Islam Universalia - International Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Not a member yet
    76 research outputs found

    Pemuda dan Inovasi Dalam Ekonomi Syariah; Mendorong Kewirausahaan Berbasis Syariah di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini mengkaji cara-cara di mana generasi muda dapat berperan sebagai agen perubahan dalam ekonomi Islam dengan mendorong inovasi kewirausahaan yang berkelanjutan. Menggunakan metodologi tinjauan literatur yang komprehensif, artikel ini menganalisis hubungan kompleks antara prinsip-prinsip syariah, kemajuan teknologi, dan dorongan kewirausahaan pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan prinsip-prinsip syariah dengan teknologi keuangan (fintech) dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang tidak hanya menguntungkan secara materi tetapi juga bermakna secara spiritual. Indonesia yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global, dengan pemuda sebagai motor penggerak utama. Studi ini menunjukkan bahwa niat untuk berwirausaha dipengaruhi secara signifikan oleh variabel-variabel Teori Perilaku yang direncanakan, yaitu sikap, norma subjektif, dan kendali perilaku yang dirasakan, dengan keagamaan berperan sebagai moderator yang memperkuat. Literasi digital dan kepercayaan diri sangat penting dalam membentuk wirausahawan halal muda. Pada tahun 2024, kontribusi pembiayaan syariah terhadap PDB mencapai 46,71%, menandakan bahwa ekonomi syariah telah bertransisi dari bagian marjinal menjadi bagian sentral dari ekonomi nasional

    Tatacara Pemburuan Kapur Barus Menurut Kepercayaan Khurafat, Islamik dan Moden

    No full text
    This study investigates the evolution of Malay camphor hunting (Dryobalanops aromatica) and the factors that have shaped its practices from the pre-Islamic period to the present. It examines how knowledge, religious beliefs, and societal changes influenced camphor hunting methods. An exploratory research approach was used, combining document analysis and field studies. Secondary data included historical texts and bibliographic research, while primary data was collected through interviews with camphor plantation owners, cultural practitioners in Barus, and botany experts from the Forest Research Institute of Malaysia (FRIM). The research identifies key changes in camphor hunting practices across three periods: pre-Islamic, post-Islamic, and modern. In earlier times, the practice was led by shamans and spiritual healers who performed superstitious rituals, including sacrifices, to seek permission from forest spirits. However, with the spread of Islam, camphor hunting evolved. The Islamic approach emphasized tauhid (the oneness of God), replacing superstitious practices with prayers and salutations to Prophet Muhammad (PBUH). This shift marked a move away from rituals that involved blood sacrifices or idol worship. In modern times, the scientific approach to camphor hunting focuses on understanding the ecology, classification, and sustainable management of camphor trees, promoting practices that align with environmental conservation. This approach dismisses superstition, highlighting the importance of empirical knowledge. In conclusion, while camphor hunting remains rooted in tradition, the Islamic and scientific approaches offer a more ethical, practical, and sustainable path. These changes reflect intellectual progress, aligning traditional practices with Islamic teachings and modern scientific understanding. The study also underscores that superstitions associated with camphor hunting are unfounded, further demonstrating the evolution of the practice towards a more rational and responsible approach.   Abstrak Kajian ini menyelidik evolusi amalan pemburuan kapur barus (Dryobalanops aromatica) dalam kalangan masyarakat Melayu dan faktor-faktor yang membentuk amalan ini dari zaman pra-Islam hingga ke masa kini. Ia mengkaji bagaimana pengetahuan, kepercayaan agama, dan perubahan masyarakat mempengaruhi kaedah pemburuan kapur barus. Pendekatan penyelidikan eksploratori digunakan dengan menggabungkan analisis dokumen dan kajian lapangan. Data sekunder termasuk teks sejarah dan analisis bibliografi, manakala data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemilik ladang kapur barus, pengamal budaya di Barus, dan pakar botani dari Institut Penyelidikan Perhutanan Malaysia (FRIM). Penyelidikan ini mengenal pasti perubahan utama dalam amalan pemburuan kapur barus merentasi tiga tempoh: pra-Islam, pasca-Islam, dan moden. Pada zaman dahulu, amalan ini dikendalikan oleh dukun dan penyembuh spiritual yang melakukan ritual berunsur khurafat, termasuk pengorbanan manusia dan haiwan untuk mendapatkan izin dari roh hutan. Namun, dengan kedatangan Islam, pemburuan kapur barus mengalami perubahan. Pendekatan Islam menekankan tauhid (keesaan Tuhan), menggantikan amalan khurafat dengan doa dan selawat ke atas Nabi Muhammad (SAW). Perubahan ini menandakan peralihan daripada ritual pengorbanan darah atau penyembahan berhala. Pada zaman moden, pendekatan saintifik dalam pemburuan kapur barus memberi tumpuan kepada pemahaman ekologi, klasifikasi, dan pengurusan lestari pokok kapur barus, dengan menekankan amalan yang selaras dengan pemeliharaan alam sekitar. Pendekatan ini menolak unsur-unsur khurafat dan mengutamakan pengetahuan empirik Kesimpulannya, walaupun pemburuan kapur barus masih berakar umbi dalam tradisi, pendekatan Islam dan saintifik menawarkan jalan yang lebih beretika, praktikal, dan lestari. Perubahan ini mencerminkan kemajuan intelektual yang selaras dengan ajaran Islam dan pengetahuan saintifik moden

    Marketing Strategy of the Zakat and Waqf Management Study Program

    No full text
    The phenomenon of competition and the emergence of many campuses with various study programs and the lack of enthusiasts for zakat and waqf management study programs is a necessity for study programs to carry out marketing activities by formulating appropriate strategies. This research method is qualitative with data analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study offer alternative marketing strategies for zakat and waqf management study programs, namely cost advantage, differentiation, and focus

    The Philosophical Meaning of Pandawa Lima in Wayang (An Analytical Study of Javanese and Islamic Culture)

    No full text
    The Pandawa Lima, as an integral part of Javanese wayang (shadow puppetry), has undergone significant acculturation with the advent of Islamic influence in Java. This phenomenon reflects complex cultural dynamics worthy of deeper study. This research aims to analyze the philosophical meaning of the Pandawa Lima in the context of Javanese-Islamic cultural acculturation and examine its relevance in contemporary society. This study employs a qualitative approach with cultural hermeneutics analysis, supported by John W. Berry's acculturation theory, Clifford Geertz's hermeneutics, Yuri Lotman's cultural semiotics, and Homi Bhabha's concept of hybridity. The analysis shows that the Pandawa Lima serves as a dynamic sign system in Javanese-Islamic culture, creating a unique third space where Javanese and Islamic values are harmoniously integrated. The Pandawa Lima characters represent a synthesis of values relevant to contemporary issues such as ethical leadership, conflict resolution, and social harmony. This acculturation process also offers a model for broader intercultural dialogue, demonstrating how different traditions can synergize without losing their essence

    Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Media Pengolahan Barang Bekas Pada Anak Usia Dini di RA Al-Muhajirin Medan Deli

    No full text
    This study aims to improve fine motor skills in early childhood through recycled material utilization at RA Al-Muhajirin, Medan Deli. The research employs a quantitative approach with a pre-experimental one-group pre-test and post-test design. The subjects include 24 children aged 5-6 years. Data were collected using observation sheets covering fine motor skill indicators such as cutting, gluing, and decorating abilities. The results indicate a significant improvement in children's fine motor skills, evidenced by an average pre-test score of 6.6, which increased to 15.4 in the post-test. Data analysis using the N-Gain Score method yielded an effectiveness rate of 65.7%, categorized as moderately effective. This research demonstrates that recycling-based activities can serve as an innovative teaching method to enhance fine motor skills in early childhood while instilling environmental awareness values. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus pada anak usia dini melalui pemanfaatan barang bekas di RA Al-Muhajirin, Medan Deli. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test dan post-test. Subjek penelitian terdiri dari 24 anak berusia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencakup indikator keterampilan motorik halus, seperti menggunting, menempel, dan menghias. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan motorik halus anak, yang dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata dari pre-test sebesar 6,6 menjadi 15,4 pada post-test. Analisis data menggunakan metode N-Gain Score menunjukkan tingkat efektivitas sebesar 65,7%, yang tergolong dalam kategori cukup efektif. Penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas berbasis daur ulang dapat menjadi metode pembelajaran inovatif yang tidak hanya mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan

    Islamic Religious Education Literacy In The Era of Industrial Revolution 5.0

    No full text
    Islamic Religious Education Literacy (PAI) is an important foundation in shaping the character and spirituality of Muslim individuals. This research aims to explore the impact of technology integration in PAI literacy in the era of the Industrial Revolution 5.0, as well as identify emerging challenges and opportunities. The research method used is literature review, which examines various sources of literature related to PAI literacy, the use of technology in education, and the Industrial Revolution 5.0. The results of the study show that the use of technology such as mobile applications, e-learning platforms, and social media can increase student engagement and understanding in PAI learning. However, significant challenges such as infrastructure readiness and teacher competence in utilizing technology still need to be overcome. The conclusion of this study emphasizes the importance of investing in technology infrastructure and teacher training to improve holistic and adaptive PAI literacy. With the right approach, PAI literacy can play a key role in shaping a generation that is ready to face the challenges of globalization and modernization, while maintaining their identity and integrity as Muslims

    Peran Syair Bahasa Aceh dalam Tradisi Mengayunkan Anak Sebagai Media Pelestarian Nilai Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

    No full text
    Tradisi mengayunkan anak di Aceh tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kasih sayang orang tua kepada anak, tetapi juga mengandung pesan moral, nilai pendidikan karakter, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu unsur penting dalam tradisi ini adalah syair berbahasa Aceh yang dinyanyikan saat mengayunkan anak. Syair tersebut mengandung nasihat, doa, dan ajaran moral yang membentuk kepribadian anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran syair bahasa Aceh dalam tradisi mengayunkan anak sebagai media pelestarian nilai pendidikan karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair bahasa Aceh memiliki peran penting dalam menanamkan nilai religius, sopan santun, kasih sayang, tanggung jawab, dan rasa syukur kepada anak sejak dini. Selain itu, tradisi ini juga berperan dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Aceh. Dengan demikian, syair bahasa Aceh dalam tradisi mengayunkan anak dapat dijadikan media edukasi karakter yang relevan di era modern

    Metode Bercerita Sebagai Upaya Menanamkan Nilai Moral Pada Anak Usia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran metode bercerita sebagai sarana dalam menanamkan nilai moral pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam pendidikan anak usia dini. Melalui cerita, anak-anak dapat memahami nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, tolong-menolong, dan sopan santun secara alami. Cerita juga mampu menumbuhkan empati dan karakter positif anak, karena melalui tokoh-tokoh cerita, anak dapat meneladani perilaku yang baik. Berdasarkan hasil kajian literatur, penerapan metode bercerita terbukti dapat menanamkan nilai moral anak secara efektif jika dilakukan secara konsisten dan disertai keteladanan dari guru

    Project Based Learning pada Kurikulum Merdeka Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Arab

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik pada era Kurikulum Merdeka. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai literatur serta hasil penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan topik yang dibahas. PjBL adalah salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada pelaksanaan proyek nyata sebagai media untuk mengembangkan kompetensi siswa secara menyeluruh. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, penerapan model ini memberi peluang kepada siswa untuk berpartisipasi dalam situasi komunikatif yang autentik, sehingga mendorong peningkatan keterampilan berbicara mereka. Metode penelitian yang digunakan ialah studi pustaka, dengan cara menghimpun serta menganalisis sejumlah artikel yang membahas penerapan PjBL pada pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hasil telaah literatur, ditemukan bahwa penerapan Model Project Based Learning terbukti memberikan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab pada peserta didik karena memberikan kesempatan berlatih secara aktif, kontekstual, dan bermakna. Selain itu, implementasi model PjBL turut sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang menitikberatkan pada pengembangan kemandirian, kreativitas, serta pemberdayaan peserta didik

    Pengembangan Pendidikan Karakter Tokoh Punakawan (Sintesis Filosofi Jawa dan Prinsip-Prinsip Islam)

    No full text
    Dalam era globalisasi, penguatan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai universal menjadi krusial. Tokoh Punakawan dalam wayang Jawa menyimpan filosofi mendalam yang berpotensi untuk diintegrasikan dengan prinsip-prinsip Islam dalam pengembangan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mensintesiskan nilai-nilai filosofis tokoh Punakawan dalam budaya Jawa dengan prinsip-prinsip Islam, serta merumuskan model pengembangan pendidikan karakter yang integratif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data dikumpulkan melalui studi literatur komprehensif meliputi naskah-naskah kuno Jawa, kitab-kitab Islam, buku-buku sejarah, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber kredibel lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Temuan utama penelitian ini menunjukkan adanya keselarasan antara filosofi Punakawan dengan nilai-nilai Islam, terutama dalam aspek kebijaksanaan, kesederhanaan, dan pelayanan. Analisis mengungkapkan bahwa tokoh Semar merepresentasikan kebijaksanaan dan ketauhidan, Gareng melambangkan kehati-hatian dan taubat, Petruk mencerminkan kejujuran dan amanah, serta Bagong mewakili kritik sosial dan amar ma'ruf nahi munkar. Sintesis ini menghasilkan model pendidikan karakter yang holistik, menggabungkan kearifan lokal Jawa dengan universalitas Islam, yang dapat diimplementasikan dalam kurikulum pendidikan formal maupun informal.   Abstract  In the era of globalization, strengthening character based on local wisdom and universal values becomes crucial. The Punakawan figures in Javanese wayang (shadow puppetry) hold profound philosophies that have the potential to be integrated with Islamic principles in developing character education. This study aims to explore and synthesize the philosophical values of Punakawan figures in Javanese culture with Islamic principles, and to formulate an integrative and contextual model of character education development. This research employs a qualitative approach with library research method. Data was collected through a comprehensive literature study, including ancient Javanese manuscripts, Islamic texts, history books, scientific journals, and other credible sources relevant to the research topic. The main findings of this study indicate a harmony between Punakawan philosophy and Islamic values, particularly in aspects of wisdom, simplicity, and service. The analysis reveals that the character of Semar represents wisdom and monotheism, Gareng symbolizes caution and repentance, Petruk reflects honesty and trustworthiness, while Bagong represents social criticism and the principle of enjoining good and forbidding wrong. This synthesis results in a holistic model of character education, combining Javanese local wisdom with Islamic universality, which can be implemented in both formal and informal educational curricul

    20

    full texts

    76

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Islam Universalia - International Journal of Islamic Studies and Social Sciences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇