1,723,545 research outputs found
Komik Mahabharata karya A. Kosasih
Sebuah penyaduran dapat dipandang sebagai proses penciptaan baru karena di dalamnya selalu disertai penafsiran. demikian pula yang terjadi pada komik A. Kosasih. Penciptaan komik ini berdasarkan penyaduran teks - teks yang dibaca A. Kosasih, kemudian diinterprestasikan dan dituangkan menjadi sebuah komik.Berbicara tentang perunahan - perubahan dalam proses penyaduran, maka digunakan pendekatan transformasi dan tanggapan atas teks yang dibaca penyadurnya. Dalam rangka ini pelacakan teks - teks yang dimungkinkan menjadi sumber penyaduran harus dijadikan perhatian utama.kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini, bahwa teks komik Mahabharata A. Kosasih merupkan perpaduan dari beberapa teks - teks dan sekaligus dilakukan penambahan / pengurangan dalam rangka membangun sebuah dinamika dramatikal
Raden Ahmad Kosasih dan karya komiknya (1953-1977)
Komik adalah suatu karya yang memiliki isi berupa gambar tiga dimensi yang disertai dengan alur cerita. Untuk ceritanya sendiri bisa berupa cerita fiktif, drama, thiller, bahkan sejarah. Indonesia sendiri memiliki seorang komikus yang sangat berbakat, komikus tersebut bernama Raden Ahmad Kosasih. Karya-karyanya yang berbeda dan menjadi inspirasi bagi komikus lainnya, menghantarkan beliau menjadi kreator komik yang fenomenal sejak tahun 1953.
Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui bagaimana biografi dan karya-karya serta pesan moral yang dapat diambil dari seorang Raden Ahmad Kosasih sejak tahun 1953-1977. Sebagai peneliti sejarah, penulis menggunakan prosedur untuk melakukan sebuah penelitian, prosedur tersebut adalah metode penelitian sejarah. Maka dari itu, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yaitu : Heuristik , dalam tahap ini merupakan tahap penulis mencari dan mengumpulkan sumber data penelitian. Kritik, dalam tahap ini merupakan tahap penulis melakukan persortiran sumber yang telah penulis dapatkan. Interpretasi, tahap ini merupakan tahap penyimpulan sementara yang sudah penulis dapatkan saat melakukan penelitian. Historiografi, tahap ini merupakan tahapan terakhir dimana penulis menuliskan hasil penelitian yang penulis dapatkan berupa karya ilmiah yaitu skripsi.
Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, disimpulkan bahwa : R.A. Kosasih memiliki nama lengkap Raden Ahmad Kosasih. Beliau lahir di Bondongan, Bogor, pada tanggal 03 April 1919 dan meninggal di Rempoa, Tangerang pada tanggal 24 Juli tahun 2012. Karya-karya fenomenal yang diciptakan R.A Kosasih nyatanya membawa gerbang baru bagi perkembangan komik di Indonesia. Dengan munculnya karya-karya R.A Kosasih seperti : Sri Asih (1954), Siti Gahara (1960), Sri Dewi (1973), Cempaka (1974), Burisrawa Merindukan Bulan (1953), Ramayana (1955), dan Mahabharata (1955-1977), secara tidak langsung R.A Kosasih ingin melakukan perlawanan dari budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut kemudian menghantarkan R.A Kosasih menuju kesuksesan, dan membuat karya-karya R.A Kosasih semakin terkenal. Kesuksesan inilah menjadi alasan mengapa R.A Kosasih disebut sebagai Bapak Komik Indonesia
Studi tentang komikus R.A. Kosasih dan karyanya
Tujuan penelitian untuk mengetahui proses dan R.A. Kosasih dalam dasar-dasar penciptaan karya komiknya serta untuk mengetahui tema yang paling disukainya. R.A. Kosasih belajar menggambar secara otodidak, ia belajar membuat komik dimulai dengan mempelajari komik-komik asing. Corak goresannya digolongkan kedalam corak seni klasik dari dunia Timur, yang deformasi dan gaya dekoratif materi yang digunakan yaitu kertas kalkir
BAHASA RUPA KOMIK WAYANG KARYA R.A. KOSASIH
Comic is a media of speech, like a language is, with the language system and individual application. Comicof puppet by R.A. Kosasih is one of the genres in constellation of Indonesia comic which is able to overcomethe influence of western comic. The problems analyzed in this research include how the form of visuallanguage and idiolect characteristics of puppet comic by R.A. Kosasih. This research aims to analyze thevisual language of puppet comic by R.A. Kosasih as well as the idiolect characteristic that is appeared to beits characteristic. The research uses an approach of language analogy using textual and contextual analysisof comic. The result shows that firstly, the visual language of comic is analog with language consisting oflanguage system and idiolect. The system of visual language in comic R.A. Kosasih consists of the basicelements of comic constituent covering panel and juxtaposition structure. Secondly, puppet comic by R.A.Kosasih uses stories based on Mahabarata epos and Ramayana in Indian version as well as Nusantarapuppet in which Sunda language is inserted. The picture and symbol in the comic is influenced by the realiststyle of Western comic and Indie Mooi stream and also the technology of the age. The relationship of puppetcomic juxtaposition is influenced by the story order and the session of lakon.
Keywords: comic, language, visual, puppet, idiolec
Dinamika Komik Wayang Indonesia Periode 1955-2014 (Studi Kasus Komik Mahabharata Karya R.A. Kosasih)
ABSTRAK Rossy Fadzry, May. 2015. Dinamika Komik Wayang Indonesia Periode 1955- 2014 (Studi Kasus Komik Mahabharata Karya R.A. Kosasih). Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. I Wayan Legawa, M.Si. Kata Kunci: Dinamika, Komik Wayang, Komik Mahabharata. Komik Wayang adalah jenis komik yang pernah merajai industri komik Indonesia, komik jenis ini mampu menyaingi eksistensi komik asing yang telah lebih dulu hadir di Indonesia, hal tersebut menjadi sebuah fenomena yang menarik. Kepopuleran komik wayang dipicu oleh hadirnya salah satu karya dari seorang komikus bernama R.A. Kosasih yaitu komik Mahabharata. Fenomena kepopuleran komik tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan untuk dicari jawabnya, diantaranya adalah: Pertama, apakah ada komik karya R.A Kosasih yang monumental dalam dunia komik Indonesia. Kedua, bagaimana perkembangan komik Mahabharata karya R.A Kosasih dalam komik Indonesia periode 1955-2014. Ketiga, apa faktor yang mempengaruhi dinamika komik Mahabharata karya R.A Kosasih dalam komik Indonesia periode 1955-2014. Keempat, apa kontribusi komik Mahabharata karya R.A Kosasih dalam pelestarian budaya bangsa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komik karya R.A Kosasih yang monumental dalam dinamika komik Indonesia, mendeskripsikan perkembangan komik Mahabharata karya R.A Kosasih dalam komik Indonesia periode 1955-2014, mengetahui faktor yang mempengaruhi dinamika komik Mahabharata karya R.A Kosasih dalam komik Indonesia peridoe 1955-2014, mendeskripsikan kontribusi komik Mahabharata karya R.A. Kosasih dalam pelestarian budaya bangsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Tahap-tahap dalam metode penelitian sejarah, terbagi menjadi lima tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik Sumber), interpretasi (penafsiran), dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komik Mahabharata adalah karya R.A. Kosasih yang paling monumental karena komik tersebut telah dicetak ulang berkali-kali tahun 1955 hingga akhir 2014. Faktor yang mempengaruhi dinamika komik Mahabharata adalah faktor cerita dalam komik tersebut, isi ceritanya adalah cerita wayang yang telah hidup dan mengakar pada masyarakat Indonesia. Faktor bahasa yang digunakan dalam komik; bahasa Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu bagi bangsa ini, dimana hampir semua suku yang ada di Indonesia memahaminya. Munculnya beragam Jenis komik; Komik silat, remaja, dan humor, membuat masyarakat mempunyai banyak pilihan bacaan. Hadirnya taman bacaan membuat komik-komik klasik termasuk salah satunya komik Mahabharata karya R.A. Kosasih bertahan di tengah hingar bingarnya persaingan komik. Kerinduan penggemar terhadap komik wayang menjadi salah satu motif hadir kembalinya komik Mahabharata karya R.A. Kosasih. Komik Mahabharata karya R.A. Kosasih telah berkontribusi terhadap dalam bidang pendidikan dan kebudayaan
ICT Planning and Evaluation Class - Dr. Wibowo Kosasih, MMSI
ICT Planning and Evaluation Class oleh Dr. Wibowo Kosasih, MMS
Data Analysis of Digital Forensic And Three- Dimensional
after being accessed on lens.org found 194 data regarding digital forensics and three dimensional with the subject law. and there is interesting knowledge about The identification of victims of mass fatality events, either man-made events (e.g. terroristic attacks) or environmental catastrophes (e.g. earthquakes), is a priority for the personnel involved in the investigations, as affirmed by Interpol in the RESOLUTION No. AGN/65/RES/13 (1996). Computed Tomography (CT) scans are among the methodologies which have become integral to this identification process (Brough et al., 2015)
Tanda Konotasi Pada Tokoh O Dan Entang Kosasih Dalam Novel O Karya Eka Kurniawan : Tinjauan Semioti Barthes
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tanda konotasi pada tokoh O
dan Entang Kosasih dalam novel O karya Eka Kurniawan dan kritik atas moral
berdasarkan tanda konotasi pada tokoh O dan Entang Kosasih dalam novel O
karya Eka Kurniawan. Sumber data penelitian ini adalah novel O karya Eka
Kurniawan tahun 2016. Penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis
makna semiotis yang mengungkap nilai moral sehingga dapat membantu
sosialisasi mengenai pesan moral tanpa kesan menggurui maupun memaksa
kepada pembaca karya sastra.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik
analisis yang digunakan dalam novel O adalah metode semiotik dengan
menganalisis tanda. Cara untuk mengungkapkan gejala tersebut adalah dengan
menganalisis kata dan frasa dalam teks yang berkaitan dengan isu mengenai nilai
moral. Langkah dalam penelitian ini adalah pertama, menguraikan tanda berupa
kata dan frasa semiotis dari tokoh O dan Entang Kosasih yang berkaitan dengan
keinginan kedua tokoh untuk menjadi manusia. membandingkan makna tanda
konotasi kata manusia bagi kedua tokoh O dan Entang Kosasih yang berkaitan
dengan nilai moral, mengklasifikasi wujud nilai moral tokoh O dan Entang
Kosasih, menganalisis wujud nilai moral pada tokoh O dan Entang Kosasih,
memaknai wujud nilai moral tokoh O dan Entang Kosasih dalam konteks
masyarakat Indonesia, membuat simpulan mengenai kritik nilai moral sebagai
makna novel O karya Eka Kurniawan
Hasil penelitian ini adalah pertama, tanda konotasi O dan Entang
Kosasih dihadirkan melalui makna pemakaian leksikon berupa frasa dan kata
yang berkaitan dengan menjadi manusia pada O dan Entang Kosasih. Kedua,
kritik atas moral berdasarkan tanda konotasi pada tokoh O dan Entang Kosasih
dihadirkan melalui ironi menjadi manusia. Tokoh O dan Entang Kosasih
berperan untuk menunjukkan ironi tentang nilai moral manusia. Makna tanda
konotasi O dan Entang Kosasih adalah wujud nilai moral yang terdiri dari nilai
moral hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan diri sendiri, dan
manusia dengan mahkluk lain. Penelitian ini membuktikan bahwa kemunculan
tokoh binatang dalam novel O karya Eka Kurniawan ini merupakan reaksi atas
problematik yang terjadi pada realitas masyarakat Indonesia. Tokoh O dan
Entang Kosasih dihadirkan dalam novel O karya Eka Kurniawan sebagai tanda
konotasi dalam memahami dan memaknai karya sastra mengenai kritik moral
manusia
- …
