1,721,314 research outputs found
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKTIK PENGELASAN SMAW DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL Nanang Apri Jayanto
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKTIK PENGELASAN SMAW
DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL
Nanang Apri Jayanto
11503247011
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) proses pelaksanaan pembelajaran
pengelasan di smk muhammadiyah 1 bantul, (2) pandangan siswa terhadap guru
mata pelajaran pengelasan di SMK Muhammadiyah 1 Bantul, (3) mengetahui kondisi
bengkel yang di gunakan pembelajaran pengelasan di SMK Muhammadiyah 1
Bantul, (4) mengetahui hambatan dalam proses pembelajaran pengelasan di SMK
Muhammadiyah 1 Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Bantul dengan jumplah
sampel penelitian 107 siswa kelas xi Progam Studi Teknik Permesinan. Teknik
pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara dan angket. Teknik
analisis data (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) katagorisasi data.
padainstrument angket uji validitas instrumen dilakukan dengan expert judgement
dan analisis butir sedangkan uji reabilitas menggunakan rumus Alfa Cronbach.
Hasil penelitian ini adalah (1) pelaksanaan pembelajaran pengelasan yaitu:
5% responden mengatakan sangat baik, 53% responden mengatakan baik, 32%
responden mengatakan cukup, 5 % mengatakantidak baik. (2) pandangan siswa
terhadap guru mata pelajaran pengelasan di SMK Muhammadiyah1 Bantul, ada
beberapa hal yang terjadi yaitu guru pengelasan belum mempunyai sertifikat di
bidang pengelasan, walaupun di bidang permesinan guru mempunyai sertifikat, guru
pengelasan masih menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi,
penggunaan media pembelajaran masih terbatas. (3) kondisi bengkel pengelasan di
SMK Muhammadiyah1 Bantul juga sudah baik ini di buktikan dengan hasil penilaian
yaitu21 % sangat baik, 32% baik, 32% cukup, dan yang menilai tidak baik hanya15
%. (4) sedangkan hasil observasi terhadap hambatan pembelajaran. Pengelasan
terletak pada model pembelajaran yang masih secara sederhana dari hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pengelasan di SMK
Muhammadiyah 1 Bantul dapat berjalan dengan baik.
Kata kunci :PembelajaranPraktikPengelasan SMA
Kompetensi pengadilan negeri padang dalam mengadili tindak pidana penangkapan ikan dengan jaring trawl/pukat harimau oleh warga negara Thailand di perairan pulau Sikara-kara Natal Kabupaten Madina Propinsi Sumatera Utara / oleh Wendi Jayanto
abstrak (A) Nama: Wendi Jayanto (NIM: 205040077). (B) Judul Skripsi: Kompetensi Pengadilan Negeri Padang Dalam Mengadili Tindak Pidana Penangkapan Ikan Dengan Jaring Trawl/Pukat Harimau Oleh Warga Negara Thailand Di Perairan Pulau Sikara-Kara Natal Kabupaten Madina Provinsi Sumatera Utara (C) Halaman: vii + 75 + 2009 (D) Kata Kunci: Kompetensi Pengadilan Negeri, Pengadilan Perikanan, Tindak Pidana Perikanan (E) Isi: Seiring dengan meningkatnya praktik-praktik pencurian ikan (illegal fishing) dengan menggunakan jaring trawl/pukat harimau yang dilakukan oleh warga negara asing di wilayah perairan Indonesia jelas telah menurunkan potensi sumber daya laut dan merugikan negara. Untuk mengatasi permasalahan ini membentuk peradilan perikanan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Namun dalam praktek pelaksanaannya kewenangan Pengadilan Negeri Padang melampaui batas kewenangnya yang seharusnya secara kompetisi absolut dan locus delicti-nya diadili oleh Pengadilan Perikanan Medan. Apakah Pengadilan Negeri Padang mempunyai kompetensi untuk memeriksa, mengadili dan memutus tindak pidana penangkapan ikan dengan jaring trawlyang terjadi di Kabupaten Madina wilayah Provinsi Sumatera Utara? Penulis meneliti masalah ini dengan menggunakan metode penelitian normatif. Data penelitian menunjukkan secara judex facti (Pengadilan Tinggi) telah keliru dan salah menerapkan hukum karena sependapat dengan pertimbangan hukum Pengadilan Negeri yang menyatakan para Pemohon Kasasi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana. Secara judex facti (Pengadilan Tinggi) telah keliru dan salah menerapkan hukum karena Pengadilan Negeri Padang tidak berkompetensi untuk mengadili tindak pindana perikanan yang terjadi di luar wilayah hukumnya. Adanya putusan yang tidak sesuai dan melampui kewenangan mengadili yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Padang atas perkara tindak pidana perikanan, menunjukkan adanya ketidakpahaman hakim akan hukum positif tertulis yang berlaku di Republik Indonesia. Perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia di lingkungan instansi kehakiman agar para hakim dapat mengikuti perkembangan hukum positif tertulis yang ada di Indonesia, sehingga dalam masalah kompetensi mengadili tidak keluar dari batas wewenang mengadili baik dalam kompetensi absolut maupun kompetensi relatif, sehingga kepastian hukum dapat diwujudkan dan keadilan yang dapat di capai. (F) Acuan: 32 (1945-2009). (G) Pembimbing : Yuwono Prianto,S.H, M.H. (H) Penulis : Wendi Jayant
Penggunaan teknologi firmware ponsel merek Nokia Tipe 6600 dalam usaha jasa reparasi ponsel ditinjau menurut Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta (studi kasus pada Toko XYZ di ITC Roxy Mas Jakarta Pusat) / oleh Andrey Jayanto
abstrak (A) Nama : Andrey Jayanto (NIM:205000109) (B) Judul Skripsi : Penggunaan Teknologi Firmware Ponsel Merek Nokia Tipe 6600 Dalam Usaha Jasa Reparasi Ponsel Ditinjau Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Studi Kasus Pada Toko XYZ di ITC Roxy Mas Jakarta Pusat). (C) Halaman : ix + 134 halaman + Lampiran, 2007 (D) Kata kunci: Hak Cipta, Firmware (E) Isi Abstrak : Firmware merupakan sebuah program komputer termasuk hasil ciptaan yang dilindungi oleh Pasal 12 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Tindakan penggunaan data Firmware tanpa izin dapat dikatakan sebagai tindakan yang melanggar hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang ciptaan dan melanggar hak moral serta hak ekonomis atas Ciptaan. Pihak PT Nokia Indonesia selaku perusahaan pemilik lisensi atas data firmware tidak mengetahui telah terjadi praktik penggunaan firmware oleh Toko XYZ . Upgrade Firmware adalah salah satu metode atau upaya yang dipakai oleh teknisi ponsel untuk menangani kerusakan software pada ponsel. Belum adanya kerjasama antarinstansi yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengatasi pelanggaran penggunaan data firmware milik Nokia yang dilakukan oleh pihak ketiga dalam usaha jasa reparasi ponsel seperti Toko XYZ, karenanya diperlukan kerjasama tersebut agar dapat dilakukan upaya penangkapan dan penyitaan barang bukti. Upaya Pemerintah untuk menanggulangi pelanggaran Hak Cipta adalah dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan bagi para penegak hukum, serta memberikan pengetahuan tambahan guna mempelajari masalah kejahatan yang terjadi belakangan ini yang sudah mulai banyak menggunakan teknologi modern, seperti pelanggaran yang terjadi terhadap penggunaan data firmware milik Nokia. Tindakan yang dapat diambil oleh pihak perusahaan Nokia dan aparat kepolisian untuk mengatasi masalah pelanggaran penggunaan data firmware dapat dilakukan dengan upaya razia di toko-toko pedagang ponsel yang membuka jasa reparasi ponsel, akan tetapi upaya kerjasama antarinstansi kepolisian dan pihak Nokia belum berhasil karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menghargai suatu karya cipta menjadi faktor penghambat. (F) Daftar acuan : 30 (1986-2006) (G) Pembimbing : Christine S.T. Kansil, S.H., M.H. (H) Penulis : Andrey Jayant
DESAIN SIMULASI INVERTER ON GRID MENGGUNAKAN METODE CURRENT CONTROLLED DENGAN SOFTWARE PSIM
Penelitian ini melakukan desain simulasi inverter on grid menggunakan metode current controlled dengan software PSIM. Rangkain inverter yang digunakan adalah rangkaian inverter fullbridge dengan sistem kendali menggunakan metode current controlled. Rangkaian filter yang digunakan adalah filter low pass LC dengan nilai L adalah 0.0113H dan nilai C adalah 100nF. Rangkaian kendali yang digunakan adalah rangkaian SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Keluaran arus inverter diatur sebesar 6 A dengan sudut fasa antara tegangan dan arus berubah. Sudut fasa antara arus dan tegangan berpengaruh terhadap daya yang disuplai inverter ke grid. Pada saat inverter memiliki sudut fasa yang sama dengan grid maka daya yang disuplai sesuai dengan referensi yang diberikan oleh sistem kontrol. Kelebihan daya dari inverter akan disuplai ke grid, begitu pula kekurangan daya akan disuplai dari grid. Pada saat arus inverter lagging 90° dari tegangan maka inverter menyuplai daya reaktif ke sistem dan memkonsumsi daya aktif dari sistem. Daya reaktif yang dikirim ke sistem jauh lebih besar dari daya aktif yang dikonsumsi oleh inverter. Pada saat arus inverter leading 90° dari tegangan maka inverter menyerap baik daya aktif maupun daya reaktif dari sistem. Frekuensi pada sistem konstan dengan nilai 50Hz
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PRIMIPARA DI BPS BENIS JAYANTO TAHUN 2012
Latar belakang : Perdarahan menjadi penyebab kedua penyumbang angka kematian ibu postpartum setelah hipertensi. Salah satu penyebab terjadinya perdarahan post partum adalah ruptur perineum. Banyak wanita yang mengalami ruptur perineum pada saat melahirkan anak pertamanya. Hal ini akan diperparah oleh berat bayi yang besar atau persalinan presipitatus yang tidak terkendali. Hasil dari studi pendahuluan yang telah dilakukan di BPS Benis Jayanto pada bulan Januari-Maret tahun 2012 angka kejadian ruptur perineum masih cukup tinggi yaitu 71,43% dari 28 persalinan pada primipara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada primipara di BPS Benis Jayanto tahun 2012. Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin primipara di BPS Benis Jayanto pada tahun 2012 sejumlah 112 responden. Jumlah sampel penelitian ini sejumlah 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji statisika Chi Square. Hasil : Analisis data Chi Square diperoleh hasil nilai p 0,019, maka Ho ditolak Ha diterima dengan nilai kontingensi koefisien sebesar 0,438. Simpulan : Terdapat hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada primipara dengan kekuatan hubungan antara kedua variabel adalah sedang. Kata kunci : Berat Badan Lahir, Derajat Ruptur Perineum, Primipar
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PRIMIPARA DI BPS BENIS JAYANTO TAHUN 2012
Latar belakang : Perdarahan menjadi penyebab kedua penyumbang angka kematian ibu postpartum setelah hipertensi. Salah satu penyebab terjadinya perdarahan post partum adalah ruptur perineum. Banyak wanita yang mengalami ruptur perineum pada saat melahirkan anak pertamanya. Hal ini akan diperparah oleh berat bayi yang besar atau persalinan presipitatus yang tidak terkendali. Hasil dari studi pendahuluan yang telah dilakukan di BPS Benis Jayanto pada bulan Januari-Maret tahun 2012 angka kejadian ruptur perineum masih cukup tinggi yaitu 71,43% dari 28 persalinan pada primipara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada primipara di BPS Benis Jayanto tahun 2012. Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin primipara di BPS Benis Jayanto pada tahun 2012 sejumlah 112 responden. Jumlah sampel penelitian ini sejumlah 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji statisika Chi Square. Hasil : Analisis data Chi Square diperoleh hasil nilai p 0,019, maka Ho ditolak Ha diterima dengan nilai kontingensi koefisien sebesar 0,438. Simpulan : Terdapat hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada primipara dengan kekuatan hubungan antara kedua variabel adalah sedang. Kata kunci : Berat Badan Lahir, Derajat Ruptur Perineum, Primipar
Perbedaan Komposisi vegetasi tumbuhan bawah pada tegekan pinus merkusil dan tegakan campuran schima wallichii dengan swatenia mahagoni di Penggaron Kab. Semarang
Arief Dui Jayanto. Perbedaan Komposisi Vegetasi Tumbuhan Bawah Pada Tegakan Firms merkusii Dan Tegakan Campuran Schima wallichii Dengan Swetenia mahagoni Di Penggaron Kab. Semarang. ( Di bawah bimbingan Hendarko Sugondo dan Sri Utami ).
Penelitian bertujuan untuk nengetahui perbedaan koiposisi vegetasi tunbuhan bawah pada dua tegakan yang berbeda dan nengetahui pengaruh langsung dari faktor faktor lingkungan. Penelitian dilaksanakan di hutan wisata Penggaron Kab. Semarang, pada bulan Agustus Oktober 1993. Sampling vegetasi dengan menggunakan metode Stratified random. Data yang diperoleh
berdasarkan Nilai Kepentingan setiap jenis tumbuhan dianalisa dengan metode ordinasi.
Hasil penelitian menunjukkan di lokasi Pinus merkusii didapat 32 jenis dengan nilai kepentingan tertinggi adalah Paku pakuan ( Dryopteris pteroides ), sedangkan pada lokasi eampuran ( Schlma wallichii dengan Swetenia mahagani ) didapatkan 27 jenis dengan nilai kepentingan tertinggi adalah Telo - teloan ( Ipomaea obscures )_ Setelah dihubungkan dengan teknik ordinasi dengan faktor lingkungan yang terukur, naka faktor lingkungan yang berpengaruh adalah kelembaban udara, temperatur dan intensitas eahaya_
Uji statistik menunjukkan adanya korelasi positif antara indeks disimilaritas dengan interval ordinasi yang signifikan melampui 1 X level keboleh jadian.
Iv
submission to
ifistitutional Repository Collection. The author(s) or copyright owner(s) agree that UNDIP-IR may, without changing the content, translate the
any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright owner(s) also agree that UNDIP-IR may keep more than one co submission for purposes of security, back-up and preservation. ( http: py of ;this
//eprints.undip.ac.id
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
