Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
Tinjauan Pustaka Tentang Peran Basis Data Dalam Manajemen Informasi Kesehatan Digital
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk dalam dunia kesehatan. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah munculnya sistem informasi kesehatan digital yang berfungsi untuk mempermudah proses pengelolaan data dan layanan kesehatan. Dalam sistem ini, basis data menjadi komponen utama yang berperan dalam menyimpan, mengolah, dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat. Penulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk memahami lebih dalam bagaimana peran basis data dalam mendukung manajemen informasi kesehatan digital. Melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur, kajian ini membahas beberapa aspek penting seperti struktur basis data, keamanan data pasien, integrasi antar sistem informasi, serta kemudahan dalam mengakses data oleh pihak-pihak yang berwenang, seperti tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan basis data yang baik dan terstruktur dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pengambilan keputusan klinis, serta mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, sistem yang terintegrasi juga memudahkan koordinasi antar bagian dalam sebuah institusi kesehatan, seperti antara bagian administrasi, laboratorium, dan dokter. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang masih sering ditemui dalam implementasi basis data di sistem kesehatan digital, seperti masalah interoperabilitas antar platform, perlindungan dan privasi data pasien, serta belum adanya standar data yang seragam di setiap fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi pihak pengelola dan pengembang sistem informasi kesehatan untuk memahami dan menerapkan konsep basis data dengan baik agar dapat menciptakan sistem yang andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan pengelolaan basis data yang optimal, sistem informasi kesehatan digital diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di era modern ini
Peran Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi Serta Konselor Sebaya Dalam Meningkatkan Efektivitas Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan layanan kesehatan yang dirancang khusus untuk remaja, disesuaikan dengan minat, kebutuhan, dan karakter mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta konselor sebaya dalam meningkatkan efektivitas program pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang (cross sectional), dan dilakukan di SMK Kesehatan Kabupaten Semarang dengan melibatkan 88 responden melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PKPR telah berjalan cukup baik dengan penyampaian informasi melalui media audio-visual dan metode interaktif yang sesuai kebutuhan remaja. Beberapa remaja juga telah membantu teman sebaya mencari bantuan profesional. Namun, keterlibatan mereka dalam advokasi dan evaluasi masih minim. Disarankan agar sekolah menyediakan ruang konseling dan melibatkan tenaga terlatih. Remaja perlu meningkatkan kesadaran diri, khususnya dalam penggunaan media sosial, dan memperluas pengetahuan tentang perilaku sehat. Pihak terkait juga perlu lebih aktif dalam supervisi dan evaluasi program secara rutin
EFEKTIVITAS AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP PENURUNAN MUAL DAN MUNTAH PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT PASCA KEMOTERAPI
Mual dan muntah pasca kemoterapi (chemotherapy-induced nausea and vomiting/CINV) merupakan salah satu efek samping paling sering dialami oleh anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (ALL). Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup anak, tetapi juga berpotensi mengganggu kepatuhan terhadap pengobatan, sehingga berdampak pada keberhasilan terapi secara keseluruhan. Berbagai pendekatan farmakologis telah digunakan untuk mengatasi CINV, namun belum sepenuhnya efektif. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi peppermint (Mentha piperita) menjadi alternatif yang menjanjikan karena sifatnya yang aman, murah, dan mudah diakses. Meskipun demikian, bukti ilmiah terkait efektivitasnya pada populasi anak masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan intensitas mual dan frekuensi muntah pada anak ALL pasca kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest control group dengan total sampel 30 anak, dibagi dalam kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Intervensi diberikan berupa inhalasi aromaterapi peppermint (2 tetes, 10 menit, 2 kali sehari) selama lima hari pasca kemoterapi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur mual adalah Pediatric Nausea Assessment Tool (PeNAT) dan Visual Analog Scale (VAS), sementara frekuensi muntah dihitung berdasarkan catatan klinis harian. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kelompok intervensi. Skor mual turun dari 6,20 ± 1,05 menjadi 3,10 ± 0,98 (p=0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,072). Frekuensi muntah juga menurun dari 3,00 ± 1,00 kali/hari menjadi 1,20 ± 0,77 kali/hari (p=0,002), berbeda signifikan dibandingkan kontrol (p=0,006). Temuan ini menegaskan bahwa aromaterapi peppermint efektif mengurangi CINV pada anak ALL pasca kemoterapi.Luaran penelitian berupa bukti ilmiah efektivitas aromaterapi peppermint, penyusunan protokol standar yang akan diajukan sebagai HAKI, artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi Sinta 3, serta bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Hasil penelitian diharapkan memberi kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup pasien kanker anak sekaligus menjadi dasar pengembangan terapi adjuvan non-farmakologis di IndonesiaKata Kunci : aromaterapi peppermint; mual dan muntah; leukemia limfoblastik akut; pasca kemoterapi; intervensi non-farmakologi
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR DENGAN DEPRESI PASCA PERSALINAN PADA IBU NIFAS
Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi global yang cukup tinggi. Di Amerika Serikat, prevalensinya mencapai 14%, sementara di Asia berkisar antara 26%–85%. Di Indonesia sendiri, risiko depresi postpartum dilaporkan sebesar 50%–70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi pasca persalinan pada ibu nifas. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakan sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek kelelahan, kualitas tidur, dan gejala depresi postpartum, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum (67,7%), seluruh responden mengalami kelelahan ringan (100%), dan mayoritas memiliki kualitas tidur yang buruk (64,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi berupa edukasi dan konseling bagi ibu nifas untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa postpartum.Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi global yang cukup tinggi. Di Amerika Serikat, prevalensinya mencapai 14%, sementara di Asia berkisar antara 26%–85%. Di Indonesia sendiri, risiko depresi postpartum dilaporkan sebesar 50%–70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi pasca persalinan pada ibu nifas. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakan sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek kelelahan, kualitas tidur, dan gejala depresi pasca melahirkan, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami depresi pasca melahirkan (67,7%), seluruh responden mengalami kelelahan ringan (100%), dan sebagian besar memiliki kualitas tidur yang buruk (64,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi berupa edukasi dan konseling bagi ibu nifas untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa nifas
EFEKTIVITAS LATIHAN OTOT PERUT DAN DASAR PANGGUL PADA KEHAMILAN TERHADAP RISIKO DIASTASIS RECTI
Diastasis recti abdominis (DRA) merupakan kondisi umum pada ibu hamil yang ditandai pelebaran jarak inter-recti (IRD). Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung, penurunan stabilitas trunk, disfungsi dasar panggul, hingga gangguan biomekanik pascapersalinan. Latihan otot perut dan dasar panggul sering direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis, namun bukti ilmiah terkait efektivitasnya pada ibu hamil masih terbatas. Tujuan Mengetahui pengaruh program latihan otot perut dan dasar panggul selama 30 hari pada kehamilan terhadap perubahan IRD hingga periode postpartum. Metode: Penelitian menggunakan desain posttest control group dengan total partisipan 16 ibu hamil pada tiap kelompok (intervensi dan kontrol), usia kehamilan 24–26 minggu, dengan IRD ≥28 mm atau adanya tonjolan perut. Kelompok intervensi menjalani program latihan terstruktur otot perut dan dasar panggul selama 30 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat intervensi khusus. Pengukuran IRD dilakukan dengan ultrasonografi pada 2 cm di atas dan bawah umbilikus pada usia kehamilan 24–26 minggu, 38–40 minggu, dan periode postpartum. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata IRD pada kelompok intervensi meningkat terkendali dari 2,56 ± 0,23 mm menjadi 4,62 ± 0,16 mm pada 38–40 minggu, dan menurun kembali menjadi 4,30 ± 0,61 mm postpartum (p=0,001). Pada kelompok kontrol, IRD meningkat lebih besar dari 3,29 ± 0,75 mm menjadi 6,43 ± 1,05 mm, dengan penurunan minimal pada postpartum (6,07 ± 1,05 mm) (p=0,001). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada awal pengukuran (p=0,421), namun terdapat perbedaan signifikan pada usia 38–40 minggu (p=0,008) dan postpartum (p=0,032). Simpulan: Latihan otot perut dan dasar panggul terbukti efektif dalam menekan progresivitas DRA selama kehamilan dan mempercepat pemulihan IRD postpartum. Intervensi ini bersifat aman, murah, mudah dilakukan, dan berpotensi besar untuk diintegrasikan dalam program antenatal care standar di IndonesiaKata Kunci : diastasis recti abdominis; latihan kehamilan; otot dasar panggul; inter-recti distance; Senam Hami
PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT(PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI JORONG BATU BASA KECAMATAN PARIANGAN
The implementation of clean and healthy living behavior (PHBS) should have become a healthy living behavior of the community because since this program was launched in 2011, it has been socialized, education has been carried out by related agencies directly or through electronic media according to the guidelines. In reality, the implementation of clean and healthy living behavior is not in accordance with the guidelines and government achievement targets. This needs to be addressed properly so that the implementation of clean and healthy living behavior becomes a lifestyle according to health regulations. This study was conducted in Jorong Batu Basa, Pariangan District, Tanah Datar Regency in 2025. The population was 200 families and the sampling technique was total sampling, carried out using the survey method and data processing using the Percentage technique. The results of the study showed that public knowledge about clean and healthy living behavior was high 85% and 15% low, attitudes 57% positive and 43% negative and the implementation of clean and healthy living behavior 56% good and 43% not good. The failure to achieve the implementation of clean and healthy living behavior according to the target with an achievement percentage of 56% of the target of 80% is a study material for related parties to design a program to improve the implementation of clean and healthy living behavior through solving problems and obstacles found in the field related to the completeness of TPA (Final Waste Disposal Site) facilities, hand washing education for children and adults, the availability of healthy toilets and not defecating in the river, and not smoking in the house
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA HIV/AIDS PADA PKK DESA DI KABUPATEN SUKOHARJO
Stigma terhadap ODHIV merupakan permasalahan serius dalam upaya penanggulangan HIV secara global. Stigma ini tidak hanya ditemukan di masyarakat umum, tetapi juga dalam kelompok perempuan, termasuk anggota PKK, yang memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian untuk untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan promosi kesehatan terhadap s tigma HIV/AIDS pada PKK desa di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 dengan desain cross-sectional. Melibatkan 156 responden dari total populasi 10.290 pengurus dan anggota PKK. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebanyak 68,6% responden memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS, dan 57,1% pernah mengikuti promosi kesehatan. Mayoritas responden (54,5%) menunjukkan skor stigma tinggi, yang dalam penelitian ini menunjukkan sikap positif atau tidak menstigma terhadap ODHIV. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan promosi kesehatan (p = 0,008) dengan tingkat stigma. Studi ini menunjukkan pengetahuan dan promosi kesehatan berkontribusi terhadap penurunan stigma HIV/AIDS. Namun, efektivitasnya masih terbatas tanpa pendekatan yang menyentuh aspek emosional, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, kegiatan promosi kesehatan sebaiknya dirancang secara partisipatif, melibatkan pengalaman nyata ODHIV, dan menyasar langsung masyarakat desa untuk mendorong perubahan sikap yang berkelanjutan
Peningkatan Pengetahuan Pasien Tentang Gaya Hidup Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi
Penderita hipertensi perlu menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten untuk membantu menurunkan dan mengendalikan tekanan darah serta mencegah komplikasi serius. Perubahan gaya hidup yang disarankan meliputi mengurangi konsumsi garam, lemak jenuh, dan makanan olahan, serta memperbanyak asupan buah, sayur, dan makanan tinggi serat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk melakukan peningkatan pengetahuan pasien tentang gaya hidup yang mempengaruhi kejadian hipertensi. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan langsung kepada pasien dan keluarga yang berkunjung ke poli penyakit dalam RS Tk III Reksodiwiryo Padang pada tanggal 6 April 2023 pukul 10.00 WIB untuk pengobatan lanjutan. Sebelum dilakukan penyuluhan pasien dan keluarga diberikan terlebih dahulu kuesioner untuk megetahui sejauh mana tingkat pemahaman responden terhadap penyakit hipertensi. Jumlah peserta penyuluhan sebanyak 23 orang yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien. Hasil Pengabdian didapatkan terjadinya peningkatan pengetahuan responden lebih dari 90%. Simpulan bahwa dengan adanya kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga. Disaran melalui pihak Rumah Sakit agar lebih meningkatkan pemberian informasi dengan melakukan penyuluhan kepada pasien dan keluaga tentang kejadian hipertensi.Penderita hipertensi perlu menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten untuk membantu menurunkan dan mengendalikan tekanan darah serta mencegah komplikasi serius. Perubahan gaya hidup yang disarankan meliputi mengurangi konsumsi garam, lemak jenuh, dan makanan olahan, serta memperbanyak asupan buah, sayur, dan makanan tinggi serat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk melakukan peningkatan pengetahuan pasien tentang gaya hidup yang mempengaruhi kejadian hipertensi. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan langsung kepada pasien dan keluarga yang berkunjung ke poli penyakit dalam RS Tk III Reksodiwiryo Padang pada tanggal 6 April 2023 pukul 10.00 WIB untuk pengobatan lanjutan. Sebelum dilakukan penyuluhan pasien dan keluarga diberikan terlebih dahulu kuesioner untuk megetahui sejauh mana tingkat pemahaman responden terhadap penyakit hipertensi. Jumlah peserta penyuluhan sebanyak 23 orang yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien. Hasil Pengabdian didapatkan terjadinya peningkatan pengetahuan responden lebih dari 90%. Simpulan bahwa dengan adanya kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga. Disaran melalui pihak Rumah Sakit agar lebih meningkatkan pemberian informasi dengan melakukan penyuluhan kepada pasien dan keluaga tentang kejadian hipertensi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS PUTRI AYU
Angka kematian anak dan balita di Indonesia masih cukup tinggi. Indonesia adalah negara dengan angka kematian anak dan balita tertinggi di ASEAN. Penyebab angka kesakitan dan kematian anak terbanyak saat ini masih diakibatkan oleh Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare. ISPA adalah suatu kelompok penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 42 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 23 responden (54,8%) memiliki anak balita yang pernah menderita ISPA dan sebanyak 19 responden (45,2%) memiliki balita yang tidak pernah menderita ISPA di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi serta adanya hubungan yang bermakna antara berat badan lahir, status gizi, status imunisasi dan pemberian vitamin A dengan kejadian ISPA pada anak balita. Diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Putri Ayu dapat meningkatkan pemberian informasi kepada masyarakat terutama pada ibu balita melalui pamflet, leaflet atau poster dengan bahasa yang mudah dan didukung oleh gambar sehingga ibu-ibu balita tersebut lebih mudah dalam memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA
EFEKTIFITAS AROMATERAPI MAWAR UNTUK MENGURANGI NYERI DADA DI IGD PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Pendahuluan : Nyeri dada dapat timbul pada pasien Normal Synus Rhytem, pada pasien dengan nyeri dada banyak penyebab yang belum diketahui pasti. Penyebab yang mungkin ada antara lain : masalah pada jantung, paru-paru, pencernaan, otot dan tulang, dan serangan pada psikologis. Pengurangan nyeri yang muncul dapat dilakukan dengan aromaterapi. Aromaterapi mawar sudah terbukti dalam menurunkan nyeri dada pada beberapa jurnal. Cara kerja aromaterapi mawar dimulai dengan dihirup dan menuju ke rangsangan pada otak sehingga akan memicu pelepasan neurotransmiter yang dapat meningkatkan relaksasi. Tujuan penelitian : memberikan analisis aromaterapi pada pasien dengan nyeri dada terhadap proses pelaksanaan asuhan keperawatan.Bahan dan Metode : penelitian ini menggunakan metode studi kasus menggunakan instrument aromaterapi mawar saat intervensi berlangsung. Intervensi keperawatan non-farmakologi yaitu aromaterapi nawar dapat membantu otak falam melepaskan neurotransmiter yang dapat membantu pasien menjadi lebih rileksHasil penelitian : berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa klien mengalami penurunan rasa nyeri dada, sebelumnya skala nyeri 6 menjadi 4. Kesimpulan : dari hasil penelitian membuktikan bahwa intervensi pemberian aromaterapi pada pasien dengan nyeri dada selama 60 menit dapat menurunkan rasa nyeri pada pasien. Kata kunci : Nyeri dada; Aromaterapi mawar; Pengurangan nyer