51 research outputs found

    APLIKASI WAV PLAYER PADA PERANCANGAN POWERBANK SEBAGAI CHARGER LAPTOP

    No full text
    WAV PLAYER APPLICATION ON THE POWERBANK DESIGN AS THE LAPTOP CHARGER DEBI PUTRI UTAMI ELECTRONICS ENGINEERING PROGRAM DEPARTMENT OF ELECTRICAL POLYTECHNIC STATE OF SRIWIJAYA The final report entitled WAV Player application on The Powerbank Design as the laptop charger. The author aims to create a source of mobile electrical energy, it can be taken anywhere and used anytime. The design of Powerbank laptop designed for use WAV player application to issue a variety of sounds as an indicator,this Powerbank is equipped with an LCD and LED as an indicator of Powerbank capacity. WAV Player application sound through the speakers, in the design of this Powerbank there are 3 sounds cast by WAV player through the speakers, the sound has changed formats from MP3 to WAV format in accordance with the specifications that can be read by WAV player and has been adapted to a program that could read by the microcontroller. WAV sound to be emitted by the player through the speakers is "charging complete" means the capacity to Powerbank already full, "charging ready" means Powerbank can be used to charge the laptop, "charging not ready" means Powerbank could not be used and should be immediately recharge. This Powerbank uses the microcontroller ATMega8 to organize the work of WAV Player, LCD, and LED. Keywords: Powerbank,WAV Player, LCD, LED, Microcontroller, ATMega8, Battery

    PROPAGANDA SUPERIORITAS PEREMPUAN ISLAM DALAM CERPEN ANAK KARYA NUNIK UTAMI DAN TEKNIK PENYAMPAIANNYA

    No full text
    Sastra anak bersifat didaktis dan sebagian memiliki elemen propaganda sebab dibuat oleh orang dewasa, salah satunya adalah cerita berjenis biografi. Cerita anak yang berjenis biografi mengandung propaganda untuk menyebarluaskan keteladanan serta memberikan informasi mengenai tokoh-tokoh besar yang dapat dijadikan teladan oleh anak. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan propaganda superioritas perempuan Islam yang terkandung dalam cerpen anak karya Nunik Utami dengan cara menganalisis struktur cerpen, mendeskripsikan bagaimana superioritas perempuan Islam digambarkan dalam cerpen, dan mendeskripsikan pelaksanaan propaganda superioritas perempuan Islam dalam cerpen. Objek penelitian, yaitu kumpulan cerpen ″Kisah Muslimah Teladan for Kids″ karya Nunik Utami. Pada kumpulan cerpen ini terdapat 30 cerita yang ditulis oleh pengarang, cerpen yang dipilih antara lain ″Air Mata untuk Asiah″, ″Bidadari yang Terluka″, ″Durrah dan Ayahnya″, ″Kisah dari Gua Tsur″, dan ″Putri Kesatria″. Alasan kelima cerpen tersebut dipilih berdasarkan adanya ujaran-ujaran dalam teks cerita yang mengandung propaganda superioritas perempuan Islam. Metode penelitian deskriptif analisis dipilih sesuai dengan tujuan penelitian, yakni mengungkap dan memperjelas informasi mengenai propaganda superioritas perempuan Islam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pustaka, peneliti membaca buku referensi yang berhubungan dengan penelitian sastra anak, sastra dan propaganda, juga yang berhubungan dengan superioritas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan judul Propaganda Superioritas Perempuan Islam dalam Cerpen Anak Karya Nunik Utami dan Teknik Penyampaiannya menunjukkan tokoh-tokoh perempuan Islam dalam kelima cerpen memiliki superioritas untuk mencapai keunggulan dan kesempurnaan sebagai kaum muslim dan ditemukan delapan teknik propaganda yang didominasi oleh teknik sebutan muluk-muluk (glittering generalities) dalam penyampaiannya. Penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengungkap lebih jelas tujuan dan manfaat dari propaganda dan apakah propaganda selalu ada dalam penulisan karya sastra anak.----------Children's literature are didactics and some have elements of propaganda because created by adults, one of them is the story of a biography. A biography in children’s stories, containing example to disseminate propaganda and provide information about the major figures can be used as a role model by the child. The purpose of this research was to describe the superiority of Islamic women propaganda contained in children's short story by Nunik Utami by way of analyzing the structure of the short stories, describes how female superiority of Islam portrayed in a short story, and describes the implementation of the propaganda of Islamic women's superiority in the short story. Research object, i.e., a collection of short stories "The Story of A Muslim Role Model For Kids" by Nunik Utami. On a collection of short stories, there are 30 stories written by the author, selected short stories, among others, ″Air Mata untuk Asiah″, ″Bidadari yang Terluka″, ″Durrah dan Ayahnya″, ″Kisah dari Gua Tsur″ and ″Putri Kesatria″. The reason of choosing five short stories, based on the presence of utterance in the text of stories containing propaganda for Islamic women's superiority. Descriptive methods of analysis in the study have been selected, in accordance with the research objectives, namely to uncover and clarify information about propaganda superiority of Islamic women. The collecting data techniques is the study of the literature, the researchers read the reference books that deal with children's literature, literature research and propaganda; it is also associated with superiority. Based on previous research results, it can be concluded that research with the title “Propaganda Superiority Of Islamic Women In Children’s Short Stories By Nunik Utami And Delivery Techniques”, shows figures of Islamic women in the fifth short story has the superiority to achieve excellence and perfection as the Muslims and found eight propaganda techniques dominated by mention techniques: pompous (glittering generalities) in delivery. Further research expected to reveal more clearly the objectives and benefits of propaganda and propaganda are always there in the writing of literary works for children

    PELAKSANAAN JUAL BELI PERUMAHAN DENGAN CICILAN TANPA KPR PADA PT. PEBRI WALDI CHANIAGO

    No full text
    ABSTRAK Rumah sebagai kebutuhan primer dalam masyarakat, dengan berkembangnya penduduk suatu wilayah, mengakibatkan semakin tinggi harga rumah. Pemerintah membuat suatu kebijakan dan kemudahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat memiliki rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pemerintah menunjuk Bank sebagai penyalur KPR kepada masyarakat yang tidak mampu membeli rumah secara tunai. PT. Pebri Waldi Chaniago sebagai pengembang berusaha menciptakan peluang bagi masyarakat yang tidak mempunyai dana tunai dan tidak mempunyai akses pembiayaan melalui KPR melalui bank untuk dapat memiliki rumah dengan langsung mencicil ke pengembang (developer). Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana prosedur jual beli perumahan dengan cicilan tanpa KPR pada PT. Pebri Waldi Chaniago? 2) Bagaimana penyelesaian wanprestasi oleh para pihak yang ditemukan dalam jual beli perumahan dengan cicilan tanpa KPR pada PT. Pebri Waldi Chaniago? Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat Yuridis Empiris. Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat Deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan wawancara. Berdasarkan dari penelitian yang telah penulis lakukan maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Konsumen mengajukan permohonan terhadap rumah yang akan dibeli, dan mempersiapkan semua dokumen penting sebagai syarat membeli rumah tanpa KPR tersebut, setelah itu membuat PPJB yang dibuat dengan dibawah tangan namun disahkan di notaris&PPAT yang dibuat tidak secara sepihak atau menggunakan perjanjian baku (standard contract) tetapi dibuat secara kedua belah pihak, lalu membayar cicilan sampai lunas, setelah itu konsumen mendapatkan AJB, rumah sudah sah menjadi milik konsumen. 2) Penyelesaian wanprestasi yang ditemukan yaitu melalui jalur non litigasi berupa negosiasi dan musyawarah. Bentuk wanprestasi dilakukan pihak konsumen adalah melaksanakan apa yang dijanjikan tetapi terlambat, yaitu membayar cicilan tapi tidak tepat pada tanggal yang dijanjikan. Bentuk wanprestasi dari pihak developer, juga melaksanakan apa yang dijanjikan tapi terlambat, yaitu telat 2 bulan dalam menyelesaikan bangunan rumah. Terdapat juga cacat tersembunyi berupa pintu macet, dan cat dinding tidak rata. Tanggung jawab developer mengganti kerusakan apabila dalam masa pemeliharan, jika telah lewat masa pemeliharaan itu merupakan tanggung jawab konsumen. Kata Kunci: Rumah, Jual Beli, KPR (Kredit Pemilikan Rumah), AJB (Akta Jual Beli), PPJB, Wanprestas

    Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia - Vol.42, No.4, Oktober-Desember 2013

    No full text
    1. Pengaruh harga, ketersediaan, dan lingkungan sosial pada sikap dan niat membeli musik bajakan / Badri Munir Sukoco, Aditya Yuli Prasetya 2. Underpricing and post issue financial performance in Indonesia Inital public offerings / Indri Puspa Linggarini, Tatang Ary Gumanti, Elok Sri Utami 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi transfer pelatihan / Annik Noer Nawarni, Mone Stepanus Andrias 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah bertransaksi melalui internet banking / Lovita Rizky Kusuma Putri, Tjetjep Djatnika 5. Analisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi profitabilitas dan jumlah pinjaman bank di Indonesia / Sudirman, Lisa Fitriyanti Akba

    Tinjauan Yuridis Empiris Sertifikat Rumah Yang Kembali Diperjualbelikan Tanpa Balik Nama Sertifikat (Studi Kasus di Kantor Notaris PPAT Sri Utami, S.H., Kabupaten Pamekasan)

    No full text
    Land is an important element in life, and has high economic value, therefore in society there is still widespread buying and selling of land with certificates that have not been renamed or Letter C where land registration has not been carried out, this can cause difficulties for new buyers, because The author wants to raise this problem with the aim of finding out what solutions can be sought in resolving this kind of problem. The research method that the author used was Empirical Juridical and conducted research at the Sri Utami Notary Office, S.H. located in Pamekasan Regency and data collection techniques using interviews and observation. In this research, researchers used Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Regulations and Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration to strengthen this research. The results of this research are that some people still do not comply with the rules regarding changing the name of a certificate, they should change the name first with the first seller and then they can resell it to someone else, of course this is not in accordance with UPPA Article 15 which instructs us to maintain the land, maintaining the land is the same as guaranteeing certainty of rights to the land. Many of them reasoned that they wanted to resell the land without paying taxes, so that all taxes would be borne by the newest buyers and the party who would suffer the most losses would be the newest buyers. The effort to resolve this problem is that the seller must match the newest buyer with the previous land owner, but there are various kinds of difficulties that could arise, such as the previous owner living outside the city or even having passed away

    PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN LOGO HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK KOSMETIK DAN SKINCARE LOKAL DENGAN PRODUCT QUALITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Konsumen Generasi Milenial Di Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Produk kosmetik dan skincare lokal mulai banyak diminati oleh konsumen di duga hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti brand ambassador, brand image, product quality, celebrity endorser dan lain-lain. Hal tersebut juga di duga dipengaruhi oleh kesadaran konsumen akan pentingnya sertifikasi halal terhadap suatu produk, namun sayangnya masih banyak produk kosmetik dan skincare yang beredar di masyarakat namun masih belum memiliki sertifikasi yang jelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Brand Ambassador dan Logo Halal Berpegaruh Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen, dan apakah Product Quality mampu memoderasi hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 orang perempuan yang terbukti menggunakan termasuk ke dalam generasi millennial yang berdomisili di Kota Bandar Lampung. Metode analisis data menggunakan purposive sampling dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) dan kemudian data yang didapatkan diolah menggunakan software SmartPLS 3. Berdasarkan hasil uji hipotesis dan uji hipotesis moderasi penelitian ini menunjukkan bahwa variabel brand ambassador dan logo halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Brand ambassador berpengaruh dengan arah positif signifikan terhadap keputusan pembelian dengan dimoderasi oleh product quality menunjukkan bahwa product quality mampu memoderasi brand ambassador terhadap keputusan pembelian dengan nilai original sampel adalah 0,129 dan nilai t-statistik moderating 2,573 > 1,98498 dan p value 0,010 < 0,05. Logo halal berpengaruh dengan arah positif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian dengan dimoderasi oleh product quality dan menunjukkan bahwa product quality tidak mampu memoderasi hubungan antara logo halal dan keputusan pembelian dengan nilai original sampel -0,050 dan t-statistik moderating 1,336 < 1,98498 dan p value 0,182 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa product quality tidak mampu memoderasi hubungan antara logo halal dan keputusan pembelian. Kata Kunci : Brand Ambassador, Logo Halal, Keputusan Pembelian, Product Quality iii ABSTRACK Local cosmetics and skincare products are starting to be in great demand by consumers, it is suspected that this is influenced by several factors such as brand ambassadors, brand image, product quality, celebrity endorsers and others. It is also suspected that this is influenced by consumer awareness of the importance of halal certification for a product, but unfortunately there are still many cosmetic and skincare products circulating in the community but do not have clear certification. The formulation of the problem in this research is whether Brand Ambassador and Halal Logo Affect Consumer Purchasing Decisions, and whether Product Quality is able to moderate the relationship between the independent variables and the dependent variable. This study uses a quantitative approach with a sample of 100 women who are proven to use the millennial generation who live in the city of Bandar Lampung. The data analysis method uses purposive sampling using Partial Least Square (PLS) and then the data obtained is processed using SmartPLS 3 software. Based on the results of hypothesis testing and moderation hypothesis testing, this study shows that brand ambassadors and halal logos have a positive and significant effect on purchasing decisions. Brand ambassadors have a significant positive effect on purchasing decisions moderated by product quality indicating that product quality is able to moderate brand ambassadors on purchasing decisions with an original sample value of 0.129 and a moderating t-statistic value of 2.573 > 1.98498 and a p value of 0.010 <0. 05. The halal logo has an insignificant positive effect on purchasing decisions moderated by product quality and shows that product quality is unable to moderate the relationship between the halal logo and purchasing decisions with an original sample value of -0.050 and a moderating t-statistic of 1.336 0.05. It can be concluded that product quality is not capable of moderating the relationship between the halal logo and purchasing decisions. Keyword : Brand Ambassador, Halal Logo, Purchasing Decision, Product Qualit

    Implikasi Hukum Notaris Terhadap Pembacaan Akta yang dilakukan Oleh Staf Notaris di Hadapan Para Penghadap di Bank BTN

    No full text
    Akta perjanjian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dibacakanan oleh staf Notaris. Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran terhadap ketentuan dalam Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN. Pelaksanaan pembacaan akta oleh staf Notaris adanya pelanggaran kode etik dan tanggung jawab Notaris dalam menjalankan tugasnya. Sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Kode Etik Notaris bahwa Notaris diwajibkan untuk melaksanakan tugasnya secara pribadi dan tidak boleh diwakilkan kepada pihak lain. Pelanggaran terhadap kewajiban pembacaan akta oleh Notaris sendiri juga dapat dikategorikan sebagai tindakan yang merugikan pihak bank BTN yang terlibat dalam perjanjian KPR. Tindakan pembacaan akta otentik oleh staf Notaris membuka peluang bagi pihak yang dirugikan untuk mengajukan gugatan terhadap keabsahan akta tersebut. Akta otentik yang dibuat dengan melanggar prosedur, seperti pembacaan yang tidak dilakukan oleh Notaris dapat dipandang sebagai cacat formil. Pelanggaran ini tidak hanya dapat merugikan para pihak yang terlibat dalam perjanjian KPR, tetapi juga dapat berdampak pada reputasi dan integritas profesi Notaris secara keseluruhan. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk menemukan pembacaan akta oleh staf Notaris di hadapan para penghadap di Bank BTN ditinjau dari prinsip Kepastian hukum dan untuk menemukan implikasi hukum terhadap Notaris ketika terjadi pembacaan akta perjanjian KPR yang dilakukan staf Notaris dihadapan para penghadap di Bank BTN. Yuridis normatif merupakan tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian tesis ini dengan menggunkan bahan hukum primes, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang utama adalah studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu Pembacaan akta-akta dalam perjanjian KPR oleh staf Notaris bertentangan dengan ketentuan Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN memberikan nilai kepastian hukum bahwa Notaris yang hanya dapat membacakan Akta yang dibuatnya dihadapan para penghadap. Selaras dengan hal ini, maka pembacaan akta KPR yang tidak dilakukan oleh Notaris, tetapi dilakukan oleh Staf Notaris ditiga cabang Bank BTN yaitu Cabang Harmoni, Cabang Kelapa Gading Square, Cabang Bekasi merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris. implikasi hukum terhadap Notaris yaitu diberlakukannya sanksi oleh majelis pengawas Notaris berupa sanksi administratif, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian dengan tidak hormat. Implikasi terhadap akta yang dibacakan oleh staf Notaris menyebabkan cacat formil, sehingga akta KPR kehilangan statusnya sebagai akta otentik dan hanya memiliki kekuatan hukum sebagai akta di bawah tangan

    Sexual Abuse Portrayed In Gina S. Noer’s Movie Like & Share (2022)

    No full text
    Kekerasan seksual dapat menimpa semua orang namun hal ini lebih banyak dialami oleh Perempuan. Hal ini dikarenakan adanya sistem patriarki yang menempatkan laki-laki memiliki kekuasaan dan dominasi sementara perempuan ditempatkan sebagai pennurut, sehingga menyebabkan perempuan banyak mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh laki-laki. Pada penelitian ini memfokuskan pada bagaimana karakter dua sahabat Perempuan yang Bernama Sarah dan Lisa dapat mengalami kekerasan seksual dalam movie “Like & Share” (2022). Penelitian ini menggunakan pendektan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori-teori yang berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap perempuan. Studi Wanita digunakan dalam penelitian ini sebagai lensa untuk melihat pengalaman-pengalaman perempuan yang ada dalam film ini, yang lebih spesifik pengalaman menerima kekerasan seksual. Sistem patriarki digunakan untuk menganalisis akar permasalahan dari kekerasan seksual Perempuan pada film ini. Film ini juga dianalisis menggunakan bantuan kajian film untuk melihat dan memahami bagaimana karakter perempuan dalam film ini mengalami kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua karakter perempuan yaitu Sarah dan Lisa mengaalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh laki-laki dalam film ini yaitu Devan, Ino, dan guru laki-laki. Pada penelitian ini juga menemukan empat bentuk kekerasan seksual yaitu perkosaan, pelecehan seksual, intimidasi seksual, dan eksploitasi seksual yang dialami oleh Sarah dan Lisa sebagai tokoh perempuan dalam film “Like & Share”. Hasil analisis juga mengungkap apa saja faktor terjadinya kekerasan seksual dalam film ini, seperti sistem patriarki dalam masyarakat, kesenjangan kekuasaan, kelemahan undang-undang dan kebijakan terkait kekerasan seksual, dan stigma menyalahkan korban

    Periphyton Diversity and Its Relationship with Water Quality in The Deli River, North Sumatra Province

    No full text
    Periphyton are microorganisms, both plants and animals, that live attached to, move freely or are attached to the surface of objects in rivers such as rocks, wood, stems of aquatic plants, and so on. Because periphyton is relatively immobile, the abundance and composition of periphyton in waters is influenced by the quality of the waters in which they live. To determine periphyton diversity, it can be assessed using population density, relative density, Shannon-Weinner diversity index, and dominance index and PCA (Principal Component Analysis). The aim of this research is to determine the diversity of periphyton and its relationship with water quality in the Deli River, North Sumatra Province. This research uses quantitative descriptive where the author describes or concludes the data in the form of numbers. The research was carried out in July-August 2023 using a purposive sampling method, namely by selecting 18 points along the Deli River. This research uses quantitative descriptive where the author describes or concludes the data in the form of numbers. Physical and chemical water parameters were also measured in the form of temperature, pH, DO, depth, current speed, brightness, depth, nitrate and phosate. The results of this research show that there are three classes, namely the Bacillariophyceae class, the Chlorophyceae class and the Cyanophyceae class. The Bacillariophyceae class was the most dominant of the three stations, namely 13 types, then 11 types were found in the Chlorophyceae class and 3 types were found in the Cyanophyceae class.74 PagesSkripsi Sarjan

    Perancangan Butik Hotel Sebagai Bagian dari Olah Desain Arsitektur Pusaka (ODAP) pada Gedung Warenhuis dan Eks Kantor Borsumij

    No full text
    The city of Medan is the 5th oldest city in Indonesia which has existed since July 1, 1590. Starting from a village founded by Guru Patimpus named Medan Putri which has developed into a big city until now. Various events and history complement the development of the city of Medan. Kesawan became the beginning of the development of the city of Medan and is referred to as the old city area of Medan because there are many buildings from the past that are still standing today in the Kesawan area. Some of the buildings are still well-maintained, but unfortunately many buildings have been partially or completely damaged so that the area that was the beginning of the city of Medan leaves many buildings that are no longer functioning and abandoned. Warenhuis and the former Borsumij Office are 2 of the many abandoned buildings in the Kesawan area. Warenhuis itself is the first department store in the city of Medan which was established in 1918 but its current condition has been damaged and is in poor condition. The author sees the potential behind the existing problems, by reviving the warenhuis area and its surroundings through the design of a boutique hotel. The unique impression of the old city of Medan is the main potential in designing boutique hotels in the Warenhuis area. Infill Design is the right theme in designing the boutique hotel area. With the existence of this boutique hotel, it is hoped that the public, government and tourists will be able to enjoy the impression of the old city of Medan while also appreciating the existing buildings as traces of architects' works in the past.Kota Medan adalah kota ke -5 tertua di Indonesia yang sudah ada sejak 1 juli 1590. Dimulai dari sebuah kampung yang didirikan oleh Guru Patimpus bernama Medan Putri yang berkembang menjadi kota besar hingga saat ini. Berbagai peristiwa dan sejarah melengkapi perkembangan kota Medan. Kesawan menjadi awal mula perkembangan kota Medan dan disebut sebagai kawasan kota lama Medan karena terdapat banyak bangunan dari masa lalu yang masih berdiri hingga saat ini pada kawasan kesawan. Beberapa diantara bangunan itu masih terawat namun sayangnya banyak pula bangunan yang telah rusak sebagian maupun seluruhnya hingga kawasan yang dulunya menjadi awal mula kota Medan ini menyisakan banyak bangunan yang tidak berfungsi lagi dan terbengkalai. Warenhuis dan Eks Kantor Borsumij menjadi 2 diantara banyak bangunan yang terbengkalai di kawasan kesawan. Warenhuis sendiri adalah toko serba ada pertama di kota Medan yang berdiri sejak 1918 namun kondisinya saat ini telah rusak dan memprihatinkan. Penulis melihat adanya potensi dibalik permasalahan yang ada, dengan menghidupkan kembali kawasan warenhuis dan sekitarnya melalui perancangan butik hotel. Keunikan kesan kota lama Medan yang menjadi potensi utama dalam merancang butik hotel pada kawasan Warenhuis. Olah desain arsitektur pusaka (ODAP) menjadi tema yang tepat dalam merancang kawasan butik hotel. Dengan adanya butik hotel ini diharapkan masyarakat, pemerintah maupun wisatawan mampu menikmati kesan kota lama Medan sekaligus menghargai bangunan yang ada sebagai jejak karya arsitek pada masa lalu.191 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore