1,721,194 research outputs found
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU “SERI KELUARGA SAKINAH: SENYUM CERIA RAMADHAN” KARYA BAMBANG JOKO SUSILO
Adanya globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya kemerosotan karakter. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kasus bullying, pencurian, kekerasan seksual, korupsi, pembunuhan, dan sebagainya. Untuk menangani hal tersebut pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan sastra seperti buku cerita anak. Buku “Seriَّ Keluargaَّ Sakinah:َّ Senyumَّ Ceriaَّ Ramadhan”َّ karyaَّ Bambangَّ Joko Susilo
merupakan buku anak islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilaiَّ pendidikanَّ karakterَّ dalamَّ bukuَّ “Seriَّ Keluargaَّ
Sakinah:َّ Senyumَّ Ceriaَّ Ramadhan”َّ karyaَّ Bambangَّ Jokoَّ Susiloَّ dan relevansinya
terhadap tugas perkembangan anak usia sekolah dasar.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menghasilkan serta mengolah data yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Maka kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis (melalui pembacaan, analisa, dan validasi) buku Seri Keluarga Sakinah: Senyum Ceria Ramadhan karya Bambang Joko Susilo dan mengomunikasikan teori yang digunakan dalam bentuk kalimat deskriptif tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku Seri Keluarga Sakinah: Senyum Ceria Ramadhan karya Bambang Joko Susilo.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku Seri Keluarga Sakinah: Senyum Ceria Ramadhan dengan jumlah 11 karakter yaitu religius, jujur, toleransi, kerja keras, demokratis, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan peduli sosial. Sedangkan relevansinya dengan tugas perkembangan anak usia sekolah dasar adalah membina hidup sehat, belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok, belajar membaca, menulis, dan berhitung untuk berpartisipasi dalam masyarakat, dan mengembangkan hati nurani, moral, dan nilai-nilai
NILAI MORAL DALAM NOVEL ANAK ALLAH SELALU BERSAMA KITA KARYA BAMBANG JOKO SUSILO (KAJIAN MORALITAS IMMANUEL KANT)
Perkembangan kepribadian anak selain dapat terbentuk lewat lingkungannya, contoh yang diberikan orang tua, sekolah, sampai pada kehidupan sosialnya (dunia bermain), novel anak juga memiliki peranan penting untuk membentuk kepribadian anak dalam bentuk bacaan. Itulah alasan peneliti untuk mengambil fokus novel anak yang berjudul Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo karena di dalam novel anak tersebut, banyak sikap dan perilaku tokoh yang baik untuk ditiru. Sikap dan perilaku tokoh tersebut mengandung nilai moral. Fungsi nilai moral untuk anak sendiri dapat membiasakan anak dalam berperilaku baik, mempunyai etika, rasa tanggung jawab, dan melaksanakan kewajibannya dengan baik. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana nilai moral ketuhanan dalam novel anak Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo? (2) Bagaimana nilai moral sosial dalam novel anak Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo? (3) Bagaimana nilai moral diri sendiri dalam novel anak Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo?
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik. Pendekatan pragmatik adalah pendekatan yang ingin yang ingin memperlihatkan kesan dan penerimaan pembaca terhadap karya sastra. Artinya, pendekatan pragmatik memandang karya sastra sebagai suatu sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Nilai moral merupakan satu di antara beberapa tujuan yang akan disampaikan kepada pembaca melalui pendekatan pragmatik.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa: (1) nilai moral ketuhanan mencakup tiga bentuk nilai moral, yaitu melakukan salat, menaati anjuran agama, dan mengajarkan ilmu agama, (2) nilai moral sosial juga mencakup tiga bentuk nilai moral, yaitu peduli terhadap sesama, membantu sesama, dan saling menghormati, sedangkan (3) nilai moral diri sendiri mencakup empat bentuk nilai moral, yaitu berpikiran positif, berinisiatif, bersikap ikhlas, dan bekerja keras.
Kata kunci: Nilai Moral Ketuhanan, Nilai Moral Sosial, Nilai Moral Diri Sendir
Aspek Sosial Dalam Novel Anak-Anak Merapi Karya Bambang Joko Susilo: Tinjauan Sosiologi Sastra Dan Implementasi Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
This research has three purposes to describe, : (1) the structure that builds novel of
Anak-Anak Merapi by Bambang Joko Susilo, (2) the social aspect contained in the
novel Anak-Anak Merapi by Bambang Joko Susilo (3) the implementation of the
research novel of Anak-Anak Merapi by Bambang Joko Susilo as literature learning
materials in SMP Muhammadiyah 1 Kartasura. The method that is used in this
research is qualitative description. The data of research is paragraphs from Anak-
Anak Merapi by Bambang Joko Susilo. The primary data is of Anak-Anak Merapi
by Bambang Joko Susilo and the secondary data is from relevance article same with
object this research. The technique of gathering information in this research uses the
scrutinizes and writing techinques and interview. The validity of the data in this
research uses triangulation. Data analysis technque uses the dialectic method. There
are three results of this research. (1) The structure that builds novel Anak- Anak
Merapi that consist of themes is The life of the people around Mount Merapi. The
characters are Mr.Widodo, Yudhsitira, Bimo, Juno, Mr Widodo wife, Rukmi, Mbah
Karso and Gimok. The plotting story is in front. Setting of place is Yogjakarta in
Umbulharjo village when 2010. (2) The social aspects of the novel include culture:
belief, religion, and morals, social environment: crime, prostitution, lifestyle,
profession and social behavior, and economics of production and income , (3) The
results of this study are intrinsic and extrinsic elements. It is appropriate to be
implemented as a literary material. Because it has met the criteria in the selection of
teaching materials in terms of language, psychology and cultural background
students. Then refer to Education Unit Level Curriculum (KTSP) junior high school
grade VIII semester 2. Learning novel also in accordance with SK 13,14 and 1
NILAI KEMANUSIAAN DALAM NOVEL SUATU HARI DI STASIUN BEKASI KARYA BAMBANG JOKO SUSILO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kemanusiaan dalam novel Suatu Hari di Stasiun Bekasi dan unsur fiksi yang digunakan untuk mengekspresikan nilai kemanusiaan. Sumber data penelitian ini adalah novel Suatu Hari di Stasiun Bekasi karya Bambang Joko Susilo cetakan pertama tahun 2008 dan diterbitkan oleh Penerbit CV. Artha Rivera. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan nilainilai kemanusiaan yang dikaji secara sosiologi sastra, khususnya sosiologi karya sastra. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas (semantis dan referensial) dan reliabilitas (interrater dan intrarater). Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, nilai-nilai kemanusiaan dalam novel Suatu Hari di Stasiun Bekasi, yaitu meliputi cinta keluarga, persahabatan, cita-cita, tolong-menolong. Kedua, Unsur Fiksi yang Digunakan untuk Mengekspresikan Nilai Kemanusiaan, yaitu tokoh, latar, alur, dan tema
PERAN BANK INDONESIA DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MELALUI KEUANGAN INKLUSIF (Studi Kasus di Perkumpulan Tenaga Kerja Indonesia Purna Binaan KPw Bank Indonesia Kediri)
Skripsi dengan judul “Peran Bank Indonesia dalam pemberdayaan Usaha
Mikro Kecil dan Menengah melalui Keuangan Inklusif (Studi Kasus di
Perkumpulan Tenaga Kerja Indonesia Purna Binaan KPw Bank Indonesia
Kediri)” ini ditulis oleh Joko Susilo, NIM. 1702153513, Jurusan Ekonomi
Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Tulungagung, Dosen pembimbing Dr. Hj. Chusnul Chotimah,M.Ag.
Keberhasilan pembangunan nasional ditandai dengan tercipatnya sistem
keuangan yang stabil dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bank Indonesia memiliki program melalui keuangan inklusif. Dan dalam hal ini
Bank Indonesia memiliki tiga peran yaitu sosialisasi, edukasi dan monitoring yang
mana dapat dimplementasikan UMKM di PERTAKINA. Bank Indonesia memilih
PERTAKINA karena memiliki perbedaan dengan UMKM pada umumnya yaitu
memberikan edukasi dari zero to hero dan anggota yang tergabung di
PERTAKINA mayoritas TKI Purna dan Keluarga TKI.
Fokus penelitian dalam penelitian skripsi ini adalah (1) peran Bank
Indonesia dalam melakukan sosialisasi keuangan inklusif bagi pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) (2) peran Bank Indonesia dalam melakukan
edukasi keuangan inklusif bagi pelaku UMKM (3) peran Bank Indonesia dalam
melakukan monitoring keuangan inklusif bagi pelaku UMKM. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran Bank Indonesia dalam
melakukan sosialisasi dan monitoring keuangan inklusif bagi pelaku UMKM.
Metode penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara
digunakan untuk mencari data, observasi digunakan untuk mengamati bagaimana
peran Bank Indonesia dalam pemberdayaaan UMKM melalui keuangan inklusif
dan dokumentasi untuk menelusuri data seperti dokumen – dokumen lembaga.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Peran Bank
Indonesia dalam melakukan sosialisasi keuangan inklusif bagi pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah sebagai pemberi informasi, fasilitator dan katalisator
yang dilakukan melalui identifikasi dan kebutuhan UMKM terkait keuangan
inklusif, perencaan kegiatan dan gambaran umum mengenai keuangan inklusif, 2)
Peran Bank Indonesia dalam melakukan edukasi keuangan inklusif bagi pelaku
bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai edukator dalam kegiatan
sosialisasi keuangan inklusif melalui pembelajaran keuangan inklusif, medorong
UMKM yang belum unbankable menjadi bankable danmelakukan edukasi terkait
remitansi, dan 3) Peran Bank Indonesia dalam melakukan monitoring keuangan
inklusif bagi pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai pihak yang
melakukan monitoring dan evaluasi terkait kegiatan yang telah dilakukan dengan
cara membangun networking, pendampingan secara terus menerus, melakukan
monitoring berkelanjutan, dan monitoring sekaligus evaluasi bagi Bank Indonesia.
Kata Kunci : Peran Bank Indonesia, Pemberdayaan, UMKM dan Keuangan Inklusi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pakeliran Padat"Gondomono Tundhung"
Pakeliran Padat"Gondomono Tundhung"
Penyaji: Joko Susilo, Pentas dalam rangka kedatangan tamu dari Prancis, Pendopo ISI Surakart
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
