5 research outputs found
Hubungan Pemberian ASI dan Stimulasi Psikososial Dengan Perkembangan Bayi Berumur 6 - 12 Bulan
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STIMULASI PSIKOSOSIAL DENGAN PERKEMBANGAN BAYI
BERUMUR 6 – 12 BULAN
TRYA MIA INTANI
Kandungan ASI sangat penting bagi perkembangan sel – sel otak yang dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik bayi. Sama halnya stimulasi psikososial, anak dapat mengendalikan dan mengkoordinasikan otot – ototnya serta melibatkan perasaan emosi dan pikirannya sehingga mempengaruhi kemampuan dasar perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan stimulasi psikososial dengan Perkembangan bayi berumur 6 – 12 bulan.
Desain penelitian cross sectional komparatif. Penelitian telah dilakukan pada bulan juni 2017 – Juli 2018. Sampel penelitian adalah semua ibu yang memiliki bayi berumur 6 – 12 bulan memenuhi kriteria penelitian secara consecutive sampling. Peneliti melakukan wawancara dan observasi pada ibu dan bayi. pengolahan dan analisis data secara komputerisasi dengan uji Chi-Square dan Uji Mantel-Haenszel.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan umur ibu (p = 0,348 ), jumlah anak (p = 0,675) ,pendidikan ibu (p = 0,259), jenis kelamin ( p = 1,000) dan umur bayi (p = 1,000), status gizi (p = 0,893) dan ada perbedaan antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja (p = 0,023) pada kelompok bayi mendapatkan ASI eksklusif dan kelompok bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Tidak terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif (p = 0,317) dan terdapat hubungan (p = 0,000) stimulasi psikososial dengan perkembangan bayi berumur 6 - 12 bulan.
Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif dan terdapat hubungan stimulasi psikososial dengan perkembangan bayi berumur 6 – 12 bulan
Kata kunci : ASI Eksklusif, Stimulasi Psikososial, Perkembangan Bay
Efektifitas Baby Massage Dengan Aroma Terapy Lavender Terhadap Kualitas Tidur Bayi di PMB Kota Padang
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia, baik untuk kebutuhan fisik maupun kebutuhan mental. Pada saat tidur terjadi proses restorative (memperbaiki) kembali organ-organ tubuh. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tidur tersebut adalah dengan pijatan. Bayi yang dipijat akan dapat tidur dengan lelap, sedangkan pada waktu bangun, daya konsentrasinya akan lebih penuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas Baby Message dengan Aroma terapy Lavender terhadap kualitas Tidur Bayi Di PMB Kota Padang.Hasil penelitian dengan Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan Pretest dan Posttest pada kelompok intervensi yakni terjadi peningkatan kualitas tidur bayi setelah perlakuan yaitu terjadi perbedaan mean Pretest 2,40 dan mean Posttest 4,27 dengan hasil P = 0,0001 < 0,05 Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan pada kelompok yang diberikan perlakuan pijat dengan aroma terapiDisarankan kepada petugas kesehatan untuk bisa menambah sumber informasi dalam pengembangan ilmu kebidanan khususnya baby massage pada peningkatan kualitas tidur bayi
PENGARUH SENAM DISMENORHEA TERHADAP TINGKAT NYERI HAID (DISMENORHEA) PADA REMAJA PUTRI DI RUMAH TAHFIZ NURUL QALBI KOTA PADANG
Kejadian angka dismenorhea menurut data WHO sebesar 50 % dari setiap perempuan yang ada didunianya sedangkan di Indonesia angka dysmenorrhea yaitu 54,89% dysmenorrhea primer dan 9,36% dysmenorrhea sekunder. Dismenorhea merupakan nyeri selama menstruasi yang disebabkan adanya jumlah prostaglandin F2a yang berlebihan pada daerah menstruasi, yang merangsang hiperaktivitas uterus dan terjadinya kejang otot uterus. Senam dismenorhea merupakan aktivitas fisik yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri karena menghasilkan hormon endorphin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam dismenorhea terhadap tingkat nyeri haid (dismenorhea) pada remaja putri di Rumah Tahfiz Nurul Qalbi Kota Padang Tahun 2022.Metode Penelitian adalah experimental dengan pendekatan one group pretest – posttest. Populasi penelitian ini adalah semua remaja putri yang berada di Rumah Tahfiz Nurul Qalbi Kota Padang sebanyak 120 orang Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini Purposive Sampling. Jumlah sampel minimal yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 30 responden yang mengalami dismenorhea. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxson.Hasil penelitian didapatkan didapatkan rata – rata nyeri haid (dismenorhea) yang dialami remaja putri sebelum dilakukan senam dismenorhea yaitu nyeri sedang (4.35) sedangkan remaja putri sesudah dilakukan senam dismenorhea yaitu nyeri ringan (3.09). Hasil uji statistik diperoleh nilai p =0,000 maka dapat disimpulkan adanya pengaruh senam dismenorhea terhadap tingkat nyeri haid (dismenorhea) di Rumah Tahfiz Nurul Qalbi Tahun 2022.Kesimpulan penelitian ini terdapat adanya pengaruh senam dismenorhea terhadap tingkat nyeri haid (dismenorhea) di Rumah Tahfiz Nurul Qalbi. Disarankan agar dapat menerapkan media video senam dismenorhea sebagai alat intervensi dan penanganan dalam mengurangi tingkat nyeri haid pada remaja putri baik dipelayanan kesehatan dan fasilitas pendidikan.Kata kunci : Senam dismenorhea, nyeri haid, remaj
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Stimulasi Psikososial dengan Perkembangan Bayi Berumur 6-12 Bulan
Kandungan ASI sangat penting bagi perkembangan sel – sel otak yang dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik bayi. Sama halnya stimulasi psikososial, anak dapat mengendalikan dan mengkoordinasikan otot – ototnya serta melibatkan perasaan emosi dan pikirannya sehingga mempengaruhi kemampuan dasar perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan stimulasi psikososial dengan Perkembangan bayi berumur 6 – 12 bulan. Desain penelitian cross sectional komparatif. Penelitian telah dilakukan pada bulan juni 2017 – Juli 2018. Sampel penelitian adalah semua ibu yang memiliki bayi berumur 6 – 12 bulan memenuhi kriteria penelitian secara consecutive sampling. Peneliti melakukan wawancara dan observasi pada ibu dan bayi. pengolahan dan analisis data secara komputerisasi dengan uji Chi-Square dan Uji Mantel-Haenszel. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan umur ibu (p = 0,348 ), jumlah anak (p = 0,675) ,pendidikan ibu (p = 0,259), jenis kelamin ( p = 1,000) dan umur bayi (p = 1,000), status gizi (p = 0,893) dan ada perbedaan antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja (p = 0,023) pada kelompok bayi mendapatkan ASI eksklusif dan kelompok bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Tidak terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif (p = 0,317) dan terdapat hubungan (p = 0,000) stimulasi psikososial dengan perkembangan bayi berumur 6 - 12 bulan. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif dan terdapat hubungan stimulasi psikososial dengan perkembangan bayi berumur 6 – 12 bulan
Asuhan Remaja dalam Kebidanan: Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Buku Asuhan Remaja dalam Kebidanan: Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental ditujukan untuk masyarakat umum yang peduli terhadap tumbuh kembang remaja secara sehat dan seimbang. Masa remaja adalah fase penting yang penuh dinamika, perubahan, dan tantangan, baik secara fisik maupun emosional.
Melalui buku ini, pembaca diajak memahami berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendampingi remaja, terutama dalam menjaga kesehatan tubuh dan kestabilan jiwa. Dengan penjelasan yang mudah dimengerti, buku ini menghadirkan panduan yang dapat membantu orang tua, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar dalam menciptakan suasana yang aman, suportif, dan positif bagi remaja
