SELAMAT DATANG di OPEN JOURNAL SYSTEM FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Not a member yet
471 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun
Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan rendahnya kemampuan bahasa khususnya kemampuan keaksaraan awal pada anak di TK Setia Karya dan TK Ikhlas di Kecamatan Asemrowo Surabaya. Hal tersebut terlihat saat hasil observasi awal terhadap anak, anak masih belum mampu menunjukkan simbol huruf vokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun. Menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis Quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40 anak usia 4-5 tahun di TK Setia Karya dan TK Ikhlas di Kecamatan Asemrowo Surabaya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh, sehingga seluruh populasi digunakan sebagai sampel dengan masing-masing 20 anak pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah dengan observasi dan pretest-posttest. Menggunakan teknik analisis data uji hipotesis t dengan menggunakan SPSS 23.0. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat pengaruh dari penggunaan gadget terhadap kemampuan bahasa anak khususnya kemampuan keaksaraan awal dengan pengenalan huruf vokal (a, i, u, e, o), terlihat dari adanya perbedaan nilai rata-rata pretest-posttest yang mengalami kenaikan setelah diberikan treatment penggunaan gadget sebagai media pembelajaran
Perilaku Agresif dan Implikasinya Terhadap Bimbingan dan Konseling
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran umum perilaku agresif pada siswa SMP Islamiyah berdasarkan tingkatan kelas, jenis kelamin serta merencanakan program bimbingan dan konseling untuk menurunkan perilaku agresif siswa SMP Islamiyah. Penelitiaan ini menggunakan metode studi deskriptif kuantitatif guna mengungkap gambaran mengenai perilaku agresif siswa SMP Islamiyah. Sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling yang berjumlah 320 siswa. Hasil dari penelitian ini yaitu gambaran umum perilaku agresif siswa SMP Islamiyah yang berada pada kategori sedang mencapai skor presentase sebesar 64%. Siswa yang berada pada kategori tinggi dengan presentase sebesar 8%, sedangkan siswa yang berada pada kategori rendah menunjukkan hasil presentase sebesar 28%. Artinya sebagian besar siswa telah melakukan perilaku agresif pada kategori sedang, namun pada kategori tinggi pun perlu dilakukannya layanan bimbingan konseling untuk menurunkan perilaku agresifnya. Kekurangan dari penelitian ini yaitu sampel masih terbatas sehingga hanya mengetahui perilaku agresif siswa SMP Islamiyah dan perbedaan penelitian ini hanya dilihat dari jenis kelamin. Sehingga hasil penelitiaan ini masih kurang beragam
Penggunaan Smartphone Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Pohuwato
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui penggunaan Smartphone pada Siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Pohuwato. Populasi penelitian 125 orang siswa, dengan jumlah sampel 56 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritpif kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket penggunaan smartphone. Menggunakan analisis persentase untuk setiap pernyataan dari indikator penggunaan smartphone. Berdasarkan analisis terhadap empat indikator penggunaan smartphone diperoleh persentase rata-rata indikator pertama smartphone sebagai media belajar mencapai 57,92%, indikator kedua smartphone sebagai pusat informasi bagi siswa mencapai 55,29%, indikator ketiga smartphone sebagai alat komunikasi bagi siswa mencapai 60,33%, indikator keempat smartphone alat untuk menambah wawasan mencapai 63,21%. Penggunaan smartphone pada siswa kelas XI MAN 1 Pohuwato untuk menambah wawasan seperti, wawasan pengembangan diri, keagamaan dan entertaiment
Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Agresif pada Remaja : Studi Literatur
Perilaku agresif merupakan perilaku yang bertujuan untuk mendominasi atau merusak benda ataupun orang lain secara fisik ataupun verbal. Perilaku agresif dapat merugikan orang lain maupun diri sendiri. Salah satu perilaku agresif yang banyak muncul dan menjadi buah bibir di masyarakat adalah perilaku klitih, yaitu perilaku kenakalan jalanan dengan menyerang orang-orang secara tidak terduga. Penelitian ini adalah kajian literatur untuk mencari faktor penyebab dari perilaku agresif yang muncul pada remaja. Berdasarkan hasil kajian literatur tersebut ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab perilaku agresif pada remaja yaitu : a) faktor biologis; b) faktor psikologis; c) faktor lingkungan sosial; d) faktor media dan teknologi; dan e) faktor kebudayaan. Dengan demikian orang tua, lingkungan sekitar, sekolah dan pemerintah harus memperhatikan berbagai faktor tersebut untuk dapat melakukan usaha preventif agar para remaja tidak melakukan perilaku agresi
Penerapan Metode STIFIN Dalam Memahami Gaya Belajar Siswa
Ada cara untuk mengamati perbedaan seberapa baik siswa dalam memahami mata pelajaran yang diajarkan selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, untuk menghasilkan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa unsur, salah satunya adalah aspek pendekatan pembelajaran yang efektif. Metode kecerdasan STIFIN merupakan salah satu dari beberapa pendekatan efektif yang dapat digunakan selama proses pembelajaran. Pendekatan ini berusaha untuk memudahkan siswa memahami gaya belajar. Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk memahami gaya belajar siswa Wilayah Al-Mawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk beberapa jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi dan dokumentasi langsung, yang dimulai dengan melihat data wawancara dan dokumentasi selama di lapangan,. Dari penelitian ini diketahui bahwa siswa lebih mudah memahami strategi pembelajaran yang efektif untuk digunakan selama proses pembelajaran. Adapun penerapannya dapat dilakukan dengan diawali ice breaking untuk menyamakan kondisi peserta didik supaya mempermudah dalam memahami materi yang disampaikan. Penyediaan media juga sangat mendukung dalam proses pembelajaran guna memberikan dukungan terhadap siswa. lalu dilakukanlah pendekatan sesuai dengan mesin kecerdasar masing-masing siswa
Upaya Mengatasi Maraknya Tindakan Bullying Pada Anak Usia Dini
Perilaku bullying yang dilakukan oleh anak usia prasekolah atau taman kanak-kanak banyak dari orangtua yang salah mengartikannya dan menganggap bahwa itu merupakan kenakalan biasa. Kesalahpahaman yang dilakukan oleh anak atas tindakan (bullying) ini juga sering terjadi dalam kelas, dan kebanyakan orang tua menganggap anak tidak memahami perbuatannya. Cara pandang orangtua hanyalah kenakalan yang biasa karena anak masih berada dalam rentang usia dini menjadi awal bencana. Tujuan penulisan ini adalah untuk merubah cara pandang untuk mencegah anak usia dini dari bullying. Tulisan ini menggunakan studi literature, dengan memanfaatkan berbagai referensi relevan baik berupa jurnal ilmiah, buku dan lainnya.Hasil kajian menunjukkan bahwa; usia dini merupakan fase kehidupan yang sangat unik, sedang menuju proses berubah seperti pertumbuhan, perkembangan, penyempurnaan, pematangan, dalam aspek jasmani dan rohani. Bullying memberikan dampak yang sangat buruk bagi korbannya, misalnya dapat membuat kondisi mental korban menjadi rusak akibat perbuatan pelaku. Kondisi ini menyebabkan rendahnya rasa percaya diri, trauma, pemalu, tidak bisa menyerang balik, sering merasa sendiri, dan tidak ingin pergi ke sekolah karena takut, dan anak merasa tidak mendapatkan pertolongan dari orang sekitarnya. Diharapkan pihak-pihak yang terkait seperti sekolah dan orangtua berupaya meminimalisir agar anak terhindar dari tindakan bullying ini
Pengelolaan Laboratorium Religi Dalam Penguatan Karakter Siswa Di Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan laboratorium religi dalam penguatan karakter siswa di di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis konten dengan proses reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk-bentuk kegiatan di laboratorium religi bagi siswa beragama islam antara lain (a) shalat zuhur berjamaah, (b) kegiatan baca al-qur’an, (c) kegiatan hapalan surah pendek, dan (d) kegiatan ceramah agama; (2) strategi pelaksanaan program laboratorium religi dilaksanakan sesuai dengan bentuk kegiatannya. Untuk kegiatan (a) pelaksanaan shalat zuhur berjamaah dilakukan dengan membiasakan siswa mengumandangkan azan, ikamah, dan menjadi imam; (b) kegiatan baca al-qur’an dilakukan melalui kegiatan baca iqra, hapalan, mempelajari tajwid, tahfidz, tahzinul Qiraah, khatam, dan mengikuti lomba seperti MTQ; (c) kegiatan hapalan surah-surah pendek, dilakukan melalui pembiasaan siswa membaca al-quran 15 menit sebelum masuk ke dalam kelas, dan menentukan surah yang akan dihapal; dan (d) kegiatan ceramah agama dilakukan dengan menentukan tema ceramah, menghubungi nara sumber, menunjuk moderator, dan menyiapkan materi; (3) monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di laboratorium religi dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab kegiatan . Program laboratorium religi ini dikoordinir langsung oleh guru agama di bawah tanggung jawab kepala sekolah; dan (4) implikasi dari program di laboratorium religi antara lain: terbentuknya karakter religius, disiplin, jujur, tanggung jawab, gotong royong, peduli lingkungan, sopan santun dan cinta damai. Program laboratorium religi ini telah membawa dampak yang sangat baik bagi semua warga sekolah
Layanan Bimbingan Kelompok dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Menarik Diri Pada Siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku menarik diri siswa Kelas VII di SMP Negeri 9 Kota Gorontalo. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan eksperimen semu yang menggunakan “one group pre-test and post-test design”. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel X (bimbingan kelompok) dan variabel Y (perilaku menarik diri siswa). Perlakuan diberikan 8 kali terhadap siswa kelas VII yang berjumlah 15 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian kelas VII SMP Negeri 9 Kota Gorontalo yang berjumlah 15 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive Sampling. purposive Sampling adalah teknik pengambilan dengan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data berupa teknik angket yang berfungsi sebagai pre-test dan post-test. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dan diuji hipotesis menggunakan Uji t. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = sebesar 38,63. Sedangkan dari daftar distribusi t pada taraf nyata 5% Diperoleh t (dk = n₁ + n₂ - 2 = 15 + 15 – 2 = 28) = 1.701. artinya thitung > tdaftar. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi “Terdapat pengaruh bimbingan kelompok terhadap perilaku menarik diri Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Kota Gorontalo”, dapat diterima. Maka untuk menurunkan perilaku menarik diri siswa, hendaknya digunakan layanan bimbingan kelompok.
Kata kunci: Pengaruh, Bimbingan Kelompok, Perilaku Menarik Dir
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis anak sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran inkuiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desain One Groups Pretest Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas B2 TK Muslimat NU Kebumen yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan bahwa asymp.sig sebesar 0,001 Karena 0,001<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Artinya ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Hal ini berarti penggunaan model pembelajaran inkuiri dapat membantu menstimulus kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
 
Peran Orang Tua dalam Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat pada Anak
The objective of this research was to figure out the Role of Parents in Habituation of Clean and Healthy Living Behavior in Children of Group A at TK (Kingdergarten) Kihadjar Dewantoro 1, Kota Timur Subdistrict, Gorontalo City. It employed a qualitative descriptive method with the data collection techniques were observation, interviews, and documentation. In the meantime, the data analysis technique in this research was an interactive model, according to Milles and Huberman. The research finding could be observed optimally based on four indicators on the role of parents, namely (1) the role of parents as educators where parents provide guidance of clean and healthy living behabior for children. (2) The role of parents as motivators in which parents motivate children to have a clean and healthy living behavior. (3) The role of parents as the role model where parents provide examples to children in terms of clean and healthy living behavior. (4) The role of parents as facilitators is where parents provide facilities and infrastructure to support healthy living for children