1,720,982 research outputs found
DAKWAH ISLAM DAN KEHARUSAN PEMBENTUKAN NEGARA
Discourse whether or not propaganda (struggle) Muslims are embodied in a form of Islamic state into a debate that never ends and always seemed to find momentum. History proves that the progress achieved and also Muslims in it the spirit of Islam as a missionary spirit, reached after the Muslims succeeded in building a nation (daulah) is characterized by the establishment of the first Islamic government in Medina as his first capital. Instead setback rule (caliphate) Islam is also correlated with the decline of Islam. However, in the present context to impose the Caliphate as the only solution may be counter-productive to the mission itself. Propagation of Islam must start with individuals forming a whole
Majalah media informasi guru dan tenaga kependidikan paud dan dikmas edisi Desember 2016
Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2016 ini mengangkat tema GTK PAUD dan Dikmas Mulia karena Karya. Pendidikan anak usia dini menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bapak Anies Baswedan
berulangkali mengatakan bahwa PAUD adalah jenjang pendidikan yang harus mendapat perhatian serius. Karena
di PAUD inilah proses pembentukan karakter anak harus dilakukan dengan pembiasaan-pembiasaan
Falsafah Piil Pesenggiri Dalam Pendidikan Islam: Kajian Atas Nilai Moralitas dan Pembentukan Karakter
This research examines the incorporation of the Piil Pesenggiri philosophy within Islamic education, with a specific emphasis on moral and character development. Piil Pesenggiri, representing the philosophical framework of the Lampung community, includes values such as honesty, honor, responsibility, and solidarity, which contribute to the character development of students in the realm of Islamic education. This study utilizes a literature review approach to analyze the significance of these values in relation to the principles of Islamic education, which seek to develop individuals of noble character. The research findings demonstrate that integrating local values such as Piil Pesenggiri into the Islamic education curriculum enriches character development and improves students' comprehension of cultural identity in accordance with Islamic teachings
Bimbingan Rohani Islam dalam Meningkatkan Ibadah Shalat Pada Pasien Rawat Inap
ABSTRACT:
This researcher aims to describe the awareness of worship in inpatients and the role of Islamic spiritual guidance in increasing awareness of carrying out worship (Salat) in inpatients. This research is motivated by the low understanding and awareness of the community to continue to carry out worship even though they are sick and being treated in a hospital. The approach used in this research is a qualitative approach with a type of field research. The subjects of this study were three inpatients in the internal medicine ward. Data collection techniques, namely the method of observation, interviews, and documentation. While the data analysis techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that prior to carrying out the guidance of the three subjects they did not have an understanding of the procedures for praying when they were sick, they did not have awareness of the importance of praying even though they were sick. Islamic spiritual guidance is carried out through three stages, namely the preliminary stage (establishing closeness with patients and identifying problems), the core stage (guidance on procedures for worship/praying when sick, motivation to increase awareness of praying when sick). Islamic spiritual guidance has an important role in raising awareness of worship in inpatients, this is evidenced by changes in knowledge of procedures for purification and prayer when they are sick, the emergence of a desire to pray and a commitment to continue praying even though they are sick.
KEYWORDS: Islamic Spiritual Guidance, Worship Awareness, patien
Studi interaksi Quark-Antiquark (meson) dengan pendekatan integral lintas Feynman-Schwinger
INDONESIA:
Meson merupakan partikel subatomik yang tersusun oleh satu quark dan satu antiquark yang terikat gaya nuklir kuat. Sifat meson yang menengah-berat sangat memungkinkan di-gunakan dalam berbagai teknologi kuantum. Pada penelitian ini dilakukan studi interaksi quark-antiquark (meson) dengan pendekatan integral lintas Feynman-Schwinger. Peneli-tian ini membahas interaksi quark-antiquark dengan mediator gluon. Dengan mendefin-isikan propagator interaksi dari suatu Lagrangian Euclidean skalar diperoleh suatu fungsi Greens yang invarian gauge. Propagator ini digunakan untuk mendeskripsikan propagasi quark dan gluon dengan modifikasi kehadiran suatu medan eksternal, sehingga kombinasi propagator quark-antiquark dapat dinyatakan oleh fungsi Greens quark-antiquark. Hasil formalisme secara teoritik mengimplikasikan bahwa Hamiltonian interaksi quark-antiquark dapat dibentuk dari propagator interaksi quark-antiquark. Propagator tersebut membawa sifat fisis interaksi-interaksi yang menjadi fokus dalam interaksi meson seperti interaksi spin, interaksi warna, dan interaksi rasa. Interaksi yang terjadi antara quark-antiquark dapat dideskripsikan dengan interaksi yang terjadi pada kondisi jarak panjang dan jarak pendek, parameter-parameter yang terlibat dalam interaksi ini dinyatakan sebagai besaran potensial spin bergantung waktu. Potensial spin bergantung waktu digambarkan oleh potensial ku-rungan dan potensial pertukaran gluon. Sementara potensial spin-spin interkasi dinyatakan dan dikombinasikan dengan potensial yang memuat besaran kopling kuat. Spin-spin inter-aksi hanya bekerja dalam ruang spin yang dinyatakan dalam keadaan tunggal atau keadaan triplet. Sementara interaksi warna dinyatakan dalam keadaan warna tunggal yang dideskrip-sikan oleh faktor warna, dalam kasus ini dinyatakan oleh potensial pertukaran gluon.
ENGLISH:
Meson is subatomic particles composed by one quark and one antiquark bound to a strong nuclear force. Middle-weight properties of meson are highly applicable in a vari-ety of quantum technologies. In this study, the study quark-antiquark (meson) interaction Feynman-Schwinger path integral approach. This study discusses quark-antiquark interac-tions with gluon as mediator. By defining the interaction propagator of a scalar Euclidean Lagrangian obtained a gauge-invariant Green’s function. This propagator use to describe the propagation of quarks and gluons by modifying the presence of an external field, the com-bination of quark-antiquark propagator can be expressed by quark-antiquark Greens func-tion. The result of formalism theoretically implies that the Hamiltonian quark-antiquark interaction can be formed from the quark-antiquark interacting propagator. The propagator carries the physical properties of the interactions that focus on meson interaction such as spin interaction, color interaction, and flavor interaction. Interactions that occur between quark-antiquark can be described by interactions that occur in long-range and short-range conditions. The parameters involved in this interaction are expressed as the spin dependent potential. Spin dependent potential is represented by confinement potential and one gluon exchange potential. The potential of spin-spin interactions expressed and combined with potential contained strong coupling. Interaction of spin-spin only worked in spin space and expressed in singlet state or triplet state. The color interaction expressed in color singlet state and color state described by the color factor, in this case it is expressed by the potential of gluon exchange
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
IMPLEMENTASI MODEL ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMA ISLAM AL-AZHAR 5 CIREBON
Guru harus selalu menggali dan mengembangkan sikap kreatifnya tersebut secaraterus menerus dalam mengelola pembelajaran, misalnya dalam memilih danmenerapkan berbagai pendekatan, metode dan media pembelajaran, karena jikatidak, tujuan pendidikan tidak akan tercapai optimal dengan mengandalkanpendekatan, metode dan media yang terbatas atau monoton. Di antara faktor yangmenjadi kendala dan mempengaruhi tingkat keberhasilan pembelajaran PAImisalnya faktor kehandalan kepemimpinan kepala sekolah, keunggulan siswa,kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum dan memanfaatkan sumberbelajar, Di antara model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajarsiswa secara lebih komprehensif dan yang masih efektif digunakan sampaisekarang adalah model pembelajaran active learning dan pembelajaran terpadu.Model tersebut, secara implisit maupun eksplisit, telah digariskan DepartemenAgama RI. Implementasi model mengajar Active Learning didefinisikan sebagaipelaksanaan dalam praktek nyata atau Putting to work. Pengertian implemntasidalam pengertian ini adalah pelaksanaan model poembelajaran Active Learningyang menuntut activitas siswa dengan kadar yang tinggi dalam melakkukankegiatan-kegiatan belajar. Kegiatan ini meliputi perumusan tujuan, penetapan isipembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, termasuk pegunaan alat, media dansumber sebagaimana dimuat dalam recana pembelajaran. Penelitian dilakukan diSMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon, SMAN 1 Cirebon, SMAN 2 Cirebon, SMAN 5Cirebon, SMA IT Nurussidiq Cirebon kelas XI IPA 1 selama semester genaptahun pelajaran 2013/2014 dan sebagian semester ganjil di awal tahun2013/2014. dengan jumlah siswa di SMA Islam Al Azhar 5 Cirebon 33 orang, diSMAN 1 40 orang, di SMAN 2 Cirebon 40 orang , di SMAN 5 Cirebon 40 orang,dan di SMA IT Nurussidiq 35 orang, Evaluasi pada aspek proses penyelenggaraanjenazah yang mencakup memandikan, mengkafani dan menyalatkan jenazahmenunjukkan tingkat perbaikan dan peningkatan yang signifikan. Evaluasi ranahkognitif pada putaran I dan Putaran II menunjukkan adanya kenaikan nilai ratarata kelas, dari rata-rata 6,48 pada putaran I menjadi 7,42 pada putaran II, ataumeningkat 0,94 digit. Pada putaran I, siswa yang mendapat nilai 9 tidak ada,tetapi pada putaran II, siswa yang mendapat nilai 9 ada 8 orang. Hasil evaluasiranah kognitif dengan nilai tersebut berada dalam kategori baik sekali, sehinggaimpact of active learning strategy (tingkat keterpengaruhan) pembelajarannyamencapai 72%. Pada kategori baik mencapai 45% cukup 9%, kataegori kurangmencapai 8% dan kategori kurang sekali mencapai 27%. Secara keseluruhan.Siswa yang dapat nilai 7 ke atas dalam ranah kognitif mencapai 81%, sehinggatingkat keberhasilan pembelajaran dengan model strategi active learning tercapaidan memiliki tingkat kepengaruhan yang signifikan.Kata Kunci : Model Active Learning, Pembelajaran PA
Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Motivasi Mahasiswa S1 Manajemen Universitas Pamulang
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kompetensi dosen dan kualitas pelayanan berdampak pada keinginan siswa untuk belajar di Program Studi S1 Manajemen Universitas Pamulang. Penelitian ini didasari oleh peran penting yang dimainkan oleh kompetensi dosen dan kualitas pelayanan dalam meningkatkan keinginan siswa untuk belajar di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan teknik kuantitatif dan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa aktif Program Studi S1 Manajemen Universitas Pamulang, yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberi skala 1-4 oleh Likert
- …
