1,722,403 research outputs found
Neo-Deterministic Seismic Hazard Assessment (NDSHA) for Sumatra: application at regional and local scales
Standard probabilistic seismic hazard assessment (PSHA) method cannot fill in the knowledge gap in the physical processes behind an earthquake. A more adequate definition of the seismic ground motion can be given by neo-deterministic seismic hazard assessment (NDSHA), which is based on the possibility of efficiently computing realistic synthetic seismograms, that has already been applied in many countries and supported by available observations. Most of the earthquake hazard assessment studies about Sumatra have been based on PSHA and that is why we have decided to apply NDSHA procedure to this region. However, due to the complexity of fault and tectonic settings, with high seismicity and significant, large magnitude, destructive earthquakes, that characterize this region some modifications to the standard implementation are required.
In order to handle the different types of seismogenic zones around Sumatra Island, it is required to enhance the source definition procedure from the standard version of NDSHA to an updated one, which can be used to control the parameters of the seismogenic zones individually, i.e. adopting a different grid resolution for each seismogenic zone. We enhance the source definition procedure by the introduction of several features, such as adapting the source smoothing effect, respect to geometry and magnitude, and enhancing the source depth definition. The strike slip Sumatra fault generates shallow earthquakes overlying the deeper ones, generated by the Sunda subduction zone. We compiled several tomography studies, at regional and global scale (e.g. (Crust 2.0 and Litho 1.0), to construct the structural models, with the related information about density, seismic velocities (Vp, Vs), and seismic attenuation (Qp, Qs).
A parametric test software, producing maps to study the geographical distribution of the ground shaking related to single earthquake scenario, has been improved to handle different structural models related to the several polygons interested by the source-receiver paths. We applied the procedure to study the Takengon earthquake event (July 2, 2013, with magnitude 6.1). We compare the result with the shaking maps produced by USGS. The comparison reveals a relatively similar strong ground motion distribution except for few areas near the epicenter where our computational technique suffers from intrinsic limitations.
NDSHA has been used also at a local scale, considering scenario events, for seismic microzonation purposes. This was performed by an hybrid method to determine also the amplification effects due to the presence of sedimentary layers. We investigate the local site effects at Banda Aceh City and surrounding areas, considering two earthquake scenarios, from subduction and strike slip zones.
Future studies could be devoted to better characterize the structural models, e.g. performing regional surface wave tomography, to improve computational approaches for synthetic seismograms, e.g. including oceanic-continent paths, and to implement more realistic extended source models to deal with mega earthquakes
Suherry Arno:Photography Collection
Karya fotografi lebih dari sekadar hasil perekaman dunia tiga dimensi ke dalam lempeng dua dimensi. Fotografi sering kali adalah sebuah penampang akumulatif akan banyak hal yang tidak tampak langsung di dalamnya. Ada sosok subjektif beserta pemikiran, ideologi, perspektif, dan selera seorang fotografer di balik terbentuknya imaji fotografi. Hasil rekaman yang merefleksikan intensi sang pemotret. Intensi tentang cara pandang, imajinasi, pravisualisasi, dan akhirnya visualisasi. Hal tersebut tampak dalam karya maestro fotografi Suherry Arno. Membaca, mengurasi, dan menyajikan kembali karya Suherry Arno dalam bentuk buku merupakan sebuah pengalaman estetis-kreatif tersendiri.
Sosok seperti Suherry Arno sulit ditemukan, apalagi di Indonesia. Sosok yang sangat humble, bersahabat, dan sarat pengalaman. Ia juga sangat haus akan pengetahuan fotografi dan seni. Dibuktikan dengan karya-karya yang penuh daya pukau, deretan tokoh fotografi dunia yang menjadi tempat ia memperdalam kepiawaian fotografi, juga sejumlah kepeduliannya pada dunia pendidikan fotografi di Indonesia, khususnya di Jurusan Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Pernah berguru kepada John Sexton, Michael Smith, Charles Cramer, Mark Nelson, Kumara Prasetya, Kayus Mulia, dan sederet nama besar lainnya, merupakan indikator keseriusan Suherry Arno dalam mencapai titik maksimal fotografi dan seni cetaknya. Berbagai jenis cetak fotografi, dari teknik prarevolusi, teknik fotografi George Eastman, fotografi modern, hingga teknik cetak digital telah ia dalami. Tak berhenti di situ, ia juga memiliki kepedulian kepada generasi muda untuk dapat mendalami seni cetak foto, meneruskan apa yang telah ia lakukan.
Karya Suherry Arno selain merupakan hasil kerja seni yang intensif, juga merupakan jejak dari berbagai hal yang telah disebutkan sebelumnya. Saya beruntung berkesempatan menyaksikan secara langsung ruang kerja Suherry Arno dalam berkarya, yaitu kamar gelap yang sangat lengkap, ragam peralatan cetak, peralatan presentasi karya, dan kamera yang digunakan untuk menghasilkan karya-karya berbagai ukuran yang dipajang di rumahnya dengan suasana galeri seni. Dari sana pula hadir karya-karya memukau. Benda seni berupa foto berbagai objek yang dicetak dan dipresentasikan secara intens: kualitas cetak istimewa, berikut pasparto, bingkai, dan pencahayaan yang prima terpasang dengan elegan. Jajaran foto hitam putih Suherry Arno menghadirkan suasana yang magis, penuh enigma. Tak banyak profil sosok fotografer seperti Suherry Arno, bila tak boleh dikatakan hanya ada satu di Indonesia.
Melalui buku ini, Suherry Arno menyajikan karya-karya terbaiknya, disertai beberapa quotes dari dirinya dan banyak tokoh fotografi dunia. Quotes yang ditampilkan menjadi sumber inspirasi pandangan fotografis Suherry Arno dalam mencipta berkarya. Kehadiran quotes dalam buku ini juga dimaksudkan untuk menjadikan buku ini bernilai edukatif dan inspiratif kepada pembaca
Irwandi Sasri's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Irwandi Sasri's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
STRATEGI PEMENANGAN IRWANDI YUSUF PADA PILKADA TAHUN 2017 DI ACEH BESAR
ABSTRAK Pilkada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2017pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah lebih unggul dibandingkan kandidatlainnya dengan perolehan jumlah suara sebanyak 898.710 dari total suara sah2.414.801. Adapun hasil Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017khusunya di kabupaten Aceh Besar pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyahsebanyak 88.511 suara, dengan total suara sah sebanyak 189.897. Dari hasilperolehan suara tersebut menunjukkan bahwa pasangan nomor urut enam IrwandiYusuf-Nova Iriansyah berhasil mengalahkan 5 kandidat lainnya. Kemenangan inimenarik untuk ditelusuri lebih lanjut terkait strategi dan faktor apa saja yangdigunakan oleh pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah untuk memenangkanPilkada gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemenanganIrwandi Yusuf pada Pilkada tahun 2017 di Aceh Besar serta faktor-faktor yangMenyebabkan Irwandi-Nova meraih kemenangan di Aceh Besar. Hal tersebutyang menjadi fokus peneliti tentang bagaimana strategi pemenangan IrwandiYusuf pada Pilkada Tahun 2017 di Aceh Besar. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah Kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa strategi kemenangan pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkadatahun 2017 di Aceh Besar mencakup beberapa hal diantaranya: membangunkomunikasi politik antar warga dengan melakukan pendekatan langsung denganmasyarakat, serta memberikan penggambaran kepada masyarakat tentang visi danmisi yang akan direalisasikan. Selain itu juga melakukan sosialisasi kepadamasyarakat dengan cara dialog dan diskusi tidak hanya dengan masyarakat akantetapi juga merangkul tokoh ulama. Faktor yang mempengaruhi kemenangan pasangan Irwandi Yusuf-NovaIriansyah mencakup beberapa faktor diantaranya: Program JKA dijalankan olehIrwandi, Jaminan Kesehatan Aceh merupakan Program pemerintah Aceh di masakepemimpinan Irwandi Yusuf pada tahun 2010 silam. Kekuatan mesin politikpartai pendukung yakni Partai Demokrat, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), PNA (Partai Nasional Aceh), PD Aceh (Partai Daerah Aceh) dan PDI-P ( PartaiDemokrasi Indonesia Perjuangan). pengaruh kepemimpinan Irwandi periode2007-2012 sebagai Gubernur Aceh, kepiawaiannya membangun citra sebagaifigur pemimpin yang dekat dengan rakyat dan memiliki komitmen terhadap nasibrakyat kecil, peka terhadap persoalan yang di hadapi masyarakat. Kata kunci: Strategi Pemenangan, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Pilkada 201
GAYA KOMUNIKASI DAKWAH FERRY IRWANDI DALAM UPAYA MENANGANI KASUS JUDI ONLINE MELALUI CHANNEL YOUTUBE
Gaya komunikasi dapat diartikan sebagai metode penyampaian pesan baik secara verbal maupun non-verbal dengan menggunakan tanda yang dapat dimaknai, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Gaya komunikasi sangat penting bagi siapa saja, tak terkecuali influencer. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah "Bagaimana gaya komunikasi dakwah yang digunakan Ferry Irwandi dalam upaya menangani kasus judi online melalui channel YouTube?" Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis gaya komunikasi dakwah yang digunakan oleh Ferry Irwandi dalam videonya terkait penanganan kasus judi online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori gaya komunikasi Norton. Teori ini digunakan untuk menganalisis gaya komunikasi yang muncul dalam video yang dipublikasikan oleh Ferry Irwandi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa video dakwah yang diunggah oleh Ferry Irwandi di channel YouTube-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferry Irwandi menggunakan berbagai gaya komunikasi, yang sesuai dengan 10 gaya komunikasi yang dikemukakan oleh Norton, antara lain gaya komunikasi bersahabat, animasi, dominan, dramatis, terbuka, argumentatif, santai, atentif, berkesan dan tepat. Selain itu, dalam penggunaan intonasi, Ferry Irwandi menerapkan intonasi dinamis, pengaturan tempo, serta variasi tinggi dan rendah suara untuk mendukung penyampaian pesan dalam videonya. Kesimpulannya, gaya komunikasi yang diterapkan oleh Ferry Irwandi sangat efektif dalam menyampaikan pesan dakwah dan memberikan dampak positif dalam menangani kasus judi online melalui media YouTube
Peran Elit Tradisional Dalam Mendukung Pasangan calon Independen M. Ramlan Nurmantias Dan Irwandi Pada Pilkada Kota Bukittinggi Tahun 2015
ABSTRAK
Indra Kardian, 1210832017, Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas. Judul Skripsi : Peran Elite Tradisional Dalam Mendukung Pasangan Calon Walikota Dan Wakil Walikota M. Ramlan Nurmantias Dan Irwandi Pada Pilkada Kota Bukittinggi Tahun 2015. Pembimbing : (1) Irawati, S.IP, MA (2) Andri Rusta, S.IP, M.PP.
Dalam penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis Peran Elite Tradisional Dalam Mendukung Pasangan Calon Walikota Dan Wakil Walikota M. Ramlan Nurmantias Dan Irwandi Pada Pilkada Kota Bukittinggi Tahun 2015. Peneliti berangkat dari adanya dukungan dari Penghulu atau Niniak Mamak kepada Pasangan calon walikota dan wakil walikota M. Ramlan Nurmantias dan Irwandi dalam pilkada kota Bukittinggi tahun 2015.
Penelitian ini mengacu pada teori elite dan konsep peranan elite tradisional untuk mengidentifikasi peran elite tradisional dalam mendukung pasangan calon walikota dan wakil walikota M. Ramlan Nurmantias Dan Irwandi Pada Pilkada Kota Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Untuk uji keabsahan data dipakai triangulasi data. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa elite tradisional yang dalam hal ini adalah penghulu atau niniak mamak Bukittinggi (Kurai). Penghulu atau niniak mamak ini di ikutsertakan kedalam tim kampanye pasangan Ramlan dan Irwandi bertujuan untuk memanfaatkan simbol dan gelar kepenghuluan yang di miliki oleh penghulu tersebut untuk mempengaruhi pandangan anak kemanakannya. Penghulu atau niniak mamak ini mempunyai peran yaitu : pertama, penghulu atau niniak mamak berperan sebagai tim sukses atau tim kampanye pasangan Ramlan dan Irwandi. Niniak mamak tersebut aktif dalam tim kampanye dan ada juga yang berada di luar tim kampanye tetapi tetap menjadi pendukung pasangan Ramlan dan Irwandi. Kedua penghulu atau niniak mamak berperan sebagai jembatan penghubung antara pasangan Ramlan dan Irwandi dengan anak kemenanakannya melalui sosisalisasi atau mengkampanyekan pasangan calon dan memberikan pandangannnya terhadap pasangan Ramlan dan Irwandi. Selain itu walapun tidak secara terang-terangan, secara tidak lansung penghulu atau niniak mamak juga mempengaruhi pilihan anak kemenakannya untuk mengarahkan kepada pasangan Ramlan dan Irwandi.
Kata Kunci : Elite Tradisional, Peranan Elite, Pilkad
Irwandi Sasri's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Modal Politik Pasangan Independen Muhammad Ramlan Nurmatias-Irwandi Pada Pilkada Kota Bukittinggi Tahun 2015
ABSTRAK
Romi Saputra, BP.1110832018, Modal Politik Pasangan Independen Muhamad Ramlan Nurmatias-Irwandi Pada Pilkada Kota Bukittinggi Tahun 2015
Pembimbing I: Dr. Aidinil Zetra dan Pembimbing II: Sadri S.IP, M.Soc, Sc
Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis modal politik yang dimiliki pasangan Muhamad Ramlan Nurmatias dan Irwandi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan pasangan ini dalam mencapai kemenangannya pada Pilkada Kota Bukittinggi 9 Desember 2015. Dalam proses kemenangannya Pasangan Muhamad Ramlan Nurmatias dan Irwandi tidak memiliki modal politik yang tidak terlalu mendominasi dibandingkan dengan pasangan calon lainya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan modal apa yang digunakan oleh pasangan tersebut dalam pemilihan kepala daerah Kota Bukittinggi tahun 2015.
Penelitian ini menggunakan konsep modal politik Kimberly L Casey. Casey membagi modal politik menjadi tujuh yaitu modal kelembagaan, modal manusia, modal sosial, modal ekonomi, modal budaya, modal simbolik, modal moral. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling. Triangulasi menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil temuan di lapangan menunjukan bahwa, pada pilkada Kota Bukittinggi pada tanggal 9 Desember 2015, pasangan independen Muhamad Ramlan Nurmatias-Irwandi dan tim suksesnya menggunakan tujuh modal politik yang dikemukakan oleh Casey. Dalam hasil penelitian, peneliti melihat dua diantara modal politik yang lebih dominan digunakan pasangan ini yakni modal sosial, modal ekonomi dan modal budaya, namun yang lebih unggul dihasilkan dari modal sosial, karena dari modal sosial yang dimiliki pasangan Muhamad Ramlan Nurmatias-Irwandi pasangan ini mendapatkan kepercayan oleh banyak masyarakat Kota Bukittinggi Untuk maju sebagai pasangan calon independen, selain mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Pasangan Muhamad Ramlan Nurmatias-Irwandi memiliki modal ekonomi yang cukup mempuni dari pasangan calon lainya, dan yang terakhir pasangan ini juga mendapatkan dukungan para pemangku adat masyarakat asli kota Bukittinggi yang di sebut dengan nama Urang Kurai.
Kata Kunci: Pilkada, Modal Politik, Ramlan Nurmatias-Irwandi, Kota Bukittinggi
ANALISIS KONSTRUKSI IDENTITAS INTELEKTUAL DALAM KONTEN YOUTUBE CHANNEL FERRY IRWANDI
Fenomena pergeseran ruang publik ke ranah digital menjadi latar utama penelitian ini, di mana media sosial terutama YouTube berfungsi sebagai arena baru bagi pembentukan identitas, legitimasi, serta produksi wacana intelektual. Salah satu figur yang menonjol dalam konteks tersebut adalah Ferry Irwandi, seorang kreator konten yang dikenal melalui narasi reflektif dan kritik sosial. Melalui kanal YouTube-nya, menunjukkan bagaimana individu membangun identitas dan wacana melalui strategi komunikasi digital yang terencana dan konsisten. Penelitian ini menganalisis identitas yang dibangun dari konten oleh channel Youtube Ferry Irwandi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis (CDA) yang berlandaskan teori diskursif. Melalui observasi konten video, dokumentasi, serta analisis komentar audiens untuk memahami relasi,makna, dan praktik sosial dalam proses konstruksi identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas intelektual pada konten channel Ferry Irwandi terbentuk melalui tiga strategi utama, yaitu: (1)framing wacana reflektif yang mengarahkan audiens untuk berpikir kritis dan rasional; (2)kurasi diri dan personal branding yang konsisten dalam gaya visual, naratif, dan retorika; serta (3)komunikasi partisipatif yang mendorong dialog dan keterlibatan aktif audiens. Elemen-elemen naratif, visual, dan gaya komunikasi berperan penting dalam membangun kredibilitas Ferry sebagai figur intelektual publik yang reflektif dan komunikatif. Penelitian ini menunjukkan identitas di ruang digital tidak dibangun secara tunggal oleh kreator, melainkan merupakan hasil konstruksi kolaboratif antara kreator dan audiens melalui praktik komunikasi reflektif dan partisipatif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa YouTube berpotensi menjadi arena pembentukan intelektualitas publik baru di era media partisipatif, sekaligus membuka ruang bagi kajian komunikasi digital tentang legitimasi, citra, dan otoritas intelektual dalam ruang publik digital
- …
