82 research outputs found
Keanekaragaman Serangga Pengunjung Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) di Bogor
Pengembangan usaha budi daya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dihadapkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi kualitasnya, salah satunya adalah keberadaan serangga hama. Penelitian mengenai keanekaragaman serangga pengunjung jamur tiram budi daya di Bogor masih sedikit dilaporkan, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman serangga pengunjung pada jamur tiram budi daya di Bogor. Sampel serangga diambil dari tudung jamur (pileus), lamela jamur (gills), dan tangkai jamur (stipe). Hasil menunjukkan bahwa terdapat 176 individu serangga dari 10 famili yang teridentifikasi dari lima lokasi pengamatan. Famili tersebut diantaranya adalah Tipulidae, Nitidulidae, Phyrrhocoridae, Cimicidae, dan Diapriidae dengan famili yang dominan, diantarannya Drosophilidae, Formicidae, Sciaridae, Scatopsidae, dan Staphylinidae. Indeks Shannon-Wiener (H´) menunjukkan tingkat keanekaragaman pada lokasi Rimba Jaya Mushroom, LIPI (Pusat Penelitian Biologi), dan SEAMEO BIOTROP memiliki tingkat keanekaragaman sedang. Tingkat keanekaragaman pada budi daya yang berada di Komplek Perumahan Kota Bogor memiliki tingkat keanekaragaman yang rendah. Indeks kemerataan (E) pada kelima lokasi jamur tiram budi daya menunjukkan bahwa kemerataan jenis serangga relatif sama. Hasil Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan famili Drosophilidae, Formicidae, Sciaridae, Scatopsidae, dan Staphylinidae memiliki nilai INP yang besar (INP>10%). Hasil penelitian tidak berbeda nyata berdasarkan analisis statistik dengan Diversity t-test
Seleksi Isolat Jamur Tiram Putih (Pleurotus spp.) yang Mampu Tumbuh dan Berproduksi pada Suhu Tinggi
Jamur tiram putih adalah jamur pangan yang mempunyai banyak khasiatnya.
Jamur ini tumbuh pada suhu 25-30oC untuk fase vegetatif dan fase generatif 14-
18oC. Suhu udara di Indonesia bagian timur relatif tinggi. Oleh karena itu,
dilakukan seleksi terhadap isolat-isolat jamur tiram putih pada suhu tinggi 35oC.
Bahan yang digunakan terdiri dari sembilan isolat jamur tiram putih yaitu isolat
AMD, BBR, BNK, CSR, MTR, PGN, TBM, USX dan HS liar. Semua isolat jamur tiram
putih tumbuh pada media ASK suhu 35oC dengan diameter koloni 6.83-9 cm
kecuali MTR. Semua isolat pada media bibit jagung yang diinkubasi pada suhu
35oC tidak tumbuh. Selanjutnya kedelapan isolat asal kultur 35oC dibuat bibit pada
media jagung di suhu ruang dan hasilnya empat isolat yang tumbuh yaitu CSR,
TBM, USX dan HS liar. Keempat isolat selanjutnya ditumbuhkan di media
produksi 500 g, terdiri dari serbuk gergajian kayu sengon, 15% dedak padi, 1.5%
gipsum dan 1.5% CaCO3 dan diinkubasi pada suhu 35oC selama fase vegetatif dan
suhu ruang selama fase reproduksi. Keempat isolat tersebut tumbuh pada suhu 35oC
pada fase vegetatif dan berproduksi pada suhu 25-28oC dengan efisiensi biologi
berkisar 64.1- 98.56%. Hasil ini lebih rendah dari penelitian sebelumnya pada isolat
asal yang tanpa perlakuan suhu 35oC
BUDAYA PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: TINJAUAN BIBLIOMETRIK TERHADAP TREN PENELITIAN GLOBAL
Kata Kunci: Islamic
Education Culture,
Senior High School,
Analisis Bibliometrik,
Sistematis Literature
Review
Egis Permana Putra1*, Baharudin2, Era Octafiona 3, Zahra
Rahmatika4, Qonita Sabrina5
1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Radein Intan Lampung
Email Correspondence: [email protected] *
Abstrak: Meskipun penelitian tentang budaya dalam
Pendidikan Islam terus berkembang, masih terdapat
keterbatasan kajian sistematis yang menganalisis tren global
dan keterbaharuan dalam integrasi budaya Islam di sekolah
menengah atas. Dari banyaknya penelitian mengenai Budaya
dalam Pendidikan Islam, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis
perkembangan,
tren,
dan menemukan
keterbaharuan publikasi dan penelitian ilmiah mengenai
integrasi budaya Islam dalam Pendidikan Islam di sekolah
menengah atas di seluruh dunia dalam rentang waktu 2019
2024. Metode penelitian yang digunakan dalam karya ini
adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik olah
data Analisis Bibliometrik, yang menghasilkan data inklusi
sebanyak 32 artikel dari 150 artikel yang terindeks di Scopus,
yang kemudian divisualisasikan menggunakan perangkat
berupa artikel ilmiah yang terindeks Scopus dan dipilih
menggunakan perangkat lunak Covidence. Teknik analisis
lunak VOSviewer versi 1.6.20 Instrumen penelitian data
Budaya Pendidikan Islam di Sekolah Menengah Atas: Tinjauan Bibliometrik terhadap Tren … | 2
© Egis Permana Putra, dkk.
dilakukan dengan pemetaan tren publikasi, sitasi, kolaborasi
penulis, dan analisis kata kunci utama menggunakan
VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan tren penulisan
terbanyak pada tahun 2021 adanya penurunan sitasi pada
tahun 2022-2024. Dari total 10 negara yang berpartisipasi
Indonesia yang paling banyak berkontribusi dan dalam
publikasi terkait topik ini, 66% di antaranya menggunakan
pendekatan kualitatif. Berdasarkan overlay visualization co
occurrence, penelitian dengan topik tambahan seperti
"Pengintegrasian Nilai- Nilai Islam dalam Kurikulum" dan
"Pendidikan
Karakter
Berbasis
Budaya"
menjadi
keterbaharuan yang muncul hingga saat ini. Penelitian ini
berdampak pada penguatan dasar pengembangan kurikulum
berbasis budaya Islam yang relevan dengan kebutuhan global.
Berdasarkan analisis visualization co-occurrence dalam
penelitian ini, diperlukan studi lanjutan berupa penelitian
lapangan dan longitudinal tentang penerapan budaya Islam
dalam pendidikan yang disesuaikan dengan tantangan global
dan perkembangan pendidikan di era modern.
Keywords: Islamic
Education Culture,
Senior High School,
Analisis Bibliometrik,
Sistematis Literature
Review
Abstract: Although research on culture in Islamic Education
continues to grow, there is still a lack of systematic studies
analyzing global trends and innovations in the integration of
Islamic culture in senior high school education. Among the
numerous studies on culture in Islamic Education, this
research aims to analyze the development, trends, and
innovations in publications and scientific research on the
integration of Islamic culture into Islamic Education in senior
high schools worldwide between 2019 and 2024. The research
method used in this study is a Systematic Literature Review
(SLR) with bibliometric analysis techniques, resulting in the
inclusion of 32 articles from a total of 150 articles indexed in
Scopus, which were subsequently visualized using VOSviewer
version 1.6.20. The research instrument consists of scientific
articles indexed in Scopus, selected through Covidence
software. Data analysis involved mapping publication trends,
citations, author collaboration, and keyword analysis using
VOSviewer. The analysis shows that the highest number of
publications occurred in 2021, with a decline in citations from
2022 to 2024. Among the 10 countries involved, Indonesia
contributed the most, with 66% of the publications on this topic
Available at : https://journal.nahnuinisiatif.com/index.php/ARJI/article/view
DOI : 10.61227
P-ISSN : 2774-9290
E-ISSN : 2775-0787
Action Research Journal indonesia (ARJI) | Volume 7 Number 2 Year 2025 | 3
employing a qualitative approach. Based on the overlay
visualization of co-occurrence, research topics such as
"Integrating Islamic Values into the Curriculum" and
"Culture-Based Character Education" have emerged as recent
innovations. This research contributes to strengthening the
foundation for developing an Islamic culture-based curriculum
that meets global needs. Based on the co-occurrence
visualization analysis, further research is necessary, including
field and longitudinal studies on the implementation of Islamic
culture in education, adapted to global challenges and the
development of education in the modern era
SCIENTIFIC FUNGAL REPORT OF MOLDY JEANS IN INDONESIA
Mold are multicelular -microscopic fungi known as heterotrophic-cosmopolitan organism which exist almost at any place in the environment. Textiles, particularly those composed of natural organic such as jeans are easily colonized by mold. Till time, there is no report ever found regarding fungal of moldy jeans in Indonesia. This study aimed to isolate fungi from moldy jeans, identified, and described it. The result revealed that the isolate studied was Chaetomium globosum, by using several macroscopic and microscopic characters. However, since Chaetomium are known as species complex fungi, further observation is needed using molecular approach. Therefore, author consider that the isolate should be treated as Ch. globosum sensu lato for time being. Interestingly, Ch. globosum was frequently reported as endophytic fungi, which pose the potency to be used as biocontrol and bioinducer in agriculture. Further research is needed to test the isolate potency as plant pathogenic biocontrol and plant growth inducer
ULASAN : POLITIK SIMBIOSIS FUNGI DAN TUMBUHAN
Many mycologist believed that the successful history of plant invasion to the land was the result of co-evolutionary interaction between plant and fungi. The colonization of land by plants mainly depend on the fundamental biological evolution, among which was the symbiosis with fungi to enhance water and nutrient uptake. Untill today, most plants hold in symbioses with endophytic and mycorrhizal fungi in environment, and the consequences for plants vary broadly from mutualism to parasitism (plant fungal pathogen). Recently, scientist proved that some of those type of interactions poses dynamic situation which involving the agreement betwen host and its mycobion partner. Interestingly, the switching mechanism of the life style of the fungus from one state (mutualistic) to another( parasitic) and vice versa is potentially emerge. This review will highlight both the initial symbiosis process between plant and fungi, and how they maintain it.Keywords: Fungi, plant, symbiosis, maintenanc
Kasus keracunan Inocybe sp. di Indonesia
Jamur telah digunakan sejak lama sebagai bahan pangan karena berbagai kandungan nutrisi dan manfaat yang baik untuk kesehatan. Di Indonesia, sebagian besar masyarakat lokal telah terbiasa merambah jamur liar edible untuk dikonsumsi. Salah satu jamur liar konsumsi yang sering dicari oleh masyarakat adalah Termitomyces. Namun jamur ini seringkali sulit dibedakan dengan Inocybe karena sruktur morfologinya yang sama terutama untuk masyarakat awam. Inocybe diketahui memiliki spesies yang sebagian besar seringkali menyebabkan keracunan. Namun juga terdapat sedikit dari jenis dari jamur ini yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat. Tulisan ini merupakan penelitian kuantitatif berbasis literatur. Selama 10 tahun terakhir, telah terjadi sebanyak 7 kasus keracunan Inocybe di Indonesia dengan total 31 orang korban dan 1 di antaranya meninggal dunia. Inocybe diketahui mengandung senyawa toksik yakni muscarine dan psilocybin. Kendala utama terkait identifikasi jamur penyebab keracunan salah satunya adalah minimnya informasi, preservasi, ataupun dokumentasi yang baik mengenai sampel jamur yang menyebabkan keracunan di Indonesia. Pengetahuan dasar mengenai aspek mikologi Inocybe dan potensi toksisitasnya merupakah salah satu hal penting untuk mencegah terjadinya keracunan jamur liar di Indonesia di masa mendatang
Ragam Dan Potensi Jamur Makro Asal Taman Wisata Mekarsari Jawa Barat
Taman Wisata Mekarsari (TWM) merupakan salah satu daerah penyangga ekosistem dan pusat pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Keragaman jamur makro asal serasah dan tanah di TWM belum pernah dilaporkan sebelumnya. Jamur merupakan organisme penting dalam siklus materi karena kemampuannya mendegradasi bahan organik pada ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi mengenai keragaman jamur makro di TWM untuk pemanfaatan potensinya di masa mendatang. Sebanyak 20 jenis dan 16 genus jamur makro berhasil dikoleksi dari TMW pada penelitian ini. Identifikasi jamur dilakukan dengan menggunakan berbagai karakter makroskopik. Pada tulisan ini dijelaskan cara deskripsi karakter makroskopik untuk membantu identifikasi jamur. Jamur yang berhasil diidentifikasi pada penelitian ini adalah Amanita sp.1, Amanita sp.2, Auricularia sp., Collybia sp., Clitocybe sp., Crepidotus sp., Cyathus sp., Ganoderma sp., Lepiota sp.1, Lepiota sp.2, Marasmius sp., Naucoria sp.1, Naucoria sp.2, Omphalina sp., Panaeolus sp., Parasola sp.1, Parasola sp.2, Pluteus sp., Scizophyllum sp., dan Xylaria sp. Beberapa jamur yakni Auricularia, Clitocybe, Ganoderma, dan Scizophyllum yang ditemukan berpotensi sebagai bahan pangan dan obat. Inventarisasi data keragaman yang baik akan membantu upaya pengelolaan dan pelestarian kekayaan sumber daya hayati di Indonesia
KOMUNIKASI SINGKAT : LAPORAN KEBERADAAN JAMUR BERACUN Podostroma cf. cornu-damae DARI LUAR BOGOR DI INDONESIA
Podostroma cf. cornu-damae di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh Boedijn pada tahun 1934 di Buitenzorg (Bogor), Jawa Barat. Sejak saat itu, tidak ditemukan adanya laporan kembali mengenai jamur tersebut di Indonesia. Pada tahun 2020, beberapa masyarakat lokal yang tergabung dalam komunitas pemburu jamur Indonesia membagikan informasi mengenai keberadaan jamur tersebut dari hutan Tamiang Layang (Kalimantan Tengah) dan Sukabumi (Jawa Barat). Identifikasi morfologi yang disertai deskripsi dan karakterisasi makroskopis mengkonfirmasi identitas jamur tersebut sebagai Podostroma cf. cornu-damae dan Podostroma sp. Observasi karakter mikroskopis atau pendekatan molekuler perlu dilakukan untuk memastikan hal tersebut pada penelitian selanjutnya. Informasi ini menambah data inventarisasi kekayaan ragam jamur di Indonesia
Laporan kasus keracunan Chlorophyllum cf. molybdites di Surabaya, Indonesia
Wild mushrooms are one of the agricultural commodities used as food by Indonesian. However, the risk of poisoning can occur due to the morphology which often similar between edible and poisonous mushrooms. One family consumed wild mushroom which found around their residential area in Surabaya. The macrofungi grew on the grass near the ‘sengon’ trees around it. A few hours later, all of them experienced vomiting and diarrhea. The entire family rushly evacuated to the nearest hospital and received treatment. The blood tests and computed tomography (ct) scan of the abdomen showed no serious effect in all victims. The mushroom which caused poisoning then documented completely. The identification results using several macroscopic characters confirmed the macrofungi as Chlorophyllum cf. molybdites. This mushroom is known as in the category of V poisonous mushrooms which cause irritation of the digestive tract. This report indicates the need for a better understanding of the wild mushrooms identification for consumption. This is one of the approach to prevent wild mushroom poisoning in Indonesia.Jamur liar merupakan salah satu komoditas pertanian yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Indonesia. Namun risiko keracunan bisa terjadi karena morfologi yang seringkali terlihat mirip antara jamur yang dapat dimakan dan yang beracun. Satu keluarga mengkonsumsi jamur liar yang ditemukan di sekitar pemukiman rumahnya di Surabaya. Jamur tersebut tumbuh pada rerumputan dengan beberapa pohon sengon di sekitarnya. Beberapa jam kemudian semuanya mengalami gejala muntah dan diare. Seluruh anggota keluarga tersebut kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan mendapatkan pengobatan. Hasil cek darah dan computed tomography (ct) scan abdomen menunjukkan tidak ada efek yang serius pada semua korban. Jamur yang menyebabkan keracunan didokumentasikan dengan lengkap. Hasil identifikasi dengan menggunakan karakter makroskopik mengkonfirmasi jamur tersebut sebagai Chlorophyllum cf. molybdites. Jamur ini termasuk dalam kategori jamur beracun tipe V yang menyebabkan iritasi saluran pencernaan. Laporan ini mengindikasikan perlunya pemahaman yang baik terkait pengenalan jamur liar untuk dikonsumsi. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya keracunan jamur liar di Indonesia
Endophytic Fungi Around Campus Building : Notes and Biocontrol Potency
Endophytic fungi occupied healthy plant tissues without destroying or producing substances which lead an infection to the host cell.Studies on endophytic fungi and its utilization have gained significance during therecent years in Indonesia. However, information provide in the term of institutional area are limited, and campus building is no exception. the goal of this study was to isolate endophytic fungi from some Angiosperms around IPB University Campus Building (IPBUCB) and testing their potential utilization as biocontrol of some plant pathogenic fungi. A total of 9 isolates of endophytic fungi obtained from this study. All isolates shown unique characteristics on PDA medium. Most of isolates have inhibition activity againtsplant pathogenic fungi. ARIV1 and ARIV2 were performed the highest (%) of inhibition of Phythopthoracapsiciwhile BWIV1 in Fusarium oxisporumf. sp. cubense. This research is an early step to reveal the potential of endophytic fungi around campus building in the foreseeable future. Â
- …
