31 research outputs found

    ivan renaldi's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    ivan renaldi's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    ivan renaldi's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    The Defense Mechanism of Ivan Petrovich Voynitsky In Anton Chekhov’s Uncle Vanya Script (1899): A Psychoanalytic Approach

    Get PDF
    Defense mechanism is a part from psychoanalytic theory which learn about human defense that they do intentionally or unintentionally when they are getting the fear. By using defense mechanism, the researcher wants to analyze every kind of defense mechanism that used by Ivan Petrovich Voynitsky in the drama script Uncle Vanya. The purposes of this research are (1) to explain how defense mechanism is depicted by Ivan Petrovich Voynitsky in Anton Chekhov’s Uncle Vanya script, and (2)to reveal the reasons why Anton Chekhov addresses defense mechanism in hisscript. The research is analyzed by using descriptive qualitative method. The technique of data collection is using Library Research and Note-taking method. The researcher is using the psychoanalytic theory from Sigmund Freud to analyze Uncle Vanya drama script, and to find out the evidences of defense mechanism that used by Ivan Petrovich Voynitsky. According Sigmund Freud, there are some kinds of defense mechanism but, the researcher only finds out four kinds of defense mechanism in the Uncle Vanya’s script, they are rationalization, denial, reaction formation, and displacement

    Implementasi Pendidikan Ketarunaan Dalam Meningkatkan Disiplin Pelajar di SMK Negeri 2 Turen Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK : Pendidikan merupakan cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang sesuai dengan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea ke-4 yaitu ikut serta dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Perkembangan jaman saat ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan negara lain yang telah maju. Pada era seperti ini dimana perkembangan dan kemajuan teknologi sangat cepat dan tak terbendung diperlukan suatu upaya dalam menanamkan sikap disiplin dalam kalangan pelajar, sehingga akan terbentuk masyarakat yang tertib dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Kebiasaan siswa dalam melanggar aturan sekolah seperti membolos, datang terlambat, seragam tidak rapi, seragam tidak sesuai, kabur pada saat jam pelajaran, tidak mengikuti kegiatan ekstra sekolah dan lain sebagainya juga merupakan dampak dari kurangnya penanaman kedisiplinan pada siswa. Dengan maraknya pelanggaran-pelanggaran dan kenakalan remaja saat ini jelas menimbulkan suatu perubahan dalam pola mendidik di sekolah, salah satu alternatif dalam pola pembinaan siswa adalah penerapan pendidikan ketarunaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendidikan ketarunaan, kurikulum/program pendidikan ketarunaan, pelaksanaaan dan hambatan serta solusi dalam pendidikan ketarunaan di SMK Negeri 2 Turen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif, dengan teknik deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan kegiatan triangulasi sumber dan teknik, kegiatan penelitian ini dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh 5 (lima) temuan penelitian. Pertama,sejarah pendidikan di SMK Negeri 2 Turen dilatarbelakangi oleh dua jurusan yang berdiri sejak awal dalam  mempelopori berdirinya sekolah yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan dan Budidaya Air Tawar. Dua jurusan yang sejak awal merupakan cikal bakal berdirinya SMK Negeri 2 Turen dalam proses pelaksanaannya di sekolah harus dilaksanakan dengan pendidikan ketarunaan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Selain itu, perkembangan jaman dan arus globalisasi yang semakin meningkat juga membawa dampak negatif cukup banyak utamanya dalam kehidupan remaja, maraknya kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, tindakan indisipliner, dll. hal tersebut memunculkan  keprihatinan dari para pendidik sehingga hal ini dijadikan dasar dalam pelaksanaan pendidikan ketarunaan, dengan tujuan terbentuknya taruna yang memiliki sikap disiplin yang tinggi dan berkarakter. Kedua, program/kegiatan pendidikan ketarunaan secara umum dibagi menjadi 3 macam yaitu Pembinaan Fisik, Pembinaan Mental dan Pembinaan Psikologis. Pembinaan fisik dilakukan untuk membentuk fisik taruna yang kuat dan sehat sehingga diharapkan mampu mengikuti semua kegiatan ketarunaan, pembinaan mental dimaksudkan agar taruna memiliki mental yang baik dalam kehidupan sehari-hari hal ini dilaksanakan untuk menyiapkan taruna dalam menghadapi dunia kerja yang persaingannya sangat ketat, dan pembinaan psikologis dilakukan agara taruna merasa terbimbing dengan adanya pembinaan psikologis dikarenakan seorang taruna akan tahu kemampuan dan potensi dirinya. Ketiga, Pelaksanaan pendidikan ketarunaan dilaksanakan oleh taruna sendiri dengan pembinaan dan pengawasan pembina taruna. Pembinaan pendidikan ketarunaan bertujuan agar pelaksanan pendidikan ketarunaan berjalan sesuai dengan semestinya dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Pelaksanaan pendidikan ketarunaan dalam meningkatkan disiplin pelajar di SMK Negeri 2 Turen dilaksanakan  dengan pembiasaan-pembiasaan taruna dalam menerapkan semua peraturan yang telah ditetapkan. Keempat, Hambatan dari guru adalah kurangnya perhatian terhadap taruna dalam pelaksanaan pendidikan ketarunaan, sebagian guru kurang memahami tujuan pendidikan ketarunaan, dan salah pemahaman terhadap kegiatan yang dilakukan dalam pemdidikan ketarunaan. Sedangkan hambatan yang berasal dari taruna sendiri adalah kurangnya kesadaran dari para taruna dala menjalankan pendidikan ketarunaan, fisik taruna yang belum siap dalam menjalanankan pendidikan ketarunaan. Kelima,Solusi yang dalam mengatasi hambatan pelaksanaan pendidikan ketarunaan yang terjadi adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut: mengirimkan/mengikutsertakan guru dalam kegiatan/program pemantapan pendidikan ketarunaan di instasi militer, sekolah selalu mengevaluasi setiap pelaksanaan pendidikan ketarunaan. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) Kepala Sekolah, sebaiknya dilaksanakan evaluasi dan peningkatan kegiatan ketarunaan dan perlu dikeluarkannya peraturan yang jelas dalam pendidikan ketarunaan (2) Bagi Guru seyogyanyamulai memberi keteladanan dan kepatuhan dalam pendidikan ketarunaan serta pendampingan sehingga taruna akan lebih bersemangat dalam kegiatan ketarunaan(3) Taruna/siswa, sebaiknya taruna harus mengikuti semua rangkaian kegiatan ketarunaan dengan baik, menaati segala aturan, dan setiap taruna harus mampu menampilkan pribadi-pribadi yang positif dan dapat menjadi teladan bagi semua. (4) Bagi pemerintah/Dinas Pendidikan ,sebaiknya pemerintah merekomendasikan pendidikan ketarunaan ini kepada sekolah-sekolah yang lain agar terbentuk siswa yang memiliki disiplin tinggi. Kata Kunci: Pendidikan, Ketarunaan, Disipli

    OPTIMALISASI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL BIDANG DESAIN INDUSTRI (STUDI INDUSTRI MEBEL DAN KERAJINAN KABUPATEN JEPARA)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab belum optimalnya alternatif penyelesaian sengketa hak kekayaan intelektual bidang desain industri di lingkungan industri mebel dan kerajinan Kabupaten Jepara dan upaya hukumnya untuk mengoptimalkan alternatif penyelesaian sengketa hak kekayaan intelektual bidang desain industri di lingkungan industri mebel dan kerajinan Kabupaten Jepara oleh pengusaha, pemerintah maupun penegak hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (sosiologis/ non doktrinal) dengan sifat penelitian deskriptif dan bentuk preskriptif serta penelitian terhadap efektivitas hukum dan pendekatan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif penyelesaian sengketa hak kekayaan intelektual belum berjalan dengan baik didukung oleh banyaknya perkara hak kekayaan intelektual yang diproses melalui jalur pengadilan (litigasi) padahal masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat di Kabupaten Jepara memiliki jiwa musyawarah dan mengedepankan kekeluargaan dalam menghadapi sengketa. Penerapan teori Strukturisasi digunakan untuk mengembangkan paradigma non-litigasi (PnLg) di masyarakat khususnya di Jepara agar paradigma litigasi (PLg) mulai ditinggalkan. Salah satu upaya hukum untuk mengoptimalkan alternatif penyelesaian sengketa adalah strukturisasi penyelesaian sengketa alternatif hak kekayaan intelektual khususnya bidang desain industri di lingkungan industri mebel dan kerajinan Kabupaten Jepara

    Model Pembelajaran Group Investigation

    No full text
    Dalam makalah ini dibahas mengenai model pembelajaran Group Investigation yng akan diterapkan kepada peserta didik. Tujuan dari penerapan model pembelajaran ini adalah untuk mengetahui manfaat dan dampak yang akan terjadi pada peserta didik. Dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya dituntut menerima apa yang diberikan oleh guru namun juga harus mampu berfikir analisis. Dalam kurikulum 2013 siswa dituntut untuk selalu aktif dalam pembelajaran di kelas hal ini selaras dengan manfaat dari model pembelajaran group investigation yang menuntut agar siswa dapat mengembangkan pola berfikir analisis. Guru hanya akan memberikan sebagian permasalahan dan akan dikembangkan oleh siswa sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah tersebut. Dalam model pembelajaran kooperatif Group Investigation guru hanya menjadi pengarah dan penunjuk dalam proses pengembangan masalah hingga penyelesaian masalah tersebut oleh siswa. Sehingga, siswa akan mampu mengembangkan proses berfikir analisis. Selain itu, dalam model pembelajaran ini juga menekankan penyelesaian masalah dengan berkelompok sehingga selain mengasah cara berfikir analisis, siswa juga akan belajar bersosialisasi dan kerja sama antar anggota kelompok

    Language Style in the Novel Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang by Wisnu Suryaning Adji Stylistic Studies

    No full text
    One of the ways authors express literary works is through the use of language styles. Language style has a function that can influence the reader which can make the reader interested in what the author conveys. This research is entitled "Language Style in the novel Big Plan to Die with Calm by Wisnu Suryaning Adji". The purpose of this study is to describe the use of style in hyperbole, irony, and personification in the novel The Great Plan to Die with Tranquility by Wisnu Suryaning Adji. The method used in this study is qualitative descriptive. Based on the results of the study, the author uses hyperbolic language style to emphasize excess, describe emotional tension, create dramatic effects, give an impression of humor. The use of ironic language styles for the contrast between hope and reality, dissatisfaction and frustration, social criticism, emotional reflection, and gives a more complex layer of meaning. Using his own personification language style, the author aims to bring objects and concepts to life, create an emotional impression, add aesthetic beauty to the novel Big Plan to Die with Tenang by Wisnu Suryaning Adji.93 PagesSkripsi Sarjan

    Theoretical Perspectives on Direct Cash Transfers

    No full text
    This research is a literature study with a qualitative type of research with a literature review that seeks to describe the theoretical perspective of direct cash assistance. In this research, the author uses various written sources such as articles, journals and documents that are relevant to this research study, this literature study focuses on several theoretical perspective on direct cash assistance. The results of the study show that Direct Cash Assistance (BLT) is a process of government efforts to overcome poverty. Direct Cash Assistance (BLT) requires several Theoretical Perspectives to continue to study Direct Cash Assistance (BLT) in depth. The use of a Theoretical Perspective on Direct Cash Assistance (BLT) has various positive and negative impacts on the community itself. can increase the government's efforts in reviewing several policies for implementation in society. The role of a theoretical perspective is very important. Perspective is needed so that the use of Direct Cash Assistance (BLT) can be realized effectively and efficiently.71 PagesSkripsi Sarjan

    Fatores de risco para mastite bovina

    No full text
    Avaliaram-se fontes de variação para a contagem de células somáticas (CCS) em vacas e possíveis fatores de risco para mastite.Foram utilizadas informações sobre o manejo de 175 rebanhos e seus respectivos históricos de CCS e de 3.987 amostras de leite de 2.657 vacas oriundas de 24 rebanhos localizados nos estados do Rio de Janeiro e Minas Gerais durante o período de junho de 2000 a julho de 2003.As amostras de leite dos animais foram usadas para CCS e identificação de agentes da mastite.A CCS foi realizada por meio de citometria de fluxo em equipamento automatizado e o isolamento e identificação ds bactérias em placas de Agar sangue e teste bioquímico.No primeiro experimento avaliaram-se fatores associados a elevação da CCS de rebanhos e a de adoção de procedimentos relacionados ao controle e prevenção da mastite.Foram identificados fatores de risco relacionados ao manejo do rebanho e observada grande variação da adoção de procedimentos relacionados ao controle e prevenção da mastite.No segundo experimento foram avaliadas fontes de variação da CCS de vacas.Foi observado que o efeito de animal dentro de rebanho foi maior que o efeito de rebanho na variação da CCS.A presença de infecção intramamaria dói determinante no aumento da CCS e foi observado efeito especifico dos agente da mastite sobre a CCS.O terceiro experimento teve como objetivo identificar fatores de risco para mastite subclinica de acordo com a bactéria isolada.A maioria dos fatores de risco identificada no estudo dói relacionada ao manejo do rebanho
    corecore