66 research outputs found

    Proses Berpikir Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Berdasarkan Teori Van Hiele Kelas Viii I Smpn 3 Kedungwaru

    Get PDF
    ABSTRAK Laili Nurul Fitriyah, 17204163086, Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Berdasarkan Teori Van Hiele Kelas VIII I SMPN 3 Kedungwaru, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung. Pembimbing Dra. Hj. Umy Zahroh, M.Kes.,Ph.D. Kata Kunci: Proses Berpikir, geometri, Teori Van Hiele Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan proses berpikir siswa yang memungkinkan adanya perbedaan dalam memahami konsep dan materi matematika khususnya materi geometri. Dalam hal ini peneliti berusaha memgatasi permasalahan tersebut menggunakan tahapan Teori Van Hiele yang sesuai dengan tahapan berpikir geometri, dengan memberikan tes pada siswa dengan harapan mengetahui tahapan berpikir siswa, sehingga tidak ada perbedaan pemahaman konsep dan materi geometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahhui (1) Bagaimana proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah Geometri berdasarkan Teori Van Hiele pada siswa berkemampuan tinggi, (2) Bagaimana proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah Geometri berdasarkan Teori Van Hiele pada siswa berkemampuan sedang, (3) Bagaimana proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah Geometri berdasarkan Teori Van Hiele pada siswa berkemampuan rendah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalsis. Lokasi penelitian terletak di SMPN 3 Kedungwaru Tulungagung. Metode pengumpulan data yang digunakan pada siswa kelas VIII I, setelah tes tertulis dan menentukan nilai rata-rata siswa, diambil 6 siswa yang memenui kategori jenis kemampuan matematika. Hasil tes dianalisis tahapan berpikir siswa berdasarkan teori Van Hiele meliputi tahap 0 visualisasi, tahap 1 analisis, tahap 2 deduksi informal, dan dikuatkan dengan hasil wawancara siswa. Aanalisis data dilakukan melalui tahaap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verivikasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah Geometri berdasarkan Teori Van Hiele pada siswa berkemampuan tinggi, mampu mencapai 3 tahap Teori Van Hiele, yakni tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisis), dan tahap 2 (deduksi informal). (2) Proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah Geometri berdasarkan Teori Van Hiele pada siswa berkemampuan sedang mampu mencapai 2 tahap Teori Van Hiele, yakni tahap 0 (visualisasi), dan tahap 1 (analisis). (3) Proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah Geometri berdasarkan Teori Van Hiele pada siswa berkemampuan rendah hanya mampu mencapai satu tahap Teori Van Hiele, yakni tahap 0 (visualisasi)

    Pengembangan Fotometer Sederhana Serta aplikasinya Dalam Pengukuran Krom(VI) Dalam Limbah Elektroplating

    No full text
    ABSTRAK  Fitriyah, Laili . 2009. Pengembangan Fotometer Sederhana Serta Aplikasinya dalam Pengukuran Krom(VI) dalam Limbah Elektroplating. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing: (1) M. Sodiq Ibnu, M.Si, (2) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si.  Kata kunci : CdS Fotosel Detektor, Limbah Elektroplating, Krom(VI), Fotometer    Krom(VI) merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3), apabila dibuang ke lingkungan akan menyebabkan pencemaran air. Kandungan  krom(VI) dalam limbah elektroplating yang mempunyai warna kuning. Pengukuran kadar untuk larutan berwarna biasanya menggunakan alat konvensional yaitu dengan Spektrofotometri sinar tampak (Spectronic-20). Spectronic-20 merupakan alat yang harganya relatif mahal. Oleh karena itu dikembangkan alat Fotometer Sederhana untuk Pengukuran Krom(VI) dalam Limbah Elektroplating.   Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah Fotometer Sederhana dapat menggantikan fungsi Spectronic-20 dan untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran Fotometer Sederhana dengan Spectronic-20 pada pengukuran krom(VI) dalam limbah elektroplating. Sampel krom(VI) diambil dari limbah elektroplating, kemudian disaring dan ditambah NaOH untuk diendapkan sebagai Cr(OH)3 dan Cr(VI) sebagai CrO42- yang berwarna kuning. Krom(VI) yang berbentuk CrO42- diukur kadarnya dengan menggunakan Fotometer Sederhana dan hasilnya dibandingkan  dengan menggunakan Spectronic-20. Pengukuran dengan FotometerSederhana menghasilkan nilai keluaran berupa resistansi(Ω) dan Spectronic-20 berupa absorbansi(A). Hubungan antara Fotometer Sederhana dengan Spectronic-20  dicari dengan menggunakan persamaan korelasi.  Berdasarkan pengolahan data hasil pengukuran Fotometer Sederhana dan spectronic-20 didapat persamaan korelasi y = 68,836 + 52,974 dengan koefisien korelasi Rxy = 0,974. Rentang pengukuran pada Fotometer Sederhana adalah 7-35 KΩ dan pada spectronic-20 adalah 0,229 – 0,801 A dengan variasi konsentrasi larutan kalium kromat adalah 50 - 300 ppm. Hasil pengukuran sampel rata-rata menggunakan Fotometer Sederhana adalah 29,5 dan 31,0 KΩ, sedangkan pengukuran menggunakan spectronic-20 menghasilkan 0,613 dan 0,635 A. Konsentrasi rata-rata pengukuran sampel 1 dan sampel 2 yang didapat dari Fotometer Sederhana adalah 253,0 ppm dan 263,7 ppm sedangkan pada spectronic-20 adalah 254,7 ppm dan 268,2 ppm. Hasil pengukuran dari kedua alat tersebut menunjukkan perbedaan yang sangat kecil dengan selisih hasil pengukuran sebesar 0,7%  untuk sampel 1 dan 1,7% untuk sampel 2 dimana rentang tersebut masuk dalam larutan standar pada konsentrasi yang sama yaitu 50-300 ppm. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fungsi Fotometer Sederhana dapat menggantikan fungsi spectronic-20 karena mempunyai hubungan korelasi yang erat antara absorbansi dan resistansi. &nbsp

    Penggunaan Kalimat dalam Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang

    No full text
    ABSTRAK Fitriyah, Laili. 2017. Penggunaan Kalimat dalam Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Sunaryo HS., S.H., M.Hum. Kata Kunci: Penggunaan kalimat, teks cerpen, jumlah klausa, struktur internal klausa, bentuk/kategori sintaksisKalimat memiliki peran esensial dalam kegiatan berkomunikasi baik lisan maupun tulis. Pada komunikasi tulis, kalimat menjadi sarana pengungkap ide atau gagasan pengarang kepada pembacanya. Cerpen sebagai salah satu teks sastra tidak dapat dipisahkan dari bahasa. Hakikatnya, bahasa sastra bersifat konotatif dan emotif. Kalimat sebagai wujud bahasa sastra menjadi media penyampai ide pengarang kepada pembaca. Penggunaan kalimat dalam teks cerpen memiliki kekhasan karena dibangun oleh kalimat berupa narasi dan kalimat berupa dialog. Kedua bentuk kalimat ini hadir dan bekerja sama untuk memperindah dan menghadirkan cerita yang segar.Penggunaan kalimat dalam teks cerpen selain sebagai alat untuk menambah nilai lebih karya sastra, juga memiliki fungsi komunikatif. Sifat komunikatif cerpen lebih tinggi dibandingkan puisi dan drama, karena cerpen menuntut bahasa yang komunikatif agar mudah diikuti pembaca. Narasi digunakan pengarang untuk menceritakan sesuatu secara singkat, sedangkan dialog dimunculkan pengarang untuk menghidupkan tokoh cerita. Melihat kekhasan kalimat dalam teks sastra tersebut, maka penggunaan kalimat dalam teks cerpen siswa menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat narasi dan dialog dalam teks cerpen siswa yang mencakup (1) penggunaan kalimat berdasarkan jumlah klausanya (2) penggunaan kalimat berdasarkan struktur internal klausa utamanya, dan (3) penggunaan kalimat berdasarkan bentuk/kategori sintaksisnyaPenelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Sumber data penelitian ini berupa teks cerpen karangan siswa kelas XI IBB 2 dan kelas XI MIA 4. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengumpulkan dokumen berupa teks cerpen karya siswa, (2) menghitung kesesuaian jumlah karya cerpen dengan jumlah siswa dalam kelas, (3) membaca teks cerpen siswa secara berulang-ulang untuk mereduksi karya yang tidak memenuhi kriteria kelayakan data, (4) mengidentifikasi kalimat-kalimat dalam teks cerpen siswa ke dalam tabel data, (5) memberikan kode pada karangan dan aspek-aspek yang diteliti. Data berupa kalimat dalam teks cerpen siswa dianalisis melalui tiga tahapaan yaitu, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan dan diskusi bersama ahli/dosen pembimbing.Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, berdasarkan jumlah klausanya kalimat narasi pada teks cerpen siswa terdiri atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Dari 321 kalimat, terdapat 145 penggunaan kalimat tunggal dengan 18 variasi pola kalimat. Penggunaan kalimat majemuk berjumlah 163 kalimat dengan rincian sebagai berikut: (1) kalimat majemuk setara sejumlah 58 kalimat dengan 6 pola besar yang mengalami pengulangan, (2) kalimat majemuk bertingkat sejumlah 81 kalimat dengan 9 pola besar yang mengalami pengulangan dan (3) kalimat majemuk campuran sejumlah 24 kalimat. Selanjutnya, kalimat bentuk dialog juga terdiri atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk dengan rincian sebagai berikut. Penggunaan kalimat tunggal dalam kalimat bentuk dialog sejumlah 51 kalimat dengan 13 variasi pola, sedangkan penggunaan kalimat majemuk berjumlah 95 kalimat yang terdiri dari (1) kalimat majemuk setara sejumlah 21 kalimat, (2) kalimat majemuk bertingkat sejumlah 52 kalimat dengan 7 pola besar yang mengalami pengulangan, dan (3) kalimat majemuk campuran sejumlah 22 kalimat.Kedua, berdasarkan struktur internal klausa utamanya kalimat narasi dan dialog dalam teks cerpen siswa terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Penggunaan kalimat lengkap dalam bentuk narasi pada teks cerpen siswa sejumlah 308 dari keseluruhan 321 kalimat, sedangkan penggunaan kalimat tidak lengkap sejumlah 13 kalimat. Selanjutnya, penggunaan kalimat lengkap dalam bentuk dialog pada teks cerpen siswa sejumlah 146 kalimat dari keseluruhan 164 kalimat berupa dialog sedangkan penggunaan kalimat tidak lengkap sejumlah 17 kalimat. Kalimat dialog yang merupakan ragam lisan komunikatif memungkinkan unsur-unsur kalimat yang tidak lengkap, karena dipengaruhi oleh adanya prinsip-prinsip pragmatik.Ketiga, penggunaan kalimat bentuk narasi berdasarkan bentuk/kategori sintaksisnya terdiri atas kalimat berita, kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat seruan. Dari 321 kalimat bentuk narasi, sebagian besar termasuk kalimat berita yaitu sejumlah 308 kalimat, sebagian kecil kalimat bentuk narasi termasuk kategori lain yaitu: kalimat perintah sebanyak 3 kalimat, kalimat interogatif sebanyak 7 kalimat, dan selebihnya, 3 kalimat berupa kalimat seruan. Selanjutnya, penggunaan kalimat bentuk dialog berdasarkan bentuk/kategori sintaksisnya terdiri atas kalimat berita, kalimat perintah dan kalimat tanya. Dari 163 kalimat bentuk dialog, sejumlah 73 kalimat termasuk kalimat berita, sedangkan 41 kalimat termasuk kalimat perintah, 49 kalimat bentuk dialog termasuk kalimat tanya.Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan, baik pada kalimat narasi maupun kalimat dialog, kehadiran unsur-unsur inti dalam kalimat pada teks cerpen siswa sudah diperhatikan. Namun, dilihat dari urutan fungsi unsur kalimat, kalimat siswa masih biasa-biasa saja. Karakteristik bahasa sastra yang bebas masih belum nampak karena masih sedikit kalimat berurutan inversi. Penggunaan konjungsi koordinatif maupun subordinatif sudah banyak dimunculkan. Hubungan subordinatif juga dimunculkan dengan perluasan unsur kalimat (S,P,O,Pel,Ket). Namun demikian masih ada ketidaksesuaian penggunaan konjungsi, kata tanya dan partikel penegas. Saran penelitian diberikan kepada pihak berikut. (1) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti penggunaan unsur-unsur lain dalam kalimat yang masih perlu dieksplorasi, misalnya kesesuaian penggunaan konjungsi dalam kalimat ataupun kesesuaian penggunaan pronomina penanya dalam kalimat siswa. (2) bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk melihat penguasaan siswa terhadap materi sintaksis dalam pembelajaran menulis

    Rekonseptualisasi Lembaga Keamanan Laut sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Poros Maritim. AUTHOR: Alfian Nur Salsabila, Gayatri Galuh Pertiwi, Popi Fitriyah Dewi

    No full text
    Rekonseptualisasi Lembaga Keamanan Laut sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Poros Maritim Alfian Nur Salsabila, Gayatri Galuh Pertiwi, Popi Fitriyah Dew

    Pandangan tokoh perempuan NU di Kabupaten Rembang tentang hak dan kewajiban suami istri perspektif kesetaraan gender

    Get PDF
    Penelitian ini untuk mengetahui pandangan tokoh perempuan NU di Kabupaten Rembang tentang hak dan kewajiban suami istri perspektif kesetaraan gender. Gambaran umum tentang antara ruang gerak laki-laki dan perempuan yang berujung pada pembagian tanggung jawab laki-laki atau suami sebagai pencari nafkah selaku kepala keluarga dan perempuan bergerak dalam ruang lingkup rumah tangga.Rumusan masalah pada skripsi ini adalah pertama, Bagaimana pandangan tokoh agama perempuan tentang hak dan kewajiban suami istri perspektif kesetaraan gender. Kedua Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pandangan tokoh perempuan NU di Kabupaten Rembang tentang hak dan kewajiban suami istri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, teknik analisis deskriptif kualitatif dengan metode penelitian empiris, dan pendekatan yuridis nomatif. Subjek penelitian adalah para tokoh agama perempuan di Kabupaten Rembang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi dan dianalisis dengan kesetaraan gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan tokoh perempuan NU di Kabupaten Rembang tentang hak dan kewajiban suami istri perspektif kesetaraan gender sudah mulai seimbang, walaupun beberapa masyarakat masih ada yang menganut budaya patriarki, kini sudah mengetahui bahwa laki-laki dan perempuan bisa bergerak dalam ranah domestik maupun publik. Menurut hukum Islam pendapat para tokoh perempuan NU di Kabupaten Rembang yaitu Al-Qur’an maupun hadist sebagai rujukan prinsip masyarakat Islam, pada dasarnya mengakui bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan adalah sama. Dengan kata lain laki-laki memiliki hak da kewajiban terhadap perempuan, begitu pula perempuan jugamemiliki hak dan kewajiban terhadap laki-laki

    PENGARUH JENIS BENDA KERJA, KEDALAMAN PEMAKANAN DAN KECEPATAN SPINDEL TERHADAP TINGKAT KERATAAN PERMUKAAN DAN BENTUK GERAM BAJA ST. 41 DAN ST. 60 PADA PROSES MILLING KONVENSIONAL

    Get PDF
    Proses pengerjaan logam dengan mesin milling konvensional adalah salah satu proses dalam pembuatan komponen atau suku cadang mesin. Untuk meningkatkan suatu hasil produksi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produksi dan berinovasi. Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas maka perlu adanya penelitian yang menvariasikan pemilihan jenis benda kerja, kedalaman pemakanan, dan kecepatan spindel yang tepat pada proses milling konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini benda kerja yang digunakan sebanyak 18 buah yang  mendapatkan perlakuan berbeda dalam proses pengerjaannya, yaitu dengan variasi jenis benda kerja ST. 41 dan ST. 60, kedalaman pemakanan 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm dengan  kecepatan spindel 540 rpm, 910 rpm dan 1500 rpm. Kemudian dari hasil benda kerja sebanyak 18 tersebut masing-masing akan ditentukan tingkat kerataan permukaan dan dilakukan pengambilan contoh penyayatan bentuk geram pada masing-masing  benda kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis benda kerja, kecepatan spindel dan kedalaman pemakanan sangat berpengaruh terhadap tingkat kerataan permukaan. Nilai kerataan permukaan yang terbaik diperoleh dari jenis benda kerja ST. 60  dengan kecepatan spindel 1500 rpm dan kedalaman pemakanan 0,2 mm. Hal ini menunjukkan pada kecepatan spindel yang tinggi, kedalaman pemakanan yang terendah dan jenis benda kerja yang liat (padat) menghasilkan nilai kerataan permukaan yang rendah. Bentuk geram juga dipengaruhi oleh jenis benda kerja, kecepatan spindel dan kedalaman pemakanan. Jenis geram yang kontinu adalah geram yang dihasilkan oleh benda kerja liat (padat) dengan kecepatan spindel yang tinggi dan kedalaman pemakanan yang rendah. Geram kontinu dihasilkan oleh benda kerja ST. 60, kecepatan spindel 1500 rpm dan kedalaman pemakanan 0,2 mm. Kata kunci : Kerataan Permukaan, Kedalaman Pemakanan, Kecepatan Spindel

    Keanekaragaman jenis burung air di sekitar hutan mangrove dan tambak di Kampung Kebasiran Desa Sawah Luhur Kecamatan Kasemen Kota Serang Banten

    No full text
    Hutan mangrove dan tambak adalah salah satu habitat bagi burung air, khususnya untuk tempat mencari makan. Perbedaan tipe habitat mempengaruhi keanekaragaman jenis burung air. Penelitian tentang keanekaragaman jenis burung air dilakukan di hutan mangrove dan lahan tambak di Kampung Kebasiran Desa Sawah Luhur Kecamatan Kasemen Kota Serang Banten pada bulan Januari hingga Mei 2013. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengamatan dilakukan di sepanjang jalur garis (3 titik pengamatan) dengan titik hitung pada pagi (06.00-10.00 WIB) dan sore hari (15.00-18.00 WIB) selama 1 jam dengan interval 20 menit. Berdasarkan hasil penelitian telah diidentifikasi 3049 individu burung air yang terdiri dari 32 jenis, 11 famili dan 6 ordo. Pada habitat hutan mangrove terdapat 1654 individu (30 jenis dari 11 famili) dan tambak 1395 individu (24 jenis dari 9 famili). Keanekaragaman jenis Indeks Shannon-Wiener burung air adalah 1,5752 pada hutan mangrove (1,5058) dan tambak (1,5867) tergolong tingkat sedang. Kesamaan jenis burung air di hutan mangrove dan tambak relatif tinggi (1,185). Jumlah burung yang datang pada hutan mangrove sama dengan lokasi tambak, jenis yang dominan adalah Egretta garzetta (63,13%), Nycticorax nycticorax (10,2%) dan Egretta alba (6,625%)

    PENGGUNAAN KOMIK SEBAGAI LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI POKOK TRAPESIUM DAN LAYANG – LAYANG KELAS VIIB SMP MUHAMMADIYAH 7 CERME GRESIK

    Get PDF
    Dalam kehidupan sehari–hari matematika memegang peranan penting. Karena pentingnya ilmu matematika itulah maka upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menciptakan suasana yang menyenangkan. Salah satunya dengan pembelajaran menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbentuk komik dengan tujuan agar peserta didik memiliki minat dan semangat dalam mengikuti pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain “one-shot case study” yaitu dalam suatu kelas dikenakan pembelajaran matematika menggunakan komik sebagai LKS dengan tujuan untuk mendeskripsikan terhadap aktivitas, respon dan hasil tes ketuntasan belajar peserta didik dikelas VIIB SMP Muhammadiyah 7 Cerme tahun pelajaran 2008/2009, untuk subjek penelitian sebanyak 38 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar, lembar observasi yaitu lembar pengamatan aktivitas dan angket. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) aktivitas peserta didik selama pembelajaran matematika menggunakan komik sebagai LKS pada materi trapesium dan layang-layang dikelas VIIB SMP Muhammadiyah 7 Cerme dikategorikan tidak aktif. (2) Respon peserta didik selama pembelajaran matematika menggunakan komik sebagai LKS pada materi trapesium dan layang-layang dikelas VIIB SMP Muhammadiyah 7 Cerme adalah positif. (3) Hasil tes ketuntasan belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran matematika menggunakan komik sebagai LKS pada materi trapesium dan layang-layang dikelas VIIB SMP Muhammadiyah 7 Cerme mengalami ketuntasan. Dari 38 Peserta didik, yang dinyatakan tuntas sejumlah 34 dengan persentase 89,47% sedangkan yang tidak tuntas sejumlah 4 pesera didik dengan persentase 10,53%. Jadi secara klasikal peserta didik dinyatakan tuntas apabila mencapai 65% dari jumlah peserta didik yang tuntas secara individu yaitu sebesar 89,47%

    دراسة دلالية: معنى كلمة الدعاء ومشتقاقا في سورة المؤمن

    No full text
    مستخلص البحث إن فهم المعنى في تركيب الجملة في القرأن الكريم يحتاج الي فهم الكلمة. المعني الذي يكون في الجملة يستطيع أن يصدر النظرات اه التفاسير الت تختلف بين النظرات ر -ا بالمتعلقة من أي جهة نفهمها و ننظرها. الألفاظ الموجودة في القرأن الكريم لها معنى أساسي يختلف بين كلمة واحدة و كلمة أخرى. لأن لكل كلمة دلالتها في ذاتهاوفي سياقها. وكثير من الناس يفهمون القرأن نسبة إلى ما يعرفونه ويميلون إلى ما يظهرفيه. فكان المعن الذى يحصله الناس تحاديادا على ما ظهر يعنى الشئ الظاهر فى القرأن الكريم. وبعض الناس قد يظن أنه يكفى لبيان معنى الكلمة الرجوع إلى المعجم و معرفة المعنىأو المعان المدونة فيه. وإذا كان هذا كافيا بالنسبة لكثير غيرها. فذلك كان المعن المضمون في القرأن لا يستطيع أن يفهم كافيا و كاملا. وكما وجدنا كثيرا من الناس إذا ذكروا كلمة "الدعاء" فمباشرة في ذهنهم معنى الدعاء هي : طلب أو سأل ولا يبالوا إن في تلك الكلمة تتضمن على المعانى المختلفة. ولذلك يتركز هذا البحث على أسئلة البحث : ١ . الأية التي تتضمن كلمة الدعاء ومشتقاكا في سورة المؤمن. ٢. معى. كلمة اللدعاع ٥مثتقاكا معجما. ٣. معن كلمة الدعاء ومشتقاتا سياقيا في سورة المؤمن. وهذا البحث بحث مكتبي والطريقة المستخدمة لتحليل البيانات وهي بطريقة وصفية والمصادرالئيسية في هذا البحث هي القرأن الكريم والمصادر الفرعية هي كتب التفاسير وا لمعاجم. ٩ نتائج هذا البحث هي (١) الأيات التي تتضمن كلمة الدعاء في سورة المؤمن تقعفي الأيات ١٠، ١٢، ١٤، ٢٠، ٢٦، ٤١، ٤٢، ٤٣، ٤٩، ٥٠، ٦٠، ٦٥، ٦٦، ٧٤ . (٢) إن كلمة الدعاء معجميا لها معان كثيرة و محختلفة مناسبة لسياقاتها وهي : نداء و دعوة (إلى شخص) ويعبد و طلب و رجاله الخير و طلب له الشر و ندب وحث على إعتقاده أى نادى به والدعوة إلى الطعام( بالفتح) والدعوة في النسب (بالكسر) وما يترك في الضر ع ليدعوا ما بعده (في سياق تمثيل وتشبيه) وقصد مكان واستعان ة واستحضره وطلبه ليأكل عنده والحلف والدعوة إلى الإسلام. (٣) ومعنى كلمة الدعاء في سورة المؤمن سياقيا كما يلي : ١. بمعنى النداءوالدعوة" في لأية ١٠، ٤١، ٤٢، و٤٣. ٢. بمعنى "العبدة" في الأيات ١٤،١٢، ٢٠، ٤٩، ٥٠، ٦٠، ٦٥، ٦٦، و٧٤. ٣. بمعنى الطلبوالرجاء والإستعانة في الأيات ٢٦، ٤٩، ٥٠، و ٦٠

    Chef Slowik's sarcasm as a critique of the upper class in The Menu (2022) movie

    Get PDF
    INDONESIA: Penelitian ini membahas tentang jenis-jenis sarkasme yang digunakan oleh Chef Slowik dalam film The Menu (2022) dan bagaimana ia menggunakannya untuk mengkritik kelas atas secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sarkasme digunakan sebagai bentuk kritik tidak langsung terhadap kelas atas dalam film The Menu (2022). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data utama penelitian ini adalah ujaran sarkasme Chef Slowik yang mengkritik kelas atas. Data dianalisis dengan menggunakan teori sarkasme oleh Camp (2011) dan teori strategi kritik oleh Nguyen (2005). Penelitian ini menganalisis delapan ujaran sarkasme dari Chef Slowik dalam film The Menu (2022). Ditemukan dua jenis sarkasme, yaitu ilokusi dengan delapan data dan leksikal dengan satu data. Tiga strategi kritik tidak langsung yang muncul adalah menunjukkan standar dengan lima data, memberitakan dengan lima data, dan ekspresi ketidakpastian dengan satu data. Sarkasme digunakan sebagai alat untuk menyampaikan kritik terhadap kelas atas dengan cara yang halus namun tajam. Dari hasil analisis, jenis sarkasme yang dominan adalah sarkasme ilokusi, dan strategi kritik yang digunakan adalah menunjukkan standar dan berkhotbah. Hal ini dikarenakan Chef Slowik menggunakan sarkasme secara eksplisit. Strategi menunjukkan standar dan berkhotbah mendominasi karena strategi ini memungkinkan Chef untuk menyampaikan kritik dengan cara yang tajam namun halus yang sesuai dengan gaya kritik kelas atas yang berdasarkan nilai, etika, dan standar seni kuliner. Penelitian ini terbatas pada sarkasme verbal yang dilakukan oleh satu tokoh dan tidak menyertakan unsur nonverbal yang juga memiliki peran penting dalam mengkonstruksi makna sarkasme. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat menggunakan analisis wacana multimodal dengan data yang lebih luas untuk memahami sarkasme secara lebih komprehensif. ENGLISH: This study discusses the types of sarcasm used by Chef Slowik in The Menu (2022) and how he uses it to indirectly criticize the upper class. This research aims to analyze how sarcasm is used as a form of indirect criticism of the upper class in the film The Menu (2022). This research applies a descriptive qualitative approach. The main data source was Chef Slowik's sarcastic utterances that criticize the upper class. The data was analyzed using sarcasm theory by Camp (2011) and the theory of criticism strategy by Nguyen (2005). This study analyzes eight sarcastic utterances of Chef Slowik in the movie The Menu (2022). Two types of sarcasm were found: illocutionary with eight data and lexical with one data. Three indirect criticism strategies that appear are indicating standard with five data, preaching with five data, and expression of uncertainty with one data. Sarcasm is used as a tool to convey criticism of the upper class in a subtle but sharp manner. From the analysis, the dominant type of sarcasm is illocutionary sarcasm, and the criticism strategies are indicating standards and preaching. This is because Chef Slowik uses sarcasm explicitly. The indicating standard and preaching strategies dominate because they allow Chef to convey criticism in a sharp but subtle manner that fits the style of criticism of the upper class based on values, ethics, and culinary art standards. This study is limited to verbal sarcasm by one character and excludes nonverbal elements that also have an important role in constructing sarcastic meaning. Therefore, future research can use multimodal discourse analysis with broader data to understand sarcasm more comprehensively. ARABIC: تناقش هذه الدراسة أنواع السخرية التي يستخدمها الشيف سلويك في فيلم قائمة الطعام (2022) وكيف يستخدمها لنقد الطبقة العليا بشكل غير مباشر. يهدف هذا البحث إلى تحليل كيفية استخدام السخرية كشكل من أشكال النقد غير المباشر للطبقة العليا في فيلم قائمة الطعام (2022). يطبق هذا البحث المنهج الوصفي الكيفي. وكان المصدر الرئيسي للبيانات هو أقوال الشيف سلويك الساخرة التي تنتقد الطبقة العليا. وقد تم تحليل البيانات باستخدام نظرية السخرية التي وضعها كامب (2011) ونظرية استراتيجية النقد التي وضعها نجوين (2005). تحلل هذه الدراسة ثمانية ألفاظ ساخرة للشيف سلويك في فيلم ”القائمة“ (2022). وقد تم العثور على نوعين من السخرية: السخرية اللسانية بثمانية بيانات، والمعجمية ببيانات واحدة. وظهرت ثلاث استراتيجيات نقدية غير مباشرة هي: الإشارة إلى المعيار بخمس بيانات، والوعظ بخمس بيانات، والتعبير عن عدم اليقين ببيانات واحدة. تُستخدم السخرية كأداة لنقل نقد الطبقة العليا بطريقة خفية ولكن حادة في الوقت نفسه. يتبين من التحليل أن النوع المهيمن من السخرية هو السخرية الإيحائية، واستراتيجيات النقد هي الإشارة إلى المعايير والوعظ. وذلك لأن الشيف سلويك يستخدم السخرية بشكل صريح. تهيمن استراتيجيتا المعيار الإشاري والوعظ لأنهما تسمحان للشيف بنقل النقد بطريقة حادة ولكن خفية تناسب أسلوب النقد لدى الطبقة العليا القائمة على القيم والأخلاق ومعايير فن الطهي. اقتصرت هذه الدراسة على السخرية اللفظية من قبل شخصية واحدة واستبعدت العناصر غير اللفظية التي لها دور مهم أيضًا في بناء المعنى الساخر. لذلك، يمكن للأبحاث المستقبلية استخدام تحليل الخطاب متعدد الوسائط مع بيانات أوسع لفهم السخرية بشكل أكثر شمولا
    corecore