1,720,988 research outputs found

    Peranan bimbingan rohani Islam dalam mengurangi tingkat stres pada pasien keguguran di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

    No full text
    Seseorang yang sedang hamil akan bahagia jika calon bayi dalam kandungannya sehat sehingga tidak ada kecenderungan mengalami keguguran. Jika terjadi keguguran inilah yang menyebabkan seorang ibu dengan tiba-tiba akan merasa kecewa dan kehilangan karena calon bayi yang didambakan lahir ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Dengan keadaan seperti itulah seseorang akan mengalami kegoncangan dalam hidupnya. Orang yang keguguran akan mengalami dampak pada fisik salah satunya stres. Stres adalah suatu keadaan yang bersifat internal, yang bisa disebabkan oleh tuntutan fisik (badan), atau lingkungan, dan situasi sosial, yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol. Maka dari itu pasien keguguran membutuhkan bimbingan untuk mengurangi stres yang sedang dialaminya dengan memberikan dukungan dan motivasi. Karena dengan adanya bimbingan rohani dalam proses didalamnya, maka pasien bisa tersugesti dan menjadi lebih tenang dan bersemangat untuk sembuh. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yaitu yang bertujuan untuk mencari jawaban permasalahan yang diajukan secara sistematik berdasarkan fakta-fakta yang ada di RSI Sultan Agung Semarang, yaitu berkaitan dengan pasien keguguran. Fokus kajian mengenai pasien keguguran yang kemudian bagaimana peranan bimbingan rohani Islam dalam mengurangi tingkat stres. Dari data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan model Miles dan Huberman yang terbagi menjadi beberapa tahap yaitu: data reduction, data display dan verification. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan Pertama, pasien keguguran di RSI Sultan Agung Semarang mengalami kondisi tingkat stres I, II, dan III. Kedua, bahwa peranan bimbingan rohani Islam dapat menurunkan tingkat stres pada pasien keguguran, hal ini dibuktikan dengan kondisi pasien yang lebih baik, penerimaan diri dalam mengikhlaskan janin yang keguguran, serta motivasi untuk selalu berusaha mendapatkan keturunan

    Pelaksanaan pengajian malam untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an pada anak di Masjid Al-Ikhlas Desa Tandikek Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal

    Full text link
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pengajian malam untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak. Hal ini ditandai dengan adanya kendala yang dihadapi guru mengaji dalam pelaksanaan pengajian malam seperti kenakalan anak-anak, kemalasan anak-anak serta pengaruh dari lingkungan luar dalam pelaksanaan pengajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pelaksanaan pengajian malam untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak di Masjia Al-Ikhlas Desa Tandikek Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal serta untuk mengetahui apa saja kendala dalam pelaksanaan pengajian malam untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak di Masjid Al-Ikhlas Desa Tandikek Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunkan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak melakukan pengukuran akan tetapi mengkaji untuk menemukan atau human instrument yang berfungsi untuk menetapkan fokus penelitian, memilih informasi yang diperoleh, menganalisis dan menafsirkan data serta membuat kesimpulan dari hasil temuan. Tehnik pengumpulan data data dilakukan secara triangulasi atau gabungan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajian malam untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an meliputi: 1) sistem pelaksanaan pengajian malam, 2) waktu pelaksanaan pengajian malam, 3) materi yang disampaikan, 4) metode yang digunakan, 5) cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, 6) peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak-anak. Adapun kendala dalam pelaksanaan pengajian malam meliputi: 1) kenakalan dan kemalasan anak-anak, 2) pengaruh lingkungan luar, 3) waktu yang terlalu singkat

    Bimbingan Tahfidz Qur’an oleh orang tua dalam keluarga: Studi kasus bimbingan Tahfidz Quran di desa Padamulya kecamatan Majalaya di keluarga bapak Asep Saepudin dan keluarga Bapak Ace Kurniawan

    Full text link
    Bimbingan Keluarga merupakan bantuan yang dilakukan orang tua terhadap anak mereka melalui pola asuh yang setiap harinya diterapkan dalam keluarga. Bimbingan keluarga yang diberikan begitu penting bagi perkembangan seorang anak khususnya perkembangan keagamaan anak agar terjadi perubahan perilaku keteladanan yang positif pada diri individu yang akan memberi dampak positif pula terhadap lingkungannya. Islam telah memberikan kurikulum berupa Kurikulum Islam dan pendidikan yang didalamnya terdapat anjuran untuk mengajari anak-anak menghafal Al-Qur’an sejak kecil, karena Al-Qur’an membangun prilaku dan akhlaq, juga memelihara lisan, serta mengokohkan aqidah. Menghafal al-Qur’an adalah suatu bentuk interaksi umat islam dengan al- Qur’an yang telah berlangsung sejak al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui cara membangun kesadaran diri pada anak dalam menghafal al-qur’an dikeluarga (2) mengetahui Langkah-langkah orang tua dalam melakukan bimbingan menghapal Qur’an terhadap anaknya (3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat orang tua dalam memberikan bimbingan menghafal Qur’an kepada anaknya. Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan pendekatan kualitiatif dengan jenis pendekatan studi kasus yaitu dengan memaparkan sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan masalah yang diteliti sehingga memperoleh hasil yang jelas melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) untuk membangun kesadaran diri anak dalam menghafal al-Qur’an orang tua selalu membiasakan anak-anaknya untuk selalu membaca dan menghafal walaupun itu hanya 1,2 atau 3 ayat yang terpenting anak tidak meninggalkan membaca Al-Qur’an. (2) langkah-langkah yang di terapkan dalam keluarga penghafal Al-Qur’an ini adalah adanya kerja sama antar anggota keluarga akan memudahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. namun tetap peran orang tua sangat penting terutama dalam hal contoh teladan di rumah. (3) dorongan semangat dan motivasi orang tua merupakan factor pendukung yang paling penting dalam membimbing anak menghafal Al-Qur’an sedangkan untuk factor penghambat yang paling utama bagi anak adalah handphone maka solusi untuk factor penghambat ini orang tua memberikan pemahaman mengenai manajemen diri kepada anak supaya anak paham tentang tugas dan kewajibannya sebagai penghafal Al-Qur’an

    HOTS Based Maharah Qira'ah Summative Assessment Instrument Innovation on the Ability of Class VIII Students of Diponegoro Middle School Depok Sleman Yogyakarta

    Full text link
    Abstract This research aims to examine the innovation of the HOTS-based Maharah Qira'ah summative assessment instrument for differences in student abilities in class VIII of Diponegoro Middle School, Depok, Sleman Yogyakarta. This research uses a descriptive qualitative research design. The research results showed that there were 35 questions used as end-of-semester assessments, consisting of 30 multiple choice practice questions and 5 description questions. The summative assessment instrument for Maharah Qira'ah based on HOTS levels C-1 (Knowledge), C-2 (Understanding), and C-3 (Application) is found on the first page of questions number one to seven and the following pages number eight to eighteen. Maharah Qira'ah summative assessment instruments based on HOTS levels C-5 (evaluation) and C-6 (creating) are not yet available in the end of odd semester assessment questions. Level C-4 (analyzing) is found in the Maharoh Qira'ah summative assessment instrument innovation for questions number 8, 9, 10, 11, 12. Level C-4 (analysis) is found in the innovation of the underlined part of the word question and the description question. Level C-5 (evaluating) is found in the innovation of the Qira'ah-based summative assessment instrument for questions number 13 and 14. Meanwhile, level C-6 (creating) is found in the form of innovation for questions number 18, 19 and 20. Differences in student abilities are based on learning styles, interests and potential. Research related to the innovation of formative and summative assessment instruments Maharah Kalam, Maharoh Kitabah based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) is recommended so that further research can be carried out.   Keywords: Differences in Student Abilities; HOTS; Summative Assessmen

    Pengaruh Pelatihan dan Jenjang Karier Terhadap Kinerja Karyawan pada PT Andalan Berjaya Nusantara

    Full text link
    Berdasarkan hasil uji-t nilai t variabel (X1) 14,290 > 2 atau nilai sig-nya 0,000 2 dan nilai sig-nya 0,000 < 0,05, yang berarti H2 diterima. Maka artinya jenjang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya pada uji F-statistik secara simultan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat dengan nilai signifikan < 0,05 yaitu 0,000 Berarti semua variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, maka artinya H3 diterima. Kesimpulannyasecara simultan variabel pelatihan dan jejang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Andalan Berjaya Nusantara

    ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PENGEMBANGAN FASILITAS PEDESTRIAN DI KABUPATEN PASURUAN (Studi Ruas Jalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan)

    Full text link
    Jalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan merupakan kawasan yang menjadi pusat kegiatan pendidikan terpadat disalah satu Kabupaten Pasuruan. Pada kawasan ini menjadi tujuan setiap orang dari segala lapisan masyarakat dan berbagai sarana transportasi. Berbagai kegiatan masyarakat seperti berjalan, pergi sekolah, kuliah, bekerja, berdagang, serta pergi ke sawah. Aktivitas komersil mengundang pelaku-pelaku aktivitas di ruang publik lain yang memanfaatkan hilir mudik pejalan kaki. Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif-kuantitatif, untuk menjawab perumusan masalah mengenai karakteristik dan pengembangan fasilitas pedestrian di jalan kecamatan Purwosari. Dalam penelitian ini diperoleh karakteristik pejalan kaki dalam melakukan pergerakan di jalan Kecamatan Purwosari meliputi volume rata-rata pejalan kaki pada jam puncak sebanyak 186 org/menit dan kecepatan rata-rata pejalan kaki yaitu 56,09 m/mnt serta kepadatan (Density) pejalan kaki berjumlah 3,42 org/m/menit

    ANALISA MANAJEMEN WAKTU PADA REHABILITASI BANGUNAN PASAR ARJOWINANGUN KABUPATEN PACITAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ARROW DIAGRAM

    No full text
    Pembangunan merupakan pondasi dasar untuk perekonomian. Ketersediaan konstruksi bangunan seperti pasar dapat mendukung perekonomian suatu wilayah. Dalam pembangunan suatu bangunan pasar diperlukan perencanaan manajemen waktu yang matang. Sehinggah proyek dapat selesai tepat waktu.Penelitian ini membahas mengenai analisa jalur kritis pada Proyek Rehabilitasi Bangunan Pasar Arjowinangun dengan menggunakan metode arrow diagram. Dengan menggunakan metode arrow diagram, dapat diketahui pekerjaan apa saja yang masuk lintasan kritis.Dari hasil penelitian pada Proyek Rehabilitasi Bangunan Pasar Arjowinangun, Kabupaten Pacitan, diperoleh lintasan terpanjang selama 84 hari atau disebut lintasan kritis. Pekerjaan-pekerjaan yang masuk lintasan kritis tersebut antara lain : pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pondasi, pekerjaan beton lantai 1, pekerjaan instalasi listrik, pekerjaan pintu, pekerjaan cat finishing. Kata Kunci : Manajemen Waktu , Arrow Diagram, Lintasan Kriti

    Students’ use of Instagram as a resource for self-directed learning on vocabulary

    Full text link
    Instagram it’s frequently use as a learning resource because it is mostly used as social media among students. Instagram also provides English learning content and it can be found by the students to support their self-directed learning. This study aims to explore the contents of English learning on Instagram used by students at MAN 2 Magelang and their strategies in optimizing self-directed learning on vocabulary. This study uses qualitative descriptive design to get in-depth and detailed information about Instagram used as a resource for self-directed learning on vocabulary. There were 7 students of grade eleven involved as the participants with criteria have Instagram account and following English learning account. The Instagram account they follow are @studyenglish.id, @kampunginggrisjagoan, @englishpix, @ngocehenglishcom, @tipspedia.id, and @belajar_bahasa_inggris. This study use interview as a data collecting method in order to answer the formulation. After collecting data, the data was analyzed use data reduction, data display, and conclusion. The result shows that the students mentioned their following Instagram accounts that provide English learning content for learn vocabulary. However, each participant has their own way in optimizing self-directed learning such as choosing interesting contents for learning vocabulary, selecting the contents that suits with their interest, taking notes of what they got from Instagram, practicing how to pronounce the new vocabulary in front of the mirror, choosing an effective tool for their self-directed learning, have free access the materials, and doing self-monitoring and self-evaluating on self-directed learning process. This finding highlights that students can finds Instagram accounts that share those English learning contents to support and optimizing their self-directed learning

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore