1,007 research outputs found
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA KANTOR URUSAN AGAMA PALU SELATAN
ABSTRAK
INDRIANI. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Kantor Urusan Agama Palu Selatan (di bawah bimbingan Rosmala Nur).
Peminatan Biostatistik,KB Dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
2021
Usia pernikahan dini dapat mengakibatkan meningkatnya kasus perceraian karena kurangnya kesadaran untuk bertanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga. Menurut data Statistik WHO pada tahun 2014 menunjukkan bahwa sebanyak 16 juta kelahiran terjadi pada ibu yang berusia 15-19 tahun atau 11% dari seluruh kelahiran didunia yang mayoritas (95%) terjadi dinegara berkembang. Tingkat pernikahan dini di indonesia berada diurutan kedua terbanyak setelah kamboja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri di Wilayah Kerja Kantor Urusan Agama Palu Selatan. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri berusia 15-19 tahun berjumlah 4.077 jiwa dengan jumlah sampel sebanyak 191 remaja dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat pada derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value=0,026), teman sebaya (p-value=0,000), berhubungan dengan pernikahan usia dini sedangkan dukungan orangtua (p-value=.116) tidak berhubungan dengan pernikahan usia dini. Disarankan tenaga kesehatan hendaknya memberikan kegiatan penyuluhan informasi terkait pernikahan usia dini, seperti memberikan pemahaman tentang dampak dari pernikahan usia dini yang memberikan resiko buruk bagi kesehatan remaja.
Kata Kunci : Pernikahan Dini, Pengetahuan, Teman Sebaya
Using Video to Increase Children's Knowledge About Healthy Food: Strengthening Teacher Teaching Skills
The teaching skills of teachers at the early childhood education level are essential for the physical, motor, and psychological development stages of children. This research aims to increase children's knowledge about healthy food through video media to strengthen teachers' teaching skills. This research uses a qualitative approach with an exploratory type of research. The sample used was 10 early childhood educators. The findings in this research are the impact of using healthy food video media, namely helping children connect previous experiences with newly discovered knowledge. Then, in the core activity, serving healthy food according to recipes and food ingredients that have been watched on healthy food video media can improve students' psychomotor development and at the end, the teacher asks students about the feelings that arise during learning, which is the teacher's effort to accompany psychological development as an impact that arises. from learning activities using healthy food video media.
Keywords: video healthy foods, early childhood, teaching skills
References:
1
Andrini, V. S. (2016). The Effectiveness of Inquiry Learning Method To Enhance Students ’ Learning Outcome : A Theoritical And Empirical Review. 7(3), 38–42.
Batubara, H. H., & Ariani, D. N. (2016). Pemanfaatan Video Sebagai Media Pembelajaran Matematika Sd/Mi Informasi Artikel. 2(1), 47–66. Https://Doi.Org/10.31602/Muallimuna.V2i1.741
Elprida, K., Sujana, W., Tirtayani, L. A., Pendidikan, J., Anak, P., Dini, U., Pendidikan Guru, J., & Dasar, S. (2018). Pengaruh Keterampilan Dasar Mengajar Guru Terhadap Perilaku Disiplin Pada Anak Usia Dini Kelompok B (Vol. 6, Issue 1).
Fajrin, R., & Ana, R. (2020). Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru Menggunakan Media Visual (Vol. 4, Issue 2).
Hardiyanti, W. E., Ilham, M., Ekadayanti, W., & Jafarudin. (2020). Gorontalo 96128 2 PGMI, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Pendidikan. Indonesia Jl. Kapt. Piere Tendean, 3(2), 93563.
Husein Batubara, H., Noor Ariani, D., & Prodi Penddikan Guru, D. (2016). Pemanfaatan Video Sebagai Media Pembelajaran Matematika Sd/Mi Informasi Artikel. Oktober, 2(1).
Juandi, A., & Sontani, U. T. (2017). Keterampilan Dan Kreativitas Mengajar Guru Sebagai Determinan Terhadap Prestasi Belajar Siswa. 2(2), 242–250.
Juniyanasari, L. P., Pudjawan, K., & Ujianti, P. R. (2015). Penerapan Pembelajaran Kontekstual Melalui Cooking Class Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Pada Anak. 3. Https://Doi.Org/10.23887/Paud.V3i1
Kurniawan, T. D. (2016). Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas V Sd Se-Kecamatan Gedangsari Gunungkidul. 21–26. Https://Doi.Org/10.30738/Trihayu.V3i1.739
Kurniawaty, L. (2017). Peningkatan Pengetahuan Tentang Makanan Sehat Melalui Kegiatan Bermain Cooking Class Jurnal CARE ( Children Advisory Research and Education ) Volume 4 Nomor 2 Januari 2017 Pendahuluan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Dini Ditentukan Oleh Makanan Yan. 4(3).
Mulyawati, Y., & Purnomo, H. (2021). Pentingnya Keterampilan Guru Untuk Menciptakan Pembelajaran Yang Menyenangkan. Https://Doi.Org/10.33654/Pgsd
Nurchayati, D., & Pusari, W. P. (2015). Upaya Meningkatkan Pengetahuan Makanan Sehat Melalui Penerapan Sentra. Https://Doi.Org/10.26877/Paudia.V3i2 Oktober.510
Nasirun, ), Suprapti, A., Qalbi, Z., Indrawati, ), & Keguruan, F. (2023). peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan keterampilan mengajar bagi guru paud al-jundi kota bengkulu improving teacher professionalism through teaching skills training for paud teachers al-jundi bengkulu city. 4(1), 17–22. Https://Ejournal.Unib.Ac.Id/Index.Php/Abdipaud/Index
Perdani, Z. P., & Hasan, R. (2016). Hubungan Praktik Pemberian Makan Dengan Status Gizi Anak Usia 3- 5 Tahun Di Pos Gizi Desa Tegal Kunir Lor Mauk. August. Https://Doi.Org/10.31000/Jkft.V2i2.59
Pramana, C. (2020). Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dimasa Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 2(2), 115. Https://Doi.Org/10.35473/Ijec.V2i2.557
Rahman, F. R., Agustina, I. O., Fauziah, I. N., & Saputri, S. A. (2022). Pentingnya Keterampilan Dasar Mengajar Untuk Menjadi Guru Profesional Sekolah Dasar. 4, 13265–13274.
Renovia, R., Hartati, S., & Rahayu, W. (2018). Prosiding Seminar Dan Diskusi Nasional Pendidikan Dasar.
Sahyan, Rauter, U. H., & Nazlia, I. (2023). Manfaat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Rpph) Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Mengajar Anak Usia Dini Di Ra Sulthonul Fadhilah Medan Marelan (Vol. 3, Issue 1).
Shofiyah, N., Nisak Aulina, C., & Efendi, N. (2021). Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAUD Dalam Pembuatan Video Pembelajaran Sains Berbasis Smartphone. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 23–33. Https://Doi.Org/10.37985/Murhum.V2i1.29
Suryani, L., & Seto, S. B. (2020). Penerapan Media Audio Visual Untuk Meningkatan Perilaku Cinta Lingkungan Pada Golden Age. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 900–908. Https://Doi.Org/10.31004/Obsesi.V5i1.601
Van De Grift, W. J. C. M., Houtveen, T. A. M., Van Den Hurk, H. T. G., & Terpstra, O. (2019). Measuring Teaching Skills in Elementary Education Using the Rasch Model. School Effectiveness and School Improvement, 30(4), 455–486. Https://Doi.Org/10.1080/09243453.2019.1577743
Wuryanti, U. (2016). Motivation and Character Hard Work on The Fifth Grade. 232–245. Https://Doi.Org/10.21831/Jpk.V6i2.12055
 
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS LITERASI BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN NILAI MORAL RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA SMA N 3 KOTA TEGAL TAHUN PELAJARAN 2018/2019
INDRIANI DINI. 2019. “Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Berbasis Literasi Budaya untuk Meningkatkan Nilai Moral Religius Pada Peserta Didik Kelas X MIPA SMA Negeri 3 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2018/2019”. Skripsi. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Drs. Sukoco. KW, M.Pd.
Pembimbing II : Dr. Hj. Sitti Hartinah, DS., MM.
Kata Kunci: Layanan Bimbingan Kelompok, Literasi Budaya, Nilai Moral Religius.
Pemahaman tentang nilai moral religius sangat dibutuhkan bagi peserta didik. Namun dalam perkembangan moral individu dapat berubah seiring berjalannya waktu, hal itu juga dipengaruhi oleh perkembangan jaman, karena banyak budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Memperluas pengetahuan akan budaya luar memang sangat diperlukan, namun anak terkadang dalam menyaring informasi sangat tidak hati-hati sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) bagaimana tingkat nilai moral religius pada peserta didik kelas X MIPA sebelum diberi layanan bimbingan kelompok berbasis literasi budaya. 2) bagaimana tingkat nilai moral religius pada peserta didik X MIPA sesudah diberi layanan bimbingan kelompok berbasis literasi budaya. 3) apakah layanan bimbingan kelompok berbasis literasi budaya efektif dalam meningkatkan nilai moral religius pada peserta didik kelas X MIPA.
Penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif, dengan jenis eksperimental semu dan desain one group pre and post test design. Populasi sebanyak 192 peserta didik, dan yang menjadi sampel ada 14 peserta didik yang memiliki nilai moral religius rendah. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk uji validitas menggunakan rumus product moment, untuk uji reliabilitas menggunakan rumus Spearman Brown uji reliabilitas dan untuk analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t-test.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) kategori nilai moral religius sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok berbasis literasi budaya adalah 50% kategori sedang. 2) kategori nilai moral religius setelah diberikan layanan bimbingan kelompok berbasis literasi budaya adalah 42% kategori tinggi. 3) layanan bimbingan kelompok berbasis literasi budaya untuk meningkatkan nilai moral religius pada peserta didik kelas X MIPA SMA N 3 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2018/2019 efektif.
Adapun saran yang diajukan kepada guru BK untuk memaksimalkan layanan bimbingan kelompok berbasis literasi budaya dan kepada peserta didik diharapkan peserta didik dapat untuk mempertahankan sikap yang sudah baik serta selalu bisa meningkatkan perilaku yang memiliki nilai moral religius
PEMBUATAN MATRIKS SILIKA-KARAGENAN DAN ANALISIS KEMAMPUAN ADSORPSINYA TERHADAP RHODAMIN B, TARTRAZIN DAN CAMPURANNYA
ABSTRAK Indriani, Dini. 2017. Pembuatan Matriks Silika-karagenan dan Analisis Kemampuan Adsorpsinya Terhadap Rhodamin B, Tartrazin dan Campurannya. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri malang. Pembimbing: (I) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, S.Si., M.Si., (II) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. Kata Kunci: Adsorpsi, Rhodamin B, Tartrzin, Karagenan (kappa karagenan) Silika (SiO2) merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam industri. Silika dapat dimanfaatkan sesuai dengan sifat dan karakteristiknya. Pemanfaatan silika ataupun silika yang telah termodifikasi sebagai adsorben telah banyak diteliti yaitu silika yang telah termodifikasi dengan penambahan selulosa dan surfaktan. Pada penelitian inidibuat kombinasi silika dengan karagenan yang bertujuan untuk mengeksplore pemanfaatan silika yang telah dimodifikasi yaitu sebagai binder zat warna dan dikaji kemampuan adsorpsinya terhadap Rhodamin B dan tartrazin. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui karakteristik fisik matriks silika-karagenan berdasarkan hasil analisis FT-IR (Fourier Transform Infra-Red), SEM, penentuan massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap terhadap iod, (2) menentukan daya adsorpsi matriks terhadap Rhodamin B, tartrazin, dan campurannya dengan metode adsorpsi Batch dan KLT (Kromatografi Lapis Tipis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia, Universitas Negeri Malang. Penelitian yang dilakukan terdiri dari tiga tahap, meliputi (1) pembuatan silika-karagenan (2) karakterisasinya yang meliputi massa jenis, uji kadar air, uji kadar abu, SEM, dan FT-IR, (3) uji kemampuan adsorpsi matriks terhadap rhodamin B dan tartrazindengan metode Batch dan KLT. Hasil penelitian ini adalah (1) silika-karagenan memiliki kadar air 2,089%, kadar abu 81,773%, massa jenis 1,780g/mL, dan daya serap terhadap larutan iod 21,830%, berdasarkan hasil analisis FT-IR tidak terdapat indikasi terjadinya interaksi kimia antara silika dan karagenan yang ditandai dengan tidak adanya puncak baru yang nampak pada spektrum FT-IR setelah proses pencampuran, hasil analisis SEM menunjukkan bahwa morfologi permukaan silika-karagenan berbentuk gumpalan atau globular, (2) daya adsorpsi matriks silika-karagenan pada larutan rhodamin B lebih besar dibandingkan dengan daya adsorpsi matriks terhadap larutan tartrazin. Rhodamin B dan tartrazin pada campuran rhodamin B-tartrazin dapat dipisahkan dengan baik pada silika-karagenan dengan nilai Rf lebih rendah dibandingkan dengan Rftarrazin. Adsorpsi batch terhadap larutan rhodamin B dan tartrazin dengan silika-karagenan menyebabkan kosentrasi tartrazin pada adsorbat meningkat, hal ini terjadi karena adanya penarikan molekul air oleh silika-karagenan yang lebih kuat dibandingkan penarikan tartrazin, sedangkan kosentrasi rhodamin B menurun karena silika-karagenan lebih kuat mengikat rhodamin B dibandingkan tartrazin
PEMBUATAN MATRIKS SILIKA-KARAGENAN DAN ANALISIS KEMAMPUAN ADSORPSINYA TERHADAP RHODAMIN B, TARTRAZIN DAN CAMPURANNYA
ABSTRAK Indriani, Dini. 2017. Pembuatan Matriks Silika-karagenan dan Analisis Kemampuan Adsorpsinya Terhadap Rhodamin B, Tartrazin dan Campurannya. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri malang. Pembimbing: (I) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, S.Si., M.Si., (II) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. Kata Kunci: Adsorpsi, Rhodamin B, Tartrzin, Karagenan (kappa karagenan) Silika (SiO2) merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam industri. Silika dapat dimanfaatkan sesuai dengan sifat dan karakteristiknya. Pemanfaatan silika ataupun silika yang telah termodifikasi sebagai adsorben telah banyak diteliti yaitu silika yang telah termodifikasi dengan penambahan selulosa dan surfaktan. Pada penelitian inidibuat kombinasi silika dengan karagenan yang bertujuan untuk mengeksplore pemanfaatan silika yang telah dimodifikasi yaitu sebagai binder zat warna dan dikaji kemampuan adsorpsinya terhadap Rhodamin B dan tartrazin. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui karakteristik fisik matriks silika-karagenan berdasarkan hasil analisis FT-IR (Fourier Transform Infra-Red), SEM, penentuan massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap terhadap iod, (2) menentukan daya adsorpsi matriks terhadap Rhodamin B, tartrazin, dan campurannya dengan metode adsorpsi Batch dan KLT (Kromatografi Lapis Tipis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia, Universitas Negeri Malang. Penelitian yang dilakukan terdiri dari tiga tahap, meliputi (1) pembuatan silika-karagenan (2) karakterisasinya yang meliputi massa jenis, uji kadar air, uji kadar abu, SEM, dan FT-IR, (3) uji kemampuan adsorpsi matriks terhadap rhodamin B dan tartrazindengan metode Batch dan KLT. Hasil penelitian ini adalah (1) silika-karagenan memiliki kadar air 2,089%, kadar abu 81,773%, massa jenis 1,780g/mL, dan daya serap terhadap larutan iod 21,830%, berdasarkan hasil analisis FT-IR tidak terdapat indikasi terjadinya interaksi kimia antara silika dan karagenan yang ditandai dengan tidak adanya puncak baru yang nampak pada spektrum FT-IR setelah proses pencampuran, hasil analisis SEM menunjukkan bahwa morfologi permukaan silika-karagenan berbentuk gumpalan atau globular, (2) daya adsorpsi matriks silika-karagenan pada larutan rhodamin B lebih besar dibandingkan dengan daya adsorpsi matriks terhadap larutan tartrazin. Rhodamin B dan tartrazin pada campuran rhodamin B-tartrazin dapat dipisahkan dengan baik pada silika-karagenan dengan nilai Rf lebih rendah dibandingkan dengan Rftarrazin. Adsorpsi batch terhadap larutan rhodamin B dan tartrazin dengan silika-karagenan menyebabkan kosentrasi tartrazin pada adsorbat meningkat, hal ini terjadi karena adanya penarikan molekul air oleh silika-karagenan yang lebih kuat dibandingkan penarikan tartrazin, sedangkan kosentrasi rhodamin B menurun karena silika-karagenan lebih kuat mengikat rhodamin B dibandingkan tartrazin
Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini
Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk penyempurnaan diri individu atau seseorang secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri untuk menuju ke arah yang lebih baik. Anak usia dini adalah anak yang sedang mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan para ahli mengatakan bahwa anak usia dini adalah anak yang sedang tumbuh dalam masa keemasan atau golden-age atau dengan kata lain pertumbuhan dan perkembangan itu hanya terjadi sekali seumur hidup dalam diri setiap anak. Pendidikan karakter bisa di dapatkan anak ketika ia berada di rumah maupun sekolah. Jika di sekolah guru lah yang menjadi tauladan bagi anak, sedangkan ketika ia berada di rumah, orangtualah yang menjadi contoh pertama bagi anak. Periode usia dini merupakan masa yang mendasari untuk kehidupan anak selanjutnya. Maka atas dasar tersebutlah pentingnya pendidikan karakter diberikan sejak dini kepada anak, untuk memaksimalkan kemampuan serta potensi yang ada dalam diri anak. Data-data yang digunakan dalam penulisan ini berasal dari berbagai literatur kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji. Metode penanaman karakter anak usia dini salah satunya dengan cara keteladanan dan pembiasaan
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Kejadian ketuban pecah dini berkisar 5-10 % dari semua kelahiran. KPD preterm
terjadi 1% dari semua kehamilan, 70 % kasus terjadi pada kehamilan aterm dan 30 %
terjadinya KPD penyebab dari kelahiran premature. Penelitian ini untuk mengetahui
hubungan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Panembahan
Senopati Bantul Tahun 2016-2017. Rancangan penelitian dengan metode survey
analitik menggunakan pendekatan waktu retrospektif. Teknik sampel menggunakan
total sampling sebanyak 172 ibu bersalin ketuban pecah dini dengan kriteria inklusi
dan ekslusi. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Berdasarkan
analisis data didapatkan bahwa ibu bersalin dengan anemia ringan sebanyak 155
responden (90,1%) mengalami ketuban pecah dini PROM > 37 minggu, sedangkan
ibu bersalin dengan anemia sedang 6 responden (5,0%) mengalami ketuban pecah
dini PPROM < 37 minggu. Hasil uji statistic Chi Square dengan taraf signifikan 0,05
diperoleh hasil p value = 0,001 (p value < 0,005). Ada hubungan antara anemia
dengan ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Panembahan Senopati Bantul
tahun 2017. Untuk itu diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan
pelayanan ANC secara baik agar dapat mencegah anemia yang berdampak pada
kejadian ketuban pecah dini
A refined CLNA model in fretting fatigue using asymptotic characterization of the contact stress fields
Using the Atzori-Lazzarin criterion, the first author has recently proposed a unified model for fretting fatigue (FF), called the crack-like notch analogue (CLNA) model. Two possible types of behaviour were suggested: either 'crack-like' or 'large blunt notch,' and these are immediately studied in the typical condition of constant normal load and in phase oscillating tangential and bulk loads. The former condition ('crack-like') was treated by approximating the geometry to the perfectly flat one of the crack analogue (CA), improved in some details, reducing all possible geometries to a single contact problem. The latter ('large blunt notch'), with a simple peak stress condition i.e. a simple notch analog-Lie model. In the present paper, the calculation of the 'crack-like' behaviour is unproved using the recent asymptotic characterisation developed by Dini, Hills and Sackfield, which extracts the asymptotic singular stress field of the fretting contact. A significant difference is found in the 'equivalent' geometric factor obtained for the Hertzian geometry, particularly near full sliding, where the new criterion is more conservative, but still not large enough to permit to find, for example in Nowell's FF experimental data, if the refinement is an improvement of predictive capabilities. In flatter geometries, the difference is expected to be even smaller than in the case of the Hertzian geometry, and in this case, the original CLNA model, for its simplicity, remains a very convenient simple closed form criterion
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENYAPIHAN ASI DINI PADA BALITA DI POSYANDU DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN SIDOARJO
Ibu banyak yang melakukan penyapihan ASI < 2 tahun, karena ibu belum mengetahui penyapihan ASI yang benar. Dan keluarga banyak yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap penyapihan ASI dini pada balita di Posyandu Desa Kenongo Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.
Desain dalam penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu yang mempunyai anak balita ≥ 2 tahun sebesar 30 balita, besar sampel sebesar 28 balita, diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel independen dukungan keluarga dan variabel dependen penyapihan ASI dini pada balita. Instrumen menggunakan kuesioner, diolah melalui editing, coding, scoring, dan tabulating, dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan α= 0,05.
Dari hasil 28 responden sebagian besar (60,7%) keluarga mendukung, dan sebagian besar (53,7%) responden melakukan penyapihan ASI secara normal. Hasil analisis uji Chi-Square menunjukan p = 0,003 pada tingkat signifikan α=0,05 maka H1 diterima karena ρ < 0,05 berarti ada hubungan dukungan keluarga terhadap penyapihan ASI dini pada balita di Posyandu Desa Kenongo Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.
Simpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berpengaruh terhadap penyapihan ASI dini. Disarankan seluruh keluarga memberikan dukungan penuh terhadap penyapihan ASI secara normal, sehingga perkembangan anak sesuai harapan
REKOGNISI, MINAT, DAN MOTIVASI ORANGTUA TERHADAP EDUKASI PADA ANAK USIA DINI: STUDI MULTISITUS
Penelitian ini merupakan penelitian multisitus di dua lokasi penelitian yakni di TK Kartika XXI-17 Kota Gorontalo Dan RA Anajmushagir Kota Gorontalo Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui rekognisi, motivasi dan minat orangtua terhadap edukasi pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yakni jenis penelitian kualitatif dan pendekatan psikologis, dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, serta triangulasi untuk pengecekan keabsahan data.
Hasil Penelitian menunjukkan (1) rekognisi orang tua terhadap edukasi anak usia dini di TK Kartika XXI-17 Kota Gorontalo berada pada kategori baik. Meskipun masih ada para orang tua yang beranggapan bahwa TK itu tempat anak-anak untuk bermain-main saja. Rekognisi orang tua terhadap edukasi anak usia dini di RA Anajmushagir masih sedang. Sebagian orang tua menganggap lembaga PAUD diperlukan oleh masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia dini. (2) Motivasi orang tua terhadap edukasi anak usia dini di terhadap edukasi anak usia dini di TK Kartika XXI-17 tergolong baik berdasarkan pernyataan dan kenyataan yang ada, yakni ada motivasi ekstrinsik dan intrinsic. Motivasi orang tua terhadap edukasi anak usia dini di terhadap edukasi anak usia dini di RA Anajmushagir memberikan banyak manfaat untuk para orang tua, dimana RA Anajmushagir dianggap sebagai suatu tempat belajar yang maksimal dalam memberikan sosialisasi pada anak serta menjadi pelengkap dan pengganti orang tua bagi para anak. (3) Minat orangtua terhadap edukasi pada anak usia dini TK Kartika XXI-17 Kota Gorontalo dipengaruhi oleh faktor orangtua yang memiliki dorongan ingin tahu yang tinggi akan banyak mencari tahu tentang informasi mengenai edukasi anak usia dini di TK. Faktor lain yang berpengaruh dalam minat adalah orangtua yang tidak mengedukasi anak usia dini di TK tergolong dalam tingkat ekonomi golongan menengah ke bawah. Minat orangtua terhadap edukasi pada anak usia dini RA Anajmushagir Kota Gorontalo dipengaruhi oleh faktor yakni: Pandangan Hidup, Lingkungan Keluarga, Keadaan Ekonomi Keluarga, Sistem dan Pembelajaran di RA dan Lingkungan Sekitar
Kata Kunci: Rekognisi, Minat, Motivasi, Edukasi Anak Usia Dini.
 
- …
