20,475 research outputs found
Pelaksanaan evaluasi kinerja guru di SMP Iskandar Said Surabaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu fenomena bahwa SMP Iskandar Said Surabaya merupakan salah satu sekolah telah melaksanakan evaluasi bagi gurunya. Hal lain yang membuat penulis tertarik untuk mengambil lokasi penelitian di SMP Iskandar Said Surabaya dikarenakan lembaga ini telah melakukan penerapan konsep Multiple intelegences dalam proses belajar mengajar. Evaluasi kineija guru dilakukan pada jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk menjadikan guru profesional. Hal inilah yang membedakan SMP Iskandar Said Surabaya dengan lembaga pendidikan lain khususnya yang ada di surabaya. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan evaluasi kineija guru di SMP Iskandar Said Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang menekankan pada keutuhan dan kedalaman subyek yang diteliti. Jenis penelitian ini adalah merupakan jenis penelitian yang menekankan pada kasus-kasus tertentu secara spesifik, sehingga data yang diperoleh akan maksimal. Penelitian ini dilakukan. di Surabaya tepatnya di SMP Iskandar Said Jl. Kendangsari Lebar 33 Surabaya, Pengumpulan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan wawancara kepada kepala sekolah dan dewan guru. Selain itu penulis juga mengumpulkan data tertulis berupa dokumentasi format penilaian, brosur, serta catatan yang mendukung penelitian penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upaya menjadikan guru profesional melalui evalusi kineija yang dilaksanakan berpegang pada empat kompetesi, yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, pelaksanaan evaluasi kineija guru. Secara terparinci temuannya adalah: (1) dalam tahap perencanaan, telah disusun tujuan, format dan prosedur pelaksanaan program evaluasi kineija guru yang dilakukan oleh SMP Iskandar Said Surabaya. Tujuan tersebut adalah untuk mengevaluasi profesi teraplikasi, meningkatkan kineija guru secara menyeluruh dan pemetaan guru secara menyeluruh, (2) dalam tahap pengorgani sasian, struktur organisasi dalam program evaluasi kineija guru di SMP Iskandar Said Surabaya merupakan bentuk organisasi lini di mana struktur tersebut terdiri dari ketua yayasan
Pengaruh budaya literasi terhadap prestasi belajar sejarah kebudayaan Islam peserta didik di SMP Iskandar Said Surabaya
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya literasi terhadap prestasi belajar dan pengaruh yang dimaksud di sini adalah pengaruh positif dari budaya literasi. Berdasarkan hasil observasi dan interview menunjukkan Budaya Literasi di SMP Iskandar Said Surabaya berjalan dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari setiap harinya melakukan Budaya Literasi, melakukan beranekaragam jenis kegiatan Budaya Literasi, kondisi perpustakaan SMP Iskandar Said Surabaya yang sudah memenuhi standar perpustakaan sekolah. Dan koleksi buku yang dimiliki perpustakaan SMP Iskandar Said Surabaya yang dinilai cukup lengkap untuk dapat memenuhi kebutuhan baca warga sekolah. Sedangkan berdasarkan hasil angket yang dibagikan kepada peserta didik mengenai Budaya Literasi, data yang diperoleh setelah dianalisis dengan persentase hasilnya 71,02%, hal ini menunjukkan bahwa Budaya Literasi di SMP Iskandar Said Surabaya tergolong cukup tinggi. Prestasi Belajar peserta didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di SMP Iskandar Said Surabaya juga tergolong baik, karena dilihat dari hasil rata-rata peserta didik adalah 86,77 dari 89 jumlah peserta didik (responden). Dan hasil rata-rata tersebut melampui KKM yang telah ditetapkan oleh guru Sejarah Kebudayaan Islam yakni 75. Ada hubungan positif yang signifikan antara pengaruh budaya literasi terhadap prestasi belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dari hasil yang diperolehya itu dengan menggunakan rumus korelasi product moment, diperoleh angka indek skorelasi sebesar 0,33 yang berkisar antara 0,02 – 0,40, ini berarti terdapat korelasi yang signifikan antara variabel X dan variabel Y yaitu korelasi yang rendah atau lemah
Review of 'Edward Said: A Legacy of Emancipation and Representation' edited by Adel Iskandar and Hakem Rustom
Review of 'Edward Said: A Legacy of Emancipation and Representation' edited by Adel Iskandar and Hakem Rusto
MENINGKATKAN KOSAKATA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA WAYANG DI KELOMPOK A TK ISKANDAR SAID SURABAYA
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh anak kelompok A TK Iskandar Said Surabaya kemampuan berbahasa yang harus tergali pada anak didik, yaitu kemampuan kosakata. Faktor penyebabnya adalah penggunaan media yang kurang menarik bagi anak. Hal ini menyebabkan anak bermain sendiri pada waktu guru bercerita dengan metode boneka wayang. Untuk itu mengarah pada alternatif tindakan perbaikan untuk meningkatkan kosakata anak, perlu melakukan penelitian ilmiah, dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang didukung dengan penerapan metode bercerita dengan media boneka wayang. Adapun permasalahan yang dibahas pada penelitian ini, Apakah penggunaan metode bercerita dengan media wayang dapat meningkatkan kosakata anak pada kelompok A TK Iskandar Said Surabaya?, dengan tujuan ingin mengetahui keunggulan penggunaan metode bercerita dengan media boneka wayang dalam meningkatkan kosakata pada anak didik kelompok A TK Iskandar Said Surabaya. Hasil penelitian yang diperoleh dari data hasil pengamatan aktivitas anak,guru serta tingkat pencapaian kemampuan kosakata anak yang mengalami peningkatan signifikan pada setiap siklusnya. Sebagaimana penyajian hasil rata-rata persentase siklus I yang memperoleh persentase ketuntasan sebesar 60% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Maka berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bercerita sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan kosakata anak, khususnya pada kelompok A.Kata kunci: metode bercerita, boneka wayang, kosakataAbstractA problem faced by group A children of TK Iskandar Said is children’s linguistic skill must be developed, especially vocabularies list. It is because of the lack of the use of interesting media for the children. It can cause the children play by themselves when the teacher is telling the story by using puppet. Based on that background, there is an alternative way to improve children’s vocabularies. A scientific research must be conducted by using a classroom action research. It is supported by the use of storytelling by using puppet. The research problem discussed in this research is whether the use of storytelling by using puppet can increase group A children’s vocabularies at TK Iskandar Said. This research aims to know the goodness of using storytelling by using puppet to increase group A children’s vocabularies at TK Iskandar Said Surabaya. Based on the data which come from the observation of teachers’ activity and students’ activity, students’ vocabularies is increased in every cycle. In the first cycle, the average percentage is 60% and it becomes 85% in the second cycle. Based on the result, it can be concluded that the use of storytelling is very effective to increase group A children’s vocabularies.Keywords : storytelling method, puppet, vocabularie
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN IPS KELAS V SD ISKANDAR SAID SURABAYA
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas V SD Iskandar Said Surabaya. Hal ini disebabkan guru selalu mendominasi kegiatan pembelajaran (Teacher center) dan guru selalu menggunakan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Iskandar Said Surabaya pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A SD Iskandar Said Surabaya tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 29 siswa dengan 16 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, refleksi. Tekik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data hasil observasi dan analisis data hasil tes siswa. Hasil penelitian menunjukkan perolehan aktivitas guru pada siklus I sebesar 72,5%, siklus II 80% dan siklus III 87,5%. Aktivitas guru dari siklus I, II dan III mengalami peningkatan. Hasil aktivitas siswa dari siklus I, II dan III juga engalami peningkatan, perolehan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 70%, siklus II 85% dan siklus III 90%. Sementara perolehan hasil belajar siswa sebelum pelaksanaan PTK menunjukan hasil belajar yang diperoleh siswa sebesar 48,28% dan setelah pelaksanaan PTK diperoleh hasil belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 68,9%, siklus II 82,76% dan pada siklus III 86,20% Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Iskandar Said Surabaya.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, IPS , Hasil Belaja
Keberkesanan program Ekopelancongan Kawan Iskandar Malaysia kepada masyarakat pesisir di Wilayah Iskandar Malaysia
Akibat pembangunan pesat, masyarakat pesisir terutamanya di Wilayah Iskandar Malaysia (WIM) berdepan dengan masalah pembangunan yang pesat, pencemaran alam sekitar dan integriti ekosistem sehingga menjejaskan pendapatan mereka, khususnya nelayan. Rentetan itu, Kerajaan Negeri Johor, melalui Pihak Berkuasa Wilayah Pembangunan Iskandar (IRDA) telah melaksanakan sebuah program iaitu Kawan Iskandar Malaysia (KIM) bagi membantu ekonomi penduduk melalui pembangunan koperasi. Komuniti di kawasan pesisir juga diberi peluang menyertai program ini melalui projek ekopelancongan. Bagi menilai keberkesanannya, lima buah kampung telah dipilih dan dikelaskan kepada tiga kategori. Kategori pertama merupakan peserta KIM, nelayan dan menjalankan aktiviti ekopelancongan melibatkan Kampung Sungai Melayu, Kongkong Laut dan Permas Besar. Kampung Permas Besar terletak di pinggir Wilayah Iskandar. Kategori kedua adalah peserta KIM dan menjalankan aktiviti ekopelancongan tetapi bukan dalam kalangan nelayan iaitu Kampung Ulu Pulai. Kategori ketiga adalah bukan peserta KIM tetapi nelayan dan menjalankan aktiviti ekopelancongan melibatkan Kampung Perpat Timbul. Kajian ini menggunakan kaedah kuantitatif iaitu survei kepada penduduk tempatan di kawasan kajian. Dapatan kajian menunjukkan program KIM melalui koperasi adalah satu pendekatan terbaik untuk membangun ekonomi penduduk setempat. Walaubagaimanpun, masalah seperti pengurusan dan pentadbiran, fahaman politik dan kronisme perlu diberi perhatian dan ditambah baik untuk kesejahteraan bersama
Measurement of the Cognitive Domain Using HOTs in Indonesian Class VIII SMP Iskandar Said
The cognitive domain in Bloom's Taxonomy serves as a framework for categorizing educational goals, curriculum and designing assessments. After a journey of fifty years, Bloom was revised by Kratwohl and Anderson to produce (1) remember, (2) understand, (3) apply, (4) analyze, (5) evaluate, and (6) create. This study aims to describe the implementation of measurement through the cognitive domain. This study uses a quantitative approach, because this research approach can describe cognitive learning outcomes into numbers so that it is easy to analyze the data statistically. The subjects in this study were seventh grade students of SMP Iskandar Said Surabaya. The variable in this study is the cognitive domain. The method or technique of data collection is using the question method or in the form of a test. While the instruments used in this research are in the form of tests to measure the ability of the beginning or end of learning, and observations during the learning process. To measure the cognitive domain using a measuring instrument in the form of a multiple choice test. Where from the results of 40 cognitive questions given to seventh grade students of SMP Iskandar Said Surabaya in Indonesian subjects, 7 questions were retained, 18 questions were revised, and 15 questions were discarded
Writing from the shadowlands: how cross-cultural literature negotiates the legacy of Edward Said
This thesis examines the impact of Edward Said's influential work Orientalism and its legacy in respect of contemporary reading and writing across cultures. It also questions the legitimacy of Said's retrospective stereotyping of early examples of cross-cultural representation in literature as uncompromisingly 'orientalist'.
It is well known that the release of Edward Said's Orientalism in 1978 was responsible for the rise of a range of cultural and critical theories from multiculturalism to postcolonialism. It was a study that not only polarized critics and forced scholars to re-examine orientalist archives, but persuaded creative writers to re-think their ethnographic positions when it came to the literary representations of cultures other than their own. Without detracting from the enormous impact of Said, this thesis isolates gaps and silences in Said that need correcting. Furthermore, there is an element of intransigence, an uncompromising refusal to fine-tune what is essentially a binary discourse of the West and its other in Said's work, that encourages the continued interrogation of power relations but which, because of its very boldness, paradoxically disallows the extent to which the conflict of cultures indeed produced new, hybrid social and cultural formations.
In an attempt to challenge the severity of Said's claim that 'every European, in what he could say about the Orient, was consequently a racist, an imperialist, and almost totally ethnocentric', the thesis examines a number of different discursive contexts in which such a presumption is challenged. Thus while the second chapter discusses the 'traditional' profession-based orientalism of nineteenth-century E. G. Browne, the third considers the anti-imperialism of colonial administrator Leonard Woolf. The fourth chapter provides a reflection on the difficulties of diasporic 'orientalism' through the works of Michael Ondaatje while chapter five demonstrates the effects of the dialogism used by Amitav Ghosh as a defence against 'orientalism'. The thesis concludes with an examination of contemporary writing by Andrea Levy that appositely illustrates the legacy of Said's influence.
While the restrictive parameters of Said's work make it difficult to mount a thorough-going critique of Said, this thesis shows that, indeed, it is within the restraints of these parameters and in the very discourse that Said employs that he traps himself. This study claims that even Said is susceptible to 'orientalist' criticism in that he is as much an 'orientalist' as those at whom he directs his polemic
Peranan desa dalam perjuangan kemerdekaan di sumatera barat 1945-1950
Buku ini menguraikan tentang partisipasi dan peran serta masyarakat desa di daerah Sumatera Barat dan keterlibatan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan RI yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Mereka itu adalah tokoh masyarakat, para ulama, santri bahkan petani yang tindakannya dinilai mengorbankan semangat para pejuang pada masa mempertahankan proklamasi tersebut
Sistem Informasi Pelayanan Cuti Berbasis Web Pada PT Pupuk Iskandar Muda Menggunakan PHP dan MySQL
Pada era-globalisasi ini teknologi informasi menjadi alat dasar yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan yang ada. Dengan menggunakan teknologi informasi keakuratan dan kecepatan akses data akan lebih mudah di jalankan. PT Pupuk Iskandar Muda merupakan pabrik pupuk urea ke-11 di Indonesia dan pabrik ke-2 di Provinsi Aceh. Proses pengelolaan cuti pada PT Pupuk Iskandar Muda saat ini masih dilakukan secara manual. Proses pengelolaan cuti tersebut memiliki beberapa kelemahan. Karyawan tidak bisa mengetahui sisa hak cuti pribadi dan pengambilan cuti oleh rekan kerja secara langsung, sehingga karyawan tidak bisa melakukan manajemen cuti dengan baik.Pimpinan juga belum dapat mengambil keputusan cuti berdasarkan prinsip pemerataan hak cuti karyawan. Kelemahan yang lain adalah proses pengurusan cuti karyawan kurang efektif dan efesien. Dalam menyelesaikan masalah tersebut, penulis merancang sebuah sistem dengan menggunakan pemodelan ERD dan DFD, Personal Home Page (PHP) dan menggunakan basis data MySQL. Dengan adanya sistem pelayanan cuti di PT Pupuk Iskandar Muda ini, karyawan akan bisa lebih mudah untuk mengakses masalah percutian
- …
