23 research outputs found

    Response to Article “Evaluation of the Antioxidant and Wound Healing Properties of 80% Methanol Extract and Solvent Fractions of the Leaves of Vernonia auriculifera Hiern. (Asteraceae)” [Letter]

    No full text
    Putri Reno Intan,1,* Ariyani Noviantari,1,* Sukmayati Alegantina2,* 1Center for Biomedical Research, Research Organization for Health, National Research and Innovation Agency (BRIN), Cibinong Science Center, Cibinong - Bogor, West Java, Indonesia; 2Research Center for Pharmaceutical Ingredients and Traditional Medicine, Research Organization for Health, National Research and Innovation Agency (BRIN), Cibinong Science Center, Cibinong - Bogor, West Java, Indonesia*These authors contributed equally to this workCorrespondence: Putri Reno Intan, Center for Biomedical Research, Research Organization for Health, National Research and Innovation Agency (BRIN), Genomic Building, Cibinong Science Center, Jalan Raya Bogor Km. 46, Cibinong - Bogor, West Java, 16911, Indonesia, Email [email protected]

    A Response to Article “Do Mesenchymal Stem Cells Influence Keloid Recurrence?” [Letter]

    No full text
    Ariyani Noviantari, Frans Dany, Putri Reno Intan Center for Biomedical Research, Research Organization for Health, National Research and Innovation Agency (BRIN), Cibinong, West Java, IndonesiaCorrespondence: Ariyani Noviantari, Center for Biomedical Research, Research Organization for Health, Genomic Building, Cibinong Science Center, Jalan Raya Bogor Km. 46, Cibinong, West Java, 16911, Indonesia, Email [email protected]; [email protected]

    Prevalence and Molecular Characteristics of Enterococci Isolated from Clinical Bovine Mastitis Cases in Ningxia [Letter]

    Get PDF
    Fitrine Ekawasti,1 Putri Reno Intan,2 Riza Zainuddin Ahmad1 1Research Center for Veterinary Science, Research Organization for Health, National Research and Innovation Agency (BRIN), Bogor, West Java, Indonesia; 2Research Center for Biomedical, Research Organization for Health, National Research and Innovation Agency (BRIN), Bogor, West Java, IndonesiaCorrespondence: Riza Zainuddin Ahmad, Research Center for Veterinary Science, Research Organization for Health, National Research and Innovation Agency (BRIN), Genomic Building, Cibinong Science Center, Jalan Raya Bogor Km. 46, Cibinong, Bogor, West Java, 16911, Indonesia, Email [email protected]

    Studi Histopatologi Pasca Pemberian Ekstrak Campuran Kulit Batang Pulai ( Alstonia Scholaris L. R. Br.) Dan Meniran (Phyllanthus Niruri L.) Pada Mencit Terinfeksi Plasmodium Berghei

    Get PDF
    Limpa merupakan tempat respon imun utama yang merupakan saringan terhadap antigen asal darah. Hati adalah target organ yang berperan penting dalam aktivitas parasit dan respon imun host. Sedangkan Malaria serebral sering timbul sebagai komplikasi yang menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak kulit batang pulai dan meniran terhadap gambaran limpa, hati dan otak mencit galur Swiss yang terinfeksi Plasmodium berghei (P. berghei). Uji antimalaria menggunakan 72 ekor mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok dosis yaitu kelompok CMC, DHP, dosis campuran 1330; 443,34; 147,78 mg/kg bb dan dosis pulai 1330 mg/kgbb. Semua mencit diinfeksi dengan P. berghei(D0) kemudian diberi ekstrak peroral selama 14 hari. Organ limpa, hati dan otak diberi pewarnaan Haematoksilin Eosin (HE) diambil pada hari ke-4, 7 dan 14 masing-masing 4 ekor setiap kelompok percobaan, untuk dilihat gambaran kerusakannya.Indeks organ limpa dan otak pada puncak infeksi pada semua kelompok percobaan tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan, sedangkan indeks hati terkecil pada puncak infeksi terdapat pada kelompok DKC. Hasil pengamatan histopatologi kerusakan organ limpa, hati dan otak pada kelompok dosis besar campuran memperlihatkan kerusakan organ yang lebih ringan dibandingkan dengan kelompok lainnya

    Pengaruh Cash Positon, Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) terhadap Dividen Payout Ratio pada Perusahaan Property dan Real Estate periode 2010-2014

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) terhadap Dividen Payout Ratio perusahaan property dan real estate pada tahun 2010-2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 14 perusahaan yang memenuhi kriteria. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefesien regresi parsial serta f-statistik untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama dengan level signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cash Position, Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Assets (ROA) secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividen payout ratio. Berdasarkan pengujian secara parsial Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap dividen payout ratio, Return on Assets tidak berpengaruh terhadap dividen payout ratio, Cash Position berpengaruh signifikan terhadap dividen payout ratio. Saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah diharapkan dapat menambah variabel independen lainnya yang nantinya akan dapat mempengaruhi dividen payout ratio

    Annona muricata's Leaves Ethanolic Extract Enhance p53 Expression in Rat Hepatic Cells Induced by Dimethylbenz(a)Anthracene (DMBA)

    Get PDF
    Annona muricata or soursop contains acetogenin which can induce apoptosis in vitro and has cytotoxic effect. The study has been done to examine soursop leaves extract’s potency in vivo especially to induce apoptosis in 7,12-Dimethylbenz[a]anthracene (DMBA)-induced Sprague Dawley rats. The induction process was done twice a week for five weeks. The soursop leaves extract were given in three dosages, that are 200, 400, and 800 mg/kgBW for seventeen days after two weeks DMBA induction. Data analysis showed that Annona muricata leaves ethanolic extract could enhance p53 pathway significantly with a dose independent manner in DMBA-induced rats.Keywords: Proapoptosis,  Annona muricata leaves ethanolic extract, hepatom

    Pemanfaatan hewan laboratorium yang sesuai untuk pengujian obat dan vaksin

    Get PDF
    Saat ini penelitian dan pengembangan kesehatan semakin berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian bidang kesehatan dapat mencakup penelitian biomedik, epidemiologi, sosial, serta perilaku. Metode penelitian tersebut dapat dilakukan secara in vitro, memakai model matematik, atau simulasi komputer. Untuk dapat mengamati, mempelajari, dan menyimpulkan semua yang terjadi pada makhluk hidup secara utuh diperlukan suatu hewan percobaan. Hewan laboratorium merupakan hewan yang sengaja dipelihara dengan khusus sebagai hewan percobaan, penelitian, pengujian, pengajaran, dan penghasil bahan biomedik ataupun dikembangkan menjadi hewan model untuk penyakit manusia. Hewan percobaan mempunyai nilai pada setiap bagian tubuh dan terdapat interaksi antara bagian tubuh tersebut. Hewan percobaan yang digunakan dalam penelitian disebut sebagai semifinal test tube. Pada banyak penelitian, terdapat beberapa hewan percobaan yang sering digunakan, seperti tikus, kelinci, dan primata. Penggunaan hewan percobaan dalam penelitian harus mengikuti etika yang telah ditetapkan. Penanganan hewan percobaan hendaklah dilakukan dengan penuh rasa kasih sayang dan berperikemanusiaan. Semakin meningkat cara pemeliharaan hewan yang digunakan, maka semakin sempurna pula hasil percobaan yang dilakukan

    Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa Lamk) dan Meniran (Phyllanthus Niruri L.) terhadap Jumlah AgNOR Jaringan Adenokarsinoma Mammae Mencit C3H

    Get PDF
    Cancer is one of the non-communicable diseases that has become a health problem in the world, including in Indonesia. Data World Health Organization (WHO) data in 2010 showed that cancer is the second leading cause of death after cardiovascular disease. Mean while, result at Basic Health Research Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 showed that cancer ranks sixth in the leading cause of death in Indonesia. Number of cancer patients in Indonesia continues to increase and is expected to be the main cause of the increasing economic burden, for the patient, family, and also country. Types of cancer in Indonesia is dominated by breast cancer (30%) cervical cancer (24%). This study aims to determine the effect of a combination of rumput mutiara (Hedyotis corymbosa Lamk) and meniran (Phyllanthus niruri L) against mammary adenocarcinoma in strain C3H mice. This study is an experimental study. The study sample consisted of 20 strains of C3H mice that were divided into 4 groups: control group (K) and three dose groups ( P1 - P3 ), namely : dose 750 ; 1500; 2250 mg/kg BW. Extract of the test material were given after the tumor is palpable, It was given to the mice for 19 days, once a day orally using a stomach sonde. The results of this study indicate that based on the average number of AgNOR mammary adenocarcinoma, the extract at a dose of 2250 mg/kg BW can reduce the proliferation of mammary tumor cells

    Infeksi Plasmodium Berghei Anka pada Mencit Galur Swiss Webster dan C57bl/6 Sebagai Model Malaria Serebral

    No full text
    Abstract Cerebral malaria is a complication of Plasmodium falciparum infection and can cause death in humans. Plasmodium berghei ANKA (PbA) infection in C57BL/6 strain is widely used for cerebral malaria research. However, research to assess differences in brain histopathology, TNFα levels and the degree of parasitemia in Swiss websters infected with PbA are still limited. Therefore an infection with P. berghei ANKA strain was carried out on Swiss webster mice and C57BL/6 as a model of cerebral malaria. This research is a laboratory experiment with a post-test only control group design. Each experimental animal was divided into 3 groups namely PbA group (infected and given aquades), DHP (infected and given Dihidroartemisinin piperakuin), and healthy (mice not infected with PbA called aquades). Animal testing tried to examine parasitemia by microscopic counts on thin blood smear, calculation of serum TNFα levels by ELISA method and histopathology of the brain and slide microscopic examination with Haematoxylin Eosin staining conducted at the Experimental Animal Laboratory, Parasite Laboratory, Puslitbang BTDK, NIHRD; and Balitvet Pathology Laboratory by the research team. The results showed a peak percentage of parasitemia in the PbA group on day 4 for the Swiss webster strain (68.8%) and on the 5th day for the C57BL/6 strain (43.7%). The percentage of parasitemia was higher in the Swiss webster strain than in the C57BL/6 strain. TNFα levels in the Swiss webster strain (3.6 pg/ml) were higher than TNFα levels in the C57BL/6 strain (0.18 pg/ml). Histopathological changes in the brain consisting of lymphocyte cells, infiltration, macrophages, gliosis, necrosis, vacuolization and malaria parasitemia were found in both strains. The results showed that Swiss webster mice can be used as a model of cerebral malaria when seen from the clinical picture, the percentage of parasitemia, serum TNFα levels, macroscopic and microscopic brains that have similarities to the C57BL/6 strain. Keywords: Cerebral malaria, Plasmodium berghei ANKA, Swiss webster, C57BL/6. Abstrak Malaria serebral merupakan salah satu komplikasi infeksi Plasmodium falciparum dan dapat menyebabkan kematian pada manusia. Infeksi Plasmodium berghei ANKA (PbA) pada mencit galur C57BL/6 banyak digunakan untuk penelitian malaria serebral. Di Indonesia, mencit Swiss webster banyak digunakan sebagai hewan coba untuk malaria, namun penelitian untuk menilai perbedaaan histopatologi otak, kadar TNFα dan derajat parasitemia pada Swiss webster yang diinfeksi PbA masih terbatas. Oleh sebab itu dilakukan infeksi P. berghei galur ANKA pada mencit Swiss webster dan C57BL/6 sebagai model malaria serebral. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan desain post-test only control group. Masing-masing galur hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok PbA (diinfeksi dan diberi akuades), DHP (diinfeksi dan diberi Dihidroartemisinin piperakuin), dan sehat (mencit yang tidak diinfeksi PbA yang diberi akuades). Pengujian pada hewan coba meliputi pemeriksaan parasitemia dengan penghitungan kepadatan parasit secara mikroskopis pada ulas darah tipis, penghitungan kadar TNFα serum dengan metode ELISA serta gambaran histopatologi sediaan otak dengan pewarnaan Haematoksilin Eosin dilakukan di Laboratorium Hewan Coba, Laboratorium Parasit Puslitbang BTDK, Badan Litbangkes; dan Laboratorium Patologi Balitvet oleh tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan puncak persentase parasitemia kelompok PbA pada hari ke- 4 untuk galur Swiss webster (68.8%) sementara untuk galur C57BL/6 (43.7%) pada hari ke-5. Hal ini berarti bahwa puncak parasitemia lebih cepat dan tinggi terjadi pada galur Swiss webster dibandingkan pada galur C57BL/6. Demikian juga untuk kadar TNFα didapatkan bahwa pada galur Swiss webster (3.6 pg/ml) lebih tinggi dibandingkan galur C57BL/6 (0.18 pg/ml). Perubahan histopatologik otak berupa infiltrasi sel limfosit, makrofag, gliosis, nekrosis, vakuolisasi dan parasitemia malaria ditemukan pada kedua galur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit galur Swiss webster dapat dijadikan sebagai model malaria serebral. Kata kunci: Malaria serebral, Plasmodium berghei ANKA, Swiss webster, C57BL/6
    corecore