21,594 research outputs found

    PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN

    No full text
    Fazlur Rahman terkenal sebagai tokoh neo-modernisme karena berusaha melakukan modernisasi pendidikan Islam dengan tidak melupakan warisan klasik umat Islam. Dia mengusulkan bahwa orientasi pendidikan Islam harus mengarah kepada kebutuhan di dunia dan akhirat. Dia juga tidak setuju dengan adanya dikotomi ilmu agama dan umum. Harus ada upaya integrasi antara ilmu agama dan umum, karena pada dasarnya ilmu itu utuh dan bersumber dari Allah SWT. Dia juga menyarankan agar ada upaya peningkatan kualitas pendidik Muslim, perhatian khusus terhadap peserta didik yang berbakat, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Ide-ide Rahman mengenai pendidikan Islam termasuk dalam kategori kontekstual. Ini menunjukkan bahwa dalam mengemukakan ide-idenya, Rahman mendasarkannya pada pengalaman empirik dan pengamatan yang realistis. Oleh karena itu, tidaklah basi jika menerapkan ide-ide Rahman dalam konteks pendidikan Islam dewasa ini. Pisau analisis yang dipakai Rahman dalam mengkaji pendidikan Islam pada masanya, kiranya dapat dipakai sebagai pisau analisis dalam mengkaji pendidikan Islam kontemporer. Meski begitu, karena masa hidup Rahman berbeda dengan masa hidup umat Islam sekarang -dalam konteks sosial, maka perlu diberikan nilai kritis-transformatif bagi ide-ide Rahman sebelum diterapkan dalam konteks kekinian

    Modernisasi Pendidikan Islam: Gagasan Alternatif Fazlur Rahman

    No full text
    Abstrak: Modernisasi pendidikan Islam terus saja dilakukan, namun upaya-upaya tersebut masih saja dihadapkan pada problem-problem yang tiada hentinya. Maka Fazlur Rahman, salah satu pemikir pendidikan Islam, berusaha untuk memperbaharui pendidikan Islam, mulai dari tujuannya sampai bagaimana langkah-langkah yang harus di ambil dalam rangka memajukan pendidikan Islam serta dapat bersaing. Rahman menawarkan tiga pendekatan pembaharuan pendidikan yang dilakukan pada waktu itu, yaitu pengislaman pendidikan sekuler modern, menyederhanakan silabus-silabus tradisional, dan menggabungkan cabang-cabang ilmu pengetahuan lama dengan cabang-cabang ilmu pengetahuan modern

    KONSEP PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT FAZLUR RAHMAN

    No full text
    ABSTRAK Dalam dunia pendidikan Islam, relevansi dengan masa sekarang harus lebih  patut dipertimbangkan, tanpa adanya pembaharuan dalam bidang Pendidikan, Islam menjadi lebih terbelakang dengan pendidikan di eropa,. Penelitian ini membahas tentang Pembaharuan Pendidikan Islam Menurut Fazlur Rahman. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah. 1) apa makna pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman, 2) bagaimana konsep pembaharuan Islam menurut Fazlur Rahman. 3) solusi yang ditawarkan oleh Fazlur Rahman tentang Pendidikan Islam Kontemporer. Jenis penelitian ini adalah library research, hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam perspektif Fazlur Rahman, gagasan penting pembaruan pendidikan Islam adalah bahwa ia memerlukan kurikulum yang dapat diakses oleh studi filosofis dan ilmu-ilmu sosial. Pendidikan Islam, menurut Rahman, lebih dari sekedar perlengkapan fisik dan pembelajaran instruksi fisik seperti buku-buku yang diajarkan atau diinstruksikan. sistem pendidikan eksternal, tetapi sebagai intelektualisme Islam, karena baginya, inilah inti dari pendidikan tinggi Islam. Rahman menekankan pentingnya filsafat sebagai kegiatan analitis kritis dalam produksi ide-ide bebas.Kedudukan dan keadaan pendidikan di anak benua India yang sangat tradisional dan dogmatis dalam metode dan pemikirannya inilah yang mendorong Fazlur Rahman untuk mengusulkan perubahan pendidikan Islam. Setidaknya ada dua model pendidikan yang berkembang dari pandangan Fazlur Rahman, menurut pandangannya tentang pendidikan.Yang pertama adalah pendidikan Islam yang kritis dan inovatif, diikuti dengan pendidikan Islam yang mengedepankan akhlak yang baik

    Pemikiran Fazlur Rahman Dalam Pendidikan Islam Dengan Dunia Modern

    No full text
    Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui wawasan keilmuan mengenai pemikiran pemikiran Fajlur Rahman (Pragmatis-Instrumental) mengenai pendidikan dalam dunia Islam kontemporer. Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif yaitu berupa library research (kepustakaan) yang mana sumber datanya berasal dari buku, artikel dan beberapa literatur lainnya. Adapun hasil dari penelitian ini Dalam dunia pendidikan, pemisahan ilmu agama dan ilmu umum bukan lagi menjadi masalah baru dalam sistem pendidikan Islam. Wacana ini sudah ada sejak lama dan masih menjadi masalah yang kompleks dan belum terselesaikan. Hal ini disebabkan adanya batasan antara mata pelajaran agama dan non agama yang diajarkan di setiap unit. Oleh karena itu, Fazlur Rahman mengajukan gagasan untuk mereformasi seluruh sistem pendidikan Islam. Apa yang didapat dari pengalaman dan melakukan berbagai observasi dan penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada biografi intelektual Fazlur Rahman, pemikiran pendidikan Fazlur Rahman, dan berbagai pembaruan pendidikan Islam di Fazlur Rahman, serta relevansinya

    The myth of Bryson and economic thought in Islam

    No full text
    The inspiration for the present note comes primarily from a statement in the old edition of the Encyclopaedia of Islam. In its volume four on page number 595, Heffening (1934) states that to Helmut Ritter ‘the whole economic literature of Islam can be traced to economics of Neo-pythagorean Bryson’ (emphasis added). In 1917 the German writer Ritter edited and translated Abu Ja`far al-Dimashqi’s treatise Kitab al-Isharah ila Mahasin al-Tijarah. In his introduction of the book he noted the said remark. It is this unqualified statement that we dispute here.History of Islamic Economic Thought, Greek Economic Thought, Economic Thought, Development of Islamic Thought,Bryson.

    Reinterpretasi Sumber Hukum Islam: Kajian Pemikiran Fazlur Rahman

    No full text
    Menurut Rahman, membiarkan dua dimensi hukum Islam yakni teks dalil hukum dan fenomena hukum (waqi’at) dalam sifat dan konteksnya masing-masing, jelasakan menimbulkan kesenjangan atau perbedaan antara hukum dengan kenyataan hukum yang dihukumi; oleh karena itu Rahman dengan ijtihadnya menganggap perlu perubahan cara pandang dan penafsiran (reinterpretasi) atas sumber hukum Islam. Rahman membedakan antara Islam historis dan Islam normatif. Islam normatif adalah Islam par excellence, dalam kitab suci dan Sunnah Nabi sedang Islam historis adalah sebagaimana dipahami dan dipraktekan kaum Muslim. Islam historis inilah yang sering disebut Rahman sebagai tradisi Islam atau tradisi kaum muslim yang memungkinkan dilakukannya revitalisasi

    Konsep politik Islam menurut Fazlur Rahman

    No full text
    Kajian mengenai politik Islam selalu menarik perhatian para cendikiawan muslim. Salah satu tokoh besar yang ikut andil dalam pembahasan ini adalah Fazlur Rahman. Pengaruh dari pemikirannya bahkan sampai berdampak ke perkembangan Islam di Indonesia melalui mahasiswanya. Alur pemikiran Fazlur Rahman mengenai politik dalam Islam dapat dirincikan ke dalam tiga tahapan, yaitu: pertama, landasan teologis Fazlur Rahman dalam memetakan pemikiran politik Islamnya. Kedua, bentuk tipologi dalam pemahaman Fazlur Rahman tentang poliltik Islam. Ketiga, konsep negara menurut Fazlur Rahman. Skripsi ini merupakan hasil penelitian kepustakaan tentang politik Islam menurut Fazlur Rahman. Pemaparan studi ini menggunakan metode deskritptif analisis, yaitu menggambarkan secara menyeluruh mengenai pemahaman politik Fazlur Rahman yang kemudian dianalisis dalam kerangka perkembangan politik Islam pada masanya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, bagi Fazlur Rahman Islam tidak menegaskan secara jelas konsep politik mana yang harus dipakai umatnya. Hal ini dikarenakan kekuasaan mutlak sendiri berasal dari Allah dan kekuasaan yang diterima oleh manusia hanya sekedar titipan semata. Bahkan Nabi sekalipun tidak menganggap dirinya sebagai pemimpin negara ketika beliau memerintah Madinah, namun beliau menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan roda pemerintahannya pada saat itu. Maka dari itu, meskipun tidak terdapat aturan yang jelas tentang konsep pemerintahan dalam Islam, namun dalam alquran terdapat prinsip yang dapat diterapkan dalam kehidupan berpolitik. Misal, prinsip tentang bermusyawarah dalan Q.S. Ali Imran ayat 159 dan Q.S. Asy-Syura ayat 38; prinsip etika dalam Q.S. al-Hajj ayat 40 dan Q.S. Ali Imran ayat 110; prinsip keadilan dan anjuran untuk mengkritik pemerintah dalam Q.S. an-Nisa ayat 58 dan 83 bahkan urusan politik luar negeri dalam Q.S. al-Baqarah ayat 207. Itulah yang menjadi landasan Fazlur Rahman dalam menegakkan konsep politiknya yang ia terapkan di Pakistan. Kedua, berdasarkan sudut pandang Fazlur Rahman yang tidak setuju dengan pendirian negara Islam, namun harus ada prinsip-prinsip Islam dalam pembentukan sebuah negara, maka dapat dikategorikan pemikiran politik Rahman ini ke dalam tipologi yang bersifat moderat atau substantif. Ketiga, menurut Fazlur Rahman, negara yang baik tidak terlepas dari konsep Syura. Syura yang dimaksud adalah ketika para wakil rakyat bermusyawarah merumuskan suatu kebijakan yang dirasa tepat untuk memenuhi kebutuhan umat. Golongan yang melakukan Syura disebut majelis Syura yang terdiri dari badan legislatif dan eksekutif negara (Rahman berpendapat bahwa tugas legislatif merangkap juga dengan tugas yudikatif). Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi sebuah inspirasi dan motivasi bagi seluruh kalangan yang berkaitan untuk mengkaji ulang atau memperdalam konsep kenegaraan yang ditawarkan Islam dalam hal ini pemikiran Fazlur Rahman. Selain itu juga semoga segala hal mengenai Fazlur Rahman yang tertuang dalam skripsi ini dapat menjadi teladan bagi para pembaca sekalian

    Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman terhadap Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kurikulum Merdeka

    No full text
    Pemikiran Fazlur Rahman sangat penting dipelajari khususnya dalam lingkup pendidikan Islam sebagai upaya untuk mengatasi dualisme dalam lingkup pendidikan dan kurikulum pendidikan Islam. Fazlur Rahman dikenal dengan pemikirannya yang cerdas sehingga dijuluki sebagai sosok intelektualisme Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode analisis isi. Sumber utamanya adalah buku-buku primer Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam di antaranya: a) Integrasi Ilmu dan Agama, b) Pendidikan sebagai proses yang dinamis, c) Kontekstualisasi, d) Pendidikan untuk semua. Kemudian dalam kaitannya dengan kurikulum merdeka di antaranya: a) Profil Pelajar Pancasila, b) Mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis, c) Menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin dan tanggung jawab, d) Integrasi ilmu di berbagai mata pelajaran, e) Pengembangan kemampuan berpikir kritis kreatif dan kolaboratif, f) Menggunakan metode pembelajaran yang dapat memperkuat pemahaman ajaran Islam, g) Pelatihan dan pengembangan kompetensi guru. Sementara itu, relevansi pemikiran Fazlur Rahman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam dalam kurikulum Merdeka diharapkan dapat membuat pribadi peserta didik menjadi sosok yang kreatif.

    Modernisasi Modernisasi Pendidikan Islam Perspektif Fazlur Rahman dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Kontemporer

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk memaparkan mengenai pemikiran Fazlur Rahman tentang pendidikan dan relevanasinya dengan Pendidikan islam kontemporer. Latar belakang artikel ini berdasarkan pada realitas kemerosotan moral di tengah-tengah modernitas. Maraknya kasus dikotomi antara pelajaran agama dan pelajaran umum ke peserta didik. Peneliti memakai pendekatan kualitatif yang berjenis studi pustaka. Data primer menggunakan buku dari Sutrisno yang berjudul "Fazlur Rahman, kajian terhadap metode epistemologi dan sistem pendidikan". Data sekundernya berupa jurnal dan buku yang relevan. Teknik pengambilan data menggunakan dokumentasi dengan teknik analis konten (content analysis). Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, memaparkan biografi Fazlur Rahman. Kedua, pemikiran pendidikan Fazlur Rahman yang menekankan sejumlah konsep ajaran Islam terkait dengan dunia pendidikan. Ketiga, Menurut Rahman, terdapat beberapa permasalahan dalam pendidikan yang perlu diperbaiki, yaitu: (1) ketidakselarasan tujuan pendidikan Islam dengan tujuan positif, (2) adanya dikotomi dalam sistem pendidikan Islam yang menyebabkan pembelajaran yang terfragmentasi, (3) rendahnya kualitas siswa, (4) kesulitan dalam menemukan pendidik berkualitas, profesional, dan memiliki pemikiran yang kreatif dan terintegrasi, serta (5) keterbatasan ketersediaan buku di perpustakaan

    PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF NEO-MODERNISME (Studi Analisis Pemikiran Fazlur Rahman)

    No full text
    Fazlur Rahman menawarkan Neo-Modernisme Islam sebagai pendekatan baru terutama pada ranah pendidikan Islam. Neo-Modernisme merupakan suatu sistem penjelasan tentang kondisi umat Islam yang berbeda dengan modernisme, tradisionalisme, salafi, fundamentalisme, dan lain-lain. Bagi Rahman, sistem penjelasan baru sangat diperlukan, mengingat era modernisme, hubungan modernitas dengan Islam serta tradisionalisme dengan fundamentalisme, terdapat krisis. Fazlur Rahman memiliki pandangan bahwa pendidikan tinggi Islam yang disebut dengan intelektualisme Islam.  Intelektualisme Islam ini, merupakan penggunaan ‘aql (intelektual, rasio), supaya memperoleh pengetahaun dan pembelajaran dari fenomena alam yang ditemukan dalam kehidupan.  Intelektualisme Islam ini juga bisa dipahami bahwa seseorang yang bisa menafsirkan Islam dalam tema-tema rasional dan ilmiah untuk memenuhi kebutuhan suatu masyarakat modern yang progresif. Keutamaan pendidikan Islam mestinya nampak dan mewarnai kehidupan manusia yang segar dan maju. Hal ini bisa terjadi ketika merespon berbagai penemuan dan perkembangan masa kini
    corecore