437 research outputs found
Wulandari, Sri OPTIMALISASI DESAIN GROOVE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BUSHING PADA RODA BOGIE BERBASIS SIMULASI CFD
Optimization is a process of maximizing an object to find the best results from a set of alternative solutions that exist, so as to increase its effectiveness, such as profits, minimize process time and so on. This thesis aims to conduct CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation analysis on bushings with different grooves in an effort to improve lubrication efficiency. This research uses CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation analysis on bushings with different grooves in an effort to improve lubrication efficiency. This research uses CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation where a method is used to model, analyze, and related phenomena in the system using a numerical approach. The addition of grooves or grooves on the bushing surface can affect the flow of lubricant around it. Through CFD simulation, the author will compare the performance of various groove designs to identify models that provide better lubrication. The results of this research are expected to provide valuable insights in the development of more lubrication-efficient bushings.Optimalisasi adalah suatu proses memaksimalkan suatu objek guna menemukan hasil terbaik dari sekumpulan alternatif solusi yang ada, sehingga dapat meningkatkan efektifitasnya, seperti keuntungan, meminimalisir waktu proses dan sebagainya. Skripsi ini bertujuan untuk melakukan analisis simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) pada bushing dengan groove yang berbeda-beda dalam upaya meningkatkan efisiensi pelumasan. Penelitian ini menggunakan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) dimana suatu metode yang digunakan untuk memodelkan, menganalisis, dan fenomena terkait di dalam sistem menggunakan pendekatan numerik. Penambahan groove atau alur pada permukaan bushing dapat mempengaruhi aliran pelumas di sekitarnya. Melalui simulasi CFD, penulis akan membandingkan performa berbagai desain groove untuk mengidentifikasi model yang memberikan pelumasan yang lebih baik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga dalam pengembangan bushing yang lebih efisien secara pelumasan
Analisis Profil Protein Tulang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Sebelum dan Sesudah Dimasak Menggunakan Metode SDS-PAGE
Ikan nila merupakan ikan yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat, mudah
dibudidayakan, mudah didapat dan mudah dikonsumsi karena tidak terdapat duriduri halus. Permintaan konsumsi dan jumlah produksi ikan nila di Indonesia yang
terus meningkat, berakibat pada banyaknya jumlah limbah yang dihasilkan. Salah
satu limbah yang berpotensi memiliki manfaat dalam bidang kedokteran gigi
adalah tulang ikan, akan tetapi penelitian ilmiah terhadap protein tulang ikan
belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein
yang terdapat pada tulang ikan nila sebelum dan sesudah dimasak.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik. Tulang ikan
nila dibagi menjadi 2 bagian yaitu tulang ikan nila sebelum dimasak dan sesudah
dimasak. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu proses pembuatan ekstrak
tulang ikan nila sebelum dan sesudah dimasak. Kemudian dilanjutkan dengan
melakukan elektroforesis menggunakan SDS-PAGE dengan arus listrik 50-95 V.
Proses ini dihentikan setelah warna biru mencapai dasar gel kurang lebih tiga
sampai 5 jam. Protein yang terpisah diwarnai dengan Coomassie Briliant Blue
dan dilakukan pencucian dengan aquades sampai pita protein terlihat dengan
jelas. Analisis profil protein menggunakan metode SDS-PAGE (Sodium Dedosil
Sulfat Poly Acrylamide Gel) dengan parameter profil protein berupa berat
molekul, jumlah fraksi protein dan intensitas fraksi protein.
Hasil dari penelitian ini adalah profil protein hasil SDS-PAGE yang
teridentifikasi pada tulang ikan nila sebelum dimasak terdapat 10 fraksi protein,
yaitu 183 kDa, 121 kDa, 83 kDa, 46 kDa, 44 kDa, 40 kDa, 38 kDa, 30 kDa, 21
kDa dan 8 kDa, sedangkan pada tulang ikan nila sesudah dimasak didapatkan 8
fraksi protein, yaitu 183 kDa, 121 kDa, 83 kDa, 46 kDa, 38 kDa, 21 kDa, dan 8
kDa. Tulang ikan nila sesudah dimasak mempunyai pita protein lebih banyak berada di bawah dengan berat molekul lebih kecil sedangkan pada tulang ikan nila
sebelum dimasak pita protein terlihat di bagian atas dengan berat molekul lebih
besar. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemanasan menyebabkan terjadinya
kerusakan ikatan sekunder dan tersier protein akibat terpecahnya ikatan hidrogen,
interaksi hidrofobik atau ikatan disulfida yang disebut denaturasi protein. Setiap
fraksi protein memiliki besar intensitas fraksi yang berbeda-beda dan berbanding
lurus dengan kadar protein. Fraksi protein terbesar pada tulang ikan nila sebelum
dimasak sebesar 6598 pixel pada BM 121 kDa dan fraksi protein pada tulang ikan
nila sesudah dimasak terbesar adalah sebesar 4118 pixel pada BM 38 kDa
Analisis Profil Protein Tulang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Sebelum dan Sesudah Dimasak Menggunakan Metode SDS-PAGE
Ikan nila merupakan ikan yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat, mudah
dibudidayakan, mudah didapat dan mudah dikonsumsi karena tidak terdapat duri-
duri halus. Permintaan konsumsi dan jumlah produksi ikan nila di Indonesia yang
terus meningkat, berakibat pada banyaknya jumlah limbah yang dihasilkan. Salah
satu limbah yang berpotensi memiliki manfaat dalam bidang kedokteran gigi
adalah tulang ikan, akan tetapi penelitian ilmiah terhadap protein tulang ikan
belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein
yang terdapat pada tulang ikan nila sebelum dan sesudah dimasak
Pengaruh Pasta Tulang Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) sebagai Bahan Direct Pulp Capping Terhadap Ekspresi TNF-α pada Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Trauma mekanis dapat menyebabkan inflamasi pulpa. Inflamasi pulpa ditandai
dengan adanya akumulasi sel-sel inflamasi yang melepaskan mediator inflamasi
(sitokin), seperti tumor necrosis factor-α (TNF-α). TNF-α pada kadar berlebihan
merupakan tanggapan terhadap tingginya pertumbuhan mikroorganisme dan dapat
menyebabkan kerusakan jaringan yang sangat berat dan fatal. Pulp capping adalah
salah satu jenis perawatan pada inflamasi pulpa untuk mempertahankan vitalitas gigi.
Bahan yang sering digunakan dalam perawatan pulp capping adalah kalsium
hidroksida dan mineral trioxide aggregate (MTA). Akan tetapi, penggunaan bahanh
tersebut memiliki potensi menimbulkan efek samping karena memiliki kandungan
berbagai bahan aktif atau agen kimiawi. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan alternatif
yang berasal dari bahan alami dan dapat meminimalisir efek samping. Salah satu bahan
alternatif yang dapat digunakan adalah tulang ikan gurami. Kandungan tulang ikan
gurami yaitu, omega 3, omega 6, dan flavonoid, asam amino, dan kolagen sebagai
antiinflamasi dan antibakteri, sehingga dapat menurunkan ekspresi sitokin proinflamasi
diantaranya adalah TNF-α. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh penggunaan pasta tulang ikan gurami (Osphronemus gouramy)
sebagai bahan direct pulp capping terhadap ekspresi TNF-α.
Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Jumlah sampel sebanyak 32
ekor tikus wistar jantan dengan berat 150-200 gr yang dibagi secara acak menjadi 4
kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 8 ekor. Kelompok pulpa
normal (K1), gigi molar tikus tidak dilakukan perforasi dan perlakuan. Kelompok
kontrol negatif (K2) gigi dipreparasi dengan bur bulat pada permukaan oklusal molar
viii
kiri sampai perforasi pulpa ditumpat dengan tumpatan sementara tanpa diberi bahan
apapun. Kelompok kontrol positif (K3), gigi molar tikus diperforasi lalu diberi kalsium
hidroksida kemudian ditumpat sementara. Kelompok perlakuan (K4) gigi molar tikus
diperforasi lalu diberi pasta tulang ikan gurami kemudian ditumpat sementara. Empat
ekor tikus dari masing-masing kelompok didekapitasi pada hari ke-4 dan ke-7 untuk
mendapatkan sampel jaringan. Kemudian dilakukan pengamatan ekspresi TNF-α pada
sel leukosit (makrofag, neutrofil dan limfosit) menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 1000X.
Hasil perhitungan didapatkan ekspresi TNF-α pada leukosit tertinggi pada
kelompok K2 hari dekapitasi ke-4 (13,08 ± 1,44) dan terendah pada kelompok K1 hari
dekapitasi ke-7 (1,83 ± 0,19). Data yang didapat kemudian dianalisis dengan uji
parametrik One Way Anova, selanjutnya dilakukan uji LSD. Hasil uji LSD
menunjukkan perbedaan yang signifikan antara setiap kelompok. Tulang ikan gurami
mengandung asam amino, Omega-3, Omega-6, flavonoid dan kolagen. Senyawa
tersebut bekerja dengan menghambat cyclo-oxygenase (COX) sehingga dapat
menurunkan PGE-2. Turunnya PGE-2 menyebabkan proses transkipsi NF-κB
menurun, sehingga dapat terjadi penurunan sitokin proinflamasi TNF-α. Selain itu,
flavonoid juga dapat berperan sebagai antibakteri karena mampu menghambat proses
sintesis DNA bakteri yang menyebabkan kematian sel bakteri. Tulang ikan juga
mengandung kolagen yang dapat mempercepat proses pengendapan garam mineral dan
akhirnya akan terbentuk lapisan odontoblas-like cell yang berperan sebagai sel
pembentuk dentin reparatif. Pasta tulang ikan gurami menurunkan ekspresi TNF-α
lebih kuat dibandingkan dengan pasta kalsium hidroksida dan tanpa pemberian bahan
pulp capping. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pasta tulang ikan gurami pengaruh
dalam menurunkan ekspresi TNF-α pulpa gigi tikus wistar. Oleh karena itu, dengan
penelitian lebih lanjut nantinya diharapkan pasta tulang ikan gurami dapat digunakan
sebagai alternatif bahan direct pulp capping
LITERATUR REVIEW: PENGARUH TINDAKAN MOBILISASI PROGRESIF TERHADAP STATUS HEMODINAMIK DAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUANG ICU
Wulandari, 2021. Literatur Review: Pengaruh Tindakan Mobilisasi Progresif Terhadap Status Hemodinamik dan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke di Ruang ICU (Author I Mardiyono,BSN,MNS,PhD dan Co-Author II Sumarno, S.Kep, Ns, M.Kep) ABSTRAKLatar Belakang : Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian nomor lima dengan 795.000 kasus per tahun. Persentase pasien stroke yang perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU) pun meningkat. Pasien yang dirawat di ICU pada umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Tirah baring lama tanpa ada mobilisasi dapat menyebabkan menurunnya sirkulasi darah dan menurunnya kekuatan otot, untuk mengatasi hal tersebut American Association of Critical Care Nurses (AACN) memperkenalkan intervensi mobilisasi progresif yang terdiri dari beberapa tahapan. Tujuan : Menganalisa pengaruh tindakan mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik dan peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke di ruang ICUMetode : Metode yang digunakan adalah Literatur Review. Pencarian artikel dilakukan secara komprehensif menggunakan database jurnal seperti PubMed, Elsevier, Google Scholar, dan Proquest dengan kriteria inklusi jurnal terpublikasi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2015-2021), dengan desain Quasi eksperimen, eksperimen, randomized controlled trial, pra experimental, clinical trial, jurnal yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, terpublikasi dalam bentuk teks lengkap. Kemudian ditinjau sebelum dimasukan kedalam ulasan sesuai dengan subjek penelitian didapatkan 12 jurnal. Hasil : Tindakan mobilisasi progresif yang dilakukan 30 menit selama 5-7 hari berpengaruh terhadap status hemodinamik dan peningkatan kekuatan otot pada pasien strokeSimpulan : Mobilisasi progresif berpengaruh terhadap status hemodinamik dan kekuatan otot pada pasien stroke di ruang ICU Hal ini dapat dijadikan sumber informasi serta sumber pengetahuan selama proses pemulihan bagi pasien stroke. Kata Kunci : Mobilisasi progresif, stroke, kekuatan otot, hemodinamik,status fungsional,ICU. hemodynamic state, progressive mobilization, status functional, ROM (Range Of Motion), Muscular Systems, IC
Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Terhadap Klausula Penyelesaian Sengketa Pada Kontrak Kerja Konstruksi di Indonesia (Studi Kasus PT. Hutama Karya (Persero))
ABSTRACT Embun Nurani Wulandari. E0014128. IMPLEMENTATION OF THE ENACTMENT LAW NUMBER 2 OF 2017 ON CONSTRUCTIONS SERVICE TOWARDS DISPUTE RESOLUTION CLAUSE IN THE CONSTRUCTION WORK CONTRACT IN INDONESIA (STUDY ON PT. HUTAMA KARYA (Persero)). Legal Writing. Faculty of Law Universitas Sebelas Maret Surakarta. The purpose of this study to know the enacment Law Number 2 of 2017 about Construction Services towards dispute resolution clause in the construction work contract in Indonesia that the author did a research at PT. Hutama Karya. The research method used is empirical (sociological/non doctrinal) law research with descriptive research and object of research in PT. Hutama Karya with the interview against the effectiveness of the law and the qualitative analysis approach. The results of the reserach showed that PT. Hutama Karya. yet understand the difference a disagreement and disputes so that still used the contract administration procedures have not been updated to the guidelines in the making of the contract. In addition, the dispute settlement clause which is done through the courts and still not through deliberations in advance whereas enacment Law Number 2 of 2017 about Construction Services have been set regarding dispute resolution has not been enact again through the courts. So this is the underlying implications from the enactment Law Number 2 of 2017 about construction services in Indonesia (study on PT Hutama Karya). Finally, the author gives suggestion related to the implications of the existence of stakeholders i.e. PT. Hutama Karya, Government, trade and construction services. Keywords: Construction Service, Dispute Resolution, Construction Work Contract
Pembelajaran Keterampilan Berbicara Menggunakan Media Kartu Kata di SDN Slorok 01 Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
ABSTRACT Wulandari, Triana. 2016. Pembelajaran Keterampilan Berbicara Menggunakan Media Kartu Kata di SDN Slorok 01 Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Abdul Syukur Ghazali, M.Pd (II) Dra. Ida Lestari, M.Si.Kata Kunci: keterampilan berbicara, kartu kata, proses pembelajaran, bercerita.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penguasaan keterampilan berbicara siswa kelas III SDN Slorok 01. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran berbicara menggunakan media kartu kata pada SDN Slorok 01 Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.Penelitian ini bertujuan untuk melihat perencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran siswa kelas III ketika menggunakan kartu kata pada materi berbicara di SD Negeri Slorok 01. Pembelajaran berbicara menggunakan kartu kata adalah penggunaan media kartu kata sebagai alat bantu untuk siswa untuk mengarang sebuah cerita. Kartu kata berperan sebagai penentu tema dan pedoman bagi siswa untuk menceritakan peristiwa-peritiwa yang ada dalam gambar yang terdapat pada kartu kata serta mengandung unsur permainan dan penguatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang datanya bersifat deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika menggunakan media kartu kata siswa lebih terlihat lebih aktif dalam pembelajaran dan mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari ketertarikan siswa terhadap pembelajaran dan nilai dari pembelajaran yaitu persentase banyaknya siswa yang mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan KKM lebih dari 75%. Hasil tes akhir yaitu 90% siswa mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan KKM. Hasil belajar siswa kelas III pada pembelajaran keterampilan berbicara di SD Negeri Slorok 01 adalah sebagai berikut: (1) siswa dapat memahami kosakata baru yang dianggap sulit, (2) pembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademik siswa dan pendampingan yang tepat selama proses pembuatan cerita (3) pelaksanaan tahap performansi yang dilaksanakan bergiliran oleh siswa
Usaha Guru Seni Rupa dalam Memanfaatkan Lingkungan Pada Pembelajaran Seni Budaya; Studi Kasus Pada SMP Negeri 1, 10, dan 13 Kota Malang
ABSTRAK Wulandari, Sri. 2014. Usaha Guru Seni Rupa dalam Memanfaatkan Lingkungan Pada Pembelajaran Seni Budaya; Studi Kasus Pada SMP Negeri 1, 10, dan 13 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Ida Siti Herawati, M.Pd (2) Drs. AAG Rai Arimbawa, M.Sn Kata Kunci : Usaha Guru, Memanfaatkan, Lingkungan, dan Seni Rupa. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses kegiatan pembelajaran memiliki posisi penting dan sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Gurulah yang akan menentukan kedalaman dan keluasan pembelajaran. Penelitian ini memfokuskan pada usaha guru dalam memanfaatkan lingkungan pada pembelajaran Seni Rupa. Lingkungan sangat penting dalam pembelajaran Seni Budaya karena dapat menunjang proses belajar mengajar. Keberadaan lingkungan di sekitar SMP Negeri 1, SMP Negeri 10, dan SMP Negeri 13 Malang seperti adanya perpustakaan, museum, pasar, dan gelanggang olahraga dapat dijadikan acuan dalam mengimplementasi pembelajaran Seni Rupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud usaha guru memanfaatkan lingkungan pada pembelajaran Seni Budaya tingkat SMP Negeri Kota Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1, SMP Negeri 10, dan SMP Negeri 13 Malang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi terhadap guru Seni Rupa SMP Negeri 1, SMP Negeri 10, dan SMP Negeri 13 Malang yang merupakan sasaran penelitian. Teknik analisis data yang dipakai terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam pembelajaran Seni Budaya sub bidang Seni Rupa berbasis lingkungan, terdapat beberapa cara yang dilakukan dalam merencanakan materi pembelajaran, guru guru mengkaji Silabus, mengkaji kebutuhan dan minat peserta didik, mengkaji lingkungan sekitar sekolah, dan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia. Faktor yang mempengaruhi pembelajaran yaitu adanya faktor internal yang terdiri dari latar belakang pendidikan dan pengalaman pendidikan guru. Serta faktor eksternal yang terdiri dari kondisi sarana prasarana. Dari hasil penelitian ini disarankan guru untuk memiliki kecakapan untuk meramu materi yang akan diberikan, memiliki pengetahuan yang cukup serta dapat memanfaatkan lingkungan sekitar dengan baik
Tipologi Kepribadian Berdasarkan Nilai Kebudayaan pada Tokoh-Tokoh dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini: Analisis Psikologi Sastra
Novel Tarian Bumi merupakan novel yang menggambarkan keadaan masyarakat Bali dengan berbagai problem sosial dan aturan adat yang harus dipatuhi. Dalam novel ini banyak mengandung nilai kebudayaan khususnya kebudayaan masyarakat Bali. Pengarangnva begitu ahli menampilkan tokoh-tokoh yang berperan dalam novel ini dengan beragam kepribadian, membuat penulis tertarik untuk meneliti tipe-tipe kepribadian pada tokoh- tokoh dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Untuk menemukan asil tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adala Tipologi Kepribadian berdasarkan kebudavaan vang dikemukakan oleh Eduard Spranger. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa (1)Tipe kepribadian manusia politik hanya ada pada tokoh Ida Ayu Sagrah Pidada (Nenek) di dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini, (2) Tipe kepribadian manusia ekonomi berada pada Luh Sekar, Ida Bagus Ngurah Pidada, Luh Sadri, Luh Kendran, Putu Sarma, Luh Dampar, Jean Paupiere, Luh Kerti dan Luh Kerta, Laki-laki Jerman (Suami Luh Dampar), dan Perempuan Belanda, (3) Tipe kepribadian manusia sosial berada pada Telaga, Luh Dalem, Luh Sari, Wayan Ranten, dan Bidan, (4) Tipe kepribadian manusia seni ada pada tokoh Luh Kambren, Wayan Sasmitha, dan Ida Bagus Ketu Pidada, (5) Tipe kepribadian manusia agama ada apa tokoh Ida Bagus Tugur Pidada, Luh Kenten, dan Luh Gumbreg, (6) Kemudian tipe kepribadian manusia teori tidak ditemukan pada tokoh- tokoh dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini.75 HalamanSkripsi Sarjan
Pengawasan Penarikan Biaya Karcis Parkir Yang Telah di Perforasi Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
Pemerintah daerah diberikan kebebasan dalam merancang dan
melaksanakan anggaran perencanaan belanja daerah dan juga untuk menggali
sumber – sumber keuangan daerah berdasarkan undang – undang No. 28 Tahun
2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Salah satu cara yang ditempuh
adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak
daerah, hasil perusahaan milik derah, dan hasil pengelolaan milik daerah yang
dipisahkan dari pemerintah dari penerimaan asli daerah salah satunya berasal dari
karcis parkir sendiri. Pajak parkir sendiri merupakan salah satu faktor yang
mendukung Pendapatan Asli Daerah. Perforasi sendiri bertujuan untuk mengetahui
jumlah pengambilan karcis parkir yang telah dikeluarkan oleh Badan Pendapatan
Jember guna mengontrol jumlah pendapatan hasil dari karcis parkir yang telah di
Perforasi. Karcis parkir yang telah diperforasi dikeluarkan oleh Badan Pendapatan
Jember dikenakan dengan tarif 20% sesuai dengan tarif yang dikeluarkan dan
besarnya pajak tempat penitiapan bermotor sendiri dari harga tiket karcis
perlembarnya.
Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami
pengelolaan Pendapatan Asli Daerah dari sektor parkir yaitu khususnya karcis
yang telah diperforasi yang di keluarkan oleh Badan Pendapatan Daerah Jember
apakah karcis yag dikeluarkan oleh Badan Pendapatan Daerah disalah gunakan
oleh oknum- oknum yang dilapangan atau tidak.
Tipe penelitian yang bersifat yuridis normatif (legal research), yaitu
penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau normanorma
dalam hukum positif. Pendekatan masalah penulis menggunakan
pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konsep
(conceptual approach). Bahan hukum primer merupakan sumber bahan hukum
yang bersifat autoritatif artinya mempunyai otoritas. Bahan hukum primer dalam
penyusunan skripsi ini antara lain Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
Tahun 1945, Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah, Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 3 Tahun 2011
Tentang Pajak Daerah, Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 12 Tahun
2008 Tentang Retribusi Parkir Kendaraan Kabupaten Jember. Bahan hukum
sekunder yang digunakan oleh penulis adalah buku-buku teks yang berkaitan
dengan isu hukum yang menjadi pokok permasalahan. Bahan-bahan non hukum
dapat berupa buku-buku dan jurnal-jurnal non-hukum sepanjang mempunyai
relevansi dengan topik penulisan karya ilmiah ini.
Hasil pembahasan peranan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Sektor parkir yaitu dengan mengeluarkan
Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah
dan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008 tentang Retribusi Parkir. Pemerintah
Daerah Kabupaten Jember Juga memberikan Wajib Pajak Parkir dalam
menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan tiap bulan atau tiap tahunnya.
Pengenaan tarif parkir berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2011 ayat (1)
tarif pajak parkir yang terutang sebesar 20%, sedangkan ayat (2) menjelasakan dan untuk tarif pajak parkir yang cuma – cuma sebesar 10%. Selain itu Pemerintah
Daerah mengeluarkan karcis yang telah diperforasi sebagai alat bukti bahwa
wajib pajak tersebut telah melakukan pembayaran pajak parkir. Pengaturan yang
tepat untuk penarikan biaya karcis yang telah di perforasi, wajib pajak datang ke
Badan Pendapatan Daerah membawa karcis yang akan diperforasi dan
membayarkan jumlah karcis yang akan diperforasi sesuai dengan pengenaan tarif
20% setiap karcis yang dibawa. Pengguna fasilitas parkir harus meminta karcis
yang diperforasi sebagai alat bukti pembayaran yang sah.
Saran yang diberikan penulis terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Jember
perlu meningkatkan sosialisasi baik dengan masyarakat sebagai (pengguna parkir)
maupun penyelenggara tempat parkir (Wiraswasta) terkait implementasi kebijakan
karcis parkir yang telah diperforasi, sehingga masyarakat menyadari akan
pentingnya penerimaan pajak parkir dalam memberikan kontribusi terhadap PAD
dan pembangunan Daerah. Pelaksanaan pemungutan pajak parkir, dibutuhkan
suatu sistem pengawasan (controlling) yang baik antara instansi terkait
(implementator) dengan para penyelenggara tempat parkir agar mereka bekerja
secara efektif dan bertanggung jawab, dengan demikian kecenderungan akan
kemungkinan timbulnya kebocoran-kebocoran dalam pemungutan karcis parkir
akan dapat ditekan seminimal mungkin
- …
