1,720,974 research outputs found
MARKETING POLITIK DALAM KOMUNIKASI POLITIK
Dominasi ekonomi semakin berperan penting dalam kancah perpolitikan. Perkawinan ekonomi dan politik saat ini bagaikan teman satu ranjang yang tak dapat dipisahkan. Politik layaknya industri yang sarat dengan banyak kepentingan dan keuntungan semata. Kekuatan ekonomi tanpa disadari nyata berpengaruh dalam dunia politik. Kelompok yang memiliki akses ekonomi dan politik memanfaatkan momentum pesta demokrasi sebagai ajang menghamburkan uang dengan tujuan jabatan semata. Politik sudah menjadi suatu “industri raksasa” yang butuh banyak modal untuk investasi. Konsekuensi logis yang harus diterima dari semua itu adalah hanya beberapa individu dan kelompok yang mampu dan dapat bermain dalam memenangkan transaksi demokrasi. Pada dasarnya demokrasi dan uang adalah dua sisi yang tak dapat dipisahkan sehingga menjadi komoditas yang dapat mempengaruhi dalam pergolakan politik. Sejalan dengan perubahan sistem pemilihan umum, bentuk-bentuk kampanye politik turut berubah. Penggunaan marketing politik merupakan salah satu cara kampanye modern yang banyak dilakukan saat ini. Melalui survei yang dilakukan konsultan politik, parpol atau politisi bisa mengetahui perilaku pemilih, membuat pertimbangan untuk menentukan calon, membuat program kampanye, dan mengetahui hasil pemilihan lewat penghitungan cepat. Selain itu, konsultan politik bisa memoles calon atau parpol melalui kampanye pencitraan di media massa dengan iklan politiknya
DAKWAH DAN POLITIK ANALISIS TEKNIK MARKETING
Growing climate of democracy in Indonesia since the reform era has opened up opportunities for the various political parties to evolve. Political practice in Indonesia alone has grown so rapidly with applications utilizing various management disciplines such as marketing. Examples of the most obvious application of marketing in Indonesia is positioning in political campaigns. Given the diversity of the people of Indonesia, the positioning of a candidate or a political party should be done differently for each different segments of society. Relationship marketing and the media is very urgent, because the mass media is the type of media addressed to a number of audiences dispersed, heterogeneous and anonymous so that the same message can be received simultaneously and immediately
DAKWAH DI TENGAH KOMUNITAS MODERN
Sebagai suatu aktivitas, dakwah berupaya mengubah suatu situasi tertentu kepada situasi yang lebih baik menurut ajaran Islam. Dakwah sebagai suatu kegiatan komunikasi keagamaan dihadapkan kepada perkembangan dan kemajuan teknlogi komunikasi yang semakin canggih, memerlukan suatu adapasi terhadap kemajuan itu. Artinya dakwah dituntut untuk dikemas dengan terapan media komunikasi sesuai dengan aneka mad’u (komunikan) yang dihadapi. Salah satu unsur keberhasilan dalam berdakwah adalah kepandaian seorang da’i dalam memilih dan menggunakan sarana atau media yang ada. Dalam menghadapai komunitas modern saat ini, hubungan media dan khalayak yaitu sangat urgen karena media memiliki potensi untuk membentuk berbagai isu publik (khalayak)
A Pemetaan Sosio Kultural Mad\u27u dan Pengembangan Dakwah Kota Gorontalo
This paper focuses on the socio-cultural mapping of the Mad\u27u in Gorontalo and the development of its da\u27wah. This study employs qualitative research with sociological, cultural, and da\u27wah approaches that were applied using interviews, observations, and documentation of the sub-district or village government, Da\u27i, religious leaders, and selected communities. Empirical data shows that da\u27wah institutions in Gorontalo City do not have da\u27wah maps. The da\u27wah that is carried out is instant, monotonous, temporary, and not based on the development plan document. Findings; This study found the socio-cultural characteristics of the people of Gorontalo Municipality, consisting of industrial and agricultural communities. The development of this preaching is focused on the ahsan al-\u27amal approach and continuing to defend the ahsan al-qaul. The form of da\u27wah is tablig, tadbir, tatwir, and irshad. The activities are in the form of ta\u27lim, taujih, mau\u27izah, nasihah, irsyad, tadbir, and tatwir.Paper ini fokus pada pemetaan sosio kultural mad\u27u Kota Gorontalo dan pengembangan dakwahnya. Metode; Penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi, budaya serta dakwah diterapkan menggunakan interview, observasi, serta dokumentasi terhadap pemerintah kecamatan/desa, Da\u27i, tokoh agama dan masyarakat yang dipilih. Data empiris menggambarkan lembaga-lembaga dakwah di Kota Gorontalo tidak memiliki peta dakwah. Dakwah yang dijalankan bersifat instan, monoton, temporer dan tidak didasarkan pada dokumen rencana pengembangannya. Temuan; penelitian ini menemukan karakteristik sosio kultur masyarakat Kota Gorontalo terdiri dari masyarakat industrialis dan agraris. Pengembangan dakwahnya difokuskan pada pendekatan Ahsan al-\u27amal di samping terus mempertahankan Ahsan al-qaul. Bentuk dakwahnya adalah tablig, tadbir, tatwir, dan irsyad. Kegiatannya berupa ta\u27lim, taujih, mau\u27izah, nasihah, irsyad, tadbir, dan tatwir
JURNALISTIK DALAM KEMASAN DAKWAH
Abstract;
Dakwah Islam dalam perkembangannya mengalami dinamika yang beragam, baik yang ditentukan oleh subyek dakwah (da'i) maupun realitas obyek (mad’u) Gerakan dakwah saat ini dan yang akan datang dihadapkan pada kondisi social yang berkembang sehingga secara otomatis menuntut pola pengembangan gerakan dakwah yang sistematis, baik secara teoritis maupun secara aplikatif. Dakwah bil qalam atau dakwah dengan menggunakan pena, dalam hal ini aktifitas tulis-menulis (jurnalistik). Dakwah bil qalam selayaknya membutuhkan keseriusan bagi para da'i jika dibandingkan dengan dakwah bil lisan. Alasan utamanya adalah untuk masa sekarang ini manusia cenderung memanfaatkan media (media massa) dalam mencari berbagai informasi yang dibutuhkan, disamping itu media tulisan dapat tersimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga bisa menjangkau obyek yang banyak. Berdakwah melalui media massa (koran, majalah, dll, atau disebut juga surat kabar) mempunyai cara dan karakteristik tersendiri, berbeda dengan berdakwah pada media lainnya, Surat kabar adalah salah satu komunikasi masyarakat pembaca yang sangat besar pengaruhnya terhadap pembacanya. Oleh karena itu menulis pesan-pesan dakwah dalam sebuah koran maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu tulisan bemuansa dakwah itu akan dikonsumsikan kepada media apa, apakah media pers khusus Islam atau pers umum. Menulis dakwah untuk media pers khusus Islam memiliki teknik dan era yang sedikit berbeda dengan menulis di media pers UU.
Kata Kunci:
Jurnalistik, Kemasan
Islamic da’wa in its development dynamics are diverse, which is determined by the subject of propaganda (preacher) and the reality of the object (mad'u) propaganda movement today and the future faced with growing social conditions that automatically demanding missionary movement patterns of development systematic, both theoretical and applicative. Da'wa bil Qalam or da’wa by using the pen, in this case the activity of writing (journalism). Da'wah bil Qalam should require the seriousness of the preachers when compared with oral propaganda bil. The main reason is to present these people tend to use the media (media) to find the information needed, in addition to the medium of writing can be stored in the long term so that it can reach a lot of objects. Preaching through the mass media (newspapers, magazines, etc., or also called the newspaper) has its own characteristic way and, in contrast to preach in other media, newspapers are one of the reading public communication enormous influence on readers. Therefore, write messages of propaganda in a newspaper there are several things to note are writing propaganda bemuansa it will be consumed on any media, whether the news media specifically Islamic or general press. Writing da’wa for the specialized press media techniques and Islam have a slightly different era by writing in the press law.
Keywords:
Journalism, Packagin
Pengembangan Dakwah Berbasis Pemetaan Sosio Kultural Mad’u di Kota Gorontalo
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan sosio kultur mad’u Kota Gorontalo, secara geografi merupakan wilayah yang relatif komplit, terdiri dari dataran, pesisir, pegunungan dan danau. Karakteristik masyarakatnyapun secara sosial, heterogen, terdiri dari masyarakat industrialis atau berkarakter kehidupan kota dan masyarakat agraris atau masih berpegang pada adat dan tradisi. Secara demografi kondisi mad’u Kota Gorontalo sangat bervariasi, baik dari segi jumlah penduduk, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan serta sarana ibadah dan sarana hiburan. Organisasi Islam yang ada di Kota Gorontalo, yaitu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Wahdah Islamiyah, Salafi dan Jamaah Tablig. Pengembangan dakwah berbasis pemetaan sosio kultur mad’u di Kota Gorontalo yang meliputi pengembangan dakwah pada aspek pendekatan, bentuk, dan fokus kegiatan dakwah dapat disimpulkan sebagai berikut; pada aspek pendekatan dakwah secara keseluruhan diketahui menggunakan pendekatan Ahsan al-qaul dan Ahsan al-’amal. Pada aspek bentuk-bentuk dakwah diperoleh hasil yang bervariasi di masing-masing kecamatan. Secara umum bentuk-bentuk dakwah tersebut ialah; tablig, tadbir, tatwir, dan irsyad. Sedangkan pada aspek fokus kegiatan dakwah juga bervariasi untuk setiap kecamatannya. Secara umum untuk wilayah Kota Gorontalo, fokus dakwahnya meliputi; ta’lim, taujih, mau’izah, nasihah} (bentuk irsyad), pengelolaan masjid, pengelolaan Majelis Taklim, pengelolaan ZIS, pengelolaan Lembaga Dakwah, pengelolaan organisasi masyarakat, dan pengelolaan HUZ (bentuk tadbir), pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan lingkungan hidup dan pemberdayaan SDI (bentuk tatwir), dan khitâbah diniyyah dan khitabah ta’siriyyah, kitabah dan seni Islam (bentuk tablig)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
