2,770 research outputs found
Analisis Pemikiran KH. Fahmi Basya tentang Matematika Islam
The integration of mathematical concepts with Islamic values is very important to be applied as one way of character formation of the nation. KH Fahmi Basya began his research on the Qur'an since 1972 and summarized his research findings under the sub-field of Islamic mathematics in 1982. Through his discovery, the field of Islamic mathematics was one of the subjects of Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta in 2002 until this day. This study is a qualitative study that applies the content analysis design. Survey data through primary source of result of authorship of KH. Fahmi Basya, the book ‘Matematikaa Islam 1, Matematikaa Islam 2 dan Matematikaa Islam 3'. In addition, the data was also obtained by interviewing three key informants namely KH. Fahmi Basya, her manager and one field expert. The data was analyzed using a document analysis approach to the study material either primary or secondary. The results showed KH. Fahmi Basya’s thought in the field of Islamic mathematics among others with the creation of works in the form of scientific writing. His writings were full of ideas and thoughts among them in answering the phenomenon of numbers in Islam. In addition, in the form of humanitarian issues in the form of increased faith and confidence by learning Islamic mathematics. KH Fahmi Basya has a strong educational background in the field of mathematics, and added his love to the Qur'an. For that reason he is very concerned and creative to conduct research on the miracles of al-Qur'an through a mathematical approach. It could be concluded that Islamic Mathematics according to KH. Fahmi Basya’s thoughts are based on al-Qur’an and alSunnah
Source: https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/article/view/10
Filsafat Ekonomi Islam
Buku yang bertemakan tentang Filsafat Ekonomi Islam terbilang belum banyak terpublikasi di masyarakat Indonesia. Sementara itu, praktik dan aktivitas ekonomi Islam yang tercermin dalam kegiatan perbankan syariah dan lembaga-lembaga ekonomi lainnya menjamur di masyarakat. Oleh sebab itu, penting dihadirkan sebuah buku yang dapat membekali pengetahuan filosofis kepada masyarakat untuk mengoperasikan ekonomi yang berbasis pada ajaran-ajaran Islam.
Buku yang ditulis oleh M. Anton Athoillah dan Bambang Qamaruzzaman, yang berjudul Filsafat Ekonomi Islam ini tepat untuk dihadirkan.
Dalam kata pengantarnya, Rosihan Fahmi menuliskan mengkaji Filsafat Ekonomi Islam, pada dasarnya memang tidak akan semudah membalikan tangan, namun bukan berarti hal tersebut tidak bisa dipelajari dengan cara yang mudah.
Ketika filsafat diposisikan sebagai “ibunya segala ilmu”, dengan demikian bisa difahami keberadaan filsafat dalam kajian ini sebagaimana yang pernah diungkap oleh Bertrand Russel, “…filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk…menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan pada kehidupan sehari-hari atau bahkan dalam kebiasaan ilmu pengetahuan. Akan tetapi secara kritis, dalam arti: setelah segala sesuatunya diselidiki problem-problem apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang demikian itu dan setelah kita menjadi sadar dari segi kekaburan dan kebingungan, yang menjadi dasar bagi pengertian kita sehari-hari…” Dengan demikian berfilsafat tentu saja tak hanya sekedar meletakan “tanda tanya” secara khas oleh filsafat, yaitu sistematis, radikal, kritis, integral dan bersifat reflektif. Hal inilah yang kemudian menjadi akar pembeda antara kajian ilmu ekonomi dengan filsafat ekonomi
Konsep Tasamuh ustaz Rosihan Fahmi : Analisis wacana konsep Tasamuh ustaz Rosihan Fahmi pada kajian ustaz Jamsession
Dakwah adalah sebuah upaya mengajak, memanggil dan menyeru kepada kebaikan. Dalam dakwah, pesan yang disampaikan oleh seorang da’i akan selalu menjadi inti dari dakwah itu sendiri. Dalam penelitian ini, Komunitas Musisi Mengaji melalui Kajian Ustaz Jamsession menghadirkan sosok ustaz Rosihan Fahmi yang secara latar belakang sering menyerukan nilai-nilai keislaman yang berkaitan dengan akhlak, terkhusus toleransi atau tasamuh. Pesan-pesan tersebut berkaitan dengan kemunculan kasus intoleransi di kalangan generasi muda hari ini yang muncul akibat pengaruh tayangan atau konten provokatif di media sosial. Karenanya, penulis akhirnya memilih untuk menganalisis lebih dalam pesan dakwah ustaz Rosihan Fahmi untuk menggali lebih jauh lagi mengenai wacana konsep tasamuh yang disampaikan dalam pesan dakwahnya.
Penulis membagi fokus penelitian ini ke dalam tiga bagian penting yaitu, dimensi teks dalam pesan dakwah tasamuh yang disampaikan da’I (Ustaz Rosihan Fahmi) pada kajian Ustaz Jamsession (Ngobrol Asik Agama Islam) di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji, kognisi sosial dalam isi pesan dakwah Ustaz Rosihan Fahmi pada kajian Ustaz Jamsession (Ngobrol Asik Agama Islam) di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji dan konteks sosial dari pesan dakwah yang disampaikan Ustaz Rosihan Fahmi pada kajian Ustaz Jamsession (Ngobrol Asik Agama Islam) di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji.
Dalam rangka menggali lebih dalam fenomena yang dijadikan topik dalam penelitian, yakni toleransi atau tasamuh, peneliti menggunakan teori analisis wacana Teun A Van Dijk sebagai pisau yang membedah hasil penelitian secara objektif dan menyeluruh. Hal ini juga diperkuat dengan metode penelitian kualitatif yang memaparkan hasil analisis data secara deskriptif dari beberapa video kajian Ustaz Jamsession di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji (Komuji). Data hasil penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang menghasilkan sajian datanya dalam bentuk kata-kata dan kalimat. Data-data tersebut dianalisis kembali dengan reduksi data, display data dan verifikasi guna meningkatkan ketajaman interpretasi peneliti terhadap fenomena dan permasalahan yang ditelitinya.
Setelah melalui serangkaian proses tersebut, peneliti mendapatkan hasil penelitian yang menjawab permasahan dalam fokus penelitiannya. Pertama terkait dimensi teks dalam pesan dakwah ustaz Rosihan Fahmi yang membahas tentang bijak dalam menghargai keberagaman di media sosial dan tasamuh dalam politik dan agama. Kedua tentang bagaimana kognisi sosial yang mempengaruhi Ustaz Rosihan Fahmi sehingga menyampaikan pesan dakwah tersebut. Ketiga tentang konteks sosial yang berkaitan dengan konsep tasamuh yang coba disampaikan ustaz Rosihan Fahmi dalam pesan dawkahnya.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Ustaz Rosihan Fahmi menyampaikan pesan dakwah berupa konsep tasamuh yang dijadikan sebagai solusi dalam menjawab ragam problematika sosial berkaitan dengan intoleransi. Konsep tasamuh ini diwacanakan sedemikian rupa agar mad’u dapat memahami apa maksud dan inti dari pesan dakwah yang disampaikan melalui gambaran dan penjelasan konkrit dari dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial pesan dakwahnya
Tafsir Sesat: 58 Essai Kritis Wacana Islam di Indonesia
"Di tengah arus beragam aliran pemikiran dan keagamaan di Indonesia yang dikenal majemuk, bukan hanya antar-agama tetapi juga intra-agama, umat Islam perlu bimbingan yang tegas dan sejuk untuk menyikapinya dengan bijaksana. Tegas ke dalam untuk membentengi aqidah umat, lembut ke luar untuk menjaga harmoni bangsa. Oleh karena itu, saya menyambut baik terbitnya buku Sdr. Fahmi Salim, salah satu pengurus DMI. Semoga bermanfaat buat para juru dakwah, mubaligh, aktivis Islam, dan masyarakat umum."
(Dr. H. M. Jusuf Kalla, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia)
"Buku karya pemikir muda Muslim cemerlang ini mengajak kita menyoroti dan memikirkan banyak hal, terutama tentang aliran pemikiran dan keagamaan yang menyimpang yang belakangan ini marak berkembang di Indonesia. Penulis menyoroti tentang liberalisme, sekularisme, pluralisme. Juga tentang Ahmadiyah dan Syi\u27ah. Buku ini sangat menarik untuk dibaca, terutama oleh para pemerhati pemikiran Islam, aktivis dakwah, dan para pemimpin umat."
(Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc. M. Ag. Ketua MUI Pusat)
"Liberalisasi Islam di Indonesia kerap kali memanfaatkan modal murah dari hasil kajian Orientalis, pengalaman sosial-politik di Barat yang liberal, dan kaidah ushul fiqih yang dimanipulasi untuk kepentingan pragmatis. Buku Mas Fahmi Salim ini menarik dan penting dibaca karena bernas membongkar dan mematahkan argumen liberalisme di Indonesia."
(Dr. K.H. A. Hasyim Muzadi, Sekjen International Conference of Islamic Scholars/ICIS dan Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Depok)
"Setelah 15 tahun reformasi bergulir di Indonesia, ternyata bukan hanya liberalisasi ekonomi dan politik, tetapi juga liberalisasi agama yang masuk ke Indonesia. Dulu, langkah awal Kiai Dahlan meluruskan arah Kiblat masjid fenomenal di zamannya. Kini, diperlukan juga pikiran cerdas untuk meluruskan kiblat pemikiran Islam di Indonesia yang tampak bergeser akibat tarik-menarik liberalisme dan skripturalisme, ke arah wasatiyah yang lurus, salah satunya adalah buku Sdr. Fahmi Salim."
(Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah)
"Ustadz Fahmi masih satu keluarga dengan saya. Tetapi, beliau memang lebih alim. Saya jadikan salah
satu tempat bertanya juga. Semoga buku ini banyak manfaatnya buat pembaca."
(Ust Yusuf Mansur, Pimpinan PPPA Darul Our\u27an). (less
Islam transendental : menelusuri jejak-jejak pemikiran islam Kuntowijoyo/ Fahmi
xliv, 318 hal.; 18 cm
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK PADA PEGAWAI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL-FAHMI PALU
ABSTRAKKebiasaan merokok sudah menjadi budaya pada bangsa kita. Remaja, dewasa bahkan anak-anak sudah tidak asing lagi dengan benda mematikan tersebut. Pelarangan untuk merokok memang tidak bersifat baku, hanya saja yang ditekankan adalah tidak merokok di tempat umum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) pada pegawai di lingkungan Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fahmi Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif yaitu merupakan metode penelitian yang dilakukan membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan, dimana penggambaran atas datanya dengan menggunakan kata dan baris kalimat, dengan 9 informan, dimana informan kunci ,merupakan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Fahmi Palu, penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 02 April 2019 di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Fahmi Palu. Dari hasil penelitian tentang Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dapat disimpulkan bahwa Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Fahmi Palu, belum efektif dan banyak kendala dalam implementasinya yang masih harus diperbaiki seperti belum maksimalnya sosialisasi yang dilakukan sehingga baik aparat pelaksana maupun masyarakat belum mengetahui tugas, fungsi dan perannya masing-masing. Di sarankan kepada pelaksana untuk menegakan aturan yang berlaku karena bagaimanapun aturan berupa Peraturan Daerah sebagai suatu produk hukum daerah yang telah ditetapkan harus dijunjung tinggi dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.Kata Kunci   : Implementasi, Kawasan Tanpa Rokok, Sekola
Islam transendental : menelusuri jejak-jejak pemikiran islam Kuntowijoyo/ Fahmi
xliv, 318 hal.; 18 cm
PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN
Fazlur Rahman terkenal sebagai tokoh neo-modernisme karena berusaha melakukan modernisasi pendidikan Islam dengan tidak melupakan warisan klasik umat Islam. Dia mengusulkan bahwa orientasi pendidikan Islam harus mengarah kepada kebutuhan di dunia dan akhirat. Dia juga tidak setuju dengan adanya dikotomi ilmu agama dan umum. Harus ada upaya integrasi antara ilmu agama dan umum, karena pada dasarnya ilmu itu utuh dan bersumber dari Allah SWT. Dia juga menyarankan agar ada upaya peningkatan kualitas pendidik Muslim, perhatian khusus terhadap peserta didik yang berbakat, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Ide-ide Rahman mengenai pendidikan Islam termasuk dalam kategori kontekstual. Ini menunjukkan bahwa dalam mengemukakan ide-idenya, Rahman mendasarkannya pada pengalaman empirik dan pengamatan yang realistis. Oleh karena itu, tidaklah basi jika menerapkan ide-ide Rahman dalam konteks pendidikan Islam dewasa ini. Pisau analisis yang dipakai Rahman dalam mengkaji pendidikan Islam pada masanya, kiranya dapat dipakai sebagai pisau analisis dalam mengkaji pendidikan Islam kontemporer. Meski begitu, karena masa hidup Rahman berbeda dengan masa hidup umat Islam sekarang -dalam konteks sosial, maka perlu diberikan nilai kritis-transformatif bagi ide-ide Rahman sebelum diterapkan dalam konteks kekinian
- …
