2,387 research outputs found

    PERAN POLITIK IDHAM CHALID DALAM NAHDLATUL ULAMA TAHUN 1956-1984

    Full text link
    Pada masa kepemimpinan Idham Chalid menjadi Ketua Umum PBNU antaratahun 1956-1984 di Nahdlatul Ulama (NU), keputusan-keputusan politik beliaumembawa pengaruh bagi perkembangan NU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:biografi Idham Chalid, perkembangan Nahdlatul Ulama sebagai partai politik, dan IdhamChalid sebagai Ketua Umum Nahdlatul Ulama antara tahun 1956-1984. Metode yangdigunanakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah kritis yang terdiri dari empattahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interprestasi, dan historiografi. Hasil dari penelitianini menunjukkan bahwa Idham Idham berhadapan secara vis-a-vis dengan pemerintahpusat, baik Orde Lama dan Orde Baru. Sikap yang berbeda ditunjukkan NU untukmenghadapi dua orde tersebut. Semasa Orde Lama, Idham Chalid sebagai Ketua UmumPBNU menerima tema politik Demokrasi Terpimpin. Sedangkan untuk Orde Baru,menjelang pemilu 1971, Idham Chalid memberikan instruksi-instruksi untukmemenangkan pemilu tersebut. Serta Idham Chalid menjadi tokoh utama pembentukanPartai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai akibat fusi dari partai-partai Islam untukmenghadapi dominasi pemerintah Orde Baru. Semasa kepemimpinan Idham Chalidsebagai Ketua Umum PBNU berhasil mempertahankan NU dari serangan-serangan darilawan politiknya

    Laluan berliku Ahmad Idham

    Full text link
    Perubahan itu perlu supaya seseorang individu tidak berada di takuk lama. Demikianlah prinsip yang dipegang oleh pengarah terkenal Ahmad Idham Ahmad Nadzri sewaktu mula bertapak di bidang pengarahan

    Idham buka akademi

    Full text link
    Suatu ketika dulu, karya­wan seni ini pernah melahirkan hasrat menu­buhkan akademi filem. Sebagai anak seni yang bermula dari bawah iaitu menjadi pelakon sebelum duduk di kerusi pengarah, Ahmad Idham Ahmad Nadzri cukup komited dan serius apabila berbicara mengenai bidang perfileman

    Pemikiran Idham Chalid tentang demokrasi terpimpin di Indonesia

    Full text link
    Demokrasi terpimpin adalah merupakan suatu sistem pemeritahan yang keputusan dan kebijakannya dijalankan dengan berpusat pada kekuasaan yang berada pada satu orang (pemimpin negara). Demokrasi ini sering disebut dengan demokrasi ala Soekarno atau demokrasi yang terpusat. Dalam demokrasi terpimpim rakyat dicegah untuk memiliki dampak / pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan yang dijalankan oleh negara. Demokrasi terpimpin muncul dan di jadikan sistem pemerintahan di Indonesia dimana pada saat itu kondisi politik yang sangat gaduh. Idham Chalid yang selaku ketua partai sekaligus tokoh ulama pada masa itu merumuskan dan mengkaji tentang sistem demokrasi terpimpin. Idham menjelaskan bagaimana demokrasi terpimpin adalah sistem yang ada di dalam Islam yaitu dengan menyamakannya dengan syura’ yang terpimpin. Mulanya Idham menggambarkan demokrasi dengan syura’ di dalam Islam dengn mengambil rujukan-rujan serta sumber utama yaitu Al-Qur’an dan Hadist.Adapun permasalah yang dibahas adalah bagaimana pemikiran Idham Chalid tentang demokrasi terpimpin yang di anggapnya sejalan dengan syura’ di dalam Islam dan bagaimana pemikiran Idham Chalid dalam pandangan fiqih siyasah. Skripsi ini merupakan jenis penilitian kepustakaan (library research) sumber data penelitian ini terdiri dari data primer yaitu buku Idham Chalid yang di sampaikan pada kuliah luar biasa di PTI NU yang berjudul Islam dan Demokrasi Terpimpin serta data sekunder yaitu hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran Idham serta demokrasi terpimpin. Adapun analisis yang diguanakan penulis dalam penelitian ini adalah metode analisis historis. Dalam analisis ini hasilnya adalah yang pertama, bahwasannya berdasarkan data-data yang ada Idham merumuskan demokrasi terpimpin dengan syura’ di dalam Islam dengan dasar Al-Quran yaitu surat QS.asy-Syura ayat 38 dan QS.Ali Imran ayat 159. Serta hadist-hadist tentang syura’ dan riwayat para sahabat nabi yaitu kisah khalifah Abu Bakar dan khalifah Ali bin Abi Thalid. Kedua dalam analisis ini Idham melakukan sikap eklektik dengan mencari sisi dari syura dan menyamakan syura dengan demokrasi. Idham berfikir moderat Kemudian menyepadankan demokrasi terpimpin dengan syura’ yang terpimpin, dalam arti lain Idham mengukur baik demokrasi maupun demokrasi terpimpin dari kesamaanya dengan syura’

    Pemikiran Politik KH. Idham Chalid

    Full text link
    Rudi Salam. 2012. Pemikiran Politik KH. Idham Chalid. Skripsi, Jurusan Siyasah Jinayah, Fakultas Syari'ah. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Mashunah Hanafi, MA, Pembimbing (II). Drs. Ahmad Nor, SE Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya pemikiran KH. Idham Chalid yang merupakan ide pemikiran beliau yang brilian dalam dunia politik sehingga menjadi rujukan bagi politisi-politisi di Indonesia. Kepiawaiannya dalam berpolitik sehingga menjadikannya sukses dalam karier politiknya. Untuk itu pemikiran politiknya menarik untuk diteliti. Masalah yang diteliti adalah bagaimana pemikiran politik KH. Idham Chalid dan apa yang mempengaruhinya Penelitian yang penulis laksanakan adalah penelitian kepustakaan (library researeh) yaitu; dengan penggalian data penulis mempelajari dan menelaah sejumlah literature yang membahas mengenai permaslahan yang bekaitan dengan ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik studi leteratur. Teknik pengolahan data adalah editing, yaitu upaya pengarahan data yang dilakukan untuk menentukan apakah data yang diperoleh tersebut sesuai dengan pembahasan yang menjadi permasalahan dalam penelitian atau tidak. Kemudian diuraikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui Pemikiran politik KH. Idham Khalid adalah pemikiran yang bercorak demokratis nasionalis dan agamis. Pemikirannya tidak otoriter, tetapi didasari kajian dan telaah atas dasar musyawarah. Dalam berpolitik beliau mengandalkan pendekatan musyawarah, dialog, loby dan starategi pengembangan isu yang hangat, merangkul tidak memukul, sehingga karyanya dan pemikirannya dapat menghantarkan beliau menjadi Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR/MPR, dan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama. Juga pernah memimpin pada tiga parpol berbeda yaitu Masyumi, NU dan PPP. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran politik KH. Idham Khalid ada beberapa hal yaitu faktor pendidikan, pengalaman jabatan, keluarga dan lingkungan sangat mewarnai ide-ide pemikiran politik beliau, sehingga beliau diakui sebagai politisi air yang mengalir tetapi dahsyat

    Demokrasi terpimpin menurut KH. Idham Chalid dalam perspektif fiqh siyasah

    Full text link
    Skripsi ini merupakan hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab dua pertanyaan: pertama, bagaimanakah latar belakang pandangan Idham Chalid tentang demokrasi terpimpin? Kedua, bagaimanakah analisis fiqh siyasah terhadap demokrasi terpimpin menurut pandangan Idham Chalid? Data penelitian diperoleh dan dihimpun melalui pembacaan teks dan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitis kemudian kesimpulannya diambil melalui pola pikir induktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa atas dasar amar ma'ruf nahi munkar Idham bersedia menerima demokrasi terpimpin. Sikap menerima atas dasar amar ma'ruf nahi munkar ini yang membuatnya berpendapat bahwa Islam dan syura nya sesuai dengan demokrasi terpimpin. Dalam konteks fiqh siyasah demokrasi terpimpin menurut Idham Chalid dapat bersesuaian dengan nilai-nilai Islam. asalkan mekanisme demokrasi dijalankan melalui jalan al syura (musyawarah) serta dibarengi dengan pengawasan oleh rakyat

    Ahmad Idham ingin buka akademi filem

    Full text link
    SEJAK ditubuhkan pada 2001, syarikat produksi excellent Pictures Sdn Bhd yang diterajui penerbit, pengarah dan pelakon Ahmad Idham Ahmad Nadzri telah meraih kejayaan yang cukup membanggakan

    Biografi dan pemikiran Dr. KH. Idham Chalid dalam bidang politik Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1971

    Full text link
    Idham Chalid merupakan sosok yang tidak asing. Ia adalah seorang pemimpin besar, narator ulung, sekaligus ulama yang kharismatik. Idham merupakan salah satu tokoh penting di NU terlebih Idham menjadi Ketua Tanfidziyah terlama yaitu selama 28 tahun dari tahun 1956 sampai 1984. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Biografi dan Karya Idham Chalid serta untuk mengetahui pemikirannya dalam Bidang Politik Nahdhatul Ulama. Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yaitu model penelitian yang mempelajari peristiwa atau kejadian di masa lampau berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkan. Dengan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu heuristik (pengumpulan sumber-sumber primer dan sekunder), kritik (intern dan ekstern), interpretasi (menafsirkan sumber-sumber sejarah), dan historiografi (penulisan sejarah). Berdasarkan hasil penelitian, Idham Chalid adalah Ulama yang lahir di Setui Kalimantan Selatan 27 Agustus 1922. Idham memiliki karya yang merepresantasikan pemikirannya seperti tulisan berjudul Haluan Politik; Bertamasya ke Cakrawala; Parlemen, Organisasi dan Tjaranya Bekerdja; Islam dan Demokrasi Terpimpin; dan Mendajung dalam Taufan. Idham pun mendapat banyak penghargaan seperti Bintang Gerilya; Bintang Mahaputera; Bintang Vendera; Bintang R.P.A el-Gumhuriyah; dan masih banyak lagi. Setidaknya ada tiga pokok pemikiran yang menjadi kerangka dalam tulisan ini. Yang pertama, Menjadikan organisasi sebagai wadah untuk berdakwah. Yang kedua, pandangannya tentang Demokrasi Terpimpin. Hakikat demokrasi adalah menghargai pendapat golongan minoritas; Kebebasan rakyat menyatakan pendapat atau kemauan penguasa bermusyawarah merupakan ukuran demokrasi dalam suatu negara; Musyawarah adalah ukuran minimal dari demokrasi. Yang ketiga, Siasat menghadapi Orde Baru. Idham Chalid memang memiliki hubungan yang dekat dengan Orde Lama, meski demikian Idham tetap dianggap memiliki peran penting oleh pemerintahan Orde Baru hinggga Idham menjabat dua kali dalam kabinet

    IDHAM CHALID DAN PERANNYA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN 1959-1966 M

    Full text link
    Idham Chalid adalah seorang tokoh politik NU (Nahdlatul Ulama) yang berkiprah sejak pra-kemerdekaan sampai pada masa Soeharto. Perannya dalam politik nasional sangatlah besar karena ia adalah tokoh politik Islam lintas generasi. Keterlibatannya dalam dunia politik dimulai dari tingkat lokal sampai dengan nasional. Ada sebuah fase dalam politik Indonesia yang disebut sebagai Demokrasi Terpimpin sekaligus fase dimana Idham Chalid menjadi salah satu tokoh Islam yang disegani pasca munculnya perdebatan mengenai demokrasi tersebut kepermukaan. Oleh karena itu peneliti merumuskan beberapa pertanyan, yaitu: siapa Idham Chalid? Bagaimana perjalanan politik Idham Chalid? Apa peranan Idham Chalid pada masa Demokrasi Terpimpin? Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi politik dan teori peranan politik. Pendekatan sosiologi politik digunakan sebagai alat untuk melihat proses persinggungan masyarakat baik individu maupun kelompok dengan politik. Adapun teori peranan politik digunakan sebagai pisau analisis terhadap perananan dan partisipasi Idham Chalid dalam Demokrasi Terpimpin. Metode yang digunakan dalam hal ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pasca munculnya perdebatan mengenai sistem demokrasi parlementer yang dianggap mengganggu atas stabilitas negara, mucullah gagasan Demokrasi Terpimpin yang membuat tokoh politik Islam terbelah ada yang mendukung dan ada pula yang menolak gagasan ini. Sosok Idham Chalid merupakan salah satu tokoh politik NU (Nahdlatul Ulama) yang mendukung gagasan ini. Idham Chalid mendukung gagasan ini sebagai bentuk pengejewantahan nilai-nilai Islam tradisonal yang dianutnya sekaligus sebagai langkah praktis untuk menyelamatkan partai NU juga kepentingan politik Islam secara luas. Pada masa Demokrasi Terpimpin yang dimulai pada tahun 1959, Idham Chalid terlibat secara aktif dan keterlibatannya dalam Demokrasi Terpimpin menjadi wakil umat Islam untuk memperjuangkan kepentingan politiknya sekaligus sebagai penyeimbang bagi kekuatan politik lain seperti ABRI maupun Komunis

    APLIKASI PENJUALAN BERBASIS WEB PADA PETERNAKAN IDHAM BF MURAI PEKANBARU

    Full text link
    Peternakan merupakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangbiakan hewan, hasil ternak dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk memperoleh keuntungan. Idham BF Murai Pekanbaru merupakan salah satu peternakan Burung Murai yang berada di Kota Pekanbaru. Idham Murai BF Pekanbaru biasa menjual indukan burung kurang lebih sebanyak 8-10 ekor dan anakan burung bisa mencapai 20 sampai 30 ekor setiap bulannya. Permasalahan yang dialami antaranya: sistem penjualan masih manual, kesulitan dalam menghitung keuntungan maupun kerugian dan informasi stok masih belum terkomputerisasi. Permasalahan yang ada pada Idham BF Murai Pekanbaru dapat diselesaikan melalui aplikasi penjualan/e-commerce. Aplikasi dikembangkan menggunakan Unified Modeling Language (UML). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan framework Laravel. Sedangkan pengujian sistem menggunakan metode BlackBox dengan hasil sistem dapat berjalan dengan sangat baik dan User Acceptance Test (UAT) dengan hasil penerimaan user sebsar 78,1%. Kata Kunci: BlackBox, E-commerce, Laravel, PHP, User Acceptance Tes
    corecore