Islam Universalia - International Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Not a member yet
76 research outputs found
Sort by
Analisis Konsep Uang dan Tinjauan Hukum Islam terhadap Cryptocurrency
Inovasi di bidang ekonomi terus berkembang, salah satunya dengan munculnya cryptocurrency sebagai mata uang digital berbasis teknologi blockchain. Cryptocurrency memiliki keunggulan berupa transaksi cepat, transparan, lintas negara, dan kendali penuh bagi pemilik aset, namun juga menghadirkan risiko fluktuasi tinggi serta potensi penyalahgunaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan (library research), pengumpulan data berupa jurnal, buku, website dan objek lainnya yang dianggap relevan. Hasil penelitian menyatakan bahwa ulama berbeda pandangan mengenai status hukum cryptocurrency, sebagian mengharamkannya karena nilai yang tidak stabil dan unsur gharar, sebagian membolehkannya sebagai aset digital, sementara sebagian lain menganggapnya sah sebagai alat tukar karena fungsi moneternya. Dengan demikian, legalitas cryptocurrency dalam Islam bergantung pada nilai, fungsi, stabilitas, dan penerimaannya oleh masyarakat
The Urgency of A Husband's Wife's Jealousy Towards Household Harmony (A Perspective of Tuan Guru in East Lombok District)
Jealousy is a complex emotion that can cause feelings of suspicion, anger, fear, or humiliation. Jealousy can attack people of all ages and often appears when people feel threatened. This research aims to determine the phenomenon of jealousy between husband and wife in the East Lombok district. Method: This research is qualitative, using field studies with a technical phenomenological approach to data findings from interviews, observations and documentation. Data analysis was done using the reduction method, and the results were displayed in descriptive form. Result: The results of this research show that: 1) The understanding of married couples in the East Lombok district about jealousy is different from the actual concept of jealousy. 2) Tuan Guru should actively teach the community about the concept of building a family, specifically in the chapter on jealousy. Because Tuan Guru, as a religious figure, is at the forefront of shaping public understanding. 3) Tuan Guru, as a religious figure, conveys more good steps in expressing jealousy
Manajemen Kurikulum Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu dalam Mencetak Ahli Tafsir yang Wasathiyah (Studi Pada Ma’had Aly Nurul Qadim Probolinggo
Ma’had Aly Nurul Qadim is an educational institution with a noble vision and mission to produce a generation of moderate interpretations. This vision is driven by the increasing violence in the name of religious understanding, which, if left unchecked, can damage the unity and brotherhood that has long been fostered in this country. Therefore, it is essential to have educational institutions capable of producing moderate cadre of interpretation. This study aims to analyze the management of the Tafsir Wa Ulumuhu curriculum at Ma’had Aly Nurul Qadim with a focus on: 1) Analyzing the planning of the Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu curriculum, 2) Analyzing the implementation of the Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu curriculum, and 3) Analyzing the challenges in managing the Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu curriculum. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was checked using source and method triangulation. The research informants were the director (mudir) of Ma’had Aly, the deputy director (naib mudir), lecturers, and students. The results of the study indicate that: 1) The planning of the Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu curriculum at Ma’had Aly Nurul Qadim involves formulating the characteristics of desired tafsir experts, graduate profiles, objectives, as well as the vision and mission. 2) The implementation of the Tafsir Wa Ulumuhu curriculum at Ma’had Aly Nurul Qadim begins with the recruitment of prospective students, using a student-centered learning approach. Commonly used methods include discussions, assignments, and regular bahtsul masail (problem-solving sessions). The graduation system includes Qiraatul Kutub tests, memorization of one juz of the Qur'an each semester, and comprehension of classical texts. Additionally, students are housed in dormitories, national seminars are held, and community service activities are conducted. 3) Internal challenges faced by Ma’had Aly Nurul Qadim in implementing the Tafsir Wa Ulumuhu curriculum include student input and human resources (both structural and teaching staff). External challenges include library and computer lab facilities.
Abstrak
Ma’had Aly Nurul Qadim merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki visi dan misi mulia untuk mencetak generasi ahli tafsir yang moderat. Visi ini diusung karena maraknya kekerasan yang mengatasnamakan pemahaman agama, yang jika dibiarkan, dapat merusak persatuan dan persaudaraan yang telah lama terjalin di negara ini. Oleh karena itu, diperlukan lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan kader tafsir yang moderat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum Tafsir Wa Ulumuhu di Ma’had Aly Nurul Qadim dengan sub fokus: 1) Menganalisis perencanaan (planning) kurikulum Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu, 2) Menganalisis pelaksanaan (actuating) kurikulum Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu, dan 3) Menganalisis kendala manajemen kurikulum Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Informan penelitian adalah mudir Ma’had Aly, naib mudir, dosen, dan mahasantri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan kurikulum Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu di Ma’had Aly Nurul Qadim dilakukan dengan merumuskan ciri-ciri ahli tafsir yang diinginkan, profil lulusan, tujuan, serta visi dan misi. 2) Pelaksanaan kurikulum Tafsir Wa Ulumuhu di Ma’had Aly Nurul Qadim dimulai dengan perekrutan calon mahasantri, menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis murid, dan metode yang sering digunakan adalah diskusi, penugasan, dan kegiatan bahtsul masail. Sistem kelulusan meliputi Tes Qiraatul Kutub, hafalan 1 juz al-Qur’an setiap semester, dan pemahaman kitab. Selain itu, mahasantri diasramakan, diadakan seminar kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat. 3) Kendala internal yang dihadapi Ma’had Aly Nurul Qadim dalam mengimplementasikan kurikulum Tafsir Wa Ulumuhu adalah input mahasantri dan sumber daya manusia (struktural dan dosen). Kendala eksternal meliputi sarana perpustakaan dan laboratorium komputer
The Role of Social Media in the Spread of Religious Extremism and its Impact on Social Pathology
Social media has played an increasingly significant role in facilitating the spread of religious extremism. This research aims to investigate the role of social media in the spread of religious extremism and its impact on social pathology. The research method used is a qualitative method with a library research approach and involves social media content analysis. The results of this research reveal patterns of the spread of religious extremist thought through social media, its impact on individual attitudes, and its implications for social pathology. A better understanding of these dynamics is crucial in efforts to address the spread of religious extremism and its impact on social pathology. The results of this research provide a strong basis for designing more effective prevention strategies and mitigation efforts in dealing with this phenomenon in the ever-growing digital era
Analisis Penerapan Fintech Syariah terhadap Efisiensi Operasional dan Kepatuhan Syariah pada Perbankan Syariah di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fintech syariah dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepatuhan syariah pada perbankan syariah di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif yuridis normatif, penelitian ini menyoroti dimensi hukum, sosial, dan spiritual dari digitalisasi sistem pembayaran berbasis fintech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech syariah berperan signifikan dalam memperkuat tata kelola keuangan digital yang sesuai prinsip maqashid syariah serta memperluas akses keuangan Islam yang inklusif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap integrasi model Technology Acceptance Model (TAM) dan Sharia Compliance Theory (SCT) dalam konteks digitalisasi ekonomi Islam
Efektivitas Media Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Pesatnya kemajuan teknologi dalam pendidikan telah memicu penggunaan media interaktif dalam pengajaran bahasa Arab. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif berbagai media interaktif, seperti e-modul, aplikasi Android, materi yang dibuat dengan Canva, video pembelajaran, dan perangkat lunak Lectora, dalam meningkatkan motivasi belajar, hasil belajar, dan tingkat partisipasi siswa. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi literatur, dengan data yang diperoleh dari sepuluh artikel jurnal yang diterbitkan dalam rentang tahun 2019 hingga 2024. Penelitian ini mengungkapkan bahwa media interaktif memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan berbahasa Arab siswa, terutama dalam hal penguasaan kosakata, pemahaman bacaan, dan semangat belajar. Tingkat keberhasilan penggunaan media interaktif ini bergantung pada beberapa faktor, yaitu kualitas desain media, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, dan ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan metode eksperimen untuk membandingkan efek dari berbagai jenis media interaktif dalam konteks pembelajaran bahasa Arab
Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab di Era Digital
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai bentuk inovasi pembelajaran bahasa Arab di era digital serta menganalisis dampaknya terhadap efektivitas proses belajar mengajar. Kajian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya motivasi dan keterampilan peserta didik dalam memahami bahasa Arab akibat metode konvensional yang kurang interaktif dan tidak menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, hasil penelitian terdahulu, serta artikel digital yang relevan dengan topik inovasi pembelajaran bahasa Arab.Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi pembelajaran interaktif, platform e-learning, media sosial, serta website pembelajaran bahasa Arab mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kemampuan komunikasi peserta didik. Selain itu, tren pembelajaran berbasis gamifikasi, video interaktif, dan pembelajaran berbasis AI (Artificial Intelligence) menjadi arah baru dalam meningkatkan pengalaman belajar yang adaptif dan menyenangkan.Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa inovasi pembelajaran bahasa Arab di era digital tidak hanya memperkaya metode pengajaran, tetapi juga menumbuhkan budaya belajar mandiri dan kolaboratif. Integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke 21, di mana penguasaan bahasa harus didukung dengan literasi digital yang kuat
Sasak Muslim Youth Marriage: The Unique Dowry Giving Phenomenon in Lombok Society
The background of this research is the marriage of young Sasak Muslims in Lombok, Nusa Tenggara Bara, an important ritual that reflects the relationship between Islam and local culture. Many things are unique, primitive and controversial for some groups; an example is the practice of giving a unique dowry. This research methodology is descriptive qualitative. They are collecting data using observations and interviews regarding Islamic law practices, motivations, and views regarding providing unique dowries at the weddings of Sasak Muslim youth in East Lombok Regency. The results are 1) The practice of giving a unique dowry at the marriage of Sasak Muslim youth based on an agreement between both parties and occurs in three places in East Lombok Regency, namely: a) Mahar with Google Adsense in Sukadana Hamlet, Sukadana Village, Terara District, b) Mahar with grilled chicken in Pren Hamlet, Gunung Rajak Village, West Sakra District, c) Mahar with a cup of iron sand in Sukmulia Hamlet, East Pohgading Village, Pringgabaya District. 2) Giving a unique dowry is based on several motivations: a) Motivation of needs at that time. b) Social motivation or affiliation. c) Reward Motivation. d) Self-actualization motivation. e) Roja' and khauf motivation. 3) The unique dowry perspective of Islamic Law is permitted as long as it is not aimed at playing with marriage because, in Islam, there is no determination of the form, type and size of the dowry
Pengaruh Pemahaman Agama Terhadap Tingkat Toleransi: Studi Kasus Masyarakat Ambon
Tingkat toleransi masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap tingkat toleransi masyarakat adalah tingkat pemahaman masyarakat itu sendiri, terutama dalam mengakomodasi perbedaan dan keragaman yang ada di lingkungan dalam menjalani kehidupan sosialnya. Tidak terkecuali tingkat pemahaman agama yang masyarakat miliki. Dengan demikian maka kehidupan sosial dan agama hendaknya tidak dapat tersisih dan seharusnya terintegrasi dari satu sama lain terutama dalam menumbuhkan tingkat toleransi bagi masyarakat. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh pemahaman agama terhadap tingkat toleransi masyarakat di Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi, di mana data-data yang diperoleh berdasarkan realitas yang terjadi di masyarakat Ambon. Data yang diperoleh tersebut berdasarkan survei dan observasi yang dilakukan peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat Ambon baik Muslim maupun Kristen kedua-duanya mempunyai tahap toleransi agama yang tinggi. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemahaman agama mempunyai pengaruh positif dan signifikan yang tinggi terhadap tahap toleransi beragama. Artinya, semakin tinggi kefahaman agama maka akan semakin tinggi tahap toleransi beragama.
Abstract
The level of community tolerance is influenced by several factors. One of the factors that has a significant influence on the level of community tolerance is the level of understanding of the community itself, especially in accommodating the differences and diversity that exists in the environment in living their social life. The level of religious understanding that people have is no exception. Thus, social and religious life should not be excluded and should be integrated from one another, especially in fostering a level of tolerance for the community. This study examines the influence of religious understanding on the level of community tolerance in Ambon. This research is a phenomenological research, in which the data obtained are based on the reality that occurs in Ambonese society. The data obtained are based on the results of survei and observations made by researchers. The results of this sstudy indicate that the Ambonese community, both Muslim and Christian, both have a high level of religious tolerance. This research also indicates that the religious understanding has a high positive and significant influence on the stage of religious tolerance. That is, the higher understanding of religious will result the higher level of religious tolerance
Efektivitas Metode Bercerita dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini: Studi Kasus di Tk Negeri 2 Pante Ceureumen
Language development is a fundamental aspect of early childhood education. Language education for preschool children not only facilitates the acquisition of knowledge but also aims to motivate, guide, and enhance their communication skills. One effective approach to achieving these objectives is the storytelling method. This study seeks to evaluate the effectiveness of the storytelling method in improving language development among early childhood learners at TK Negeri 2 Pante Ceureumen. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design, involving two teachers and ten children as participants. Data were collected through observations and structured interviews, and subsequently analyzed using descriptive qualitative methods. The study was conducted in two cycles, each comprising the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results demonstrate a significant improvement in children’s language skills following the application of the storytelling method. In the first cycle, most children were categorized as being in the "Beginning to Develop" (BD) stage. By the second cycle, their language skills had consistently advanced to the categories of "Developing as Expected" (DE) and "Developing Very Well" (DVW). These findings suggest that the storytelling method fosters a learning environment conducive to optimal language stimulation. In conclusion, the storytelling method is an effective approach for enhancing language development in early childhood learners at TK Negeri 2 Pante Ceureumen.
Kemampuan berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini. Pendidikan bahasa bagi anak prasekolah tidak hanya berfungsi sebagai proses pengelolaan pengetahuan, tetapi juga bertujuan untuk memotivasi, membimbing, dan mengembangkan keterampilan komunikasi anak. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah penggunaan metode bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode bercerita dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Negeri 2 Pante Ceureumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan melibatkan 2 guru dan 10 anak sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berbahasa anak usia dini setelah penerapan metode bercerita. Pada Siklus I, sebagian besar anak berada pada kategori perkembangan "Mulai Berkembang" (MB). Pada Siklus II, perkembangan bahasa anak meningkat secara konsisten ke kategori "Berkembang Sesuai Harapan" (BSH) dan "Berkembang Sangat Baik" (BSB). Temuan ini mengindikasikan bahwa metode bercerita mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung stimulasi bahasa secara optimal. Kesimpulannya, metode bercerita terbukti sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Negeri 2 Pante Ceureumen