1,721,247 research outputs found
Analisis Penggunaan Kata Penghubung dalam Karangan Deskripsi Siswa Kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru Pendekatan Analisis Kesalahan Berbahasa
Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui penggunaan kata penghubung dalam karangan deskripsi siswa kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru. Subjek dan fokus penelitian dalam tulisan ini adalah karangan deskripsi siswa kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif model miles dan hubermanyang terdiri atas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kata penghubung dalam karangan deskripsi siswa kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru belum sepenuhnya tepat karena masih terdapat ketidaktepatan penggunaan kata penghubung sebanyak 33 dari 13 karangan yang terdiri dari 86 kalimat.</jats:p
Implementation Of Strategic Plan To Improve The Quality Of Education Of MTS Muhammadiyah Lubuk Jambi Kuantan Singingi District
The purpose of this study was to determine the implementation of strategic plans in improving the quality of education at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Lubuk Jambi, Kuantan Singingi Regency, the method used by the author in this study was field research, collecting data by means of direct interviews, documentation and direct observation in place of research, data analysis by means of qualitative descriptive analysis method. The results of the study indicate that there are three stages in the preparation of a strategic plan, namely: formulation of the vision, mission and objectives, implementation and monitoring strategies and evaluation of the quality of education. The implementation of these three stages is maximized in accordance with the management functions of planning, organizing, actuating and controlling in order to get good results and improve the quality of education at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Lubuk Jambi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Manajemen Pemeriksaan Pajak Badan Secara Daring Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Pulogadung
The purpose of this study is to analyse the management of online corporate tax audits at the Pulogadung Small Taxpayers Office, to analyse the role of the tax authorities in the implementation of online corporate tax audit management at the Pulogadung Small Taxpayers Office, and to analyse the efforts put forth by the Pulogadung Small Taxpayers Office to overcome existing challenges. This study employs qualitative approaches with the use of observation, interviews, and documentation studies. The author concludes that the tax audit is still not excellent. The Covid-19 epidemic presented little challenges for the tax examiner, which resulted in minor communication disruption. Efforts are being made to overcome challenges in online tax audit management at Jakarta Pulogadung Small Taxpayers Office by employing internal communication between taxpayers\u27 taxes and tax audits to the greatest extent feasible, using social media to prevent misunderstandings. Recommendations for Jakarta Pulogadung Small Taxpayers Office to improve the effectiveness of online inspections by installing WiFi networks at various locations
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing pada mata pelajaran PAI (materi waris) hubungannya dengan motivasi belajar siswa: penelitian terhadap siswa kelas XII SMAN I Jamblang Kab. Cirebon
Penelitian ini berlatar belakang karena ada kesenjangan antara tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing dengan motivasi belajar siswa. Secara teori tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing dapat meningkatkan motivasi belajar mereka pada mata pelajaran PAI, tetapi realitas empirik menyatakan bahwa tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing dalam pembelajaran PAI belum bisa meningkatkan motivasi belajar mereka. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti dengan judul “Tanggapan Siswa Terhadap Penggunaan Metode Role Playing Pada Mata Pelajaran PAI (Materi Waris) Hubungannya dengan Motivasi Belajar Siswa� (Penelitian terhadap siswa kelas XII SMAN I Jamblang Kab. Cirebon).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing, realitas motivasi belajar siswa, dan hubungan antara tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing pada mata pelajaran PAI dengan motivasi belajar siswa.
Dari asumsi tersebut maka dapat ditarik hipotesis bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tanggapan siswa terhadap penggunaan metode metode role playing pada mata pelajaran PAI (Variabel X) dengan motivasi belajar siswa (Variabel Y). indikator dari tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing yaitu: menerima metode role playing, menyukai metode role playing, mempunyai perhatian dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing. Dan motivasi belajar siswa terdiri atas indicator: tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesuliatan, lebih senang bekerja sendiri, cepat bosan pada tugas, dan dapat mempertahankan pendapat.
Untuk membuktikan hipotesis di atas diadakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan studi kepustakaan. Untuk populasi penelitian dianalisis dengan analisis logika dan data kuantitatif dengan analisis statistik. Pendekatan analisis ditempuh dengan analisis parsial dan analisis korelasi.
Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai rata-rata keseluruhan tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing sebesar 3,92 angka tersebut termasuk kategori tinggi karena berada pada interval 3,5 - 4,5. Untuk nilai rata-rata motivasi belajar siswa mencapai 3,48 angka tersebut termasuk kategori cukup tinggi karena berada pada interval 2,5 – 3,5. Sedangkan korelasi antara tanggapan siswa terhadap penggunaan metode role playing pada mata pelajaran PAI dengan motivasi belajar siswa sebesar 0,71 angka tersebut berkategori tinggi, karena berada pada interval 0,60 – 0,80 dengan arah korelasi positif. Kadar pengaruh variabelnya adalah 30% sedangkan 70% lagi merupakan faktor lain
LAPORAN AKHIR PENELITIAN PENELITIAN DASAR UNGGULAN PERGURUAN TINGGIKLASTER RISET-PUBLIKASI PERCEPATAN KE GURU BESAR
LAPORAN AKHIR PENELITIAN PENELITIAN DASAR UNGGULAN PERGURUAN TINGGIKLASTER RISET-PUBLIKASI PERCEPATAN KE GURU BESA
PENGATURAN DIVERSI DITINJAU DARI SUDUT TUJUAN PEMIDANAAN
Akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita di
televisi dan surat kabar tentang meningkatnya penangkapan serta penahanan anak yang diduga
melakukan tindak pidana. Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup
manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan Negara. Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on the
Right of the Child) tentang Prinsip perlindungan hukum terhadap anak sebagaimana telah diratifikasi oleh
pemerintah Republik Indonesia degan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang pengesahan
Convention on the Right of the Child (Konvensi Tentang Hak-Hak Anak). Undang-undang Nomor 3 tahun
1997 tentang Pengadilan Anak sebagai respon yuridis terhadap persoalan tentang anak merupakan
landasan utama dalam penyelesaian terhadap kenakalan anak, namun dalam implementasinya belum
terwujud peradilan yang benar-benar menjamin perlindungan kepentingan terbaik terhadap anak yang
berhadapan dengan hukum sebagai penerus bangsa. Untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan
kenakalan anak pemerintah mengesahkan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
(Juvenile Justice System) dengan tujuan agar dapat terwujud peradilan yang benar-benar menjamin
perlindungan kepentingan terbaik bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagai penerus bangsa yang
didalamnya diatur tentang penerapan diversi yang dijadikan wahana untuk mendidik anak yang sudah
terlanjur melakukan kejahatan atau pelanggaran hukum tentang pentingnya mentaati hukum, Atas dasar
itu, untuk mengetahui bagaimana pengaturan tentang diversi terhadap pelaku tindap pidana yang masih
dikategorikan anak, apakah semua anak yang melakukan tindak pidana dilakukan upaya Diversi,
bagaimana tujuan pemidanaan dengan adanya aturan tentang diversi tersebut, serta bagaimana pula
pendapat/pandangan para pakar dan masyarakat terhadap penerapan Diversi ditinjau dari sudut tujuan
pemidanaan sehingga diperlukan adanya suatu penelitian tentang Pengaturan Diversi Ditinjau Dari
Tujuan Pemidanaan.Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana latar belakang diaturnya
diversi dalam Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak, untuk mengetahui tujuan dan manfaat
dilaksanakannya diversi tersebut dan untuk mengetahui pendapat / pandangan para pakar hukum dan
masyarakat terhadap penerapan diversi ditinjau dari sudut tujuan pemidanaan. Tipe penelitian ini adalah
penelitian yuris normatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa UU SPPA lahir dilatar belakangi
oleh tidak memadainnya lagi UU No. 3 tahun 1997 dalam lintas hukum sehari-hari serta keinginan
masyarakat dan pemerintah untuk menghindari efek negatif terhadap jiwa dan perkembangan anak oleh
keterlibatannya dengan sistem peradilan pidana. Tujuan diaturnya diversi dalam Undang-Undang Sistem
Peradilan Pidana Anak adalah untuk mencapai perdamaian antara korban dan anak; menyelesaikan
perkara anak di luar proses peradilan; menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan; mendorong
masyarakat untuk berpartisipasi; dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak, dan terhadap
penerapan diversi ini mengundang berbagai pandangan yang berbeda dari kalangan pakar hukum baik
praktisi maupun akademisi serta masyarakat umum diantaranya Martina seorang pemerhati anak dari LSM
yang mengungkapkan bahwa adanya ancaman pidana saja tidak mampu untuk mengurangi tindak pidana
adak dibawah 18 tahun, apalagi jika hukuman pidana diganti dengan prinsip keadilan restorasi. Diversi
malah berpotensi menjadi celah bagi si ABH untuk melakukan kejahatan serupa lagi atau tindak pidana
lainnya tanpa khawatir dihukum. Dalam tulisan ini Penulis sependapat dengan Martina karena dengan
penerapan diversi dalam kenyataannya menjadikan tingkat kejahatan/ tindak pidana yang dilakukan oleh
anak semakin meningkat sehingga efek jera yang diharapkan dari tujuan pemidanaan tersebut tidak
9
tercapai, sehingga menurut pandangan penulis agar penerapan diversi mempuyai relevansi dengan tujuan
pemidanaan maka terhadap Undang-Undang SPPA ini perlu ada pengkajian ulang tentang sanksi
tambahan yang hendaknya diterapkan apabila musyawarah diversi tercapai seperti adanya sanksi adat
yang diterima oleh pelaku, tidak hanya sanksi materi/ uang pengganti dan pemerintah juga harus segera
mengeluarkan peraturan pelaksana terhadap pemberlakukan Undang-undang SPPA tersebut agar ada
keseragaman aparat hukum dalam melaksanakan Undang-undang dimaksud
- …
