8,229 research outputs found

    Sufisme dalam Perspektif K.H. Muhammad Idris Jauhari

    No full text
    This article explores Sufism in the perspective of K.H. Idris Muhammad Jauhari. It will also reveal the patterns of his mystical thought. In this study, the author finds that: firstly, in the view of Kiai Jauhari, Sufism is an attempt to straighten out the intention of heart and to understand the essence of deeds conducted by human beings in order to live a life to reach its final destination in accordance with the will of the Creator. Secondly, the patterns of Kiai Jauhari’s mystical thought are: a). Sufism developed by Kiai Jauhari built on a tradition of tasawuf akhlâqî (consistency to maintain Islamic orthodoxy, humanist Sufism, activist and functional, dichotomous relationship pattern between the servant and the Lord as well as the urgency of dhikr Allâh in the spiritual journey toward the Lord), b). Sufism developed and offered by Kiai Jauhari is an effort to redefine and reorient so that Sufism in both theoretical and practical aspect is no longer positioned as being elitist, mystical, and individualist. Kiai Jauhari has developed inclusive Sufism, which is easily accessible by all people. Thirdly, according to Kiai Jauhari there are six steps to become a Sufi, are: îqân al-nafs (convincing one’s self), taqwîn al-niyyah (straightening intention), al-dirâsah wa al-istitlâ‘ (learning and studying), al-tafakkur wa al-tadabbur (thinking and contemplation), al-takhallî wa al-tahallî (emptying and filling), and al-tajallî (manifestation).</p

    Riwayat hidup KH. Muhammad AbduHah Maksum Jauhari, Kediri, Jawa Timur Tahun 1944 - 2003

    Get PDF
    KH. Muhammad Abdullah Maksum Jauhari adalah seorang tokoh masyarakut dan cucu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur Tahun 2003, ia adalah seorang ulama berpandangan luas dalam pencak silat. Dalam skripsi ini penulis mencoba melakukan pengkajian terhadap apa yang diperjuangkan KH. Muhammad Abdullah Maksum Jauhari sebagai tokoh pencak silat. Adapun rumusan masalah yang penulis ajukan dalam skripsi ini yaitu: Bagaimana riwayat hidup KH. Muhammad Abdullah Maksum Jauhari? Bagaimana pejuangan KH. Muhammad Abdullah Maksurn Jauhari? Adapun penulis menggunakan pendekatan sejarah dan sosiologi yang digunakan untuk menjelaskan faktor sosial yang mempengaruhi perjuangannya dalam mengayomi masyarakat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan berkat perjuangan KH. Muhammad Abdullah Maksum Jauhari dalam pengembangan pencak silat, mempunyai pengaruh sangat besar bagi masyarakat sebagai tokoh yang ditaati dan juga diteladani

    Gaya kepemimpinan kiyai Muhammad Tijani Jauhari dalam meningkatkan kinerja Asatidz Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

    Get PDF
    Masalah kepemimpinan dari dulu hingga sekarang selalu menjadi perhatian yang menarik dan senantiasa memberikan daya pikat yang kuat bagi setiap orang. Mengingat kepemimpinan menduduki posisi sentral dalam suatu organisasi, pemimpinlah yang menentukan perubahan, pembaharuan, perbaikan, dan menjamin kemampuan organisasi untuk terus berprestasi di masa depan. Adapun tujuan dari penelitian ini Pertama, untuk mendekskripsikan gaya komunikasi Kiyai Muhammad Tijani Jauhari di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Kedua, untuk mendekskripsikan pemberian motivasi Kiyai Muhammad Tijani Jauhari dalam peningkatan kinerja asatidz. Dan ketiga, untuk mendekskripsikan proses pengawasan Kiyai Muhammad Tijani Jauhari dalam meningkatkan kinerja asatidz di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun subjek penelitian adalah Kiyai Muhammad Tijani Jauhari, ustadz, dan santri pondok pesantren. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis kemudian dicek keabsahan data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini peneliti membatasi lingkup gaya kepemimpinan yang diteliti, yaitu diambil dari: (1) Gaya komunikasi, (2) Pengambilan Keputusan, (3) Memberikan motivasi, dan (4) Proses pengawasan. Adapun hasil yang ditemukan dari penelitian ini yaitu: (1) Gaya kepemimpinan KH. Muhammad Tijani Jauhari dalam meningktakan kinerja asatid Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan adalah gaya kepemimpinan partisipatif yaitu dengan cara menciptakan kerja sama yang serasi dengan asatidz, menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi para asatidz. Jenis pemberian motivasi yang digunakan oleh Kiyai Muhammad Tijani Jauhari kepada para asatidz adalah motivasi positif yang berupa non-materiil berupa dukungan sosial dan psikologis berupa pendekatan face to face dan musyawarah keluarga setiap bulannya, (3) Proses pengawasan Kiyai Muhammad Tijani Jauhari terhadap kinerja asatidz dilakukan dengan cara melihat dari segi kehadiran dan peningkatan belajar santri

    Implementasi Tasawuf KH. Muhammad Idris Jauhari di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura

    Get PDF
    Dalam penelitian ini penulis dapat menemukan hasil dari implementasitasawuf KH.Muhamad Idris Jauhari di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura.mentaradisikan santri berakhlakul karimah, menumbuhkan santri mempunyai kecerdasan spiritu. Implentasi Tasawuf dalam kahidupan sosial, implentasi dalam bentuk dzikrullah, meliputi mentradisikan kiyamullail, mentradisikan sholat berjamaah. Kata kunci:Tasawuf. KH. Muhammad Idris Jauhari di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

    Konsep pendidikan pesantren perspektif KH Muhammad Idris Jauhari

    Get PDF
    ABSTRAK Pondok pesantren adalah pendidikan Islam tradisional pertama di Indonesia. Pesantren sebagai sebuah institusi pendidikan Islam, adalah tempat orang-orang untuk mempelajari, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya aspek moral keagamaan sebagai pedoman perilaku hidup sehari-hari. Pondok pesantren sungguh pun sebagai sebuah lembaga pendidikan tradisional Islam, dalam perkembangannya menyelenggarakan sistem pendidikan formal. nilai-nilai dan norma-norma kepesantrenan yang tadinya sangat sentral, sekarang hanya dilengketkan sebagai nilai tambah (added value) pada lembaga-lembaga pendidikan formal yang didirikan. Perubahan ini terjadi terutama setelah Belanda pada abad 19 memperkenalkan sistem pendidikan Barat, sebuah sistem pendidikan yang menurut Zamakhsyari Dhofir, melahirkan lulusan yang kemudian menjadi golongan terdidik yang dapat mengganti kedudukan kyai merupakan kelompok inteligensia dan pemimpin-pemimpin masyarakat. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Konsep Pendidikan Pesantren Perspektif KH Muhammad Idris Jauhari?, 2) Bagaimana Keterkaitan K Pendidikan Pesantren Perspektif KH Muhammad Idris Jauhari Terhadap Pendidikan Era Globalisasi? Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research), yang menggunakan sumber-sumber kepustakaan dalam membahas masalah pokok dan sub-sub masalah yang telah dirumuskan. Penelitian ini ternasuk juga jenis penelitian kualitatif. Karena dalam penelitian ini terdapat beberapa ciri dari karakteristik penelitian kualitatif pada umumnya, yaitu: 1) natural setting sebagai sumber data langsung dan peneliti sebagai instrumen kunci; 2) bersifat deskriptif; 3) lebih mengutamakan hasil daripada proses; 4) analisis data secara induktif; 5) makna atau meaning merupakan perhatian utamanya. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Dalam penarapan konsep pendidikan pesantren KH Muhammad Idris Jauhari selalu fleksibel dan inovatif tanpa menghilangkan ataupun menghapus nilai ataupun prinsip pesantren yang telah ada, yaitu dengan semboyan “(Al muhafadho ‘alal Qodim as-Shaleh, wal Akhdzu bil Jadid al-Ashlah) yaitu memelihara dan melestarikan hal-hal yang lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik”. 2. Pendidikan Pesantren Kyai Idris Jauhari tidak sebatas mendidik, mengajar, dan mentranfer ilmu kepada santri dan masyarakat. Akan tetapi mencetak kader ummat muslim yang berkualitas: beriman sempurna, berilmu luas dan beramal sejati dalam mengahadapi pendidikan era globalisasi. ABSTRACT Boarding schools are traditional Islamic education, the first in Indonesia. Boarding school as an institution of Islamic education, was where people to learn, live, and practised Islamic teachings with moral aspect emphasized the importance of religious affairs as the code of conduct of everyday life. Boarding schools really matter as a traditional Islamic institutions, in its development organizes the system of formal education. values and norms to the boarding school's which was very central, now only associated as the value added (added value) at formal education institutions established. These changes occur mainly after the Netherlands in the 19th century introduced Western education system, an education system which, according to Zamakhsyari Dhofir, gave birth to graduates who later became the educated who can change the position of Patni is a group of intelligentsia and community leaders. The research is aimed at: 1) how the concepts of Education Islamic Boarding School Perspective KH Muhammad Idris Jauhari?, 2) How Relatedness Education boarding school Perspective KH Muhammad Idris Jauhari to education globalization Era? This kind of research including research libraries (library research), which uses the resources of libraries in discussing the problem of principal and sub-sub problems that have been formulated. These studies include also types of qualitative research. Because in this research there are a number of characteristics qualitative research in General, namely: 1) natural setting as a direct data source and researchers as key instruments; 2) descriptive in nature; 3) prefer results rather than process; 4 inductive data analysis); 5) meaning or meaning is her main concern. This research resulted in the following conclusions: 1. in the application of the concept of the pesantren education KH Muhammad Idris Jauhari always flexible and innovative without removing or deleting the values or principles of the boarding school that had existed, that is by the motto "(Al muhafadho ' alal Qodim Al-Saleh, wal Akhdzu bil Ashlah al-Jadid), namely maintaining and preserving the old stuff is good and take new things better." 2. education boarding school Kyai Idris Jauhari not limited to educate, teach, and give knowledge to students and the community. But the print quality of the muslim Ummah cadres: faith perfect, spacious and learned the true work of education in the face of the era of globalization

    Model belajar efektif menurut K.H. muhammad Idris Jauhari: analisis pemikiran pengasuh pondok pesantren Al-Amien Preduan Sumenep Madura

    No full text
    Tiga hal yang melatar belakangi penulis melakukan penelitian ini, pertama: penulis ingin mengetahui lebih mendalam tentang konsep belajar efektif yang dikembangkan oleh K.H. Muhammad Idris Jauhari dan penggunaannya dalam pembelajaran, kedua: penulis juga ingin melihat ketokohan beliau di masyarakat Madura dan peran beliau dalam dunia pendidikan, ketiga: penulis ingin memperkenalkan pemikiran beliau tentang belajar efektif. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah Pemikiran K.H. Muhammad Idris Jauhari tentang Model Belajar Efektif. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN dengan metode kualitatif, yaitu mencari kedalaman informasi melalui data-data yang ditemukan dari berbagai literatur dan melakukan wawancara mendalam dengan K.H. Muhammad Idris Jauhari dan beberapa Kiyai yang ada di Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN. Dari data-data yang penulis temukan, penulis melakukan analisis data tersebut dan menjelaskan dengan metode deskriptif. Pemikiran K.H. Muhammad Idris Jauhari dalam pendidikan sejalan dengan penjelasan tokoh-tokoh yang berkompeten di bidang pendidikan, dalam pemikirannya tentang belajar efektif beliau berpendapat bahwa belajar efektif merupakan belajar yang meninggalkan hasil yang banyak, dengan waktu yang cepat dan biaya murah. Untuk mencapai hasil belajar tersebut, ada dua persiapan yang harus ada, yaitu: pertama, kesiapan mental yang berkenaan dengan kemauan, kemampuan, usaha dam orientasi belajar. Kedua, persiapan metode pembelajara

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Get PDF
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Bicara Jauhari 1

    No full text
    Speech delivered at the Bicara Jauhari 1, organised by Angkatan Sasterawan 50, 19 March 1995, Perpustakaan Daerah Tampines, SingaporeUcapan ini disampaikan di majlis Bicara Jauhari 1 anjuran Asas '50. Penyampai juga membentangkan penglibatan Asas 50 seperti mengukuhkan hubungannya dengan PPJ (Persatuan Penulis Johor) terutamanya berhubung dengan urusan Dialog Selatan dan juga dialog dengan badan-badan lain untuk membicarakan hal penerbitan dan berkongsi pengetahuan dan pengalaman sastera. This speech was delivered at the event of Bicara Jauhari 1 which was organised by Asas '50. The speaker also shared on Asas 50's involvement such as strengthening its relationship with PPJ (Persatuan Penulis Johor) particularly in relation to the matters of 'Dialog Selatan' and also discussions with other organisations with regard to publication and matters pertaining to literature such as knowledge and literary experiences

    Strategi Komunikasi Dakwah Guru Muhammad Arsyad Dalam Majelis Taklim Masjid Al-manar di Desa Pulau Sugara Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi dakwah Guru Muhammad Arsyad dalam Majelis Taklim Masjid Al-Manar di Desa Pulau Sugara Kabupaten Barito Kuala dalam menyampaikan pesan-pesan agama, selain mengetahui strategi komunikasi dakwah juga mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru Muhammad Arsyad dan Jama’ah Majelis Taklim Masjid Al-Manar dan objek penelitian adalah Strategi Komunikasi Dakwah yang disampaikan oleh Guru Muhammad Arsyad. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa strategi komunikasi dakwah Guru Muhammad Arsyad menggunakan strategi sentimentil (al-manhâj al-athifi) melalui pemberian nasehat yang mengesankan, memanggil dengan kelembutan serta strategi rasional (al-manhâj al-aqli) yang memfokuskan pada aspek akal pikiran. Selain itu, strategi sensorik (al-manhaj al-hissi) juga digunakan melalui ibadah shalat-shalat sunnah dan pembacaan syair-syair maulid. Dalam pelaksanaan komunikasi dakwahnya beliau melakukan perencanaan dengan mempelajari isi kitab, menyampaikan pesan dakwah sesuai dengan kitab yang telah dipelajari, dan mengevaluasi setelah selesai majelis taklim selesai. Faktor pendukung Guru Muhammad Arsyad dalam menyampaikan pesan pesan agama memiliki kepribadian yang baik dan mempunyai wawasan agama yang luas, respon masyarakat Pulau Sugara yang luar biasa. Faktor Penghambat Guru Muhammad Arsyad adalah pada kurangnya jama’ah memiliki kitab yang dikaji dan keberadaan anak-anak sering bermain di lingkungan Masjid menjadi kurangnya fokus jama’ah mendengarkan pesan dakwah yang disampaikan

    Adaptasi Belajar Baca Kitab Kuning Model Sidogiri di Ponpes As-Sunniyyah Al-Jauhari Jember

    Get PDF
    The ability of reading yellow book is a necessary requirement for students at Ponpes As-Sunniyyah Al-Jauhari Kencong Jember. Al-Miftāḥ li al-ʻUlūm method as the Sidogiri model is adapted to improve the ability of the students of Ponpes As-Sunniyyah Al-Jauhari Kencong Jember in reading the yellow book. This article pointed to describe the implementation of the Al-Miftāḥ li al-ʻUlūm method as a Sidogiri model at Ponpes As-Sunniyyah Al-Jauhari Kencong Jember. This article uses a qualitative method to analyze the data descriptively. The results exposed that the Sidogiri model could be coherent with the learning climate at Ponpes As-Sunniyyah Al-Jauhari Kencong Jember and in accordance with the expectations of Ponpes As-Sunniyyah Al-Jauhari Kencong Jember to make reading the yellow book effective. The Al-Miftāḥ li al-ʻUlūm method as the Sidogiri model can be an alternative model for the acceleration of reading the yellow book in the pesantren environment
    corecore