/MI DI PAPUA BARAT
Abstrak
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan penguatan terkait pembelajaran abad 21 dan sistem penjaminan mutu. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu tahun pada semester ganjil dan genap tahun akademik 2020/2021. Peserta dalam kegiatan ini adalah kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan yang tersebar diberapa kabupaten dan kota di propinsi papua barat. Pelaksanaan pada kegiatan ini terdiri dari pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab, simulasi dan pendampingan. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket yang diberikan setiap akhir kegiatan dan di analisis dengan statistik deskriptif. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah kegiatan pendampingan pembelajaran abad 21 dan sistem penjaminan mutu bermanfaat bagi peningkatan wawasan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah serta dapat meningkatkan kompetensi terkait pembelajaran abad 21 dan sistem penjaminan mutu.
Abstract
This activity aims to provide assistance and strengthening related to 21st century learning and quality assurance systems. This activity is carried out for one year in the odd and even semesters of the 2020/2021 academic year. Participants in this activity are school principals, teachers and education staff spread over several districts and cities in the province of West Papua. The implementation of this activity consists of material presentation, discussion and question and answer, simulation and mentoring. Data was collected using a questionnaire instrument that was given at the end of each activity and analyzed with descriptive statistics. The conclusion from the implementation of this activity is that 21st century learning mentoring activities and quality assurance systems are beneficial for increasing the insight and knowledge needed by teachers, education staff and school principals and can improve competencies related to 21st century learning and quality assurance systems
Pengaruh Model Pembelajaran Make a Match terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Kota Sorong
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran model make a match terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model eksperimen dengan desain pre-experimental design dengan bentuk one-group pretest posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII-B dengan jumlah 32 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Analisis data menggunakan uji t pada taraf sig.(2-tailed) < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig.(2-tailed) adalah sebesar 0.00 < 0.05. Kesimpulannya adalah ada pengaruh model pembelajaran make a match terhadap motivasi belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 5 Kota Sorong
Efektivitas Penerapan Model Probing-Prompting Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model probing-prompting ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kota Sorong tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 8 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Desain penelitian ini adalah one shot case study. Instrumen penelitian ini adalah tes uraian berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis data, persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan baik kurang dari 65%. Dengan demikian, model probing-prompting tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa
MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING MELALUI TAKSONOMI BLOOM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan hasil belajar peserta didik dapatkah meningkat setelah menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing melalui Taksonomi Bloom. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII H MTs. Negeri Model Kota Sorong tahun ajaran 2017/2018, yang berjumlah 33 peserta didik dengan 11 peserta didik laki-laki dan 22 peserta didik perempuan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur pelaksanaan tindakan dan implementasi di lokasi penelitian terbagi dalam dua siklus. Pada siklus pertama dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan, implementasi tindakan dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing melalui Taksonomi Bloom. Siklus kedua dilakukan tindakan sebanyak 4 kali pertemuan dengan strategi yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat dan hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII H MTs. Negeri Model Kota Sorong meningkat. Peningkatan dilihat dari persentase minat yang dapat dilihat dari respon peserta didik dan aktivitas peserta didik yaitu sebesar 45,00% pada siklus I dan meningkat menjadai 71,77% pada siklus II. Adapun hasil belajar peserta didik yang mencapai nilai KKM pada siklus I sebesar 18,18% meningkat menjadi 78,79% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan minat dan hasil belajar Matematika adalah dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing melalui Taksonomi Bloom pada proses pembelajaran
USE OF MICROSOFT TEAMS IN MATHEMATICS LEARNING DURING THE COVID-19 PANDEMIC
The world is currently faced with a covid-19 pandemic that forces people to move at home, including the world of education that carries out teaching and learning activities from home using online learning. This research aims to find out the causes and ways to overcome the learning difficulties of students of class X MIPA 4 Public High School 1 Kota Sorong on math learning using microsoft teams during the covid-19 pandemic. This type of research is quantitative descriptive combined with qualitative approaches. The subjects of this study were students of class X MIPA 4 Public High School 1 Kota Sorong school year 2020/2021 which amounted to 26 students and 1 math teacher. The object in this study is the cause of students\u27 learning difficulties using microsoft teams on math learning provided by teachers. Data collection techniques are observation, questionnaire, interview and documentation. The data analysis techniques in this study are qualitative and quantitative. The results showed that students experienced several causes of learning difficulties that were divided into 4 (four) indicators, students\u27 inability to learn online, interaction in the learning process, assignments and teaching materials and technical constraints on online learning using microsoft team
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
