109,398 research outputs found

    Imam Salim b. Rashid and the Imamate revival in Oman 1331/1913 - 1338/1920

    No full text
    The principal aim of this thesis is to assess the performance of Imam Salim b.Rashid and the Imamate revival in Oman during the second decade of the 20th century. It presents biographical information about Imam Salim, with special reference to the military and political policies by which he established and consolided his Imamate in the Interior Province, and his relations with the Sultan and the latter's British supporters. An attempt is also made to explore the relationship between the Imam and the Omani tribes and to evaluate his administrative success. This thesis comprises eight chapters, and the introduction and conclusion. The introduction reviews the relevant literature on the topic. The first chapter describes the geographical setting and provides a historical background, relating to three principal matters: the rise of the Iba<;liyyah and the development of the Imamate in Oman; the events in Oman after Sd. Sa'id's death up to 1913; and the effects of the First World War. The second chapter seeks to give an account of the career of Imam Salim's life and the Imamate revival. The third chapter discusses the manner in which the Imam was elected, private and public allegiance (bay'ah) and the Imam's aims and policy programme. Chapter Four deals with the Imam's military operations and the spread of his authority over Oman. Chapter Five examines the attempts at negotiation between the Imam and the Sultan, and the role of the British Government and the local figures in this regard. Chapter Six is devoted to a discussion of the role of the tribes in support of Imam Salim, and the extent of the Imam's influence over these tribes. Chapter Seven assesses the Imam's administrative machinery, including the political system, the bureaucracy, education policy, and financial apparatus. Chapter Eight examines the causes behind the assassination of Imam Salim and the signing of the Treaty of al-Sib. In the conclusion, we present the findings of the research as they have emerged from the assessment of the course of events in Oman. We have said that the Omanis succeeded in reviving the Imamate and elected Imam Salim al-KharU~i who devoted his efforts to establish the foundations of the state, and peace prevailed in the country after the treaty of al-Sib in 1920

    Sejarah dan Perkembangan Maqashid Syariah Serta Karya Ulama Tentangnya Sebelum Imam Syatibi

    No full text
    Sejarah dan perkembangan maqasid syariah dapat ditelusuri melalui periode sebelum Imam Syatibi dan sesudah Imam Syatibi. Pada tulisan ini dibahas tentang sejarah dan perkembangan maqashid syariah sebelum Imam Syatibi serta karya-karya ulama pada masa tersebut. Tujuan pembahasan ini untuk memaparkan tentang sejarah dan perkembangan maqashid syariah serta karya-karya ulama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakan (library research). Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, yang terdiri dari buku-buku tentang maqashid syariah dan Jurnal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Setelah data terkumpul selanjutnya diolah dan menarik kesimpulan sehingga muncul temuan baru. Berdasarkan hasil penelitian dapat diuraikan bahwa, sejarah dan perkembangan maqashid syariah terbagi kepada dua periodeisasi. Pertama, Periode sahabat dan generasi sesudahnya, para sahabat merupakan murid Rasul yang hidup dan berjuang dengan Rasul demi tegaknya Islam. Mereka mendapat pengetahuan Islam secara langsung dari Rasul SAW. Baik tentang hukum dan bagaimana mengambil istinbat hukum serta berfatwa, tentu rasul juga mengajarkan hikmah-hikmah dari setiap hukum dan tujuan atau maqashid dari ditetapkanya sebuah hukum. Kedua, periode pengkodifikasian maqashid syariah, pada periode ini walaupun ilmu Maqāsid masih menginduk dengan disiplin ilmu yang lainya yaitu ilmu usul fikih akan tetapi para ulama sudah lebih banyak berbicara dan membahas serta mempraktekkan ilmu Maqāsid secara mendalam terutama dalam hal berfatwa dibidang fikih. Di antara karya- karya ulama adalah, yang ditulis At-Tirmudzi al-Hakim (abad 3 H) dalam kitabnya As-Shalatu wa Maqashiduha, Al-Hajj wa Asraruhu, Al-‘Illah, ‘Ilal al-Syari’ah, ‘Ilal al-‘Ubudiyyah dan al-Furuq. Juga ada Abu Mansur al-Maturidy (w. 333 H) dengan karyanya Ma’khad al-Syara’. Abu Bakar al-Qaffal al-Syasyi (w.365 H) dengan Ushul al-Fiqh dan Mahasin al- Syari’ah. Kemudian berikutnya ada Abu Bakar al- Abhari (w.375 H) dan al-Baqilany (w. 403 H)

    Strategi Keberhasilan Kegiatan Pesantren Ramadhan 1443 H Kota Padang (Studi atas Kerja Sama Pemko Padang dengan UIN Imam Bonjol Padang)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi keberhasilan yang dterapkan oleh Pemerintahan Kota Padang yang berkolaborasi langsung dengan salah satu kampus Islam di Kota Padang yaitu UIN Imam Bonjol Padang. Memanfaatkan para alumni UIN Imam Bonjol Padang, jalannya kegiatan pesantren ramadhan di Masjid-masjid di Kota Padang terasa berbeda dengan pesantren ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sumber data wawancara dan observasi langsung di lapangan. Adapun strategi dari keberhasilan kegiatan pesantren tahun ini, di mana Pemerintahan Kota Padang dan UIN Imam Bonjol Padang melakukan beberapa upaya yang diantaranya: bersinergi dan berjuang dengan kesungguh-sungguhan, membentuk kelompok-kelompok dari tim UIN Imam Bonjol Padang, melakukan penilaian seputar jalannya kegiatan pesantren ramadhan, siap siaga menjadi pemateri dan mengontrol jalannya kegiatan.

    Manaqib Imam Asy-Syafi`i

    No full text
    Buku Manaqib Imam As-Syafi?I ini lebih dari sekadar biografi. Di samping banyak berbicara tentang riwayat perjalanan hidup Sang Mujtahid, dalam buku ini juga dijelaskan pandangan-pandangan serta argumentasi beliau terhadap sebuah masalah keislaman, rekaman perjalanan ke bebrapa negeri yang dikunjungi, fitnah yang terjadi dimasanya dan tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada beliau, serta hal-hal lain tentang beliau yang tidak ditemukan bahasanya dalam kitab lain. Buku ini ditulis oleh Imam Fakhruddin Ar-Razi, ulama kelahiran 543 H, beliau menyuguhkan riwayat perjalanan hidup Imam Asy-Syafi?

    ANALISIS KONTEN DAKWAH DALAM CHANNEL YOUTUBE OMAR & HANA ISLAMIC CARTOONS FOR KIDS PADA AWAL RAMADAN 1443 H

    No full text
    This study analyzes da'wah content on the Omar Hana Islamic Cartoon for Kids youtube channel at the beginning of Ramadan 1443 H / 2022 AD. This research is qualitative in nature using exploratory methods and content analysis. This study found data that the da'wah content contained in the Omar Hana Islamic Cartoon for Kids youtube channel uploaded at the beginning of Ramadan 1443 H / 2022 AD is content related to Ramadan fasting, namely: intentions and prayers for breaking the fast, the excitement of fasting, prohibited from being redundant. , start all deeds with bismillah, the beauty of alms and fasting readings. The overall da'wah message conveyed on the youtube channel is to invite children to know the important parts of fasting in Ramadan. Also fasting in Ramadan is obligatory for the believer. In addition, the channel also stated that fasting is a fun worship. And, showing that the practice that has a great reward during Ramadan that can be done is sadaqah

    Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari (194-256 H): Kolektor Hadis Nabi Saw. paling unggul di Dunia Islam

    No full text
    Kitab Shahîh al-Bukhârî, yang judul lengkapnya al-Jâmi‘ al-Musnad ash-Shahîh al-Mukhtashar min Umûr Rasûlillâh Shallâllâhu ‘Alaihi wa Sallama wa Sunanihi wa Ayyâmihi, adalah sebuah himpunan hadis-hadis sahih Nabi Muhammad Saw yang disusun oleh Imam Muhammad bin Ismâ‘îl al-Bukhârî (810-870 M/194-256 H), seorang ulama ahli hadis paling unggul, terkemuka di dunia dan dihormati di kalangan umat Islam. Menurut pengakuan dan kesepakatan para ulama, kitab Shahîh al-Bukhârî adalah salah satu koleksi hadis paling sahih dan paling tinggi martabat kesahihannya. Imam Nawawi membagi tingkatan hadis shahih itu menjadi tujuh tingkatan: 1. Hadis yang disepakati keshahihannya oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim 2. Hadis yang diriwayatakan oleh Imam al-Bukhari saja 3. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim saja 4. Hadis yang dikeluarkan berdasarkan kriteria keshahihan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim 5. Hadis yang dikeluarkan berdasarkan kriteria keshahihan Imam al-Bukhari 6. Hadis yang dikeluarkan berdasarkan kriteria keshahihan Imam Muslim 7. Hadis yang dishahihkan oleh para imam hadis selain Imam al-Bukhari dan Muslim. Sebagian ulama menyebutkan Imam Bukhari sebagai pengikut mazhab Syafi’i, bahkan Imam as-Subki menggolongkannya ke dalam “Thabaqat asy-Syafi’iyyah”. Namun menurut Abu Syuhbah, al-Bukhari adalah seorang ahli fikih dan mujtahid mustaqil (independen, tidak terikat pada madzhab tertentu), bukan muqallid (pengikut). Dia mempunyai pendapat-pendapat hukum yang digalinya sendiri. Pendapat-pendapatnya itu terkadang sejalan dengan madzhab Abu Hanifah, terkadang sesuai dengan madzhab Syafi’i dan terkadang berbeda dengan keduanya. Imam Bukhari adalah seorang ahli hadis (al-hāfizh) yang ulung dan seorang mujtahid yang mampu berijtihad sendiri (mujtahid mustaqil), sekalipun yang paling menonjol statusnya adalah sebagai ahli hadis, bukan sebagai ahli fikih. Buku ini adalah terjemahan dari Mukhtashar Shahîh al-Bukhârî yang disusun oleh seorang ulama hadis generasi belakangan setelah Imam al-Bukhârî, yakni Imam az-Zubaidi. Dalam versi lengkap Shahîh al-Bukhârî yang asli, ada beberapa hadis yang diulang-ulang dan juga beberapa hadis semakna yang tetap dicantumkan berikut sanad perawinya ditulis lengkap. Akibatnya, Shahîh al-Bukhârî yang asli menjadi sangat tebal dan berjilid-jilid.Imam az-Zubaidi merangkumnya dalam bentuk “ringkasan” (mukhtashar) tanpa mengulang hadis-hadis yang sama, memilih satu-dua atau beberapa dari sekian banyak hadis yang semakna, dan memotong mata rantai panjang jalur isnadnya sehingga menjadi satu jilid buku yang relatif tidak terlalu tebal. Dilengkapi dengan prolog, epilog, dan berbagai catatan-kaki sebagai penjelasan tambahan, nilai plus buku ini pun makin mantap dan tak perlu diragukan lagi

    GURU IDEAL MENURUT K. H. IMAM ZARKASYI

    No full text
    Kata kunci: Guru Ideal, K. H. Imam Zarkasyi Guru adalah sosok yang paling diperhatikan belakangan ini, bukan saja dari profesionalismenya, tapi mencakup seluruh aktivitas kesehariannya. Guru dianggap manusia yang harus bertindak sempurna. Selain itu, guru seakan dituntut untuk bertindak seperti makhluk yang harus bersih dari segala bentuk tindak amoral. Maka dari itu, sosok guru idealpun sangat diperlukan sebagai figur teladan, baik ideal dalam hal karakteristiknya maupun dalam konsep pendidikannya. K. H. Imam Zarkasyi merupakan sosok guru ideal yang telah sukses dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran, terlebih lagi dalam membina kualitas mutu guru. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) definisi guru ideal menurut K. H. Imam Zarkasyi. 2) karakteristik guru ideal menurut K. H. Imam Zarkasyi. 3) konsep pendidikan guru ideal menurut K. H. Imam Zarkasyi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi tokoh atau sering disebut juga dengan penelitian tokoh atau penelitian riwayat hidup individu (individual life history) dalam bentuk penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu: tahap orientasi, eksplorasi dan penelitian terfokus. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis taksonomi, analisis deskripsi dan analisis isi (content analysis).Temuan dalam skripsi ini membuktikan bahwa: 1) Guru ideal menurut K. H. Imam Zarkasyi adalah guru itu tidak sekedar transfer knowladge, tapi juga yang bisa memimpin dan siap untuk dipimpin, mendidik secara utuh, dengan melibatkan diri secara konsekuen lillahi ta’ala, konsisten pada nilai dan konsekuen dengan segala resikonya. 2) Karakteristik guru ideal menurut K. H. Imam Zarkasyi yang juga merupakan cerminan jiwa beliau adalah disiplin tinggi, selalu kuat dalam memegang prinsip, tidak tergoda dengan nikmat duniawi, telaten dalam masalah ilmu; nilai-nilai etis; kesederhanaan; kesahajaan dan tanggung jawab dalam mendidik para santri, pekerja keras, selalu bersungguhsungguh dan ikhlas dalam mengajar dan mendidik santrinya, selalu perhatian kepada santrinya seperti yang telah tertuang dalam Panca Jiwa Pondok Modern Gontor dan yang tidak kalah penting adalah beliau mampu memberikan suri tauladan yang baik yang barangkali itu sulit dicontoh oleh para pendidik umumnya. 3) Konsep pendidikan guru ideal menurut K. H. Imam Zarkasyi di antaranya adalah totalitas pembentukan manusia sebagai manusia, dengan menggunakan sistem klasikal, penjenjangan, disiplin yang keras, berlitz (metode langsung/direct method dan tidak menggunakan terjemah), thariqah mubasyarah, permisalan gambar dan penyampaian pembelajaran dengan bahasa

    Jual Beli Muhaqalah Menurut Imam al-Syafi’i ( W. 204 H/819 M) Dan Imam Ahmad Ibn Hanbal (W. 241 H/855 M)

    No full text
    ABSTRAK Sah Fitri Ani : Jual Beli Muhaqalah Menurut Imam al-Syafi’i ( W. 204 H/819 M) Dan Imam Ahmad Ibn Hanbal (W. 241 H/855 M) Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalahkedua Imam menggunakan dalil yang sama tetapi metode istinbath hukumnya berbeda. Adapun rumusan masalah dipenilitian ini adalah: Bagaimana pendapat Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad tentang hukum jual beli muhaqalah. Apa dalil yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad untuk mengistinbathkan hukum mengenai hukum jual beli muhaqalah. Bagaimana tinjauan fiqh muqaran tentang hukum jual beli muhaqalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pendapat Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalah. Untuk mengetahui dan menjelaskan dalil yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalah, serta untuk mengetahui bagaimana istinbath hukum yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalah. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan menelaah literatur yang berhubungan dengan pembahasan ini. Sumber data terdiri atas sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer yaitu kitab-kitab fiqh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad, serta bahan hukum sekunder yaitu kitab-kitab fiqh yang berkaitan dengan penelitian. Kitab-kitab tersebut dikumpulkan, kemudian dibahas dan dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif, deduktif, induktif, dan komparatif. Menurut analisis tinjauan fiqh muqaran, pendapat Imam al-Syafi’i lebih kuat yaitu tidak diperbolehkan jual beli apa yang belum tampak kebaikannya, dan apa yang masih berada didalam tanah. Sebagaimana penjelasan hadits dari Ibnu Umar Rasulullah melarang penjualan buah sebelum tampak baik, juga hasil tanaman yang dibulit-bulirnya sebelum aman dari kerusakan beliau melarang penjual dan pembeli. Menurut Ulama Hadits kedudukan hadits tersebut shahih serta pendapat ini lebih mashur dikalangan ulama

    Nafkah Biaya Pengobatan Istri Menurut Imam al-Nawawi (676 H) dan Imam al-Syaukani (1250 H)

    No full text
    Nafkah merupakan kewajiban yang dibebankan syariat kepada suami. Hikmah wajibnya nafkah untuk isteri terhadap suami karena isteri tertawan akibat melaksanakan segala kewajibannya untuk suami. Oleh karena itu, syariah islam mewajibkan beban nafkah terhadap suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Nafkah Biaya Pengobatan Isteri Menurut Imam al-Nawawi dan Imam al-Syaukani. dasar hukum Imam al-Nawawi dan Imam al-Syaukani dalam menetapkan nafkah biava pengobatan isteri. serta analisis terhadap pendapat lmam al-Nawawi dan Imam al-Syaukani tentang nafkah biaya pengobatan isteri

    Imam Al-Jami'ah: Narasi Indah Perjalanan Hidup dan Pemikiran Prof. Dr. H. Imam Suprayogo

    No full text
    Buku setebal 370 ini ingin memotret perjalanan hidup tokoh pendidikan yang dengan pemikiran serta gebrakannya, mampu membuat perubahan dan menciptakan berbagai kemajuan di bidang pendidikan. Dialah Prof. Dr. H. Imam Suprayogo. Setelah sukses membesarkan Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Imam menyulap STAIN Malang menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebuah perguruan tinggi Islam terkemuka di tanah air. Kesederhanaan, hidup bersahaja, sabar, berkarakter kuat, pemikirannya yang cerdas, istiqamh, rela berkorban, tidak pantang menyerah, semua itu bagian dari figur Prof. Imam sehingga tidak salah bila buku ini diberi judul "Imam al-Jami'ah". Kata "Jami'ah" di sini selain merujuk pada kampus atau perguruan tinggi, juga bermakna "pribadi yang komplit". Buku ini ditulis dengan bahasa sastrawi yang mengalir. Membacanya laksana membaca novel atau prosa indah yang menyejukkan dan inspiratif. Dijamin, pembacanya takkan bisa menghentikan kenikmatan menyelami bahasa dan makna di balik kata-kata yang terungkap dalam buku yang juga dilengkapi koleksi foto dan sambutan-sambutan dari tokoh-tokoh nasional semisal: Muhammad Maftuh Basuni (Menteri Agama RI 2004-2009), Prof. Dr. Ing Wardiman Djojonegoro, Prof Drs A. Malik Fajar, M.Sc, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, Prof. Dr. Yahya Muhaimin, Prof. Komaruddin Hidayat, Ph.D, Prof. Mas'ud Said, Ph.D, Prof. Dr. Ahmad Syafi'i Maarif, MA dan lainnya. Sengaja, data dan fakta dalam buku ini dikemas dengan bahasa sastrawi agar tampak seperti fiksi, sebab yang fiksi biasanya lebih dekat di hati, terutama bagi pembaca buku biografi. Pada bagian pendahuluan, melalui buku ini, Penulisnya ingin menjadi satu dari sekian banyak orang yang kelak di akhirat bersaksi, bahwa Prof Dr. H. Imam Suprayogo adalah orang baik. Lalu, bagaimana dengan Anda? Temukan jawabannya setelah membaca serpihan waktu sejak fajar tiba, saat matahari terbit dan seterusnya hingga hari-hari ini terasa indah
    corecore