31 research outputs found

    THE APLICATION OF DIGITAL BASED INTRACTIVE QUIZ LEARNING MEDIA FOR TEACHER OF STATE ELEMENTARY SCHOOL IN DEPOK

    No full text
    Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi Digital di SDN Ratu Jaya 3 Cipayung Depok.  Melalui pemanfaatan teknologi sebagai alternatif penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan mengajar diharapkan dapat meningkakan kualitas pembelajaran di kelas karena dianggap dapat membantu guru dalam menyamaikan materi kepada siswa.Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kepada Guru SDN Ratu Jaya Depok dengan melakukan sosialisasi dan simulasi penerapan media pembelajaran kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot. Kegiatan ini dilakukan selama 3 bula sejak bulan April – Juni 2019

    Hubungan Fungsi Manajemen Program P2 ISPA dengan Ketercapaian Target Angka Cakupan Pneumonia Balita di Puskesmas Kota Semarang

    Get PDF
    Universitas Diponegoro Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 2015 ABSTRAK Sri Isroyati Hubungan Fungsi Manajemen Program P2 ISPA dengan Ketercapaian Target Angka Cakupan Pneumonia Balita di Puskesmas Kota Semarang xiv + 140 halaman + 12 tabel + 2 gambar + 15 lampiran Angka cakupan pneumonia balita di puskesmas kota Semarang tahun 2012 sebesar 25% dan tahun 2013 sebesar 26%, kondisi ini masih dibawah target yang ditetapkan oleh DKK Kota Semarang yaitu 37 % pada tahun 2013. Hal ini menunjukkan rendahnya angka cakupan pneumonia balita yang diduga belum optimalnya fungsi manajemen program P2 ISPA. Tujuan penelitian adalah menganalisis fungsi manajemen program P2 ISPA kaitannya dengan angka cakupan pneumonia balita di puskesmas kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Cara pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi dokumen meggunakan checklist observasi terhadap fungsi manajemen program P2 ISPA. Jumlah sampel 36 penanggung jawab program di 37 Puskesmas Kota Semarang karena 1 penanggung jawab program tidak memenuhi kriteria sampel. Analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari puskesmas yang mencapai target cakupan proporsi penanggung jawab program yang memiliki perencanaan baik 87,5%, pengorganisasian baik 87,5%, penggerakan baik 75,0% dan pengawasan baik 87,5%. Dari puskesmas yang tidak mencapai target cakupan proporsi penanggung jawab program yang memiliki perencanaan baik 39,3%, pengorganisasian baik 42,9%, penggerakkan baik 28,6% dan pengawasan baik 46,4%. Puskesmas yang telah mencapai target cakupan sebanyak 22,2%. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara fungsi perencanaan (p value = 0,045) dan penggerakkan (p value = 0,049) dengan ketercapaian target angka cakupan pneumonia balita. Disarankan agar penanggung jawab program mengikutsertakan kader dalam deteksi dini, memotivasi petugas pelaksana teknis agar patuh dalam pendekatan MTBS, sosialisasi dalam tatalaksana standar, membuat laporan 3 bulanan dan 6 bulanan untuk upaya pemantauan rutin . Kata kunci : Fungsi Manajemen P2 ISPA, Cakupan Pneumonia Balita Referensi : 55 (1993-2013) Diponegoro University Faculty of Public Health Master’s Program in Public Health Majoring in Administration and Health Policy 2015 ABSTRACT Sri Isroyati Relationship between Management Functions of P2 ISPA Program and Target Achievement of Coverage Rate of Pneumonia on Children under Five Years Old at Health Centres in Semarang City xiv + 140 pages + 12 tables + 2 figures + 15 enclosures Coverage rate of pneumonia on children under five years old at health centres in Semarang in 2012 was 25% and in 2013 was 26%. This results were lower than a target released by Semarang City Health Office (CHO) in 2013, namely 37%. This problem might be due to not optimal in conducting management functions of P2 ISPA program. The aim of this study was to analyse management functions relating to coverage rate of pneumonia on children under five years old at health centres in Semarang City. This was an observational study using cross-sectional approach. Data were collected using structured questionnaires and document observation using a checklist of management functions of P2 ISPA program. Number of respondents were 36 officers in charge of the program at 37 health centres in Semarang City. One officer had not met sample criteria. Data were analysed using Chi-Square test. The results of this research showed that among health centres that achieved the target, most of officers in charge of the program had good planning (87.5%), good organising (87.5%), good actuating (75.0%), and good monitoring (87.5%. In contrast, among health centres that did not reach the target, some of officers in charge of the program had good planning (39.3%), good organising (42.9%), good actuating (28.6%), and good monitoring (46.4%). Proportion of health centres that had achieved the target was (22.2%). Bivariate analysis indicated that functions of planning (p value = 0.045) and actuating (p value = 0.049) had significant relationship with the target achievement of coverage rate of pneumonia on children under five years old. As suggestions, officers in charge of the program need to involve cadres in conducting early detection, motivate implementing technical officers in order to use MTBS approach, socialise in implementing a standard, make quarterly report and semester report as a routine monitoring. Key Words : management functions of P2 ISPA; coverage of pneumonia on children under five years old Bibliography : 55 (1993-2013

    SOCIALIZATION OF HEALTHY AND SAFE INTERNET USE ON ADOLESCENT CHILDREN IN EAST BULAK VILLAGE, DEPOK CITY

    No full text
    In line with the times, the progress of internet technology is getting faster. The existence of the internet has an impact on society, especially teenagers. They can get information quickly, communicate with anyone and anytime and anywhere these teenagers easily access anything.  With this situation, there are many dangers lurking for teenagers if they are unable to utilize internet access properly, dangerous if the internet is used incorrectly and often happens to teenagers. With this concern for teenagers in the village of Bulak Timur, Depok City, the author held a socialization on the use of healthy and safe internet contained in community service activities. The socialization was conducted directly in Bulak Timur village, Depok city. Through this socialization, it is hoped that teenagers will be able to expand their knowledge on how to use the internet in a healthy and safe manner, as well as positive things and what is good to do and what is not good to do

    PENERAPAN METODE SUGESTI-IMAJINATIF DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI: Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMK Dwiguna Depok Tahun Pelajaran 2012/2013

    Get PDF
    Tesis ini berjudul “Penerapan Metode Sugesti-Imajinatif dengan Menggunakan Media Gambar Fotografi untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi”. Masalah yang diteliti yaitu menguji keefektifan metode sugesti-imajinatif dengan media gambar fotografi dalam menulis karangan deskripsi dan hasil belajar siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode sugesti-imajinasi dan media gambar fotografi. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui (1) keefektifan Metode sugesti-imajinatif dengan media gambar fotografi dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi, (2) hasil belajar siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode-sugesti imajinatif dengan media gambar fotografi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi dengan menggunakan desain kelas kontrol pretes-postes berpasangan (Matching pretest-posttest control group desain) yang dilakukan di SMK Dwiguna Depok tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian ini adalah teknik pemberian tes, observasi, dan angket. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t untuk melihat perbedaan peningkatan hasil pembelajaran kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa penerapan metode sugesti-imajinatif dengan media gambar fotografi secara signifikan dapat lebih meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dibandingkan dengan pembelajaran dengan metode yang biasa digunakan guru (metode konvensional). Ini dibuktikan berdasarkan perhitungan statistik untuk data postes kelas eksperimen dan kelas kontrol, t hitung yang didapat yaitu diperoleh thitung sebesar 9,38 dan dengan menggunakan taraf signifikan 0,05 (tingkat kepercayaan 95%) serta derajat kebebasan 58 diperoleh t tabel sebesar 2.00 terbukti t hitung (9,38) > t tabel (2,00). Karena t hitung > t tabel, maka dapat dikatakan bahwa perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil kelas kontrol. Hasil analisis data angket juga menunjukan bahwa siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran tersebut

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN PENGGUNAAN METODE FIELD TRIP PADA SISWA KELAS IX DI SMP DWIGUNA DEPOK

    No full text
    Menulis merupakan kegiatan yang bersifat berkelanjutan sehingga pembelajarannya pun perlu dilakukan secara berkesinambungan sejak sekolah dasar. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa menulis merupakan kemampuan dasar sebagai bekal belajar menulis di jenjang berikutnya. Oleh karena itu, pembelajaran menulis di sekolah perlu mendapat perhatian yang optimal sehingga dapat memenuhi target kemampuan menulis yang diharapkan. Menulis sebagai suatu kegiatan berbahasa yang bersifat aktif dan produktif merupakan kemampuan yang menuntut adanya kegiatan encoding yaitu kegiatan untuk menghasilkan atau menyampaikan isi bahasa kepada pihak lain melalui tulisan Menulis merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap orang yang terlibat dalam kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, teknologi, dan lain-lain. Hal ini disebabkan semua aktivitas komunikasi saat ini tidak dapat melepaskan diri dari pemanfaatan sarana tulis. Dengan menulis seseorang dapat menceritakan ide, perasaan, peristiwa, dan benda kepada orang lain, oleh karena itu, ini perlu diajarkan di sekolah dasar dengan tepat. Selain itu menulis juga merupakan salah satu dari keterampilan berbahasa yang harus dikuasai dengan baik oleh siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan menggunakan metode field trip. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis memberikan tes dan menyebarkan angket kepada siswa. Di samping itu, penulis melakukan wawancara kepada guru bidang studi bahasa Indonesia. Setelah dilakukannya penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran menulis siswa dapat meningkat setelah menggunakan metode field trip dan siswa pun lebih termotivasi dalam belajar, terutama belajar menulis paragraf narasi. Dan siswa pun mampu menuangkan ide/gagasan dan mengembangkanya sehingga kemampuan menulis narasi siswa dapat terkembangkan dengan optimal

    Pemanfatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Kahoot dalam Meningkatkan Kemampuan Tata Bahasa Mahasiswa Pada Masa Pandemi Covid- 19: Pemanfatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Kahoot dalam Meningkatkan Kemampuan Tata Bahasa Mahasiswa Pada Masa Pandemi Covid- 19

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan semasa pandemi covid- 19 pada semester ganjil 2020-2019 terhitung pada bulan November 2020. Dimana pembelajaran dilakukan melalui sistem daring yang memungkinkan mahasiswa merasa jenuh dan bosan. Maka Penelitian ini dilakukan guna mengetahui efektifitas pemanfaatan media pembeljaran berbasis teknologi kahoot sebagai upaya meningkatkan kemampuan tata bahasa Inggris mahasiswa dengan cara yang menarik dan interaktif. Metode penelitian yang diterapkan adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas yang melewati 2 siklus dengan hasil akhir yang menunjukan bahwa penggunaan kahoot sebagai alternative media pembelajaran sangat efektif dalam memantik semangat mahasiswa mengikuti perkuliahan sehingga berdampak terhadap peningkatan kemampuan tata bahasa Inggris mahasiswa

    PELATIHAN PENERAPAN SARANA FISIK MATERI PEMBELAJARAN BAGI GURU DI SDN KOTA DEPOK

    Get PDF
    This community service aims to provide training to teaching staff at the Ratu Jaya 3 State Elementary School (SDN) in Depok City regarding variations in the learning process, due to the existence and the important role of an educator as a learning facilitator for students. The application of instructional media is also referred to as one of the physical means or intermediaries used in the process of interaction that takes place between the teacher and students to encourage the occurrence of teaching and learning with the aim of gaining knowledge, skills and strengthening what is learned and helps to achieve quality learning goals. The implementation of community service uses several methods, namely, presentation, discussion of teaching demonstration and evaluation. This training is given to participants to get references on creative, innovative and fun learning that can be used in the learning process. Of all the results obtained by the participants from community service activities, this will certainly improve the competence of teachers in teaching

    SOSIALISASI PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA PANDEMI PADA LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR GAMA UI CIPETE

    No full text
    Pendidikan Karakter di masa pandemi tidak berjalan secara efektif, karena pembelajaran secara daring dapat memutuskan mata rantai pertemuan guru dengan siswa, baik di sekolah maupun di lembaga bimbingan belajar. Pengajar tidak bisa memantau langsung perkembangan perilaku siswa. Hal ini mengakibatkan  keterbatasan dalam membimbing langsung perilaku siswa yang melakukan kesalahan dan ini merupakan salah satu kendala pembinaan karakter siswa di masa pandemi seperti sekarang ini. Bererapa tantangan pendidikan karakter di masa pandemi yaitu learning loss, peserta didik kehilangan role model, kehilangan interaksi edukatif, ketidaksiapan orang tua, kegandrungan kepada alat komunikasi yang keterlaluan, kurang kuatnya ruang pendidikan akidah, ibadah dan ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan belajar daring. Adapun solusi yang ditawarkan adalah adanya kebijakan dan langkah-langkah yang terstruktur dan terukur dalam mengatasi learning loss, memperkuat trilogi pendidikan, adanya penguatan keteladanan secara massif, adanya interaksi edukatif yang lebih intens melalui daring, pendidikan karakter berbasis multiple intelegence, adanya  koordinasi pengajar dengan orang tua siswa, serta pemblokiran situs-situs merusak dan hoaks.

    PENERAPAN EMPAT PILAR PENDIDIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA DI TINGKAT SEKOLAH DASAR

    No full text
    Tuntutan pendidikan saat ini dan masa depan ditujukan untuk meningkatkan kualitas kemampuan intelektual dan profesionalisme, serta sikap, kepribadian, dan moral masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, pendidikan usia dini sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik yang kreatif, adaptif, dan berkarakter terpuji. Guru berperan penting dalam proses pembelajaran dengan mendampingi siswa khususnya di sekolah dasar. Sebagai Pendidik Profesional, tanggung jawab utama seorang guru adalah mendidik, mengajar, dan mengarahkan siswa untuk menciptakan manusia baru, beradab, mandiri, dan unggul. Peran ini menuntut penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan perannya, seorang guru harus memahami empat pilar pendidikan, yang dapat dijadikan landasan untuk menyusun kegiatan pembelajaran di kelas sekolah dasar. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan siswa menerima pengetahuan dalam arti yang lebih luas, seperti belajar untuk mengetahui, melakukan, menjadi, dan hidup bersama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan Juni 2022, dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang mengajar di SDN Ratu Jaya 2 Depok
    corecore