7 research outputs found
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Berdasarkan Gaya Kognitif Kelas VIII SMP Negeri 1 Welak Kabupaten Manggarai Barat
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Welak Kabupaten Manggarai Barat yang menunjukan masih terdapat kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Bermula dari hasil observasi tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan gaya kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, peneliti menggunakan instrumen tes tertulis yang memuat 2 butir soal uraian, pedomaan wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Welak Kabupaten Manggarai Barat dengan jumlah 20 siswa yang dikategorikan siswa dengan gaya kognitif file indepndent dan file depedent. Peneliti menggunakan teknik triangulasi dalam rangka pengecekan keabsahan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan gaya kognitif file independent belum mampu memproses lebih lanjut penyelesaian soal, belum mampu melakukan perhitungan dengan tepat dan juga belum mampu menuliskan jawaban akhir dengan benar. Siswa dengan gaya kognitif file dependent belum mampu mentransformasikan soal kebentuk pemisalan atau dalam model matematika, tidak mampu menggunakan metode eliminasi, substitusi atau campuran (eliminasi-substitusi) dan juga belum mampu menuliskan kesimpulan dengan benar. Dapat disimpulkan bahwa siswa dengan gaya kognitif file independent melakukan kesalahan pada tahap keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir, sedangkan siswa dengan gaya kognitif file dependent melakukan kesalahan pada tahap transformas, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir. Saran bagi guru, hendaknya lebih sering memberikan latihan soal khususnya soal cerita sistem persamaan linear dua varibel agar mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan permasalahan yang lebih kompleks sehingga diketahui kesalahan dari permasalahan tersebut
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL BERDASARKAN GAYA KOGNITIF KELAS VIII SMP NEGERI 1 WELAK KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan gaya kognitif siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Welak Kabupaten Manggrai Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Welak Kabupaten Manggarai Barat yang menunjukan bahwa masih terdapat kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Berdasarkan hasil observasi tersebut peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan gaya kognitif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen tes, pedomaan wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Welak Kabupaten Manggarai Barat yang dikategorikan siswa dengan gaya kognitif file indepndent dan file depedent. Peneliti menggunakan teknik triangulasi dalam rangka pengecekan keabsahan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan gaya kognitif file independent belum mampu memproses lebih lanjut penyelesaian soal, belum mampu melakukan perhitungan dengan tepat dan juga belum mampu menuliskan jawaban akhir dengan benar. Siswa dengan gaya kognitif file dependent belum mampu mentransformasikan soal kebentuk pemisalan atau dalam model matematika, tidak mampu menggunakan metode eliminasi, substitusi maupun campuran dan juga belum mampu menuliskan kesimpulan dengan benar. Saran bagi peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan permasalahan yang lebih kompleks sehingga diketahui kesalahan dari permasalahan tersebut.
 
KAJIAN NILAI-NILAI FILOSOFIS KESENIAN WAYANG KULIT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT JAWA
One of the popular and growing cultures in Indonesia is wayang. Wayang is closely related to the lives of the Javanese people because the story of wayang has developed and grown in Java. This is one of the characteristics of wayang that is never separated from the daily lives of Javanese people. Seeing this phenomenon, the author tries to review the philosophical values that exist in wayang in relation to the lives of the Javanese people. The method used to review these philosophical values is a literature study method that utilizes several sources of previous books and articles as references. In this paper, the author finds that every symbol used in wayang performances has a very deep philosophical value and meaning for the lives of the Javanese people. The philosophical values contained in wayang include ethics, culture, mysticism, a reflection of identity, human character, religiosity, nationality, and life guidelines
Kekuatan Jahat dalam Perspektif Teologi Paulus
Abstract. Sin, as seen in various evil deeds, continues to color the lives of human beings even today. This paper is an attempt to understand the root of sin and evil from the perspective of Paul’s theology. The author used the literature study method with a descriptive qualitative approach. In addition, the exegetical interpretation method also be applied to several key texts related to the purpose of this paper. The result of this study concluded that the fight against the forces of evil can only be built on a living and personal faith with God in the experience and struggle of actual life. Religion and rituals are only a means, and not a guarantee, of escape from the bondage of sin and evil.
Abstrak. Dosa, sebagaimana tampak dalam pelbagai perbuatan jahat, masih terus menerus mewarnai kehidupan manusia dewasa ini. Tulisan ini merupakan suatu ikhtiar untuk memahami akar kejahatan dan dosa itu dari perspektif teologi Paulus. Penulis menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Selain itu, metode penafsiran eksegetis juga diterapkan pada beberapa teks kunci yang terkait dengan tujuan dari tulisan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perang melawan kekuatan jahat hanya dapat dibangun di atas iman yang hidup dan personal dengan Allah dalam pengalaman dan pergulatan hidup yang nyata. Agama dan pelbagai ritual hanyalah sarana dan bukan jaminan untuk melepaskan diri dari belenggu dosa dan kejahatan
Upacara Adat Gawai Suku Dayak Kalbar sebagai Kearifan Lokal dan Pembentuk Nilai Solidaritas
The traditional ceremony of the Dayak’s Gawai is a tradition passed down from generation to generation which is intended as an greeting to Jubata or The Creator. However, on the other hand, this gadget tradition forms the value of local wisdom and the value of solidarity. This article focuses on local wisdom that exists in West Kalimantan, especially the Gawai traditional ceremony of the Dayak tribe as forming the value of solidarity. The main discussion that the author wants to raise is the traditional Dayak’s Gawai ceremony being a good opportunity to pass on the local wisdom of the Dayak tribe, introduce Dayak culture to others and take the value of solidarity from the Dayak’s Gawai ceremony, observing as well as collecting data from various existing sources. The purpose of this paper is to dig deeper into the traditions that exist in the Dayak tribe, especially the Gawai Dayak tribe. The thing that was found after the author collected from various sources was that the Dayak tribe had many traditions handed down by their ancestors, especially here, namely the traditional Dayak’s Gawai ceremony as a form of solidarity value.Upacara adat gawai Dayak adalah tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi yang dimaksudkan sebagai ucapan syukur kepada Jubata atau sang pencipta. Namun, di sisi lain juga dengan tradisi gawai ini membentuk nilai kearifan lokal dan nilai solidaritas. Artikel ini berfokus pada kearifan lokal yang ada di Kalimantan Barat, khususnya upacara adat Gawai suku Dayak sebagai pembentuk nilai solidaritas. Bahasan pokok yang ingin diangkat penulis yaitu upacara adat gawai suku Dayak menjadi kesempatan yang bagus untuk meneruskan kearifan lokal suku Dayak, mengenalkan budaya Dayak kepada orang lain dan mengambil nilai solidaritas dari upacara gawai Dayak. penulis dalam membuat artikel ini menggunakan metode kualitatif yakni studi Pustaka, menganalisis, mengobservasi sekaligus mengumpulkan data dari berbagai sumber yang ada. Tujuan dibuatnya tulisan ini yakni menggali lebih dalam tradisi yang ada di suku Dayak, khususnya Gawai suku Dayak. Hal yang ditemukan setelah penulis mengumpulkan dari berbagai sumber yakni suku Dayak memiliki banyak tradisi yang diwariskan oleh para leluhur, khususnya di sini yaitu upacara adat gawai suku Dayak sebagai pembentuk nilai solidaritas
PERENCANAAN MAHAKAM BOUTIQUE HOTEL DI SAMARINDA PENEKANAN PADA TATA RUANG DALAM
ABSTRAK
Samarinda merupakan ibu kota Kalimantan Timur, yang mempunyai jumlah penduduk lebih padat dari kota-kota yang berada di Kalimantan Kimur, segala kegiatan seperti kegiatan ekonomi, pendidikan maupun bisnis terpusat di Samarinda, dengan demikian Samarinda juga mempunya posisi yang strategis membangun bisnis dalam bidang jasa dan pelayanan sperti hotel, dimana pada umumnya Samarinda mempunyai sangat banyak jasa dan pelayanan hotel yang umum-umum saja, maka dari itu penulis mencoba merancang sebuah hotel, dimana hotel tersebut menyediakan pelayanan yang super eksklusif, serta mencoba menggunakan gaya bangunan vernakular Lamin Dayak yang merupakan rumah tinggal khas suku Dayak dan merupakan etnis setempat, yang bertujuan agar memperkuat brand kota Samarinda.
Dengan demikian Samarinda akan sedikit memberikan kesan yang bermanfaat bagi setiap pengunjung lokal maupun mancanegara yang datang dalam rangka kegiatan ekonomi, bisnis maupun pendidikan dengan adanya ketersediaan fasilitas tempat inap yang dirancang oleh penulis yaitu Mahakam Boutique Hotel.
Kata Kunci : Boutique, Vernakular, Lamin, Dayak, Hotel, Eksklusif.
ABSTRACT
Samarinda is the capital of East Borneo, which has a denser population of cities in East Borneo, all activities such as economic, educational and business activities are concentrated in Samarinda, thus Samarinda also has a strategic position to build business in the field of services and Services such as hotels, where in general Samarinda have a lot of services and hotel services are general are only course, therefore the author tries to design a hotel, where the hotel provides super exclusiv services, and try to use the style of vernacular building Lamin Dayak, which is a residence Typical of Dayak tribe and is a local ethnic, which aims to strengthen the brand city of Samarinda.
Thus Samarinda will give a little impression that is beneficial for every visitor both local and foreign who come in the framework of economic activities, business and education with the availability of facilities inpatient designed by the author of Mahakam Boutique Hotel.
Keyword : Vernacular, Lamin, Dayak, Boutique, Hotel, Exclusive
Pendidikan Iman bagi Kaum Muda Menurut Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Evangelii Gaudium
Young people are essential members of the Church who play a significant role in proclaiming the Good News in both the present and the future. As they are in direct contact with the advancements of today's world, young people need to be equipped with a strong foundation of faith. Pope Francis, in his apostolic exhortation Evangelii Gaudium, provides special attention to the education of the youth. This article aims to identify and describe faith education for young people according to Pope Francis in Evangelii Gaudium. In this research, the author employs the library research method to explore the content of Evangelii Gaudium. The results of this study show that Evangelii Gaudium offers a call to proclaim the Gospel in the modern era to all members of the Church. Therefore, young people must receive adequate education to become evangelizers. The elements of faith education for Catholic youth include the model of faith education, the parties involved, the objectives, the subject matter, the content of faith education, and the strategies for faith education.AbstrakKaum muda merupakan anggota Gereja yang berperan penting dalam pewartaan kabar gembira di masa sekarang dan masa depan. Kaum muda yang bersentuhan langsung dengan kemajuan dunia saat ini perlu memiliki bekal hidup beriman yang kokoh. Paus Fransiskus, dalam seruan apostolik Evangelii Gaudium, memberikan beberapa perhatian khusus bagi pendidikan kaum muda. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pendidikan iman bagi kaum muda menurut Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) untuk mengeksplorasi isi Evangelii Gaudium. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Evangelii Gaudium memberikan suatu dorongan bagi pewartaan Injil di zaman modern ini bagi seluruh lapisan umat di dalam Gereja. Untuk itu, kaum muda perlu mendapatkan bekal pendidikan yang memadai untuk menjadi pewarta. Unsur-unsur pendidikan iman bagi kaum muda Katolik berupa model pendidikan iman, pihak-pihak yang berperan dalam pendidikan iman, tujuan pendidikan iman, objek pendidikan iman, isi pendidikan iman, dan strategi pendidikan iman
