17 research outputs found
KAKTUS SEBAGAI SUMBER INSPIRASI MOTIF BATIK UNTUK BUSANA MUSLIM COCKTAIL
Tugas Akhir ini menvisualisasikan gagasan dan filosofi dari bentuk dan cara
bertahan hidup tumbuhan kaktus. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir
ini yaitu: 1. Pemahaman mengenai tumbuhan kaktus. 2. Bagaimana bentuk kaktus.
3. Bagaimana menvisualisasikan tumbuhan kaktus kedalam sebuah karya.
Pembuatan karya batik dan busana dengan sumber ide tumbuhan kaktus
divisualisasikan berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis mengenai
tumbuhan kaktus. Kaktus secara visual terlihat unik dan berbeda, membuat
tumbuhan ini menarik, karna keunikan yang dimiliki pada tumbuhan kaktus,
seperti tidak berdaun melainkan berduri, memiliki akar yang memanjang untuk
mencari sumber air dalam tanah terdekat, dan mampu bertahan pada daerah kering
seperti gurun. Tumbuhan kaktus mengajarkan tentang sebuah persepsi. Tumbuhan
yang terlihat kasar dan sebagian orang menganggap tanaman yang tidak indah
ternyata memilki kehebatan untuk mampu bertahan hidup di daerah yang tidak
biasa ditumbui tumbuhan yakni digurun. Kaktus memiliki bunga yang sangat
indah saat indah saat bunga kaktus mekar sempurna.
Teknik yang digunakan dalam pembuatan Karya Seni batik dan busana ini
adalah teknik batik dengan teknik tutup celup dan teknik colet dengan
mengunakan zat warna napthol, indigosol dan remasol, sedangkan untuk teknik
menggunakan teknik jahit. Diakhir penciptaan terwujud sebuah karya busana
muslim cocktail dengan motif yang terinspirasi dari tumbuhan kaktus
Hubungan Antara Need of Counteraction Dengan Kesehatan Mental Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Menjelang Bebas Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang.
ABSTRACT Hubungan Antara Need of Counteraction Dengan Kesehatan Mental Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Menjelang Bebas Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang.Rahmita, Indah. 2016. Hubungan Antara Need of Counteraction Dengan Kesehatan Mental Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Menjelang Bebas Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M. Psi.Kata Kunci : kesehatan mental, need of counteraction, warga binaan pemasyarakatan menjelang bebasKesehatan mental adalah kondisi individu yang memiliki pengetahuan dan perbuatan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis, mencegah gangguan mental, serta ketidakmampuan menyesuaikan diri. Need of counteraction merupakan kebutuhan individu untuk memperbaiki kegagalan dengan berusaha kembali, menghilangkan penghinaan, mengatasi ketidakmampuan, menekan rasa takut, mengembalikan nama baik, dan mempertahankan harga diri. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kesehatan mental yang dimiliki warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang (2) mengetahui need of counteraction yang dimiliki warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang (3) mengetahui hubungan antara need of counteraction dengan kesehatan mental pada warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, dengan jumlah subjek penelitian 57 warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas. Instrumen penelitian adalah skala kesehatan mental dan skala need of counteraction. Skala kesehatan mental diperoleh 61 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,944. Skala need of counteraction diperoleh 39 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,882. Analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasar skor T, sedangkan data penelitian menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian ini menunjukkan warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas (1) sebanyak 58% memiliki kesehatan mental yang rendah(2) sebanyak 54% memiliki need of counteraction yang rendah(3) terdapat hubungan positif antara need of counteraction dengan kesehatan mental dengan nilai korelasi 0,702 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan semakin rendah need of counteraction maka semakin rendah pula kesehatan mental pada warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas: aktif mengikuti kegiatan keterampilan di dalam lapas serta melakukan interaksi yang sehat dengan warga binaan pemasyarakatan yang lain dan petugas lapas (2) bagi Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang: melakukan konselling bagi warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas serta mengikutkan untuk membantu pekerjaan di kantor lapas (3) bagi peneliti selanjutnya: mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor lain, seperti faktor sosial budaya yang dapat meningkatkan kesehatan mental pada warga binaan pemasyarakatan menjelang bebas
Hubungan Psikologi Kapital dengan Kecenderungan Pindah Kerja Karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang
ABSTRAK Pratiwi, Elysa Indah. 2017. Hubungan Psikologi Kapital dengan Kecenderungan Pindah Kerja Karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi.,M.Si (II) Gamma Rahmita U.H, S.Psi.,M.Psi Kata kunci : psikologi kapital, kecenderungan pindah kerja, karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran psikologi kapital (2) Gambaran kecenderungan pindah kerja (3) Hubungan negatif antara psikologi kapital dengan kecenderungan pindah kerja karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 184 karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang. Sampel yang digunakan sebanyak 37 karyawan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dua Instrumen yang digunakan yaitu (a) skala psikologi kapital, sebanyak 35 aitem valid dengan reliabilitas 0,920 (b) skala kecenderungan pindah kerja, sebanyak 39 aitem valid dengan reliabilitas 0,931. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang (1) memiliki psikologi kapital rendah (54,05%,) dan (2) memiliki kecenderungan pindah kerja tinggi (59,46%). Hasil uji hipotesis menggunakan analisis korelasi pearson product moment menunjukkan ada hubungan negatif antara psikologi kapital dengan kecenderungan pindah kerja. Peneliti memberikan saran (a) perusahaan dapat memfasilitasi karyawan agar berkembang melalui kesempatan berinovasi maupun jenjang karir (b) karyawan dapat meningkatkan kepercayaan diri dengan menganggap hambatan dalam bekerja sebagai pembelajaran konstruktif (c) peneliti selanjutnya dapat memperhatikan faktor-faktor dari kecenderungan pindah kerja dan menambah kontrol variabel
Hubungan Antara Kecanduan Media Sosial dan Produktivitas Kerja Karyawan Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang
ABSTRAK Wulandari, Pristianti Indah. 2016. Hubungan Antara Kecanduan Media Sosial dan Produktivitas Kerja KaryawanPerpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Gamma Rahmita U.H., S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : kecanduan media sosial, produktivitas kerja, karyawan Kecanduan media sosial merupakan fenomena psikologis yang terjadi pada masyarakat, terutama pada karyawan. Kecanduan media sosial pada karyawan dapat menurunkan produktivitas kerja. Produktivitas kerja karyawan merupakan hal penting dalampeningkatan mutu dan kualitas kinerjaorganisasi, karena mengacu padaperforma, hasil kerjadan kinerja individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) tingkat kecanduan media sosial karyawan,(2) tingkat produktivitas kerja karyawan, (3) adakah hubungan antara kecanduan media sosial dan produktivitas kerja karyawan Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional.Sampel sebanyak 36 responden diambil dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala kecanduan media sosial mengacu teori DSM-V (2013)sebanyak 31 aitem dengan reliabilitas 0,925 dan skala produktivitas kerja mengacu teori Amrun (2004) sebanyak 52 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,963. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kecanduan media sosial karyawan berada dalam kategori rendah, (2) tingkat produktivitas kerja karyawan berada dalam kategori tinggi, (3) ada hubungan negatif yang signifikan antara kecanduan media sosial dan produktivitas kerja karyawan Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang sebesar -0,671 dengan signifikansi 0,000
BAHASA PERTAMA SISWA SMAN TITIAN TERAS HAS DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI
This article description (1) First Language of Student SMAN Titian Teras HAS in skill writes eksposisi and (2) correlation between the first language Bahasa Indonesia with skill writes text eksposisi. Research method applied is qualitative descriptive. The analysis qualitatively and quantitative. Research data in the form of usage of the first language student (Bahasa Indonesia and Vernacular Jambi), 44,58% student applies the first language Bahasa Indonesia, and 55,42% student applies Vernacular Jambi. A number of 39,76% very skillful student writes text eksposisi, 49,40% has not very skillful writes text eksposisi and; 10,84% have been skillful writes text eksposisi. There is positive correlation between the first language student SMAN Titian Teras HAS and skill writes text eksposisi. Keywords : first language, skill writes, text eksposis
ANALISIS PRAGMATIK PELANGGARAN TINDAK TUTUR GURU DI SMA LENTERA
This article is aimed to explain the disobedience in conversation in Lentera Senior High School. There for, three main matters are described in this article, which is (1) conversation, (2) pragmatic analysis, and (3) conversation disobedience. TheFisrt cope of matter is based on Austin’s opinion, He said that when someone said something, it is not only about saying the words but also doing an action which is refered to Searle’s conversation theory(1975) which he divided the conversation intothree different actions, they areutterance act, ilocutionary act, and perlocutionary act. The second cope of matter is about (a) condition of conversation theory, (b) Cooperate principle theory, (c) Politenes principle theory. The third cope of matter is about (a) the disobedience of cooperate principle and (b) the disobedience of politenes theory. Keywords: Conversation, pragmatic analysis, cooperate and politenes principle
Penyuluhan Bahaya Stunting di Posyandu Mawar Indah Kelurahan Balik Alam Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Riau
Stunting atau kerdil didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak yang mengakibatkan anak mengalami kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Prevalensi stunting di Indonesia pada saat ini menunjukkan angka 24,4% atau sekitar 5,33 juta balita dimana angka ini mengalami penurunan dibandingkan angka kejadian tahun sebelumnya. Untuk mengurangi angka kejadian stunting ini pemerintah melakukan berbagai upaya dimana salah satu programnya yaitu dengan melakukan penyuluhan ataupun sosialisasi tentang pentingnya pengetahuan stunting bagi dampak tumbuh kembang anak. Dalam pencapaian tersebut mahasiswa Kukerta Balik Alam Universitas Riau menyelenggarakan penyuluhan bahaya stunting di lokasi pengabdian yang berada di Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Posyandu Mawar Indah. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menunjukkan penurunan angka stunting yang signifikan
Analisis Perbedaan Pendapatan Usaha Kecil Dan Menengah (Ukm) Sebelum Dan Sesudah Pemberian Kredit Di Pekanbaru (Studi Program Kemitraan Bina Lingkungan (Pkbl) Ptpn V Pekanbaru).
The research aims to analyze and test data associated with the giving credit SMEs on environmental partnership program PTPN V Pekanbaru. The spesific purpose is to test difference in income of SMEs before and after giving credit on
environmental partnership program PTPN V Pekanbaru with test income before and after giving credit. In this research the author uses primary and secondary data, by conducting interviews and distrributing questionnaires to 40 SMEs added
by collecting data in PTPN V. The analytical method used is the normality test and wilcoxon-signed rank test by using the help of the program SPSS 20.00. Based on data, analysis, and dicussion the show (1) of 40 respondents, the average
income SMEs before credit is Rp 9.793.750 while the average income of SMEs after credit is Rp 13.267.500 (2) the result of statistical testing there are difference in income before and after getting credit with the Asymp value. Sig (2-tailed) < 0,05 that is 0,000 < 0,05
PERBANDINGAN HASIL JADI PELURUSAN RAMBUT PADA RAMBUT VIRGIN DAN RESISTANT ANTARA MAHASISWA TATA RIAS DAN PEGAWAI SALON
Abstrak
Pelurusan rambut (rebonding) merupakan suatu teknik pelurusan rambut yang memberikan hasil yang lurus, indah dan sehat pada rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil jadi pelurusan rambut pada rambut virgin dan resistant antara mahasiswa tata rias dan pegawai salon. Sehingga didapatkan mana yang terbaik diantara dua jenis rambut dan dua orang yang terampil dalam bidang pelurusan rambut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Objek penelitian ini adalah 4 orang model, yaitu 2 orang model mempunyai jenis rambut yang berbeda dikerjakan oleh mahasiswa dan 2 orang dikerjakan oleh pegawai salon. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis regresi. Aspek yang dinilai dalam penelitian ini adalah tahap persiapan (persiapan area kerja, persiapan beautician, persiapan alat, persiapan bahan, lenan, dan kosmetik), tahap proses (analisa rambut, pengolesan cream pelurus rambut, cek rileks rambut, pembilasan, pencatokan, pengolesan neutralizer), hasil akhir (tekstur, porositas, elastisitas, kilau). Perhitungan menggunakan analisis regresi menggunakan spss 17. Pelurusan rambut pada rambut virgin oleh pegawai salon (korelasi pearson: tahap persiapan 0,444, tahap proses 0,011), (tabel regresi: konstanta 0,003, persiapan rambut virgin 0,786, proses rambut virgin 0,024). Pelurusan rambut pada rambut resistant oleh mahasiswa (korelasi pearson: tahap persiapan 0,114, tahap proses 0,219), (tabel regresi: konstanta 0,000, tahap persiapan 0,152, tahap proses 0,137). Pelurusan rambut pada rambut virgin oleh mahasiswa (korelasi pearson: tahap persiapan 0,064, tahap proses 0,128), (tabel regresi: konstanta 0,000, tahap persiapan 0,066, tahap proses 0,127). Pelurusan rambut pada rambut resitant oleh pegawai salon (korelasi pearson: tahap persiapan 0,120, tahap proses: 0,007), (tabel regresi: konstanta 0,572, tahap persiapan 0,061, tahap proses 0,004).
Kata Kunci: Pelurusan rambut, Jenis rambut: virgin dan resistant, Operator:mahasiswa dan pegawai salon.
Abstract
Rebonding is a technique of hair straigtening which giving beautiful straight and healty hair result. The aims of this result are to know the comparison and panelist response toward result of hair straightening on virgin and resistant hair between cosmetology student and salon beautician. Hence obtained where the best of two hair type and two person skill and knowledge about hair straightening. Type of this research is description exploration. Research object are four models, they are two models with different hair type treated by cosmetology student and two model treated by salon beautician. Files collection method is using observation and documentation. Analysis files method is a regression type. The aspects accesses in this research are preparation stage: (working area, beautician preparation, equipment preparation, linen and cosmetic preparation) , process stage: (hair analysis, mearing hair straightening cream, hair relaxed check, flushing, hair ironing, smearing neutralizer), hair condition after straightened (texture, porocity, elasticity, shine). Statistical calculation of regression analysis using spss 17. Hair straightening to virgin hair by salon beautician (pearson correlation: preparation stage 0,444, process stage 0,011), (regression table: constant 0,000, preparation of virgin hair 0,786, process virgin hair 0,024), hair straigtening to resistant hair by student cosmetology. (pearson correlation: preparation stage 0,114, process stage 0,219), (regression table: constant 0,000 , preparation of resistant hair 0,152, process resistant hair 0,137). Hair straightening to virgin hair by student cosmetology (pearson correlation: preparation stage 0,064, process stage 0,128), (regression table: constant 0,000 , preparation of resistant hair 0,066, process resistant hair 0,127). Hair straightening to resistant hair by salon beautician (preparation stage 0,120 , process stage 0,007 ), (regression table: constant 0,572 , preparation of resistant hair 0,061, process resistant hair 0,004 ).
Keywords: Rebonding, virgin hair and resistant hair. 
