148 research outputs found

    CARA MEMBERSIHKAN LABORATORIUM KITCHEN DI POLITEKNIK NSC SURABAYA

    No full text
    The goal to be achieved in writing this Final Project is to find out how to clean the kitchen laboratory at the Polytechnic NSC Surabaya. The author made observations from March 2022 to July 2022 on the duties and responsibilities of cleaning the kitchen laboratory at the Polytechnic NSC Surabaya. The author can conclude that the duties and responsibilities in cleaning Kicthen's laboratory are very necessary on a regular basis

    Gambaran Akhlak Murid Madrasah Diniah Mamba’ul Ihsan Kota Mojokerto Ditinjau dari Kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa’

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan akhlak siswa di Madrasah Diniah Mamba\u27ul Ihsan di Kota Mojokerto berdasarkan kitab Washoya Al Abaa\u27 Lil Abnaa\u27. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di Madrasah Diniah Mamba\u27ul Ihsan di Kota Mojokerto menunjukkan akhlak mulia sesuai dengan ajaran buku Washoya Al Abaa\u27 Lil Abnaa\u27. Namun, ada faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman nilai-nilai akhlak dan pengaruh hubungan sebaya yang dapat memengaruhi kurangnya bimbingan moral. Penulis berharap bahwa makalah ini dapat menjadi referensi bagi guru dan pengajar di madrasah dalam membimbing dan memotivasi siswa dalam pendidikan akhlak. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menjadi sumber daya berharga bagi peneliti masa depan yang tertarik pada topik serupa

    SOCIAL PROBLEMS IN THE POEM "DI NEGERI AMPLOP" BY A. MUSTOFA BISRI (SEMIOTIC STUDY) RIFFATERRE

    No full text
    The poem “Di Negeri Amplop”, has a background of social problems conveyed by the author. The formulation of the research problem, namely: (1) how is the meaning and hypogram in the poem “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) hhat are the social problems contained in the collection of poetry “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri. The objectives are: (1) to describe the meaning and hypogram in the collection of poems “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) to describe the social problem contained in the collection of poems "Di Negeri Amplop" by A. Mustofa Bisri. This research is in the form of a qualitative descriptive. The data in this study are in the form of a poem containing social problem entitled “Di Negeri Amplop”. Collecting data using library method. Data analysis using semiotic method. The results of this study indicate the meaning of bribery, corruption, collusion, and the existence of poor people. This meaning shows the existence of social problems of crime in the form of bribery.Puisi “Di Negeri Amplop” ini, memiliki latar belakang masalah sosial yang disampaikan oleh pengarang. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana pemaknaan dan hipogram pada puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri (2) Bagaimanakah masalah sosial yang terdapat pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri. Tujuannya yaitu: (1) untuk mendeskripsikan pemaknaan dan hipogram pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri (2) untuk mendeskripsikan masalah sosial yang terdapat pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa puisi yang mengandung masalah sosial berjudul “Di Negeri Amplop. Pengumpulan data menggunakan metode pustaka. Analisis data menggunakan metode semiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya makna suap. Makna tersebut menunjukkan adanya masalah kriminalitas sosial berupa suap

    Representasi Degradasi Keimanan Dalam Cerpen “Wabah” Karya Ahmad Mustofa Bisri

    No full text
    Penelitian ini menggali nilai-nilai yang tidak sesuai dengan etika transendensi sebagai degradasi keimanan dalam cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri. Etika transendensi tersebut diambil dari etika sastra profetik Kuntowijoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Data dibaca berulang-ulang dan ditandai, kemudian dicatat beberapa data temuan dan ditulis dalam bentuk tabulasi data. Teknik analisis data dilakukan sesuai dengan teknik analisis kompetensial. Peneliti menganalisis data dengan mengontraskan teori etika transendensi sastra profetik dengan fenomena transendensi dalam cerpen dan kemudian mendeskripsikan fenomena-fenomena tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan potret degradasi keimanan berupa penyimpangan Iman yaitu perbuatan syirik, penyimpangan Ihsan yaitu perbuatan fitnah dan gibah, serta gambaran tentang perbuatan dosa yang dianggap lumrah. Penelitian tenang potret degradasi keimanan dapat dijadikan salah satu alternatif literatur dalam meningkatkan kualitas beragama. Kegiatan literasi ini dapat meningkatkan kesadaraan akan pentingnya kualitas dalam beramal. Kesadaran akan hal ini penting untuk ditingkatkan demi kualitas beragama umat semakin tinggi

    Representasi Degradasi Keimanan Dalam Cerpen “Wabah” Karya Ahmad Mustofa Bisri

    No full text
    Penelitian ini menggali nilai-nilai yang tidak sesuai dengan etika transendensi sebagai degradasi keimanan dalam cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri. Etika transendensi tersebut diambil dari etika sastra profetik Kuntowijoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Data dibaca berulang-ulang dan ditandai, kemudian dicatat beberapa data temuan dan ditulis dalam bentuk tabulasi data. Teknik analisis data dilakukan sesuai dengan teknik analisis kompetensial. Peneliti menganalisis data dengan mengontraskan teori etika transendensi sastra profetik dengan fenomena transendensi dalam cerpen dan kemudian mendeskripsikan fenomena-fenomena tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan potret degradasi keimanan berupa penyimpangan Iman yaitu perbuatan syirik, penyimpangan Ihsan yaitu perbuatan fitnah dan gibah, serta gambaran tentang perbuatan dosa yang dianggap lumrah. Penelitian tenang potret degradasi keimanan dapat dijadikan salah satu alternatif literatur dalam meningkatkan kualitas beragama. Kegiatan literasi ini dapat meningkatkan kesadaraan akan pentingnya kualitas dalam beramal. Kesadaran akan hal ini penting untuk ditingkatkan demi kualitas beragama umat semakin tinggi

    Bahasa Figuratif Pada Kumpulan Puisi Aku Manusia Karya Ahmad Mustofa Bisri Dan Implementasinya Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMA

    No full text
    Dhanu Widi Wijaya, S200160105. Figurative Language in a Collection of Poems Aku Manusia Ahmad Mustofa Bisri's Work and Implementation on Indonesian Language Learning at High School Level. Thesis. Postgraduate Studies Language, Muhammadiyah University of Surakarta, Surakarta, April 2018. This study aims to (1) describe the socio-historical background of A. Mustofa Bisri as author of the collection of poetry Aku Manusia, (2) to describe the use of figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry of Aku Manusia, (3) to describe meaning in figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry Aku Manusia, and (4) describes the implementation of the results of this study on Indonesian language learning at high school level. This study used descriptive qualitative method. The data in the research here are words, phrases, and sentences containing figurative language contained in the collection of poetry Aku Manusia A. Mustofa Bisri. The method used to take the sample data in this study by using purposive sampling technique. Data collection techniques in this study using library techniques, techniques refer and note. The results of this study are (1) Mustofa Bisri as a poet santri has uniqueness in his work. (2) A. Mustofa Bisri in a collection of poems Aku Manusia use several majas among them: simile, personification, allegory, metaphor, and repetition. (3) The constancy and consequences that A. Mustofa Bisri holds in describing the meanings in his poetry shows the soul of a true Muslim. (4) The results of this analysis can be implemented into Indonesian language and literature learning in high school

    KOHESI DALAM KUMPULAN CERPEN "LUKISAN KALIGRAFI†KARYA A. MUSTOFA BISRI: PERSPEKTIF BAHASA, SASTRA, DAN IDEOLOGI

    No full text
    Artikel ini membahas pola kohesi pada kumpulan Cerpen “Lukisan Kaligrafi†karya A. Mustofa Bisri. Jenis Penelitian ini yakni deskriptif-kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu teks cerpen karya A. Mustofa Bisri yang diterbitkan oleh Majalah Kompas tahun 2017 dengan judul Lukisan Kaligrafi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada 10 (sepuluh) penanda kohesi yang meliputi, penanda kohesi leksikal seperti, (1) repetisi, dengan jenis repetisi ekuivalensi, mesodiplosis, epifora, dan epizeukis, (2) antonim, (3) sinonim, (4) hiponim dan (5) kolokasi. Selanjutnya untuk penanda kohesi gramatikal yakni (1) referensi, (2) substitusi, (3) elipsi, (4) konjungsi, meliputi sebab-akibat, akibat-sebab, syarat-hasil, dan (5) hubungan argumentatif. Sedangkan ideologi penulis yang muncul dalam kumpulan cerpen tersebut antara lain (1) penolakan tradisi yang tidak baik, (2) kritikan terhadap moral masyarakat (3) dan pengagungan keindahan makna ayat Al-quran melalui karya seni lukis. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa dalam sebuah karya sastra sebagai media sangat erat kaitannya dengan ideologi pengarang tersebut. Konteks sosial budaya yang melingkupi pengarang dapat memengaruhi ideologi pengarang pada saat menulis karyanya.Kata Kunci: pola kohesi, bahasa, sastra & ideologi, cerpenThis article discusses the pattern of cohesion in the collection of short stories called "Lukisan Kaligrafi" by A. Mustofa Bisri. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is the short story text by A. Mustofa Bisri published by Kompas Magazine in 2017 with the title "Lukisan Kaligrafi". Data collection techniques used reading and note-taking techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are 10 (ten) cohesion markers which include, lexical cohesion markers such as, (1) repetition, with equivalence repetition types, mesodiplosis, epiphora, and epizeukis, (2) antonyms, (3) synonyms, (4) hyponymy and (5) collocation. Furthermore, for grammatical cohesion markers, namely (1) reference, (2) substitution, (3) ellipsis, (4) conjunction, including cause-effect, cause-effect, result-condition, and (5) argumentative relationship. While the ideologies of the writers that appear in the collection of short stories include (1) rejection of bad traditions, (2) criticism of public morals (3) and glorifying the beauty of the meaning of the Qur'anic verses through paintings. Based on the findings above, it can be concluded that the existence of language in a literary work as a medium is closely related to the ideology of the author. The socio-cultural context that surrounds the author can influence the ideology of the author when writing his work. Keyword: cohesion pattern, language, literature, & ideology, short stor

    Pengaruh Tingkat Pemahaman Agama Terhadap Perilaku Bisnis Pedagang Pasar Minggu Telaga Kabupaten Gorontalo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat pemahaman agama terhadap prilaku dagang/bisnis pedangang. Penelitian in berlangsung selamatiga bulan (Agustus-November 2013), lokasi penelitian ini adalah Pasar Minggu Telaga Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisa data dilakukan dengan pendekatan statistik regresi berganda dengan bantuan program SPSS 17.0, sedangkan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yanga diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan kuesioner (angket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman agama yang terdiri dari Iman, Islam dan Ihsan pedagang pasar minggu Telaga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil analisis uji parsial tentang tingkat pemahaman agama tentang Iman dan Ihsan berpengaruh signifikan terhadap prilaku dagang/bisnis pedagang Pasar Minggu Telaga Kabupaten Gorontalo dan tingkat pemahaman agama tentang Islam tidak berpengaruh signifikan terhadap prilaku bisnis pedagang Pasar Minggu Telaga. Sedangkan tingkat pemahaman agama secara bersama-sama yang terdiri dari iman, Islam dan ihsan berpengaruh signifikan terhadap prilaku dagang/bisnis pedagang Pasar Minggu Telaga Kabupten Gorontalo

    Poligami dalam al-Qur’an : analisis penafsiran KH. Misbah Mustofa terhadap QS. an-Nisa ayat 3 dalam tafsir al-Iklīl fī ma’anī at-tanzīl dan tafsīr tāj al-muslimīn min kalāmi rabb al-‘alamīn

    No full text
    Poligami merupakan salah satu pembahasan yang tidak pernah berhenti untuk diperbincangkan, salah satu ulama nusantara yang produktif yaitu KH. Misbah Mustofa. Poligami yaitu pernikahan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan perempuan lebih dari satu. Poligami sudah ada dari zaman Nabi terdahulu tentunya dengan aturan-aturan pada masa itu. Hingga sekarang permasalahan poligami sudah tidak asing lagi, bahkan di Indonesia sendiri yang melakukan poligami kebanyakan dari kalangan ulama. Seperti Aceh, yang menganut hukum Islam mutlak ini juga membolehkan adanya poligami, bahkan orang tua yang putrinya akan di nikahkan akan dengan senang hati meskipun menjadi istri kedua atau ketiga. Penulis pada penelitian kali ini menggunakan metode Maudhu’i (tematik) dengan fokus pada QS. an-Nisa’ ayat 3 dan menggunakan kitab tafsir karya KH. Misbah Mustofa yaitu Tafsir al-Iklīl Fī Ma’anī at-Tanzīl dan Tafsīr Tāj al-Muslimīn Min Kalāmi Rabb al-‘Alamīn. Penulis menggunakan kedua tafsir ini karena beberapa sumber mengatakan bahwa penjelasan di dalam kitab Tafsir al-Iklīl Fī Ma’anī at-Tanzīl telah dihapuskan oleh pihak penerbit yaitu penerbit al-Ihsan dari Surabaya, sehingga untuk melengkapi penjelasan yang telah dihapus tersebut penulis mengambil kitab yang satunya yaitu kitab Tafsīr Tāj al-Muslimīn Min Kalāmi Rabb al-‘Alamīn. Serta meneliti tentang metode penafsiran yang digunakan oleh KH. Misbah Mustofa dalam menafsirkan QS. An-Nisa ayat 3 tentang poligami. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi yaitu dari buku dan kitab karya Misbah Mustofa, skripsi-skripsi terkait, jurnal terkait untuk melengkapi. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif-analitik dimana sumber utamanya yaitu kitab Tafsir al-Iklīl Fī Ma’anī at-Tanzīl dan Tafsīr Tāj al-Muslimīn Min Kalāmi Rabb al-‘Alamīn karya KH. Misbah Mustofa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) KH. Misbah Mustofa membolehkan adanya poligami, karena suatu bentuk keadilan untuk laki-laki atas perempuan. Menurutnya, perempuan telah mengurangi hak dari laki-laki dengan adanya menstruasi yang menyebabkan laki-laki tidak mendapatkan haknya. (2) KH. Misbah Mustofa dalam menafsirkan QS. An-Nisa : 3 tentang poligami ini menggunakan metode penafsiran tahlili yaitu dengan menguraikan kosa kata QS. an-Nisa ayat 3, kemudian memberikan sebab turunnya ayat, dan ditambah dengan pemikiran dari KH. Misbah Mustofa sendiri karena tafsir ini tergolong tafsir bil Ra’yi, namun tidak dicantumkannya keterkaitan antar ayat walaupun dalam QS. an-Nisa ayat 3 ini terdapat pembahasan tentang anak yatim

    STRATEGI DAKWAH K.H. MUHAMMAD FAHIM RIDLO IHSAN DI PONDOK PESANTREN ABUL FAIDL BAKALAN WONODADI BLITAR

    No full text
    Nizar Ahmad Baihaqi, 126304212090, (2025). "Strategi Dakwah K.H. Muhammad Fahim Ridlo Ihsan di Pondok Pesantren Abul Faidl Bakalan Wonodadi Blitar". Skripsi, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pengawas: Clara Sinta Pratiwi M.Sos. Kata kunci: Strategi Dakwah, Pondok Pesantren, Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran K.H. Muhammad Fahim Ridlo Ihsan dalam melestarikan tradisi dakwah pesantren melalui pengajian malam Senin dengan kajian kitab Al-Ibriz di Pondok Pesantren Abul Faidl Bakalan Wonodadi Blitar. Al-Ibriz karya K.H. Bisri Mustofa merupakan kitab syarah hadis berbahasa Jawa yang sarat nilai sufistik dan kultural, dan menjadi media utama dakwah yang digunakan oleh K.H. Fahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dakwah yang diterapkan serta tantangan dan hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Fahim menerapkan strategi sentimental, rasional, dan indrawi melalui penggunaan bahasa yang komunikatif, penyampaian kisah dalam Al-Ibriz, dan kedekatan emosional dengan jamaah. Pengajian dikemas secara terbuka dan inklusif, menjangkau berbagai usia dan latar belakang sosial. Tantangan yang dihadapi meliputi keberagaman karakter mad’u, pengaruh media dan budaya modern, keterbatasan waktu jamaah, serta faktor teknis seperti cuaca. Kesimpulannya, dakwah K.H. Fahim melalui Al-Ibriz menjadi model dakwah pesantren yang komunikatif, adaptif, dan tetap berakar pada tradisi
    corecore