153 research outputs found
Respon Pondok Pesantren Diniyyah Putri Terhadap Modernisasi Pendidikan Islam
Penelitian ini bertujuan untuk memahami modernisasi, penerapan kurikulum, dan aneka bentuk pengembangan Pendidikan Islam yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan. Jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan (field research) bersifat kualitatif (qualitatif research). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan modernisasi yang dilakukan di Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung berfokus pada Sarana dan prasarana, kurikulum, dan metodologi pembelajaran. Penerapan kurikulum pada tingkat MTs dan MA dilakukan dengan menerapkan kurikulum terpadu yang merupakan perpaduan antara kurikulum 2013, kurikulum intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kurikulum Diniyyah putri. Dampak modernisasi Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung terklasifikasi dari dampak terhadap guru, siswi/santriwati, Lulusan/alumni, dan Dampak Terhadap kepercayaan masyarakat.Kata Kunci: Modernisasi, Pesantren, dan Pendidikan Islam
Implementasi Pendidikan Islam Multikultural Terhadap Peserta Didik di SMP Karuna Dipa Palu Dalam Konteks Dimensi Sosial Humaniora
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan Islam terhadap peserta didik di SMP Karuna Dipa Palu dalam konteks dimensi sosial humaniora. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Karuna Dipa Palu menerapkan pendidikan Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai sosial humaniora dalam pembelajaran agama. Hal ini tercermin dalam kurikulum yang menekankan pada pembentukan karakter yang inklusif, toleran, dan menghargai keragaman. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasi tersebut, seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya pelatihan bagi guru. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pendidikan Islam di SMP Karuna Dipa Palu dalam mempromosikan dimensi sosial humaniora bagi peserta didik. Pendidikan agama di SMP Karuna Dipa Palu berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif. Implementasi pendidikan Islam multikultural di sekolah ini menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial humaniora dapat diintegrasikan dengan baik dalam kurikulum pendidikan agama. Penggunaan materi ajar yang inklusif, kegiatan ekstrakurikuler, dan kolaborasi sosial keagamaan merupakan langkah-langkah konkret yang diambil oleh sekolah untuk mempromosikan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa interaksi antara peserta didik yang dipengaruhi oleh perbedaan agama, suku, dan budaya berlangsung dengan baik dan harmonis. Tidak hanya jarang terjadi perselisihan, tetapi bahkan tidak ada konflik yang disebabkan oleh perbedaan tersebut. Semua pihak, termasuk guru dan peserta didik, menunjukkan pemahaman yang matang akan keberagaman dan kemampuan untuk saling menghargai
Implikasi Penerapan Sak Etap Pada Koperasi Karyawan Dipa Rajawali Mandiri
The objectives of this research are 1) To find out whether the preparation of Financial Reports at the Dipa Rajawali Mandiri Employee Cooperative is in accordance with SAK ETAP. 2) To understand the completeness of the Financial Report of the Dipa Rajawali Mandiri Employee Cooperative. The data analysis method in this research uses descriptive analysis. The research results of the Dipa Rajawali Mandiri Cooperative in preparing its financial reports are still not in accordance with the applicable SAK ETAP. This is proven by the lack of Cash Flow Reports, Changes in Capital Reports and Notes to Financial Reports. and there are several items on the Balance Sheet which are presented not in accordance with the provisions of SAK ETAP. The Dipa Rajawali Mandiri Cooperative's preparation of financial reports is not yet complete, there are still several items on the balance sheet which are presented not in accordance with the provisions of SAK ETAP. From this research the author suggests 1) On the balance sheet of the Dipa Rajawali Mandiri cooperative it is recommended to display Tax Assets and Liabilities, as well as moving the Inventory classification to non-current assets so that it is in accordance with SAK ETAP. 2) It is recommended that the Dipa Rajawali Mandiri cooperative prepare a cash flow report, a Changes in Equity report, and Notes to Financial Reports. This report is none other than to clarify the financial position of the Dipa Rajawali Mandiri Cooperative. Keywords: MSMEs, Sak ETAP, Financial Reports ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui apakah penyususnan Laporan Keuangan di Koperasi Karyawan Dipa Rajawali Mandiri sudah sesuai dengan SAK ETAP. 2)Untuk mengertahui kelengkapan dari Laporan Keuangan dari Koperasi Karyawan Dipa Rajawali Mandiri Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian Koperasi Dipa Rajawali Mandiri dalam penyusunan laporan keuangannya masih belum sesuai dengan SAK ETAP yang berlaku. Hal ini terbukti masih belum adanya Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Modal dan Catatan Atas Laporan Keuangan. serta ada beberapa pos pada Neraca yang disajikan tidak sesuai dengan ketentuan SAK ETAP. Koperasi Dipa Rajawali Mandiri dalam penyusunan laporan keuangan belum lengkap, masih ada beberapa pos pada Neraca yang disajikan tidak sesuai dengan ketentuan SAK ETAP. Dari penelitian ini penulis sarankan 1)Pada Neraca koperasi Dipa Rajawali Mandiri disarankan menampilkan Aset dan Kewajiban Pajak.serta memindahkan klasifikasi Inventaris ke Aktiva tidak lancer agar sesuia dengan SAK ETAP. 2) Sebaiknya koperasi Dipa Rajawali Mandiri membuat Laporan arus kas, laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan ini tidak lain untuk memperjelas keberadaan poisi keuangan Koperasi Dipa Rajawali Mandiri
Aplikasi Eletronik Manajemen Keuangan DIPA pada Lembaga Pendidikan Islam Negeri di Tengah Pandemi Covid-19 Sebagai Upaya WFH
It is inevitable that the influence of the emergence and spread of the Covid-19 pandemic has greatly affected all aspects of life, including in the world of education. This condition ultimately provokes a response from stakeholders and education policymakers by changing the processes and procedures for activities in education. All office and administration activities in education are carried out online. On the other hand, educational institutions are also required to be able to provide standard health services through WFH. In this paper, the author is interested in how the DIPA online financial management application system at State Islamic education institutions in the midst of the Covid-19 pandemic is carried out effectively and efficiently as a form of an effort to work from home (Work From Home ). Policies in financial management during this pandemic are through e-SPM application in applying accounting principles and e-Rekon in applying audit principles. This app is very effective in implementing social distancing health protocols. The effect of this will also be the efficiency of the official travel budgets of State Islamic education institutions. The usefulness of this paper is a form of information for education stakeholders who may not have seen many applications in the management of public education finance.Tidak dapat di elakkan bahwa pengaruh muncul dan menyebarnya pandemi Covid-19 sangat memengaruhi seluruh sendi kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Keadaan ini pada akhirnya memancing respon dari para pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan pendidikan dengan mengubah proses serta prosedur kegiatan di dalam pendidikan. Semua kegiatan perkantoran dan penatausahaan/administrasi di dalam pendidikan dilakukan secara online. Pada sisi yang lain, lembaga pendidikan juga dituntut untuk dapat memberikan pelayanan standar kesehatan melalui WFH. Pada tulisan ini, penulis menyoroti bagaimana sistem aplikasi online manajemen keuangan DIPA pada lembaga pendidikan Islam Negeri di tengah pandemi Covid-19 dijalankan secara efektif dan efisien sebagai bentuk upaya bekerja dari rumah (Work From Home). Kebijakan dalam pengelolaan keuangan pada saat pandemi ini melalui aplikasi e-SPM dalam penerapan prinsip accounting dan e-Rekon dalam penerapan prinsip auditing. Aplikasi ini sangat efektif dalam menerapkan protokol kesehatan social distancing. Efek dari hal ini juga akan efisiennya penghematan anggaran perjalanan dinas lembaga pendidikan Islam Negeri. Kegunaan dari tulisan ini sebagai bentuk informasi bagi stakeholder pendidikan yang mungkin belum banyak mengetahui aplikasi-aplikasi di dalam pengelolaan keuangan pendidikan Negeri
PENGARUH KUALITAS DIPA DAN AKURASI PERENCANAAN KAS TERHADAP KUALITAS PENYERAPAN ANGGARAN PADA SATKER WILAYAH KPPN MALANG
This research is purposed to analyze the influence of quality of DIPA (Budget Implementation Document) and the accuracy of cash forecasting to budget absorption quality of working unit in the KPPN Malang's working area. This research is a survey research which was conducted by distributing questionnairies and collecting secondary data. The questionnaire was distributed to every financial functionary and staf at working unit in the KPPN Malang’s working area. While, secondary data was obtained from the acts and reports of KPPN Malang. Working unit in the KPPN Malang’s working area was sampled by simplerandom sampling method to get high level of generalizability of all the population. Hypotheses testing used multiple regression analysis. The result of research shows that quality of DIPA positively affects to the budget absorption quality either from the level of budget absorption or proporsionality of budget absorption inter period. While, accuracy of cash forecasting does not affect budget absorption quality either from the level of budget absorption or proporsionality of budget absorption inter period
EFFICIENCY OF DIISOPROPANOLAMINE (DIPA) DEGRADATION WITH DIFFERENT VISIBLE LIGHT INTENSITIES UNDER PHOTO-FENTON OXIDATION
Advanced Oxidation Process (AOP) is commonly known as one of the chemical treatment designed specifically to remove unwanted materials or waste, either in the form of organic or inorganic materials. This technology is commonly being utilized in the waste water treatment industry by performing complex oxidation reactions in order to breakdown the biologically toxic materials. Basically, this project will be conducted based on a specific method of advanced oxidation process (AOP) namely Fenton’s oxidation with the aid of photolysis on one of the rare amine wastes, Diisopropanolamine (DIPA) based on different light intensities as the experimental parameters.
The major motivation for the author to perform this study is to find out the effect of degradation efficiency of DIPA under different light radiation. The author has constructed a simple experiment setup for Photo-Fenton oxidation process with light radiation available where the reaction system will be placed directly under the light source. Standard solutions for each reagent were also prepared with proper procedures by the author. Prior to the experiments, the author has produced a calibration curve for concentration estimation of the processed samples. Degradation efficiency is mainly determined by Chemical Oxygen Demand (COD) by utilizing COD digester and Hach® DR 5000.
Experimental work started with optimization of hydrogen peroxide (H2O2) under both light sources, 1.0 M of hydrogen peroxide gave the highest COD removal in percentage instead of 0.01 M and 0.1 M in both cases. Then, optimization of DIPA concentration is carried out for both light intensities. 300 ppm of DIPA solution became the most optimum concentration for 500 Watt environment; whereas 500 ppm for 300 Watt light radiation. The most optimum systems were compared for the most efficient light intensity for DIPA degradation under Photo-Fenton oxidation. 300 Watt light source gives the highest COD removal percentage of 60.64% and said to be the higher efficiency light condition for such oxidation process
Analisis Perlindungan Hukum terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Geo Dipa Energi Dieng
Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect of the geothermal energy industry to ensure worker safety and prevent occupational diseases. This study examines the implementation of legal protection for OSH at PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, focusing on the company's Health, Safety, and Environment (HSE) policies, compliance with labor regulations, and workplace risk management. PT Geo Dipa Energi enforces various safety measures, including HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) mandatory procedures, OSH training programs, and social security coverage through BPJS Employment and BPJS Health. The findings indicate that the company’s OSH management aligns with national regulations and international standards such as ISO 45001. However, several challenges persist, including a lack of discipline in using personal protective equipment (PPE), potential exposure to toxic gases such as hydrogen sulfide (H₂S), high noise levels from machinery, and inadequate ventilation. These factors pose significant risks to workers’ health and productivity. To address these challenges, PT Geo Dipa Energi has implemented the Hazard Observation (OrBa) program, which encourages employees to actively identify and report workplace hazards. This initiative aims to foster a stronger safety culture and enhance proactive risk management. By continuously improving its OSH strategies, PT Geo Dipa Energi is committed to ensuring a safer, healthier, and more compliant work environment, ultimately minimizing workplace hazards and improving operational sustainability
Peran Dipa Nusantara Aidit pada peristiwa berdarah G30S Tahun 1965
Bangkitnya kekuatan nasionalis dan komunis di Asia pada akhir PD II telah memaksa AS untuk bersiaga dan memperluas pengaruhnya di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Pada 1950an, kebijakan politik luar negeri Indonesia dibawah Presiden Soekarno kian dekat dengan blok komunis menyusul pesatnya perkembangan PKI. Suatu Progress Report National Security Council mengenai politik Amerika di Indonesia mencatat Partai Komunis Indonesia menyatakan anggotanya meningkat dari kira-kira 126.000 menjadi 165.000 dalam waktu setahun.
Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana biografi Dipa Nusantara Aidit. Kedua, bagaimana peran Dipa Nusantara Aidit pada peristiwa G30S tahun 1965. Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Dipa Nusantara Aidit dan peran Dipa Nusantara Aidit pada peristiwa G30S tahun 1965.
Adapun metode Penelitian yang dipakai oleh penulis adalah metode historis yang biasa dipakai dalam penelitian sejarah. Adapun langkah-langkah penelitian tersebut adalah sebagai berikut: pertama, Heuristik (pencarian dan pengumpulan sumber). Kedua, kritik baik itu internal maupun eksternal. Ketiga, Interpretasi (penafsiran). Dan yang terakhir adalah Historiografi.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa : pertama, Dipa Nusantara Aidit lahir di Jalan Belantu Nomor 3 Pangkalalang, Tanjungpandan pada tanggal 30 Juli 1923 dengan nama kecil Achmad Aidit. Menamatkan sekolah di HIS (Hollands Inlandsche School) lalu melanjutkan di sekolah dagang bernama MHS (Middlestand Handels School). Aidit aktif di Menteng 31 dengan mendirikan Gerindom (Gerakan Indonesia Merdeka) kemudian mendirikan PBK (Persatua Buruh Kendaraan), mendirikan API (Angkatan Pemuda Indonesia), Gerindom (Gerakan Indonesia Merdeka) dan LEKRA. Pernah menjabat sebagai Sekjen CC PKI dan Wakil Ketua MPRS. Aidit juga aktif dalam menulis buku, diantara karyanya adalah Sejarah Gerakan Buruh Indonesia, Menempuh Jalan Rakya, Menuju Indonesia Baru, Lahirnja PKI Dan Perkembangannja, dan Kaum Tani Mengganjang Setan-Setan Desa. Kedua, D.N. Aidit pada 1953 melengserkan Alimin dan menjadi Sekjen CC PKI melalui Sidang Pleno. Aidit melancarkan pelbagai ofensif revolusioner dari bulan Januari sampai dengan September 1965. Aidit melalui PKI melancarkan berbagai isu seperti membentuk Angkatan V, Nasakom dan Dewan Jenderal yang kemudian hari menjadi sebuah aksi coup berdarah penculikan para jenderal pada 1 Oktober 1965. Meskipun pada akhirnya Aidit sendiri tertangkap dan dibunuh di Boyolali pada 22 November 1965
Religious Moderation in Aceh: A Strategy for Implementing Islam Washatiyah Values in Acehnese Society
This article aims to look at the reality of religious moderation in Acehnese society, the challenges in implementing moderation values and the solutions in introducing religious moderation in Acehnese society. This study uses a qualitative approach with data collection conducted by interviewing academics at PTKIN Aceh and observing the development of moderation in society, namely by examining religious symptoms and conflicts in Aceh. The results of the study show that the practice of religious moderation had developed in Aceh long before the term moderation was echoed by the center, Acehnese people very easily accept anyone to live side by side even if they have different beliefs. The Acehnese with the principle of "peumulia jame" can accept anyone with good intentions coming to Aceh. On the other hand the people of Aceh will rebel and fight if there are parties who disturb and want to change their local wisdom, such as bid'ah the Prophet's birthday, suing religious traditions that have been ingrained with the lure of heresy and heresy, of course this kind into resistance and resistance. To implement religious moderation in society, this can be done in a top-down manner, starting with religious leaders, the preachers and also the involvement of the Islamic campus in introducing the Islamic value of washatiyah in the community, besides that, gentle recitations using the mauidhatul hasanah method in the community so that by introducing this soft Islam will certainly hit the hearts of the Acehnese Muslim community.
Artikel ini bertujuan untuk melihat realitas moderasi beragama pada masyarakat Aceh, tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi dan solusi dalam memperkenalkan moderasi beragama pada masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai akademisi di PTKIN Aceh dan mengamati perkembangan moderasi di masyarakat yaitu dengan mengkaji gejala dan konflik keagamaan di Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik moderasi beragama telah berkembang di Aceh jauh sebelum istilah moderasi didengungkan oleh pusat, masyarakat Aceh sangat mudah menerima siapapun untuk hidup berdampingan meskipun berbeda keyakinan. Masyarakat Aceh dengan prinsip “peumulia jame” dapat menerima siapa saja yang berniat baik datang ke Aceh. Di sisi lain masyarakat Aceh akan memberontak dan melawan jika ada pihak yang mengganggu dan ingin mengubah kearifan lokalnya, seperti bid'ah Maulid Nabi, menggugat tradisi keagamaan yang sudah mendarah daging dengan iming-iming kesesatan dan kesesatan, tentu saja hal semacam ini menjadi perlawanan dan perlawanan. Untuk mengimplementasikan moderasi beragama di masyarakat dapat dilakukan secara top-down, dimulai dari tokoh agama, ustadz dan juga keterlibatan kampus Islam dalam memperkenalkan nilai Islam washatiyah di masyarakat, selain itu pengajian yang lembut dengan menggunakan metode mauidhatul hasanah di masyarakat sehingga dengan mengenalkan Islam yang lembut ini tentu akan mengena di hati masyarakat muslim Aceh
Penguatan Pemahaman Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Di SMA Karuna Dipa Palu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Karuna Dipa Palu Penguatan moderasi beragama di SMA Karuna Dipa telah memberikan berbagai hasil positif yang signifikan bagi seluruh warga sekolah. Implementasi nilai-nilai moderasi
dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui kegiatan formal maupun non-formal, telah menciptakan lingkungan yang inklusif, harmonis, dan kondusif untuk belajar Interaksi sosial antar peserta didik dari berbagai agama, suku, dan budaya berlangsung dengan baik dan harmonis. Interaksi sosial antar peserta didik dari berbagai agama, suku, dan budaya berlangsung dengan baik dan harmonis, menunjukkan adanya pemahaman dan penghargaan yang mendalam terhadap
keberagaman. Tidak ditemukan adanya konflik yang disebabkan oleh perbedaan tersebut, yang menunjukkan keberhasilan seorang guru yang selalu memberi penguatan tentang penting moderasi di sekolah in
- …
