1,720,984 research outputs found
Terapi berpikir positif menurut Ibrahim Elfiky: Studi literatur pada buku Terapi Berpikir Positif karya Ibrahim Elfiky
Tasawuf merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang menyucikan jiwa, membersihkannya dari sifat-sifat yang tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat yang terpuji guna mendapatkan ridho Allah SWT sebagai kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan ini dapat dibangun dari pikiran positif (husnudzan) yang berlandaskan sunnah dan firman Sang Ilahi Rabbi, sehingga menciptakan akhlak-akhlak terpuji yang diwarnai dengan ketenteraman hati sebagai bentuk terapi atas terhindarnya diri dari kungkungan pikiran negatif yang dapat melemahkan diri.
Penelitian ini membahas terkait terapi berpikir positif menurut Ibrahim Elfiky dan nilai-nilai sufistik yang terkandung di dalamnya, yang menjadikan keduanya saling keterkaitan, guna menambah informasi sehingga mampu menjadi motivasi bagi diri untuk direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kepustakan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang mana dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dan informasi dengan kajian literatur, jurnal, serta berbagai sumber di perpustakaan, yang pada akhirnya di analisis dengan menggunakan metode content analysis (analisis isi).
Berdasarkan hasil analisis tersebut di ketahui bahwa Ibrahim Elfiky menyajikan sebuah terapi berpikir positif yang menciptakan kekuatan atas dasar keyakinan kepada Allah SWT melalui firman-firman-Nya serta Sunnah Rasul-Nya, guna mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Terapi berpikir positif yang ia gambarkan mengandung nilai-nilai sufistik (tasawuf), di antaranya ialah ketakwaan, kesabaran, sikap tawakal, rasa syukur, serta rasa cinta yang mendalam kepada Tuhan Semesta Alam. Keduanya saling berkaitan menciptakan makna dalam kehidupan
Konsep berpikir positif menurut Dr. Ibrahim Elfiky serta relevansinya dengan tasawuf
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna di antara makhluk yang lainnya, diutus sebagai khalifah di bumi dan disempurnakan oleh Allah dengan karunia potensi akal yang memiliki daya yang begitu dahsyat, yang dapat menjadi manfaat ketika harmonis dengan syariat, namun juga dapat menjadi laknat ketika acuh dengan syariat. Pengefisienan potensi akal perspektif Dr. Ibrahim Elfiky yang bernuansakan tasawuf kiranya akan mengoptimalkan kesempurnaan manusia sebagai khalifah dan hamba Allah yang totalitas.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui konsep dan cara berpikir positif yang efektif perspektif Dr. Ibrahim Elfiky dan juga relevansinya dengan tasawuf.
Pada penelitian ini, penyusun mengaplikasikan penelitian yang berbasis studi pustaka (library research). Penyusun melakukan pendeskripsian yang bersumber dari literatur, buku-buku, dokumen, maupun media yang relevan terhadap tema yang diteliti. Pengaplikasian metode kualitatif dapa menemukan data-data yang bersebaran, kemudian dikonstruksikan kedalam tema yang lebih bermakna, sehingga menghasilkan simpulan atau interpretasi dari gagasan teori serta data-data yang dikaji dan dianalisis.
Pada penelitian ini menghasilkan beberapa poin utama. Yaitu, konsep utama dalam berpikir positif perspektif Dr. Ibrahim Elfiky berikut juga strategi dan bagaimana proses membangun pikiran positif menjadi kebiasaan yang mengefektifkan potensi-potensi manusia. Selain itu juga dalam relevansinya dengan tasawuf ternyata begitu jelas, terutama dalam pengoptimalisasian akal sebagai karunia luar biasa dari Allah, dimana tasawuf sebagai pemandu utama untuk akal menghasilkan pikiran yang positif dan juga pikiran positif sebagai langkah awal dalam menjalankan maqam-maqam atau ritual tasawuf, sehingga langkah menjadi mansuia yang berakhlakul karimah kian terarah
Persepsi Berpikir Positif Menurut Dr. Ibrahim Elfiky dan Relevansinya dengan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Tujuan Pendidikan Agama Islam ialah membentuk insan kamil atau karater yang mulia. Namun tujuan ini belum terwujud, karena semakin rusaknya moral bangsa. Hal ini dapat dilihat dari berbagai tindakan amoral dan meningkatnya kasus criminal yang dilakukan oleh para pelajar. Sehingga perlu adanya upaya subtancial dalam pembentukan karakter. Berpikir positif merupakan suatu pemikiran yang membawa langkah individu atau seseorang menuju kesuksesan dalam hidupnya. Karena pada hakikatnya segala sesuatu yang dilakukan dengan pikiran positif, akan menghasilkan perbuatan dan hasil yang positif juga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berpikir positif merupakan suatu hal yang subtancial dalam pembentukan karakter positif atau akhlak yang mulia pada diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi berpikir positif menurut Dr. Ibrahim Elfiky serta mengetahui relevansinya degnan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau library research. Pengumpulan data yang dilakukan berupa dokumentasi, yakni dengan mengumpulkan data dari beberapa sumber literature yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Analisis datanya menggunakan metode analisis isi serta metode interpretasi.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persepsi berpikir positif menurut Dr. Ibrahim Elfiky dalam bukunya yang berjudul Terapi Berpikir Positif ini ialah sebuah persepsi yang bertujuan untuk mengembangkan karakter positif. Selanjutnya terdapat relevansi antara persepsi berpikir positif menurut Dr. Ibrahim Elfiky dengan model pembelajaran Penddidikan Agama Islam. Relevansinya terdapat pada karakteristik mata pelajaran Penddikan Agama Islam, pendekatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan ketiga tahapan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam yakni moral knowing, moral loving, dan moral doing
Konsep berpikir positif menurut Dr. Ibrahim Elfiky dan relevansinya dengan muhasabah dalam tasawuf
Manusia merupakan makhluk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Salah satu kesempurnaan yang dimiliki berupa pikiran. Pikiran dapat memutuskan perilaku ke arah positif dan negatif. Pikiran positif dapat membawa kebahagiaan dan pikiran negatif dapat menyebabkan kehancuran seseorang. Permasalahan yang dihadapi yaitu bagaimana konsep berpikir positif menurut Dr. Ibrahim Elfiky dan relevansinya dengan muhasabah dalam tasawuf. Hal ini bertujuan untuk mengetahui konsep yang diberikan Dr. Ibrahim Elfiky dan relavansinya dengan muhasabah dalam tasawuf. Metode yang digunakan adalah Library Research, yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penelitian data dilakukan dengan teknik dokumentasi dalam mengumpulkan data. Dengan cara mencari data dan mengumpulkan data yang telah didapatkan dari dokumen berupa buku, skripsi, jurnal penelitan dan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian. Analisis yang digunakan yaitu analisis isi dan metode komparatif. Hasil penelitian ini yaitu Konsep berpikir positif menurut Dr. Ibrahim Elfiky dalam karya bukunya membentuk pribadi yang positif dan bertujuan untuk mencapai kebahagiaan. Kemudian konsep berpikir positif karya Dr. Ibrahim terdapat relavansinya dengan muhasabah dalam tasawuf. Relevansinya terletak pada tujuan cara membangun kepribadian lebih baik dan menanamkan nilai keislaman, serta manfaat muhasabah, yaitu : membentuk kepribadian lebih baik, mengetahui aib sendiri, rendah diri karena Allah Swt, mengetahui hak-hak Allah swt
Konseling Kognitif Behavior Islami Berbasis Terapi Berpikir Positif Ibrahim Elfiky dalam Menangani Minat Belajar Rendah Seorang Santri di PP. Assalafi Al-Fithrah Surabaya
Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana proses Konseling Kognitif Behavior Islami Berbasis Terapi Berpikir Positif Ibrahim Elfiky dalam Menangani Minat Belajar Rendah Seorang Santri di PP. Assalafi Al-Fithrah Surabaya? 2) Bagaimana hasil Konseling Kognitif Behavior Islami Berbasis Terapi Berpikir Positif Ibrahim Elfiky dalam Menangani Minat Belajar Rendah Seorang Santri di PP. Assalafi Al-Fithrah Surabaya? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis studi kasus, serta analisis data deskriptif komparatif. Yaitu peneliti membandingkan kondisi sebelum dan sesudah konseling menggunakan Konseling Kognitif Behavior Islami Berbasis Terapi Berpikir Positif Ibrahim Elfiky dalam Menangani Minat Belajar Rendah yang diaplikasikan terhadap seorang subjek penelitian yang ada di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya. Gangguan minat belajar tersebut dialami oleh subjek lantaran dilatarbelakangi oleh pikiran negatifnya sendiri. Sementara pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses konseling pada peneliti ini dilakukan seperti tahapan umum prosedur konseling, yaitu meliputi identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, serta evaluasi dan follow up. Adapun treatment yang diberikan, peneliti merujuk pada 12 langkah yang ada di dalam konseling kognitif behavior islami berbasis terapi berpikir positif Ibrahim Elfiky. Peneliti mengembangkan treatment ini dengan mengintegrasikan teknik dalam pendekatan kognitif behavior dan terapi berpikir positif milik Ibrahim Elfiky yang di dalamnya menyertakan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an atau pun hadis. Berdasarkan penyajian data dan analisis data yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa Konseling Kognitif Behavior Islami Berbasis Terapi Berpikir Positif Ibrahim Elfiky dalam Menangani Minat Belajar Rendah Seorang Santri di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya cukup berhasil. Hal ini dapat dilihat dari perubahan perilakunya yang sudah bersedia masuk kelas sesuai jadwal, jarang tidur saat guru menyampaikan pelajaran, serta kembali fokus karena sudah mampu menjawab dan menyimpulkan mata pelajaran yang disampaikan oleh guru. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa indikator minat belajar sedikit demi sedikit sudah terpenuhi
Terapi berpikir positif Ibrahim Elfiky terhadap pembentukkan Akhlakul Karimah: Studi pada anggota remaja masjid KRIMA Al-Muhajirin Margahayu Raya Bandung
INDONESIA :
Melihat fenomena jaman sekarang banyak terjadinya kasus-kasus kriminalitas yang bermunculan. Hal tersebut tentunya bisa disebabkan oleh kurangnya pendidikan mengenai akhlak serta rendahnya kualitas pendidikan yang mengantarkan seseorang pada posisi dasar dalam tatanan masyarakat sosial. Sasaran utama dalam pembentukan akhlak positif ini adalah remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berpikir positif menurut anggota KRIMA Al-Muhajirin Margahayu Raya Bandung, untuk mengetahui proses terapi berpikir positif yang diciptakan Ibrahim Elfiky dalam pembentukan akhlakul karimah anggota, serta untuk mengetahui perilaku akhlakul karimah yang timbul pada anggota Remaja Masjid KRIMA Al-Muhajirin Margahayu Raya Bandung setelah menjalani proses terapi berpikir positif Ibrahim Elfiky.
Penelitian ini menggunakan metode studi eksperimental dengan analisis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini pada remaja masjid KRIMA Al-Muhajirin Margahayu Raya Bandung yang berjumlah 10 orang dengan rentan usia 16 sampai 20 tahun.
Berpikir positif menurut Ibrahim Elfiky adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kebebasan karena dengannya kita akan terbebas dari penderitaan dan kungkungan pikiran negatif serta pengaruhnya pada fisik.
Disebut sumber kekuatan karena ia membantu kita memikirkan solusi sampai mendapatkannya. Maka dari itu, pembentukkan akhlakul karimah ini perlu adanya, sebab Al-Ghazali memaparkan bahwa akhlak terpuji merupakan sumber kataatan dan kedekatan kepada Allah SWT, sehingga mempelajari dan mengamalkannya merupakan kewajiban individual setiap muslim. Hasil dan kesimpulan berpikir positif menurut anggota KRIMA Al-Muhajirin Bandung adalah memberikan ketenangan, husnudzon, pengembangan diri dan menimbulkan respon positif dalam segala hal.
Proses pelatihan terapi berpikir positif ini dengan pernafasan dzikir dan penerapan 6 strategi berpikir positif Ibrahim Elfiky. Serta berdasarkan pelatihan dan data kuesioner yang diambil dari pelatihan ini adalah post test dari indikator 6 strategi berpikir positif terbilang jumlah berhasil lebih banyak dari yang gagal. Hal ini juga didasari dengan timbulnya sikap akhlakul karimah yang sesuai.
ENGLISH :
Seeing the phenomenon of the present many cases of crime that have arisen. This of course can be caused by the lack of education regarding morals and the low quality of education that leads a person to a basic position in the social society.
This study aims to determine positive thinking according to members of KRIMA Al-Muhajirin Margahayu Raya Bandung, to find out the positive thinking therapy process created by Ibrahim Elfiky in the formation of the members' morality, and to find out the behavior of moral behavior arising from the youth members of the KRIMA Al-Muhajirin Margahayu Mosque Raya Bandung after undergoing the process of positive thinking therapy Ibrahim Elfiky.
This study uses an experimental study method with qualitative descriptive analysis. The subjects of this study were teenagers at the KRIMA Al-Muhajirin Margahayu Raya Bandung mosque, which numbered 10 people with a vulnerable age of 16 to 20 years.
Positive thinking according to Ibrahim Elfiky is a source of strength and a source of freedom. Called the source of freedom because with it we will be free from suffering and the constraints of negative thoughts and their effects on the physical. It is called a source of strength because it helps us think of solutions until we get them. Therefore, the formation of the morality of this mercy is necessary, because Al-Ghazali explained that good character is a source of words and closeness to Allah SWT, so learning and practicing it is an individual obligation of every Muslim. The results and conclusions of positive thinking according to members of KRIMA Al-Muhajirin Bandung is to provide calm, calm, self-development and generate positive responses in all respects.
The process of training this positive thinking therapy with breathing dhikr and the application of 6 positive thinking strategies Ibrahim Elfiky. And based on the training and questionnaire data taken from this training is a post test of indicator 6 positive thinking strategies are more successful than the failed. This is also based on the emergence of the appropriate attitude of moral conduct
Konsep kepribadian : studi perbandingan Ibrahim Elfiky dan Mario Teguh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kepribadian dari pandangan Ibrahim Elfiky dan Mario Teguh yang keduanya merupakan motivator muslim. Dalam keilmuan psikologi, Kepribadian merupakan identitas individu pada lingkunganya. Kepribadian merupakan keilmuan psikologi yang cukup komprehensif untuk membahas manusia dan selayaknya masyarakat perlu mengetahuinya.
Penelitian ini merupakan Library Research atau riset kepustakaan. Penulis mencoba mengkaji buku-buku dan penelitian-penelitian yang sudah ada. Selanjutnya untuk mencapai suatu deskripsi yang tepat, penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis sebagai alat bantu dalam menginterpretasikanya. Kajian penelitian tersebut menggunakan sudut pandang ilmu psikologis artinya menyelami sejauh mungkin manusia, dan yang kedua menggunakan pendekatan rasionalistik ialah berusaha sedalam-dalamnya mendekati menggunakan akal manusia demi mendapatkan makna. Karena manusia merupakan instrumen dalam meneliti, maka pendekatan rasionalistik sangat besar pengaruhnya terhadap kontribusi penelitian.
Kajian penelitian ini membahas mengenai konsep kepribadian menurut pandangan kedua tokoh. Pisau analisis dalam kajian kepribadian menggunakan konsep kepribadian Carl Gustav Jung. Pola dasar yang diungkapkan Jung cukup kuat dalam memberikan analisis terhadap proses perkembangan manusia, pola dasar juga dijelaskan oleh Jung untuk mengetahui makna sesungguhnya manusia dan apa yang akan dicapai manusia. Selanjutnya akan dipaparkan pula konsep-konsep tasawuf al-Ghazali yang berkaitan dengan teori-teori kepribadian. Al-Ghazali dengan konsepnya. Karena dirasa keilmuan Barat dan Timur amat luas, maka fokus penelitian ini hanya menggunakan dua tokoh yang sangat berpengaruh bagi perkembangan keilmuan psikologi dan tasawuf.
Hasil yang didapatkan adalah mengetahui persamaan dan perbedaan konsep kepribadian menurut pandangan Ibrahim Elfiky dan Mario Teguh. Perhatian penulis terhadap kedua tokoh terletak pada deskripsi mengenai pribadi seorang manusia dari sudut pandang motivator, bagaimana sesungguhnya manusia menyelami luasnya samudera kehidupan
KONSEP BERPIKIR POSITIF MENURUT DR. IBRAHIM ELFIKY SERTA RELEVANSINYA DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat kemampuan pikiran positif
dalam menyelesaikan masalah. Manusia disebut sebagai makhluk yang sempurna
karena diciptakan dengan memiliki pikiran yang tidak dimiliki oleh makhluk yang
lainnya. Para ahli motivasi dan kesehatan berpendapat bahwa berpikir positif akan
melahirkan kebiasaan-kebiasaan positif. Pikiran positif akan mengantarkan pada
kesabaran dan kebahagiaan. Sedangkan pikiran negatif akan mengantarkan pada
kecemasan dan kemarahan. Berpikir positif menjadi kunci agar hidup selalu dalam
kebahagiaan dan terhindar dari kecemasan yang dapat menimbulkan masalah
baru.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research)
dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data
dilakukan dengan cara dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data dari
sumber-sumber literatur yang berhubungan dengan penelitian yang dilaksanakan.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi (Content Analysis).
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) konsep berpikir positif menurut Dr.
Ibrahim Elfiky adalah dengan optimis, meneladani orang lain, reframing, sugesti
positif, dan afirmasi. 2) relevansi konsep berpikir positif menurut Dr. Ibrahim
Elfiky dengan bimbingan dan konseling Islam terletak pada kesamaan fungsi
yakni, pemahaman, pencegahan, pengentasan, pemeliharaan dan pengembangan
yang semuanya bermuara pada tujuan untuk membantu klien terlepas dari
permasalahan yang sedang dihadapinya
IMPLEMENTASI BERPIKIR POSITIF DALAM BUKU “TERAPI BERPIKIR POSITIF KARYA DR. IBRAHIM ELFIKY” DALAM BIMBINGAN KONSELING BERKEBUTUHAN KHUSUS
Positive thinking is an important thing to be applied by humans because positive thinking can affect the actions we do. However, now many people prefer to think negatively than think positively. So, problems often arise as a result of not thinking positively, especially related to self-confidence. This problem does not only appear in normal people who have good physical condition but also appear in children with special needs, especially those with blind people. This study aims to implement positive thinking steps in counseling guidance with special needs especially to foster a sense of confidence in the blind. The research method used in this study is library research. The subjects in this study were books “Terapi Berpikir Positif (Biarkan Mukjizat dalam Diri Anda Melesat Agar Hidup Lebih Sukses dan Lebih Bahagia) by Dr. Ibrahim Elfiky. Data collection using documentation method. The results of the data from this study used qualitative descriptive analysis that is data collected, processed, and presented, then concluded. The results of this study are that positive thinking can be implemented for blind children in fostering their self-confidence by joining or mingling with people who are physically normal, eliminating negative thought that blind people are looked down on by normal people and of course applying positive thoughts to the blind, so that his confidence will increase
- …
