7 research outputs found
Perpspketif Masyarakat Terhadap Minuman Tuak (Studi Masyarakat di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
ABSTRAK PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP MINUMAN TUAK(Studi Masyarakat di Desa Gedongombo Kecamatan SemandingKabupaten Tuban)Oleh: Ilham LazuardyMahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu SosialUniversitas Negeri MalangEmail:[email protected] : Kebiasaan yang tidak bisa di tinggal oleh masyarakat Tuban yakni mengkonsumsi minuman tuak dimana minuman tuak inni sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi sejarah turun-temurun. Kabupaten Tuban terkenal dengan sebutan kota tuak, jadi tak heran bila di jumpai banyak warung-warung kecil yang berjualan minuman legen dan tuak. Masyarakat tuban sudah menganggap ini sebuah tradisi/budaya dari turun-temurun mengkonsumsi minuman tuak. Kata Kunci : Perpektif Masyarakat. Budaya Minum Tuak.PENDAHULUANPada umunya peminum “Tuak” dari kalangan pekerja keras yang merasa badannya lemas atau kurang bertenaga saat tidak minum tuak sebelum bekerja.Hampir setiap hari mereka menyisihkan uang sebesar Rp 3000, untuk membeli segelas tuak. Selain untuk penghangat dan minuman oleh para pekeja keras. “Tuak” juga bisa digunakan pada acara adat dan pernikahan di desa-desa atau tempat minum tertentu. Gelas yang di pakai untuk mewadahi “Tuak” bukan dibuat dari kaca plastic, namun gelas yang terbuiat dari batang pohon bamboo yang di potong hingga menjadi sebuah wadah kecil yang di namakan “centhak”Menurut Ikegemi (1997: 32), mengatakan dalam arti lain tuak memilik arti suatu jenis cairan yang di hasilkan dari nira kelapa atau jenis pohon penghasil nira lainnya seperti siwalan, tersebut didiamkan selama beberapa hari. Nira rasanya manis, tidak berwarna serta harum jika masih keadaan segar. Sedangkan menurut Muchtadi TR Sugiono: (1992:35), mengatakan minuman tuak itu sebagai budaya masyarakat tuban. Seperti halnya yang ada pada kota Tuban-Jawa Timur Di daerah yang berjulukkan sebagai kota Ronggolawe bahkan tuak sudah menjadi minuman wajib bagi masyarakat di tuban dan tak heran banyak bila di tuban dijumpai minum tuak dengan orang lain dengan begitu bebasnya dan lebih lengkapnya di daerah tuban sendiri jika seseorang berkunjung terdapat warung warung kecil yang berjualan seperti minuman tuak itu sendiri.A.Rumusan MasalahBerdasarkan uraian objek masalah diatas maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:1.Bagaimana Sejarah Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?2.Bagaimana cara Pembuatan Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?3.Apa dampak positif dan negatif yang timbul sejak adanya Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?4.Bagaimana Perspektif Masyarakat Terhadap Budaya Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?B.Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang dijadikan tujuan dari penulisan artikel ini adalah sebagai berikut:1.Untuk mendeskripsikan Sejarah minuman (tuak) di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.2.Untuk mengetahui cara Pembuatan Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.3.Untuk mengetahui dampak positif dan negatif Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.4.Untuk mengetahui Perspektif Masyarakat Terhadap Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.METODE PENELITIANA.Jenis PenelitianJenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Artinya pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya termasuk dalam jenis penelitian deskriptif.B.Lokasi PenelitianPenelitian ini dilakukan di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.C.Sumber DataPada penelitian ini, peneliti mencari data dari berbagai sumber. Sumber yang digunakan peneliti antara lain adalah Kepala desa, masyarakat Desa Gedongombo. Selain itu peneliti juga memanfaatkan dokumen-dokumen yang berisi tentang Desa Gedongombo.D.Teknik Pengumpulan DataPengumpulan data dalam penelitian ini menggunakantiga cara, yaitu:1.WawancaraWawancara merupakan tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Teknik ini merupakan teknik yang sering digunakan dalam penelitian.2.ObservasiObservasi merupakan teknik penelitian dengan cara mengamati kejadian yang terjadi di lapangan secara langsung.3.DokumentasiDokumentasi merupakan suatu teknik penelitian dengan memanfaatkan suatu dokumen, baik dokumen yang berisi tuisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.PEMBAHASANA.Sejarah Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanBerdasarkan temuan penelitian yang ditemukan peneliti pada saat penelitian Sejarah di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban minuman uak sendiri itu sudah ada pada zaman nenek moyang, jadi menurut masyarakat Tuban sendiri sudah biasa menjadi tradisi minum-minuman tuak di Kabupaten Tuban karena masyarakat Tuban sendiri sudah menganggap hal biasa untuk mengadakan perkumpulan seperti pesta kecil-kecilan.Tuban merupakan sebuah Kabupaten yang mendapatkan julukan Tuban Kota Tuak. Dengan ini masyarakat Tuban melestarikan minuman tradisonal. Hal ini sesuai dengan pernyataan Betrand (1987:92) yaitu masyarakat merupakan hasil suatu periode perubahan budaya akumulasi budaya. Masyarakat buka merupakan sekedar jumlah penduduk saja melainkan sebagai suatu sistem yang dibentuk dari hubungan antar mereka, sehingga menampilkan suatu realita tertentu yang mempunyai ciri-ciri sendiriB.Cara Pembuatan Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanDalam pembuatan minuman tuak ini dari hasil fermentasi dari bahan minuman buah yang mengandung gula. Minuman tuak dibuat dari bahan baku beras atau cairan yang di ambil dari tanaman seperti nira kelapa, atau aren, legen dari pohon siwalan atau entalC.Dampak positif dan negatif yang timbul sejak adanya Minuman Tuak Berdasarkan apa yang di sampaikan oleh informan di atas, dapat di simpulkan bahwa dampak mengkonsumsi minuman tuak tersebut mengenai minum tuak yakni yang pertama dapat mengatasi sebagai obat tradisional untuk di abetes. Dengan meminum secara teratur, tetapi dengan dosis yang rendah akan dapat mengurahi kadar gula darah. Selanjutnya minuman tuak ini dapat menghilangkan stress. Minuman tuak ini dapat di konsumsi untuk menenangkan hati, dan menghilangkan stress.D.Perspektif Masyarakat Terhadap Budaya Minum Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanMinuman tuak ini yang telah menjadi ciri khas masyarakat Tuban, ada kaitannya dengan status sosial ekonomi masyarakat Tuban meskipun rata-rata perkerjaannya yaitu nelayan dan petani sebagaian besar masyarakat memiliki inisiatif dengan berjualan minuman tuak dengan di home produksinya masing-masing agar mendapatkan biaya sampingan , tetapi jika dilihat dari segi kebiasaan mengkonsumsi minuman tuak, setiap orang bebas untuk mengkonsumsi tanpa dipengaruhi oleh status sosial ekonomi masyarakat, serta tidak ada larangan untuk meminum tuak bagi siapapun yang mengkonsumsinya, pada umumnya minuman tuak adalah minuman yang berawal dari budaya asli orang Toraja bukan daerah lain, namun seiringnya dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya mengkonsumsi minuman beralkohol di perayaan pesta adat orang Toraja telah dipengaruhi oleh kebudayaan lain.PENUTUPA.Kesimpulan1.Sejarah Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanSejarah minuman tuak ini sudah ada sejak zaman nenek moyang sudah menjadi turun-temurun dari zaman dahulu hingga sekarang menjadin sebuah tradis dan budaya mengkonsumsi minuman tuak.2.Cara Pembuatan Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanDalam pembuatan minuman tuak ini dari hasil fermentasi dari bahan minuman buah yang mengandung gula. Minuman tuak dibuat dari bahan baku beras atau cairan yang di ambil dari tanaman seperti nira kelapa, atau aren, legen dari pohon siwalan atau ental.3.Dampak positif dan negatif yang timbul sejak adanya Minuman TuakDampak minum minuman tuak yaitu dengan meminum secara teratur, tetapi dengan dosis yang rendah akan dapat mengurahi kadar gula darah. Selanjutnya minuman tuak ini dapat menghilangkan stress. Minuman tuak ini dapat di konsumsi untuk menenangkan hati, dan menghilangkan stress.4.Perspektif Masyarakat Terhadap Budaya Minum Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanBerdasarkan hasil wawancara yang telah di lakukan oleh peneliti dalam penelitian ini, dapat di ketahui bawah perspektif masyarakat terhadap budaya minum tuak di masyarakat Tuban. Masyarakat Tuban sendiri sudah menganggap minuman tuak ini sudah hal yang biasa, jadi tak heran jika di Kota Tuban di jumpai banyak warung warung kecil yang berjualan minuman legen dan minuman tuak sudah menjadi tradisi masyarakat Tuban.5.SaranA.Bagi Pemerintah Desa GedongomboDalam upaya bagi pemerintah desa Gedongombo seharunya melarang adanya minuman tuak yang masih tetap beredar di pinggir-pinggir jalan, dan menegur para peminum tuak terutama anak-anak yang masih di bawah umurB.Bagi Masyarakat penikmat minuman tuak di TubanAgar masyarakat memilik kerukunan dengan adanya mengadakan perkumpulan-perkumpulan atau pesta kecil-kecilan, tetap terjaga kerukunan antar masyarakat yang satu dengan yang lain.C.Bagi Remaja masyarakat TubanAgara remaja bisa mengerti dan memahami dampak bahaya minuman beralkohol tersebut (minuman tuak) bagi kesehatan diri sendiri dan tidak seacara terus menerus untuk mengkonsumsi minuman tuak tersebut.DAFTAR RUJUKANMoleong, Lexy J 2005.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT RemajaRosdakarya.Sugiono.2008. Metode Penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif,kualitatif, dan R&D.Bandung:ALFABETA.Sugiono.2016. Metode Penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif,kualitatif, dan R&D.Bandung:ALFABETA.Thoha, Miftah.1988. Perspektif perilaku Birokrasi (Dimensi-Dimensi Prima Ilmu Administrasi Negara). Jakarta:CV Rajawali.Local Wisdom.2011.Tradisi Nitik di Tuban.Media Indonesia.P-Nus.2016. Mengkonsumsi Legend dan Tuak.http://PNus-Legen-dan-Tuak-Tuban, di akses tanggal 9 april .(http://www.kumpulan pengertian masyarakat.html diakses pada tanggal 06 November 2015).Ratnaningsih,Sita.2008. Pengertian Perspektif,(Online).(http://www.infoskripsi.com/Artikel/pengertian-Perspektif.html diakses tanggal 6 November 2015)Saifuddin Azwar,2005. Metodologi Penelitian.Jenis-Jenis Penelitian. Jakarta:Rineka Cipta Ketentuan.Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pengawasan dan Pengendalian minuman Beralkohol.Tuban Jawa Timur
PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP MINUMAN TUAK (Studi Masyarakat di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban)
ABSTRAK Kebiasaan yang tidak bisa di tinggal oleh masyarakat Tuban yakni mengkonsumsi minuman tuak dimana minuman tuak inni sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi sejarah turun-temurun. Kabupaten Tuban terkenal dengan sebutan kota tuak, jadi tak heran bila di jumpai banyak warung-warung kecil yang berjualan minuman legen dan tuak. Masyarakat tuban sudah menganggap ini sebuah tradisi/budaya dari turun-temurun mengkonsumsi minuman tuak.Kata Kunci : Perpektif Masyarakat. Budaya Minum Tuak
Pengembangan Aplikasi Rekam Medis Elektronik (RME) di PT Evolusi Teknologi Indonesia
This internship report summarizes the experiences and contributions gained during the internship at PT Evolusi Teknologi Indonesia. The main activities included the development of an electronic medical record application (EvoMedis), a task management application, and a fruit store application. Throughout the development process, the author successfully implemented various technologies such as CodeIgniter 4, JQuery, and JavaScript, and gained in-depth understanding of database management using MySQL and PostgreSQL. Additionally, this internship provided the author with opportunities to overcome technical challenges, such as learning new frameworks and customizing application interfaces. The results of this internship are expected to contribute positively to the company's project development and enhance the quality of services provided. This report is intended to serve as a reference for the advancement of knowledge in the field of information technology
ANALISIS KONDISI FISIK PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMP NEGERI 9 BANJARBARU
This study aims to analyze the physical condition of students participating in futsal extracurricular activities at State Junior High School 9 Banjarbaru. Physical condition is an important aspect in futsal because it directly affects the performance, endurance, speed, agility, and strength of players on the field. This study uses a quantitative descriptive approach with 21 students who actively participate in futsal extracurricular activities at the school. To measure the physical condition of the players, a series of standardized test instruments are used. The tests include muscle strength tests using hand dynamometer, back dynamometer, and leg dynamometer, muscle endurance tests using sit-ups, push-ups, and squat jumps; speed tests using a 30-meter run; agility tests using a beam side step, flexibility with a flexometer, and general endurance tests using a bleep test. The results show that most players are still in the category of lacking in some aspects of physical fitness, particularly in terms of muscle strength, speed, and agility. This study comprehensively evaluates all components of the main physical condition of futsal players of State Junior High School age and observes specific physical weaknesses in the futsal extracurricular population of State Junior High School. This research is an initial reference in the preparation of physical exercise programs to be more directed, which has not been carried out systematically in the formal education environment at the State Junior High School level, especially in Banjarbaru. With the improvement of a structured training program and according to needs, it is hoped that the physical condition of students can improve so that the performance and achievements of the futsal team of the State Junior High School 9 Banjarbaru will also increase.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fisik pemain ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 9 Banjarbaru. Kondisi fisik merupakan aspek penting dalam olahraga futsal karena berpengaruh langsung terhadap performa, daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan kekuatan pemain di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 21 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal. Instrumen yang digunakan berupa serangkaian tes kebugaran jasmani, meliputi tes kekuatan otot (hand dynamometer, back dynamometer, leg dynamometer), daya tahan otot (sit-up, push-up, squat jump), kecepatan (lari 30 meter), kelincahan (beam side step), dan kelentukan (flexometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemain memiliki kondisi fisik yang masih tergolong kurang, terutama pada aspek kekuatan otot, kecepatan, dan kelincahan. Temuan ini menegaskan perlunya evaluasi dan peningkatan program latihan fisik yang lebih terstruktur agar dapat menunjang performa dan prestasi pemain futsal di sekolah
Sintesis Fotokatalis TiO2 pada Material Penyangga
Telah dilakukan penelitian berupa modifikasi material fotokatalis berbasis titanium dioksida (TiO2) pada material penyangga polipropilena (PP). Material fotokatalis adalah jenis material yang digunakan dalam beberapa proses degradasi senyawa organik dengan bantuan aktivasi oleh foton. Modifikasi dilakukan menggunakan teknik thermal milling. Teknik ini memanfaatkan Heat Deflecting Temperature untuk menempelkan TiO2 pada permukaan PP. Temperatur yang digunakan adalah 175°C dan dilakukan selama 40 menit. Perbandingan PP dan TiO2 yang digunakan sebanyak 4:1 dengan massa masing-masing 140 g dan 35 g. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari tiga hal yakni visual material hasil sintesis, perubahan massa, serta hasil visual proses fotodegradasi menggunakan material hasil sintesis. Visual material hasil sintesis menunjukkan permukaan yang kasap serta terjadi pertambahan massa sebesar 1,4 g untuk tiap 47 g. Hal ini menunjukkan bahwa PP telah berlapis TiO2 sehingga dapat dikatakan PP mampu menjadi material penyangga TiO2 sebagai material fotokatalis. Untuk proses fotodegradasi, terjadi perubahan warna pada limbah artifisial. Perubahan yang terjadi adalah limbah berangsur-angsur memudar. Hal ini menunjukkan performa material hasil sintesis mampu melakukan proses fotodegradasi. Pada proses ini juga tidak ditemukan adanya residu tambahan sehingga penelitian ini menunjukkan keberhasilan PP dalam solusi untuk menciptakan metode degradasi tanpa residu tambahan
Instrumen Tes Menggunakan Target Lingkaran Dalam Pointing Petanque
The purpose of making an instrument with this target media is to measure the potential of an athlete during the test and determine the stability of the pointing throw. Face target archery as a reference for the author who has been modified in such a way as to support the athlete's test instrument. The method used by researchers is the (R&D) method or often referred to as research and development. Researchers want to develop so that when athletes throw bosi at the target it does not change the shape of the circle and the shape of the circle the line does not disappear so it can be used many times a throw. So that researchers can conclude that the test instrument product has been tested and declared very valid by expert experts and is worth using a very good predicate. The results of the data analysis obtained by the researcher contained a product that was valid, so it was feasible to use it as a test instrument. Based on the results of the overall analysis obtained, the researcher chose to make a test instrument with this product because the instrument would be much more interesting and easier for users of athletes and coaches as well as novelty from previous researchInstrumen suatu alat yang difunsgikan agar mudah dalam mengumpulkan data serta hasilnya lebih maskimal. Pointing petanque adalah olahraga melempar bola besi dengan target bola kayu (jack) dengan lapangan kerikil dan dimainkan semua kalangan usia. Tujuan terbuatnya instrumen dengan media target ini adalah untuk mengukur potensi seorang atlet pada saat tes dan mengetahui stabilitas lemparan pointing atlet tersebut. Face target panahan sebagai referensi penulis yang telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menunjang instrument tes atlet. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa produk instrument tes sangat valid dan sangat layak digunakan dengan predikat sangat bagus. Peneliti menyimpulka yang mana produk valid yang artinya layak digunakan sebagai intrument. Peneliti memilih membuat instrument tes dengan produk ini dikarenakan instrument tersebut akan jauh lebih menarik serta mudahbagi pemain serta pelatih didalamnya untuk bermain olahraga tersebut. Termuatnya terbentuknya instrument tes dengan media target ini mampu untuk mengukur potensi seorang atlet pada saat tes dan mampu mengetahui stabilitas lemparan pointing atlet tersebut
DETEKSI DINI TERKAIT FLAT FOOT DI KB-TK AL-QURAN TERPADU BINTANGKU SURAKARTA
Early age is the age when the pattern of growth and development is very rapid. This must be accompanied by proper education regarding growth and development, otherwise at this age the child will be susceptible to abnormalities. These disorders can be in the form of gait disorders. One of the most important parts that affect the biomechanical and musculoskeletal structures of the foot is the arch of the foot or arcus pedis. The consequences of an arch that does not grow normally include balance disorders, fatigue when walking for a long time, continuing deformity, and pain. Flat foot is the most common deformity or deformity of the foot in children. The activity was carried out at the TK-KB Al-Quran Terpadu Bintangku Surakarta school with a total of 60 children. The purpose of this activity is to see the prevalence of flat foot and preventive measures are delivered in the form of early detection using the Clarke's angle test. This program was carried out in May 2022. The results of this activity had a good impact in helping to increase children's knowledge about flat foot and it was found that the prevalence of cases was mostly experienced by males than females. The author hopes that schools can continue to routinely check flat foot activities considering that flat feet often do not cause symptoms, so early age screening is needed.Usia dini merupakan usia terjadi pola tumbuh kembang yang sangat pesat. Hal ini harus diiringi dengan diberikannya edukasi yang benar mengenai tumbuh kembangnya, jika tidak maka dalam usia ini anak akan mudah terkena kelainan. Kelainan tersebut dapat berupa gangguan gait. Salah satu bagian terpenting yang mempengaruhi struktur biomekanik dan musculoskeletal pada kaki adalah lengkung kaki atau arcus pedis. Akibat dari arkus yang tidak tumbuh secara normal diantaranya yaitu gangguan keseimbangan, lelah saat berjalan lama, deformitas yang berlanjut, serta rasa nyeri. Flat foot adalah deformitas atau kelainan pada kaki yang paling umum terjadi pada anak. Kegiatan dilakukan di sekolah TK-KB Al-Quran Terpadu Bintangku Surakarta dengan jumlah 60 anak. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk melihat prevalensi flat foot serta upaya preventif disampaikan dalam bentuk deteksi dini menggunakan clarke’s angle test. Program ini dilakukan pada Mei 2022. Hasil dari kegiatan ini memiliki dampak yang baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang flat foot serta didapatkan prevalensi kasus terbanyak dialami oleh jenis kelamin laki-laki daripada perempuan. Penulis berharap sekolah dapat terus meruntinkan kegiatan pengecekan rutin flat foot mengingat flat foot sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga diperlukan screening usia dini
