1,722,305 research outputs found
Mambangkik Kapa Tarandam : Menyelami dan Melestarikan Kpal Tenggelam di Teluk Mandeh
Dalam rangka penyebarluasan informasi tinggalan bawah air, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman menerbitkan sebuah buku yang menguak misteri keberadaan Kapal N.V. Boelangan Nederland di Teluk Mandeh.
Buku berjudul "Mambangkik Kapa Tarandam " ini bertutur tentang kawasan Mandeh sebagai salah satu perairan yang potensial menyimpan kekayaan arkeologi bawah air
GANDRUNG JAJANG SEBUAH KONSTRUKSI RITUAL MERAS GANDRUNG MELALUI KOREOGRAFI LINGKUNGAN
Abstrak Gandrung Profesional menjalani proses nyantrik sebagai bekal ilmu pengetahuan dan nilai peradaban untuk kemudian menjalani ritual meras, selametan, dan pentas Gandrung yang digelar semalam suntuk. Secara filosofis, proses kehidupan Gandrung diilhami dari ilmu bambu, fondasi akar yang kuat sangat diperlukan untuk menjadi Gandrung Profesional melalui cara ritual. Gandrung, dulunya berkaitan erat dengan kepercayaan dan ritual yang sakral. Kini mulai menjadi suatu arena kontestasi berbagai kepentingan yang terus mengalami perubahan. Fenomena tersebut menjadi rangsang awal koreografer mengkonstruksikan ritual meras Gandrung dalam bentuk koreografi lingkungan melalui karya tari Gandrung Jajang. Koreografi lingkungan merupakan revitalisasi metode penciptaan tari tradisional yang diperbarui dengan pemikiran berdasarkan kehidupan kekinian. Mode penyajian yang digunakan adalah simbolis representatif, karya ini menggunakan gerak Gandrung klasik dan gerak murni yang distilisasi dengan memvisualkan makna filosofis bambu yang terlukis pada gerak penari. Metode penyampaian materi berbeda dengan karya koreografi panggung pada umumnya, dalam karya ini koreografer banyak menemukan materi gerak melalui eksplorasi langsung bersama penari di lokasi jajangan, menghasilkan bentuk-bentuk lebih dekat dan sesuai dengan tubuh penari. Gandrung Jajang merupakan karya tari yang mengkonstruksikan ritual meras Gandrung menggunakan koreografi lingkungan. Lingkungan jajangan semakin estetis dengan dibangun pondok dan setting tempat pertunjukan berbahan bambu sebagai penguat konsep pertunjukan. Alat musik gamelan Gandrung modifikasi berbahan bambu menjadi bahan eksplorasi dan improvisasi menarik untuk disajikan. Ide ini digagas oleh koreografer sebagai gubahan bentuk pertunjukan ritual meras Gandrung yang baru. Melihat potensi budaya masyarakat Banyuwangi yang kaya akan berbagai prosesi, sehingga berbekal observasi pada narasumber koreografer mendalami tatanan proses ritual untuk kepentingan research tentang keadaan faktual di lapangan. Karya ini diharapkan dapat dijadikan studi pendidikan karakter pemuda tentang proses kreatif mulai dari gagasan idesional, proses, hingga management pertunjukan. Proses penciptaan karya ini juga akan melatih multi kecerdasan seniman atau koreografer muda dalam segi kecerdasan spiritual, kinestetik, emosional, dan idesional, sehingga seniman Banyuwangi tergerak untuk membuat karya yang dekat dengan lingkungan. Kata Kunci: Gandrung Jajang, Ritual Meras Gandrung, Koreografi Lingkunga
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN REBUNG ANAKAN BAMBU APUS (Gigantochloa apus (J.A & J.H Schultes) Kurz) DAN BAMBU JAJANG (Gigantochloa manggong Widjaja) DENGAN SETEK - RHIZOMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tumbuh setek rhizoma pada bambu apus dan bambu jajang, untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan rebung anakan bambu apus dan bambu jajang
IMPLEMENTASI DAKWAH MELALUI PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA KOMUNITAS PEREMPUAN PENOREH GETAH DI NANGA JAJANG KAPUAS HULU
Nanga Jajang merupakan perkampungan di pedalaman Ulu Kapuas yang dihuni oleh mayoritas muslim dengan pekerjaan sebagai penoreh getah, khususnya kalangan perempuan. Harga karet yang rendah mengakibatkan perekonomian mereka terpuruk. Kesulitan ekonomi dibarengi juga dengan pemahaman keagamaan yang rendah. Karena tidak adanya pendidikan formal atau putus sekolah dan Sumber Daya Manusia yang tidak memadai. Walaupun begitu, mereka memiliki semangat beragama yang tinggi. Kondisi inilah yang melatari kami melaksanakan kegiatan dakwah melalui pembinaan keagamaan dengan pendekatan PAR (participation action research), dimana perempuan penoreh getah yang menemukan masalahnya sendiri, dan mencari solusinya secara bersama-sama. Pembinaan keagamaan melibatkan Majelis Taklim Asy-Syuhada Nanga Jajang, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengkadan (Nanga Jajang bagian dari kecamatan Pengkadan), Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai organisasi keagamaan di kabupaten Kapuas Hulu, dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalimantan Barat dalam bentuk pendampingan dan penguatan mental bagi perempuan penoreh getah. Pembinaan keagamaan meliputi: bimbingan keagamaan dan motivasi beragama, bimbingan ibadah (fiqh), bimbingan kemuslimatan (fiqh muslimah), bimbingan psikologi dan akhlak, bimbingan fardu kifayah dan bimbingan al-Quran. Hasil pembinaan keagamaan terhadap perempuan penoreh getah nampak dengan tumbuhnya semangat keagamaan, kemandirian sikap, dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan Islam. Mereka menyadari akan kekurangan dan ketidakmengertian mereka mengenai banyak hal dalam persoalan agama. Munculnya para pemerhati dakwah, khususnya mereka yang kami libatkan dalam pembinaan keagamaan baik secara perorangan maupun organisasi. Akhirnya pembinaan keagamaan terhadap perempuan penoreh getah masih tetap berlangsung sampai sekarang melalui majelis taklim Asy-Syuhada sebagai mitra kami dalam pembinaan keagamaan ini
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMK (STUDI KORELASIONAL PADA SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 10 JAKARTA)
JAJANG NURJAMAN. Relationship Between Self Efficacy with Career
Maturiy in SMK Student (Correlational Study on Student Class XI Accounting
SMK Negeri 10 Jakarta). Scription. Jakarta. Study Program of Economics
Education, Concentration in Accounting Education, Faculty of Economics, State
University of Jakarta, 2017.
The aim of this research is to determine to relationship between self efficacy with
career maturity in SMK student (correlational study on study class XI accounting
SMK Negeri 10 Jakarta) by using empirical data and facts are valid and reliable.
This research conduct at SMK Negeri 10 Jakarta. The research method use is
survey method. The population in this study is all students class XI accounting SMK
Negeri 10 Jakarta academic year 2016/2017 as many as 72 students. The sample
used as many as 62 students. The sampling technique in this study is proportionate
random sampling. To get data from two variables, researcher using Likert scale
model for self efficacy (variable X) and career maturity (variable Y).
The regression equation resulting from this research i
- …
