1,721,160 research outputs found
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING DI KELAS II SDN 11 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO
Indah Permatasari Lamusu. 2021,Improving students' Ability in Writing simple sentences using the snowball throwingmodel in the 2nd grade of SDN 11 Limboto Barat, Gorontalo District. undergraduate thesis. Department of elementary teacher education, faculty of education, state university of gorontalo.the principal supervisior is Dra. Evi Hasim, M.Pd and the Co Supervisior is Dr. Wiwy T. Pulukadang, S.Pd, M.Pd
The research problem is whether or not the snowball throwing model can improve students' ability in writing simple sentences in the 2nd grade of SDN 11Limboto Barat, Gorontalo District. the objective is to improve the students' ability in writing simple sentences using the snowball throwing model in the 2nd grade of SDN 11 Limboto Barat, Gorontalo District. This research is a classroom action research comprising 2 cycles
INVESTIGATING COMMUNICATION SKILLS INFUSED IN ENGLISH LANGUAGE ASSESSMENT INSTRUMENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL
ABSTRACT
Marfi Indah Permatasari. 2022. Investigating Communication Skills Infused in English Language Assessment Instruments of Junior High School. A Skripsi. Jakarta: English Language and Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, State University of Jakarta.
In today's world, good English communication skills are essential for competing in many domains of employment. This study aims to investigate communication skills infused in English language assessment instruments of Junior Hight School. The data for this qualitative study were collected through content analyses on twelve assessment instruments of grade 8 from public and private JHS located in Jakarta and Depok. The study found that all assessment instruments that were analyzed have infused communication skills. However, there were components and indicators of communication skills that more dominantly appeared in a specific assessment. It also found that the ability to communicate interpersonally, interpret meaning, and the ability to present orally and in writing are part of the relevant and potential communication components to be developed for junior high school students. These finding are expected to recommend the English teachers in designing assessment instruments that involve communication skills and deciding which assessment instrument to focus on in infusing the communication skills.
Keywords: communication skills, English language assessment instruments, junior high school
ABSTRAK
Marfi Indah Permatasari. 2022. Investigasi Keterampilan Komunikasi yang Terinfusi pada Instrumen Penilaian Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa Ingrgis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakrata.
Keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang baik sangat penting untuk bersaing di banyak bidang pekerjaan di dunia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterampilan komunikasi yang terkandung dalam instrumen penilaian bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama. Data penelitian kualitatif ini dikumpulkan melalui analisis isi pada dua belas instrumen penilaian kelas 8 dari SMP Negeri dan Swasta yang berlokasi di Jakarta dan Depok. Studi ini menemukan bahwa semua instrumen penilaian yang dianalisis telah terinfusi keterampilan komunikasi. Namun, ada komponen dan indikator keterampilan komunikasi yang lebih dominan muncul dalam penilaian tertentu. Kemudian, ditemukan juga bahwa kemampuan berkomunikasi secara interpersonal, memaknai makna, dan kemampuan mempresentasikan secara lisan dan tulisan merupakan bagian dari komponen keterampilan komunikasi yang relevan dan potensial untuk dikembangkan bagi siswa SMP. Temuan ini diharapkan dapat merekomendasikan guru bahasa Inggris dalam merancang instrumen penilaian yang melibatkan keterampilan komunikasi dan memutuskan instrumen penilaian mana yang menjadi fokus dalam menanamkan keterampilan komunikasi.
Kata kunci: kemampuan komunikasi, instrument penilaian bahasa Inggris, sekolah menengah pertam
Pengaruh PDRB, Jumlah Penduduk Miskin, ABPD di Bidang Pendidikan dan Kesehatan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Kasus di Kabupaten Agam)
PENGARUH PDRB, JUMLAH PENDUDUK MISKIN, APBD DI BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
(Studi Kasus Di Kabupaten Agam)
Skripsi oleh: Indah Permatasari
Pembimbing: Lukman, SE., M.Si
Abstrak
Pembangunan Manusia adalah sebuah indikator ukuran kualitas hidup manusia yang dibangun melalui tiga komponen dasar, yakni berumur panjang dan sehat; berilmu pengetahuan; dan standar hidup layak. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor PDRB, jumlah penduduk miskin, APBD di bidang pendidikan dan kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Agam secara simultan dan parsial. Data yang digunakan adalah data time series periode 2003-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan PDRB, jumlah penduduk miskin, APBD di bidang pendidikan dan kesehatan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Agam. Namun secara parsial menunjukkan bahwa PDRB dan jumlah penduduk miskin berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Agam. Sedangkan APBD di bidang pendidikan dan kesehatan berpengaruh tidak berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Agam. R2 dalam penelitian ini sebesar 0,973.
Kata kunci: IPM, PDRB, jumlah penduduk miskin, APBD Pendidkan dan Kesehata
PENERAPAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK BUSANA MUSLIM (STUDI KASUS DI BRAND X)
Indah Permatasari. 1505116. “Penerapan Metode Fault Tree Analysis Dan Failure Mode And Effect Analysis Untuk Meningkatkan Kualitas Produk Busana Muslim (Studi Kasus di Brand X)”. Dibawah bimbingan Dr. Rofi Rofaida, SP, M.Si. dan Dr. H. Mokh. Adib Sultan,ST, MT.
Latar belakang penelitian ini adalah brand X masih memiliki permasalahan pada jenis dan frekuensi cacat yang cukup banyak pada produk gamis yang menyebabkan penurunan kualitas, dan profit perusahaan. Pengendalian kualitas yang diterapkan oleh Brand X saat ini adalah melakukan inpeksi 100% kemudian melakukan perbaikan ulang produk atau me-reject produk cacat tanpa mengetahui penyebab-penyebab terjadinya kecacatan produk dalam proses produksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Kedua metode tersebut merupakan teknik analisis yang sering digunakan untuk mengidentifikasi suatu risiko kegagalan pengendalian kualitas. FMEA digunakan untuk menganalisis suatu risiko kegagalan, sedangkan FTA digunakan untuk menganalisa kemungkinan sumber-sumber risiko sebelum timbulnya kerugian. Setelah dilakukan penelitian menggunakan metode FTA, didapatkan akar-akar penyebab terjadinya kegagalan dalam proses penjahitan yang menyebabkan cacat jahitan, cacat kotor dan cacat bekas lubang jarum muncul, yaitu disebabkan mesin jahit kotor, jarum mudah patah, benang mudah putus, kain kotor, kain yang dipadu-padankan memiliki karakteristik yang berbeda, mesin jahit rusak dan jarum tumpul. Kemudian dilakukan analisis menggunakan FMEA dan diperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu 324 dengan moda kegagalan kain yang dipadu-padankan memiliki karakteristik yang berbeda, sedangkan moda kegagalan lain hanya memperoleh nilai RPN dibawah 50. Usulan perbaikan untuk nilai RPN tertinggi adalah dengan membuat produk sampel terlebih dahulu untuk melihat hasil jahitan kain yang dipadu-padankan, jika hasilnya layak, barulah di produksi massal.
Kata kunci : Pengendalian Kualitas, Produk Cacat, FTA, FMEA
Indah Permatasari. 1505116. “Application of Fault Tree Analysis and Failure Mode and Effect Analysis Methods in Improving Muslim Fashion Product Quality (Study Case in Brand X)” under the supervision of Dr. Rofi Rofaida, SP, M.Si. and Dr. H. Mokh. Adib Sultan,ST, MT.
The background of this study is the type and frequency of defect robes produced by Brand X which result in decreasing quality and company profit. The quality control conducted by Brand X includes 100% inspection proceeded by product repair or rejection without analyzing the factors contributing to the production of defect articles in the manufacturing process. This research is a descriptive study using the Fault Tree Analysis (FTA) method and Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Both methods are analytical techniques often used in identifying quality control failure risk. FMEA is used to analyze risk of failure, while FTA is used to analyze possible sources of risk before loss occurs.After conducting research using the FTA method, the main causes of failure in the sewing process which result in suture defects, dirt defects and pinhole defects are dirty sewing machines, fragile needles, breakable threads, dirty fabric, mismatch of fabrics with different qualities, faulty sewing machines and blunt needles. After analysis using FMEA, it has been found that the highest Risk Priority Number (RPN) is 324 attributed to the mismatch of fabrics of differing qualities while other failure modes are valued below 50. The proposed improvement for the highest RPN value is to make sample products first to asses fabric combination before approving mass production.
Keywords: Quality Control, Defects, FTA, FME
PRINSIP SOPAN SANTUN DALAM SERIAL “NUSSA” SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN MENULIS PERCAKAPAN SEDERHANA BAGI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
ABSTRAK
Indah Permatasari (2022) Prinsip Sopan Santun Dalam Serial “Nussa” Sebagai Alternatif Bahan Pembelajaran Menulis Percakapan Sederhana Bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Orang berinteraksi satu sama lain menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Kesantunan dikembangkan secara sosial untuk mengurangi konflik dalam interaksi sosial. Sopan santun berbahasa perlu ditanamkan sejak dini. Prinsip sopan santun memang memiliki peran tersendiri. Orang harus menyadari konteks berbicara dan kemudian dapat menentukan bentuk kesopanan mana yang terbaik untuk diterapkan dalam suatu konteks. Tujuan dari prinsip kesopanan adalah untuk membangun rasa kebersamaan dan hubungan sosial. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Metodologi yang digunakan metode analisis isi. Teknik analisis data diadaptasi dari Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2019) yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 6 maksim kesantunan itu adalah maksim kebijaksanaan terdapat 44 tuturan, maksim kedermawanan terdapat 32 tuturan, maksim penghargaan terdapat 55 tuturan, maksim kesederhanaan terdapat 2 tuturan, maksim kemufakatan terdapat 21 tuturan dan maksim kesimpatian terdapat 9 tuturan. Dari keenam maksim yang ditemukan, maksim kebijaksanaan merupakan maskim yang paling dominan yang muncul pada tuturan serial. Sementara itu maksim kesederhanaan kurang dominan dalam tuturan serial Nussa. Terdapat juga empat jenis kalimat yang terdapat pada maksim kesantunan, yaitu kalimat pernyataan, kalimat pertanyaan, kalimat perintah dan kalimat seruan.hasil analisis isi pada dokumen serial Nussa yang telah di transkrip peneliti ini layak dapat dibuat bahan pembelajaran menulis percakapan bagi siswa kelas V sekolah dasar.
Kata kunci : Bahan pembelajaran, Menulis Percakapan, Maksim, Kesopanan.
ABSTRACT
Indah Permatasari (2022) Principle of Politeness in the “Nussa” Series as an Alternative Learning Material for Simple Conversation Writing for Grade V Elementary School Students
People interact with each other using language as a means of communication. Politeness is developed socially to reduce conflict in social interactions. Language manners need to be instilled from an early age. The principle of courtesy does have its own role. People must be aware of the context of speech and then be able to determine which form of politeness is best to apply in a context. The purpose of the principle of politeness is to build a sense of community and social relations. The approach in this study is a qualitative approach. The methodology used is the content analysis method. The data analysis technique was adapted from Miles and Huberman in Sugiyono (2019), namely data reduction, data display, and drawing conclusions. While the data collection technique used is document analysis. The results showed that there were 6 maxims of politeness, namely the maxim of wisdom there were 44 utterances, the maxim of generosity there were 32 utterances, the maxim of appreciation there were 55 utterances, the maxim of simplicity there were 2 utterances, the maxim of agreement had 21 utterances and the maxim of sympathy had 9 utterances. Of the six maxims found, the maxim of wisdom is the most dominant maxim that appears in serial utterances. Meanwhile, the maxim of simplicity is less dominant in the Nussa serial speech. There are also four types of sentences contained in the maxim of politeness, namely statement sentences, question sentences, imperative sentences and exclamatory sentences. The results of the content analysis on the Nussa serial document that have been transcribed by this researcher are suitable for making conversational writing learning materials for fifth grade elementary school students.
Keywords : Learning materials, Write simple conversations, Maxims, Politeness
THE STUDENTS’ ERRORS OF USING PRONOUNS IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT AT THE STATE SENIOR HIGH SCHOOL 4 PEKANBARU
ABSTRACT
Maya Indah Permatasari (2020): The Students’ Errors of Using Pronouns in Writing Descriptive Text at the State Senior High School 4 Pekanbaru.
Based on researcher’s preliminary research, it was found that some of the tenth grade students at the State Senior High School 4 Pekanbaru have been taught about descriptive text but still get difficulties and make errors in writing descriptive text. Therefore, the objectives of this research were to know types of errors made by students in using pronouns in writing descriptive text and the most common error made by students in using pronoun in writing descriptive text. The errors were classified by Dulay’s theory. This research was a descriptive study. The subject of this research was the tenth grade students of the state Senior High School 4 Pekanbaru in the academic year 2018/2019 while the object of this research was the student’s errors in using pronouns in writing descriptive text. The researcher used simple random sampling technique to take the sample, there were 64 students as sample from 320 students. to collect the data, the researcher used documentation. Based on data analysis, the researcher found the types of errors made by students in using pronouns in writing descriptive text. The total of errors made by students were 88 errors. The percentage of Omission error was 36,40%, Addition error was 7,95%, Misformation error was 51,10%, and Misordering error was 4.55%. it can be concluded that the most common error made by students was Misformation (51,10%), followed by Omission (36,40%), Addition (7,95%), and the lowest errors was Misordering (4.55%).
Key words: Error, Pronouns, Writing, Descriptive Text
TEKNIK TERAPI RADIASI ELEKTRON PADA KASUS POSTOPERATIVE KELOID DAUN TELINGA DI UNIT RADIOTERAPI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG
TEKNIK TERAPI RADIASI ELEKTRON PADA KASUS POSTOPERATIVE KELOID DAUN TELINGA DI UNIT RADIOTERAPI RSUP Dr. KARIADI SEMARANGDefy Indah Permatasari Sigit Wirawan Siti Masrochah INTISARIKeloid adalah bentuk pembentukan bekas luka yang berlebihan yang terjadi sebagai respons terhadap cedera jaringan. Teknik terapi radiasi elektron pada kasus postoperative keloid daun telinga menggunakan teknik perpaduan antara tindakan pembedahan dan terapi radiasi sumber energi elektron yang diberikan dalam rentang waktu 24 jam pascaoperasi dengan total dosis 20 Gy yang diberikan sebanyak empat kali dalam seminggu dan merupakan kasus yang jarang ditemukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur, teknik, alasan serta verifikasi geometri terapi radiasi elektron pada kasus postoperative keloid daun telinga di Unit Radioterapi RSUP Dr. Kariadi Semarang.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penulis melakukan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi data tentang terapi radiasi elektron pada kasus postoperative keloid daun telinga di Unit Radioterapi RSUP Dr. Kariadi Semarang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik terapi radiasi elektron kasus postoperative keloid daun telinga meliputi proses penentuan parameter penyinaran di simulator, penyinaran menggunakan dosis fraksi 20 Gy dengan 5 Gy perfraksi selama seminggu sebanyak 4 kali penyinaran diberikan sekali dalam sehari, perhitungan di TPS dengan teknik 2D, menggunakan proyeksi lateral, tindakan terapi radiasi eksternal menggunakan pesawat linac berkas radiasi elektron dikerenakan elektron memiliki batas, elektron menempuh jarak, kemudian berhenti dan energi kinetiknya nol. Alasan teknik radiasi elektron untuk mematikkan sel-sel tumor yang berada di permukaan kulit dan menurunkan proliferasi fibroblas pada keloid. Alasan pemberian dosis fraksi untuk mengurangi efek samping yang diterima. Verifikasi dilakukan dengan membandingkan gambar atau data dari perencanaan radiasi dan ruang penyinaran seperti identitas pasien, alat bantu/perangkat yang digunakan, lokasi yang akan disinar.Kata kunci: keloid daun telinga, terapi adjuvant, radiasi sinar elektron Keterangan:1)Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknik Radiologi Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang2)Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang3)Dosen Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Politeknik Kementrian Kesehatan Kemenkes Semaran
Dampak Kebijakan Magang Alumni Terhadap Manajemen Pengembangan Karir Sumber Daya Manusia dan Efektivitas Kinerja Lembaga di Pondok Pesantren Al-Ikhlash Kuningan
ABSTRAK
PIPIH INDAH PERMATASARI : Dampak Kebijakan Magang Alumni
Terhadap Manajemen Pengembangan Karir Sumber Daya Manusia dan
Efektivitas Kinerja Lembaga di Pondok Pesantren Al-Ikhlash Kuningan. Tesis.
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Pascasarjana IAIN Syekh
Nurjati Cirebon.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kebijakan magang
alumni di ponodok pesantren Al-Ikhlash Kuningan, (2) Mendeskripsikan
manajemen pengembangan karir sumber daya manusia di pondok pesantren Al-
Ikhlash Kuningan, dan (3) Mendeskripsikan efektivitas kinerja lembaga di
ponodok pesantren Al-Ikhlash Kuningan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu Staf
Seketaris Pondok, Ustadz, dan Ustadzah di Pondok Pesantren Al-Ikhlash
Kuningan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman
yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau Verifikasi.
Hasil penelitian didapatkan bahwa secara umum manajemen pengembangan
karir sumber daya manusia yang dilakukan oleh staf sekertaris pondok pesantren
Al-Ikhlash Kuningan sudah baik dalam meningkatkan efektivitas kinerja lembaga
di pondok pesantren. Namun untuk beberapa hal ada yang harus diperbaiki. Hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Dampak kebijakan magang alumni di
pondok pesantren Al-Ikhlash Kuningan sudah efektif dilakukan, hal ini dibuktikan
dengan tercapainya visi dan misi dari tujuan pondok pesantren yang ditetapkan.
Selain itu juga di buktikan dengan pelaksanaan setiap tahun dengan diadakannya
perekrutan untuk alumni yang siap untuk mengabdi di berbagai bidang. Namun
hendaknya lembaga melakukan perencanaan dengan menganalisis semua
kebijakan yang akan di laksanakan sesuai kebutuhan., (2) Manajemen
pengembangan karir sumber daya manusia di pondok pesantren Al-Ikhlash
Kuningan sudah berjalan dengan baik karena lembaga sendiri sudah menyediakan
perguruan tinggi untuk alumni magang yang mengabdi di pondok pesantren juga
memberikan pengalaman baru sebagai pendidik setelah menjadi peserta didik.
Lembaga sebaiknya memberikan kebijakan yang tepat dengan memberikan
perencanan karir yang sesuai dengan perencanaan sumber daya manusia, sehingga
nantinya alumni magang akan lebih termotivasi dalam mengajar, dan (3)
Efektivitas kinerja lembaga di pondok pesantren Al-Ikhlash Kuningan sudah
efektif karena adanya kerjasama antara satu dengan yang lainnya dalam
menghadapi suatu masalah dan mejadi program magang ini menjadi lebih baik.
Mereka memandang kerja bukan semata-mata sebagai sumber penghasilan tetapi
merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri, mencari pengalaman, belajar
ilmu baru dan hal bermanfaat lainnya. Namun perlu adanya peningkatan kuantitas
kerja untuk mencapai efektivitas kinerja lembaga.
Kata kunci: Kebijakan, Manajemen Pengembangan, Efektivitas
Association between Socio-demographic, Nutrition Intake, Cultural Belief, and Incidence of Anemia in Pregnant Women In Karanganyar, Central Java
Background: Anemia in pregnancy remains a major public health issue in developing countries. Studies in Indonesia examining the effects of socio-demographic factors, dietary pattern, and cultural belief on the risk of anemia in pregnancy are lacking. This study aimed to examine the effects of socio-demographic factors, dietary pattern, and cultural belief on the risk of anemia in pregnancy.Subjects and Method: An analytic cross-sectional study was conducted in 5 community health centers in Karanganyar, Central Java, from February to March 2018.A total of 200 trimesters I, II, and III pregnant mothers was selected for this study by fixed disease sampling, consisting of 50 mothers with anemia and 150 mothers without anemia. The dependent variable was anemia during pregnancy. The independent variables were nutrition intake, dietary pattern, consumption of iron tablet, family income, parity, family size, antenatal care visit, and cultural belief. The data were collected by questionnaire. The anemia status was obtained from the medical record. The data were analyzed by path analysis performed on Stata 13.Results: The risk of anemia during pregnancy directly decreased with better nutrition intake (b= -1.02; 95% CI= -1.73 to -0.31; p= 0.005) and regular consumption of iron tablet (b= -0.79; 95% CI= 1.48 to -0.10; p= 0.024). The risk of anemia during pregnancy was indirectly affected by better dietary pattern, higher family income, larger family size, cultural belief, parity, higher education, and antenatal care visit.Conclusion: Good nutrition intake and regular consumption of iron tablet decreased the risk of anemia during pregnancy. Dietary pattern, family income, family size, cultural belief, parity, and maternal education have indirect effects on the risk of anemia during pregnancy.Keywords: anemia, pregnancy, nutrition intake, iron tablet, dietary patternCorrespondence: Indah Permatasari Sinawangwulan. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Central Java, Indonesia. Email: [email protected]. Mobile: +6285655261261.Journal of Maternal and Child Health (2018), 3(2): 128-137https://doi.org/10.26911/thejmch.2018.03.02.0
- …
