1,721,409 research outputs found

    PENGARUH PUPUK KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PADA TAHAP PEMBIBITAN UTAMA(MAIN NURSERY)

    Get PDF
    Penelitian dalam bentuk percobaan ekperimen telah dilaksanakan dikebun percobaan Kampus III Universitas Andalas dharmasraya. Dari bulan Maret–Juni 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kotoran walet terhadap perumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama (main nursery). Penelitian disusun dalam Rancangan Acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian merupakan percobaan lapangan dengan mengunakan polibag. Sebagai perlakuan adalah pupuk kotoran walet yaitu : 0,000 kg/ polibag; 0,375 kg/ polibag; 0,750 kg/ polibag; 1,125 kg/ polibag; dan 1, 500 kg/ polibag. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf 5 %. Apabila F hitung lebih besar dari F tabel, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5 %. Variabel yang diamati adalah tinggi bibit, jumlah daun per bibit, panjang helaian daun terpanjang, dan diameter bonggol/pangkal batang, panjang akar terpanjang, jumlah akar per bibit, berat segar dan kering tajuk, dan berat segar dan kering akar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian beberapa dosis pupuk kotoran walet belum memperlihatkan perbedaan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama (main nursery). Kata kunci : bibit, kelapa sawit, kotoran walet, main nurser

    Kultum setahun : muharram, shafar, rabi'ul awwal, rabi'ul akhir, jumadil awwal, jumadil akhir, rajab

    No full text
    Buku ini merangkum materi kultum selama setahun yang disajikan dalam bentuk ceramah, nasihat, dan fatwa. Materi kajiannya berisi tema-tema keislaman yang meliputi akidah, ibadah, muamalah, dan problematika kekinian. Pada buku 2 jilid ini berisi materi kultum selama setahun, yakni bulan Muharram, Shafar, Rabi�ul Awwal, Rabi�ul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya�ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul Qa�dah, Dan Dzul Hijja

    PENDIDIKAN ISLAM MASA MAJAPAHIT DAN DAKWAH SYEKH JUMADIL KUBRO

    Get PDF
    Bahasa Indonesia: Membahas sosok Syekh Jumadil Kubro, tidak lepas dari perdebatan panjang dalam menemukan sejarah utuh tentang asal usulnya. Dari manakah dia? Bagaimanakah kehidupannya? Di manakah dia bersemayam pada akhir hayatnya? Berpijak pada pertanyaan-pertanyaan tersebut, menjadi menarik ketika membahas sebuah sarasehan dalam peringatan haul ke 632 Syekh Jumadil Kubro yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Mojokerto. Dari sejumlah pakar, baik dari ahli arkeologi, sejarahwan maupun dari kalangan ulama yang diundang ada benang merah dalam menyepakati sosok Syekh Jumadil Kubro. Syekh Jumadil Kubro adalah tokoh nyata dan benar adanya dan bukan tokoh fiktif. Jika melihat konversi besar-besaran penduduk Jawa kepada Islam, maka sah untuk menyatakan kehebatan dan kelihaian Syekh Jumadil Kubro di dalam mengatur dakwah Islamnya. Bagaimana tidak, kekuatan Hindu-Majapahit yang begitu kokoh dengan didukung nama besar kerajaannya mampu “ditaklukan” dalam cengkraman aqidah Islam.   English: The discussion of Syekh Jumadil Kubro figure cannot be denied from a long debate regarding its comprehensive history. Where he came from, how his life was, and where he buried in are still debatable. Beginning from the previously mentioned questions, it is interesting to discuss about a seminar within the event of 632nd annual commemoration of Syekh Jumadil Kubro which was conducted by Department of Tourism and Culture of Mojokerto District. The discussion by archeologist, historian, and ulamas ended up with a conclusion regarding the syekh figure. The figure was real. From mass conversion from Hinduism to Islam in Java, it was concluded that the syekh had a very effective missionary strategy so that the Hindus-Majapahit transformed into a Muslim society

    PENDIDIKAN ISLAM MASA MAJAPAHIT DAN DAKWAH SYEKH JUMADIL KUBRO

    No full text
    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bahasa Indonesia:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membahas sosok Syekh Jumadil Kubro, tidak lepas dari perdebatan panjang dalam menemukan sejarah utuh tentang asal usulnya. Dari manakah dia? Bagaimanakah kehidupannya? Di manakah dia bersemayam pada akhir hayatnya? Berpijak pada pertanyaan-pertanyaan tersebut, menjadi menarik ketika membahas sebuah sarasehan dalam peringatan haul ke 632 Syekh Jumadil Kubro yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Mojokerto. Dari sejumlah pakar, baik dari ahli arkeologi, sejarahwan maupun dari kalangan ulama yang diundang ada benang merah dalam menyepakati sosok Syekh Jumadil Kubro. Syekh Jumadil Kubro adalah tokoh nyata dan benar adanya dan bukan tokoh fiktif. Jika melihat konversi besar-besaran penduduk Jawa kepada Islam, maka sah untuk menyatakan kehebatan dan kelihaian Syekh Jumadil Kubro di dalam mengatur dakwah Islamnya. Bagaimana tidak, kekuatan Hindu-Majapahit yang begitu kokoh dengan didukung nama besar kerajaannya mampu “ditaklukan” dalam cengkraman aqidah Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;English:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The discussion of Syekh Jumadil Kubro figure cannot be denied from a long debate regarding its comprehensive history. Where he came from, how his life was, and where he buried in are still debatable. Beginning from the previously mentioned questions, it is interesting to discuss about a seminar within the event of 632&lt;sup&gt;nd&lt;/sup&gt; annual commemoration of Syekh Jumadil Kubro which was conducted by Department of Tourism and Culture of Mojokerto District. The discussion by archeologist, historian, and ulamas ended up with a conclusion regarding the syekh figure. The figure was real. From mass conversion from Hinduism to Islam in Java, it was concluded that the syekh had a very effective missionary strategy so that the Hindus-Majapahit transformed into a Muslim society.&lt;/p&gt;</jats:p

    Pendidikan Islam Masa Majapahit Dan Dakwah Syekh Jumadil Kubro

    Get PDF
    Bahasa Indonesia:Membahas sosok Syekh Jumadil Kubro, tidak lepas dari perdebatan panjang dalam menemukan sejarah utuh tentang asal usulnya. Dari manakah dia? Bagaimanakah kehidupannya? Di manakah dia bersemayam pada akhir hayatnya? Berpijak pada pertanyaan-pertanyaan tersebut, menjadi menarik ketika membahas sebuah sarasehan dalam peringatan haul ke 632 Syekh Jumadil Kubro yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Mojokerto. Dari sejumlah pakar, baik dari ahli arkeologi, sejarahwan maupun dari kalangan ulama yang diundang ada benang merah dalam menyepakati sosok Syekh Jumadil Kubro. Syekh Jumadil Kubro adalah tokoh nyata dan benar adanya dan bukan tokoh fiktif. Jika melihat konversi besar-besaran penduduk Jawa kepada Islam, maka sah untuk menyatakan kehebatan dan kelihaian Syekh Jumadil Kubro di dalam mengatur dakwah Islamnya. Bagaimana tidak, kekuatan Hindu-Majapahit yang begitu kokoh dengan didukung nama besar kerajaannya mampu “ditaklukan” dalam cengkraman aqidah Islam. English:The discussion of Syekh Jumadil Kubro figure cannot be denied from a long debate regarding its comprehensive history. Where he came from, how his life was, and where he buried in are still debatable. Beginning from the previously mentioned questions, it is interesting to discuss about a seminar within the event of 632nd annual commemoration of Syekh Jumadil Kubro which was conducted by Department of Tourism and Culture of Mojokerto District. The discussion by archeologist, historian, and ulamas ended up with a conclusion regarding the syekh figure. The figure was real. From mass conversion from Hinduism to Islam in Java, it was concluded that the syekh had a very effective missionary strategy so that the Hindus-Majapahit transformed into a Muslim society

    Melacak model penyebaran Islam di tengah masyarakiat hindhu-budhs oleh Sayyid Jumadil Kubro

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan skripsi yang berjudul "melacak model penyebaran islam di tengah-tengah masyarakat hindhu-budha 0leh sayyid jumadil kubro di trowulan. skripsi ini bertujuan untuk mengetagui model atau gaya penyebaran islam oleh sayyid jumadil kubro di tengah-tengah masyarakat hindhu-budha. bagaimana model yang dilakukan oleh sayyid jumadil kubro bisa menembus dinding-dinding kerajaan majapahit sehimgga islam pun menjadi berkembang pesat di wilayah kerajaan majapahit. guna menjuawab pertanyaan di atas, penulis menggunakan tekhnik penelitian sejarah yang menggunakan pendekatan histori

    Peran Syekh Jumadil Kubro dalam penyebaran Islam di Jawa menurut Mochammad Cholil Nasiruddin

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul Peran Syekh Jumadil Kubro dalam Penyebaran Islam di Jawa Menurut Mochammad Cholil Nasiruddin. memiliki tiga fokus penelitian, yaitu: Bagaimana keadaan masyarakat Jawa sebelum Islam. Bagaimana riwayat hidup Syekh Jumadil Kubro. Bagaimana peran Syekh Jumadil Kubro dalam menyebarkan Islam di Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan pendekatan historis. Pendekatan tersebut digunakan peneliti bertujuan untuk menghasilkan bentuk dan proses dari peristiwa sejarah dan untuk menjelaskan sejarah masyarakat Jawa dan riwayat hidup Syekh Jumadil Kubro. Dalam penelitian ini menggunakan Teori Peran dari Biddle dan Tomas yang menjelaskan seorang tokoh yang memiliki peran tertentu dapat mempengaruhi masyarakat dengan apa yang dilakukannya. Selain itu juga harus mematuhi norma sosial yang berlaku. Adapun metode yang digunakan oleh peneliti dalam penulisan sejarah ini adalah: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) kondisi kegamaan masyarakat Jawa sebelum Islam menganut Animisme dan Dinamisme, Hindu, Buddha. Bentuk pemerintahan adalah kerajaan-kerajaan dengan sektor ekonomi ditopang oleh pertanian dan perdagangan. (2) Syekh Jumadil Kubro datang dari Uzbekistan dengan tujuan berdakwah dari satu wilayah ke wilayah lain, yang akhirnya melakukan Islamisasi di Pulau Jawa terutama Kerajaan Majapahit. (3) Peran yang diambil dalam islamisasi oleh Syekh Jumadil Kubro adalah dengan cara berdagang dan mendekati tokoh kerajaan serta rakyat biasa

    Contested Authorities in the Haul of Sheikh Jumadil Kubro in Tralaya

    No full text
    This study investigates the dynamics of the haul ceremony of Sheikh Jumadil Kubro in Tralaya, Mojokerto, East Java which is contested between KH Ismail’s family and the cultural figures supported by the local government. Using a qualitative research approach this study found that the haul ritual of Sheikh Jumadil kubro in Tralaya was held in two different versions, that is, Ismail's family carried out their haul ceremony called jam’ul jawami’, meanwhile Wulung as a figure of Sentonorejo Village initiated the haul ceremony of Sheikh Jumadil Kubro in the form of kirab budaya. This different ceremonial practice of haul leads to theological conflict. The house of Ismail accused  Wulung and the administration of Sentonorejo Village of having made an innovation in religious practices (bid’ah) in the sense that kirab budaya was not taught by Sheikh Jumadil Kubro. Meanwhile,  Wulung was convinced that the idea of kirab budaya incorporated within the haul ceremony of Sheikh Jumadil Kubro intended to preserve the Majapahit culture that is suitable with Sheikh Jumadil Kubro's religious teachings. However, although the contest between two actors of the haul ceremony was inevitable, they were able to meet and share in terms of economic interest

    Contested Authorities in the Haul of Sheikh Jumadil Kubro in Tralaya

    Get PDF
    This study investigates the dynamics of the haul ceremony of Sheikh Jumadil Kubro in Tralaya, Mojokerto, East Java which is contested between KH Ismail’s family and the cultural figures supported by the local government. Using a qualitative research approach this study found that the haul ritual of Sheikh Jumadil kubro in Tralaya was held in two different versions, that is, Ismail's family carried out their haul ceremony called jam’ul jawami’, meanwhile Wulung as a figure of Sentonorejo Village initiated the haul ceremony of Sheikh Jumadil Kubro in the form of kirab budaya. This different ceremonial practice of haul leads to theological conflict. The house of Ismail accused  Wulung and the administration of Sentonorejo Village of having made an innovation in religious practices (bid’ah) in the sense that kirab budaya was not taught by Sheikh Jumadil Kubro. Meanwhile,  Wulung was convinced that the idea of kirab budaya incorporated within the haul ceremony of Sheikh Jumadil Kubro intended to preserve the Majapahit culture that is suitable with Sheikh Jumadil Kubro's religious teachings. However, although the contest between two actors of the haul ceremony was inevitable, they were able to meet and share in terms of economic interest

    Internalization of Sheikh Jumadil Kubro's Da'wah Values for Character Education in History Subjects of the Merdeka Curriculum

    Get PDF
    This research aims to explore and analyze the internalization process of the da'wah (Islamic propagation) values bequeathed by Sheikh Jumadil Kubro and their implementation in shaping students' character through the History subject in the Merdeka Curriculum. Sheikh Jumadil Kubro was a great 14th-century scholar who spread Islam in the Nusantara region. This research employs a qualitative method with a literature study aimed at exploring Sheikh Jumadil Kubro's da'wah values. The research findings reveal that Sheikh Jumadil Kubro possessed three characters relevant to the Pancasila Student Profile: 1) noble character, 2) global diversity, 3) critical reasoning. Thus, the integration of Sheikh Jumadil Kubro's da'wah values into the teaching of History in the Merdeka Curriculum can serve as a relevant model for producing a generation with an Islamic and patriotic character
    corecore