198,652 research outputs found

    Peningkatan Keaktifan Kecepatan Lari 60 M melalui Metode Demonstrasi

    No full text
    Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa kecepatan lari 60 m siswa di kelas V SD Negeri 3 Ngerdani masih kurang optimal. Tujuan penelitian mengetahui gambaran objektif peningkatan keaktifan kecepatan lari 60 m. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) subjek siswa kelas V berjumlah 15 siswa, berlangsung 2 siklus. Hasil penilaian siklus, kondisi pra 2 siswa (13,33%) dinyatakan tuntas, pada siklus I ketuntasan mencapai 66,66%, pada siklus II, persentase mencapai 100%, Hasil penelitian diperoleh metode demonstrasi meningkatkan keaktifan belajar lari 60 m siswa kelas V semester I tahun pelajara 2013/2014 di SDN 3 Ngerdani Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggale

    PENGARUH LATIHAN DAYA TAHAN ANTARA METODE LARI INTERVAL DENGAN METODE LARI FARTLEK TERHADAP HASIL LARI 800 M.

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman bahwa siswa PPLP Jawa Barat memerlukan kemampuan daya tahan, serta adanya beragam bentuk latihan. Untuk mendukung komponen fisik tersebut di antaranya metode lari interval dan metode lari fartlek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah atlet PPLP atletik Jawa Barat yang berjumlah 20 orang, sedangkan sampel yang digunakan terdiri 13 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling, di bagi menjadi dua kelompok dengan cara ABBA. Berdasarkan penelitian yang diolah metode latihan interval dan metode fartlek menunjukan adanya peningkatan. Dilihat dari uji perbandingan hasil latihan dari kedua kelompok didapat hasil bahwa masing-masing metode dapat meningkatkan hasil lari 800 m secara signifikan. Artinya bahwa kedua metode tersebut sama-sama dapat meningkatkan lari 800 m secara signifikan. Melihat pada data peningkatan menggunakan metode interval memiliki rata-rata sebesar 5,43 sedangkan kelompok yang menggunakan metode fartlek hanya memiliki 5,96 sehingga dapat dsimpulkan bahwa tidak dapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan interval dengan latihan fartlek terhadap peningkatan hasil lari 800 m. ----------This research posed because there understand that PPLP Jawa Barat student require endurance ability, and there various of training method. To provide physical component contained are interval running and fartlek running method. This research used experimental method. The population is PPLP athletic Jawa Barat athletes which numbers of 20, the number of samples were 13 with used purposive sampling, divided to two groups with ABBA way. Based on the research that used interval training and fartlek method there was increase. Seen by comparison test of two groups there was result on two method increase 800 m running significant results. The meaning is two method have similarity to increase 800 m running with significant. Based on processing data well known that interval method has a mean of 5,43 and fartlek method has a mean of 5,96. Then can concluded there is no significant effect difference between interval training and fartlek training method on increase 800 m running result

    HUBUNGAN PANJANG LANGKAH LARI 25 METER DAN FREKUENSI LANGKAH PER DETIK LARI 20 METER TERHADAP KEMAMPUAN LARI SPRINT 100 METER SISWA SMK KRISTEN 2 KLATEN

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X, XI dan XII SMK Kristen 2 Klaten di Kecamatan Klaten Utara Kabupaten Klaten, sebanyak 474 siswa. Jumlah sampel diambil secara quota sampel dengan sampel sebanyak 47 siswa. Teknik pengambilan data menggunakan metode survei yaitu test dan pengukuran dengan instrumen berupa sprint 25 M untuk panjang langkah lari 25 M, sprint 20 M untuk frekuensi langkah per detik lari 20 M dan sprint 100 M untuk kemampuan lari sprint 100 M. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi produt moment dan regresi melalui uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Ada hubungan yang signifikan antara variabel panjang langkah lari 25 M dan kemampuan lari sprint 100 M siswa SMK Kristen 2 Klaten sebesar 0,796 dengan sumbangan efektif sebesar 54,84%. (2) Ada hubungan yang signifikan antara variabel frekuensi langkah per detik lari 20 M dengan kemampuan lari sprint 100 M siswa SMK Kristen 2 Klaten sebesar 0,553 dengan sumbangan efektif sebesar 12,55%. (3) Ada hubungan yang signifikan antara variabel panjang langkah lari 25 M dan frekuensi langkah per detik lari 20 M secara bersama-sama terhadap kemampuan lari sprint 100 M sebesar 0,821 dengan sumbangan efektif sebesar 67,4%

    Design, modeling, and experimental characterization of a rod-driven continuum robot with asymmetric joints for active chest catheters

    No full text
    Thoracostomy involves draining fluid from the pleural cavity using chest tubes. This medical intervention is currently performed manually by inserting a hollow flexible tube, risking damage to vital organs, including the lungs, diaphragm, spleen, and mediastinum, due to the lack of control over the tube's path inside the patient's body. Inspired by snake-like structures, continuum robots are particularly well-suited to address the challenges encountered during thoracostomy. Taking advantage of their slender shape, they can nest inside the tubes and guide them from within without requiring further incision. However, available continuum robots are not suitable for this application due to geometrical and payload requirements. In this letter, a novel design is presented, leveraging a multi-backbone structure with asymmetrical rolling joints to enhance payload capacity and dexterity while maintaining the slender shape of the robot. A static modeling approach is proposed to estimate the configuration of the robot given the force applied to the robot, including the effects of friction and gravity often neglected for these robots. Two prototypes were 3D-printed, allowing for after-use disposal due to their cost-effectiveness, thereby preventing cross-contamination. Stiffness and position error were evaluated for the prototypes, demonstrating a modeling accuracy of 2.25%

    PENGARUH LATIHAN KECEPATAN METODE LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI 60 M PADA ATLET LARI JARAK PENDEK DI KLUB HABANG ATLETIK KABUPATEN BANGKA SELATAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kecepatan metode langsung dan tidak langsung terhadap peningkatan kecepatan lari 60 m pada atlet lari jarak pendek di Klub Habang Atletik Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “two groups pre-test-post-test design”. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet di klub Habang Atletik Kabupaten Bangka Selatan yang berjumlah 12 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, dengan kriteria ((1) daftar hadir latihan minimal 75% (keaktifan mengikuti latihan pada saat treatment), (2) atlet merupakan atlet di klub Habang Atletik Kabupaten Bangka Selatan, (3) berusia 13-15 tahun, (4) berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 12 atlet putra. Instrumen yang digunakan yaitu tes lari 60 meter. Analisis data menggunakan uji t taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh yang signifikan latihan kecepatan metode langsung terhadap peningkatan kecepatan lari 60 m pada atlet lari jarak pendek di Klub Habang Atletik Kabupaten Bangka Selatan, dengan nilai t hitung 4,568 > t tabel 2,571, dan nilai signifikansi 0,006 < 0,05. (2) Ada pengaruh yang signifikan latihan kecepatan metode tidak langsung terhadap peningkatan kecepatan lari 60 m pada atlet lari jarak pendek di Klub Habang Atletik Kabupaten Bangka Selatan, dengan nilai t hitung 6,002 > t tabel 2,571, dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. (3) Tidak ada perbedaan signifikan antara latihan kecepatan metode langsung dan tidak langsung terhadap peningkatan kecepatan lari 60 m pada atlet lari jarak pendek di Klub Habang Atletik Kabupaten Bangka Selatan, dengan nilai t hitung 1,941 0,05

    UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN LARI JARAK PENDEK (100 M) MELALUI PENDEKATAN PERMAINAN BTS (LARI BOLA, LARI TONGKAT, LARI SIMPAI) DI SDN BUBULAN 1 KECAMATAN BUBULAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lari jarak pendek melalui pendekatan bermain BTS pada siswa SDN Bubulan 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan tiga siklus. Instrumen yang digunakan tes lari jarak pendek. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SDN Bubulan 1 yang berjumlah 21 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian pada diperoleh hasil tes Lari Jarak Pendek melalui pendekatan bermain BTS pada siswa SDN Bubulan 1 diperoleh rata-rata ketercapaian pada siklus 1 sebesar 64,58, rata-rata pada siklus 2 sebesar 71,87, dan rata-rata siklus 3 diperoleh 80,2 Hasi tersebut dapat disimpukan ada peningkatkan Hasil Belajar Lari Jarak Pendek Melalui Pendekatan Bermain BTS (Lari Bola, Lari Tongkat, Lari Simpai) Pada Siswa SDN Bubulan 1

    ANAISIS GERAK LARI SPRINT 60 METER SECARA BIOMEKANIKA

    No full text
    M. Subhan Zuhdi, SoetjiptoPendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri SurabayaAbstrak: Lari cepat (sprint) adalah lari dimana atlet harus menempuh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin. Kecepatan lari 60 meter adalah kemampuan lari untuk menempuh jarak 60 meter dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sebuah analisis gerak biomekanika dari salah satu cabang olahraga mempunyai peranan yang besar untuk mengetahui peningkatan dan penurunan kecepatan. Banyak pelari (sprinter) meningkat kecepatannya pada saat start, tetapi selanjutnya dipertengahan nilainya konstan atau menurun. Ini artinya bahwa pelari melakukan percepatan pada awal pertandingan, dan terjadi perlambatan menjelang finish. Subjek penelitian ini ada 2 orang, satu orang bukan atlet (Pelari A) dan seorang lagi atlet (Pelari B). Pada hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa pelari A dan pelari B mengalami percepatan, yaitu penambahan kecepatan dan perlambatan (pengurangan kecepatan) pada saat berlari. Penambahan percepatan pelari A dari start sampai 20 meter yaitu dari 0 - 2,18 m/s&sup2; dan dari 2,18 - 2,45 m/s&sup2;. Perlambatan juga dialami pelari A pada jarak 30 sampai 40 meter yaitu dari 2,45 &ndash; 0,43 m/s&sup2; dan dari 0,43 &ndash; (-1,18) m/s&sup2;. Setelah itu pelari A mengalami penambahan kecepatan yaitu pada jarak 50 sampai 60 meter dari (-1,18) &ndash; 0,78 m/s&sup2; dan dari 0,78 -1,65 m/s&sup2;. Pada pelari B juga mengalami penambahan dan perlambatan. Penambahan kecepatan terjadi pada jarak 10 sampai 30 meter, berturut-turut percepatan dari 10 meter 2,52 &ndash; 8,19 &ndash; 8,54 m/s&sup2;. Perlambatan dialami pelari B pada jarak 40 meter yaitu dari 8,54 ke -6,09 m/s&sup2;. Setelah itu pelari B meningkat kecepatanya dari -6,09 ke 2,35 m/s&sup2;. Menjelang finis penurunan kecepatan terjadi yaitu dari 2,35 ke 1,23 m/s&sup2;.Kata kunci: Lari sprint, analisis gerak, biomekanik

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN LARI SPRINT 60 M MELALUI PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 55 BENGKULU SELATAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran pendidikan jasmani dalam meningkatkan kemampuan lari sprint 60 m siswa kelas V SD Negeri 55 Bengkulu Selatan . Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 55 Bengkulu Selatan sebaniyak 20 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peningkatan kualitas hasil dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari sebelum tindakan hingga akhir siklus terakhir, dalam penelitian ini adalah akhir siklus II. Sebelum pelaksanaan tindakan, siswa yang berhasil mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk hasil rangkaian tes lari sprint 60 m sebanyak 7 siswa atau sekitar 35%, Selanjutnya mengalami peningkatan pada siklus I, yaitu untuk hasil tes lari sprint 60 m menjadi 60% atau sekitar 12 siswa. Titik puncak peningkatan hasil belajar lari sprint 60 m pada penelitian ini adalah pada siklus II. Pada siklus II ini hasil belajar lari sprint 60 m menunjukkan bahwa nilai siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Siswa yang mampu melakukan lari sprint 60 m dengan baik atau telah mencapai batas ketuntasan untuk hasil belajar lari jarak pendek sebanyak 17 siswa atau sekitar 85% siswa. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas pada siswa kelas V SD Negeri 55 Bengkulu Selatan dalam upaya meningkatkan hasil belajar keterampilan lari sprint 60 m dalam pembelajaran pendidikan jasmani ini telah mencapai keberhasila

    KONTRIBUSI MODEL PEMBELAJARAN BENTUK PERMAINAN MEMINDAHKAN BALOK TERHADAP LARI 40 M SISWA KELAS V SD NEGERI 54 BANDA ACEH

    No full text
    Judul penelitian ini adalah "Kontribusi Model Pembelajaran Bentuk Pennaianan Memindahkan Balok Terhadap Lari 40 m siswa Kelas V SD Negeri 54 Banda Aceh". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi model pembelajaran bentuk permainan memindahkan balok terhadap lari 40 m siswa kelas V SD Negeri 54 Banda Aceh. Manfaaat dari penelitian ini adalah menambah wawasan pengetahun dan pengembangan ilmu dalam mengkaji tentang kontribusi model pembelajaran bentuk permainan memindahkan balok terhadap lari 40 m siswa kelas V SD Negeri 54 Banda Aceh, dapat memberikan informasi kepada guru-guru pada pendidikan sekolah dasar pada umumnya dan khususnya guru bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran atletik, khsusnya lari 40 m, bagi siswa dapat menggunakan strategi yang tepat dalam permainan memindahkan balok, sehingga dapat berpengaruh terhadap lari 40 m yang diikutinya. Hipotesis penelitian ini adalah ada kontribusi model pembelajaran bentuk permainan memindahkan balok terhadap lari 40 m siswa kelas V SD Negeri 54 Banda Aceh. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V pada SD Negeri 54 Banda Aceh yang terdaftar pada tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah siswa 169 orang, karena populasi lebih dari 100, maka penulis hanya mengambil kelas V2 dengan jumlah siswa 28 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes, yaitu tes dalam bentuk mengukur kecapatan berlari siswa baik tes awal maupun tes akhir. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sebelum diberikan pembelajaran permainan memindahkan balok pada siswa kelas V SD Negeri 54 Banda Aceh tahun pelajaran 2009/2010, diperoleh nilai rata-rata kemampuan lari 40 m siswa sebesar 10,65. Setelahpembelajaran permainan memindahkan balok yang diberikan selama 7 minggu kepada siswa kelas V SD Negeri 54 Banda Aceh, diperoleh nilai rata-rata kemampuan lari 40 m siswa menjadi 8.64. Pembelajaran memindahkan balok memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan lari 40 m siswa kelas V SD Negeri 54 Banda Aceh tahun ajaran 2009/2010
    corecore