Al-Isyraq - Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
PENGARUH KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN TERHADAP KONFORMITAS TEMAN SEBAYA
This study aims to determine the effect of father involvement on peer conformity in high school students. The research approach is quantitative with a survey method. The research instrument is a scale of father involvement with a reliability of 0.757 and peer conformity with a reliability of 0.698. The sampling technique used purposive sampling with respondents of 211 high school students who live with their fathers and receive direct father care roles. Data analysis used simple linear regression analysis. The results of the study show that father involvement in parenting has a positive effect on student conformity. (R Square = 0.412). Father involvement is not only complementary, but also has a real role in shaping the social behavior of adolescents in the community environment
TURNOVER INTENTION KARYAWAN: SAAT BEBAN KERJA DAN KONFLIK MENJADI FAKTOR PENENTU [EMPLOYEE TURNOVER INTENTION: WHEN WORKLOAD AND CONFLICT BECOME DETERMINING FACTORS]
This study aims to analyze the effect of workload and work conflict on employee turnover intention at PT Pratama Abadi Industri in Tangerang. Using a quantitative associative approach, the study involved 75 employees in the assembling department. Data were collected through observation, questionnaires, and literature review, and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that both workload and work conflict positively affect turnover intention, meaning that high work pressure and interpersonal conflicts increase employees’ intention to leave the organization. Simultaneously, these factors have a stronger impact, highlighting the importance of managing workload effectively and resolving conflicts to create a healthy and supportive work environment. The findings emphasize the need for companies to maintain employee satisfaction, motivation, and retention to ensure organizational sustainability
PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, AKUNTABILITAS DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA ANGGARAN DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia, akuntabilitas, dan komitmen organisasi terhadap partisipasi anggaran dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel moderating. Lokus penelitian dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bangkinang dengan jumlah responden sebanyak 102 orang pegawai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Square (PLS) melalui SmartPLS, dan pengujian hipotesis dilakukan dengan alpha 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi anggaran, (2) akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi anggaran, (3) komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi anggaran, (4) kualitas SDM berpengaruh tidak langsung terhadap partisipasi anggaran melalui gaya kepemimpinan, (5) akuntabilitas berpengaruh tidak langsung terhadap partisipasi anggaran melalui gaya kepemimpinan, dan (6) komitmen organisasi berpengaruh tidak langsung terhadap partisipasi anggaran melalui gaya kepemimpinan. Temuan penelitian ini memperkuat teori sumber daya manusia dan teori kepemimpinan, yang menekankan pentingnya kompetensi pegawai, akuntabilitas, serta komitmen organisasi yang diperkuat dengan peran kepemimpinan dalam meningkatkan partisipasi anggaran
PERANAN STRES KERJA DALAM MEMEDIASI PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS II A BANGKINANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan stres kerja dalam memediasi pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh pegawai Lapas. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh negative terhadap stres kerja. Beban kerja secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawa, namun lingkungan kerja secara langsung tidak terbukti berpenguruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, stres kerja berperan sebagai mediator parsial, memediasi pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Dengan kata lain, pengelolaan beban kerja dan peningkatan kualitas lingkungan kerja dapat menurunkan stres kerja, sehingga kinerja pegawai meningkat. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen Lapas Kelas II A Bangkinang, berupa melakukan pengaturan beban kerja yang proporsional, peningkatan kualitas lingkungan kerja, serta penerapan program manajemen stres untuk mendukung kinerja pegawai secara optimal
UPAYA MENGURANGI KECANDUAN GAME ONLINE MELALUI LAYANAN KONSELING INDIVIDU TEKNIK NARATIF PADA SISWA MENENGAH PERTAMA
Fenomena kecanduan game online, yang telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gaming disorder , memerlukan intervensi yang cepat dan tepat, terutama pada remaja yang rentan terhadap perilaku adiktif. Kecanduan ini menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan psikososial (kecemasan, depresi, dan isolasi sosial), penurunan prestasi akademik, serta gangguan kesehatan fisik. Kondisi tersebut juga terlihat pada siswa SMPN 14 Surabaya. Intervensi konvensional di sekolah sering kali kurang efektif karena bersifat umum, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih personal dan mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Layanan Konseling Individu dengan Teknik Naratif sebagai intervensi yang kontekstual dan memberdayakan. Teknik naratif dipilih karena membantu siswa melakukan eksternalisasi masalah (externalizing the problem ) dan membangun narasi hidup yang lebih positif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest terhadap lima siswa kelas VIII yang memiliki tingkat Kecanduan tinggi. Pengukuran dilakukan menggunakan Game Addiction Scale (GAS) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil pretest menunjukkan seluruh subjek (100%) berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 84,2. Setelah enam kali sesi konseling, hasil posttest menunjukkan penurunan signifikan dengan skor rata-rata 28,4 atau penurunan sebesar 56,4%, dimana 80% subjek berpindah ke kategori rendah. Selain itu, terdapat perubahan perilaku positif seperti kemampuan mengatur waktu bermain dan peningkatan fokus belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan teknik naratif efektif sebagai upaya preventif dan kuratif dalam mengurangi Kecanduan game online serta meningkatkan kesadaran diri dan tanggung jawab akademik siswa
PENGARUH KEPEMIMPINAN ALTRUISTIK TERHADAP KINERJA DENGAN KREATIVITAS DAN SIKAP KARYAWAN BUMDES (BADAN USAHA MILIK DESA) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa kepemimpinan altruistik mempengaruhi kinerja dengan kreativitas dan sikap karyawan bumdes (badan usaha milik desa) sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix method) atau sering disebut dengan metode penelitian kombinasi. Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan pendekatan SEM (Structured Equation Modelling) berbasis PLS (Partial Least Square) menggunakan software SmartPLS 3. Dari hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa (1) Kepemimpinan altruistik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas (Y1) karyawan Bumdes, (2) Kepemimpinan altruistik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap sikap (Y2) karyawan Bumdes, (3) Kepemimpinan altruistik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Bumdes, (4) Kreativitas (Y1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Bumdes, (5) Sikap (Y2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Bumdes, (6) Kepemimpinan altruistik berpengaruh terhadap kinerja melalui kreativitas karyawan Bumdes, (7) Kepemimpinan altruistik berpengaruh terhadap kinerja melalui sikap karyawan Bumdes. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan (p-value) kurang dari 5%
PERAN ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA DALAM MEMBANGUN KINERJA KARYAWAN [THE ROLE OF WORK ETHIC AND WORK DISCIPLINE IN BUILDING EMPLOYEE PERFORMANCE]
This study aims to analyze the role of work ethic and work discipline in building employee performance at the Regional Office II of the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency in South Tangerang. The research employed a descriptive quantitative approach involving all 83 employees as respondents using a saturated sampling (census) technique. Primary data were collected through questionnaires and analyzed using SPSS version 25, applying correlation analysis, multiple linear regression, coefficient of determination, as well as t-test and F-test. The results indicate that work ethic makes a significant contribution to employee performance, as reflected by a t-value of 12.747 with a significance level of 0.000, while work discipline also shows a significant contribution with a t-value of 14.768 and a significance level of 0.000. Simultaneously, work ethic and work discipline play a significant role in building employee performance, as evidenced by an F-value of 218.102 exceeding the F-table value of 3.11. The multiple correlation coefficient of 0.865 indicates a strong association, with the regression equation Y = 3.483 + 0.299X₁ + 0.600X₂. Furthermore, the coefficient of determination of 0.729 suggests that 72.9% of the variance in employee performance is explained by work ethic and work discipline, while the remaining 27.1% is influenced by other factors outside the research model
MENYINGKAP DINAMIKA KINERJA KARYAWAN DARI PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA [UNVEILING EMPLOYEE PERFORMANCE DYNAMICS FROM THE PERSPECTIVE OF LEADERSHIP AND JOB SATISFACTION]
This study aims to analyze the influence of leadership and job satisfaction on employee performance at PT Herona Express South Tangerang. The research employs a quantitative associative method, utilizing a sample of 94 respondents selected through the Slovin formula from a total population of 123 employees. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis facilitated by SPSS version 26 software. The results indicate that, partially, leadership plays a vital role in directing work effectiveness, where appropriate leadership styles are proven to significantly enhance individual performance. Similarly, job satisfaction was found to have a strong positive relationship with performance; employees who feel satisfied with their environment and compensation tend to provide more optimal contributions. Simultaneously, leadership and job satisfaction act as primary determinants that together dictate the quality of employee performance within the company. These findings suggest that a substantial portion of employee performance variation is driven by the quality of leadership and the level of job satisfaction, while the remaining factors are influenced by external variables not examined in this research. This underscores that to achieve maximum productivity, the management of PT Herona Express must prioritize developing leadership capacity and fulfilling factors that drive employee satisfaction
EMPATI SEBAGAI FAKTOR PSIKOLOGIS DALAM PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA
Fenomena cyberbullying yang terjadi melalui media digital merupakan masalah serius yang dapat membahayakan korban, baik secara psikologis maupun sosial. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi munculnya perilaku cyberbullying adalah tingkat empati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan empati dan perilaku cyberbullying serta meneliti hubungan antara empati dan perilaku cyberbullying. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif korelasional. Responden berjumlah 275 siswa SMA Negeri 7 Padang (136 siswa kelas XI dan 139 siswa kelas XII). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang empati dan perilaku cyberbullying yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Pearson product moment dan reliabilitas Cronbach Alpha. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati berada pada kategori tinggi dengan persentase 70%, sedangkan perilaku cyberbullying berada pada kategori sedang dengan persentase 50%. dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dan perilaku cyberbullying, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat empati, semakin rendah perilaku cyberbullying. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan
STRATEGI GURU BK DALAM MENGATASI MISSBEHAVE DI SEKOLAH: STUDI KASUS DI SMK NEGERI 3 KOTA SORONG
Student conflict is an inseparable phenomenon from the dynamics of school life, especially in vocational high schools that have complex social characteristics and student development. This study aims to analyze the strategies of Guidance and Counseling Teachers (BK) in overcoming deviant student behavior conflicts at SMK Negeri 3 Kota Sorong, as well as to identify the challenges faced in implementing these strategies. This study uses a qualitative approach with a case study design. The research subjects were determined purposively, including guidance and counseling teachers and students involved in conflicts. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, observation, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana with triangulation techniques to ensure data validity. The results showed that guidance counselors applied conflict management strategies in a gradual and integrated manner, with individual counseling as the initial strategy to understand students' problems on a personal level. Subsequently, group counseling, mediation, and character building were used as follow-up measures in accordance with the characteristics of the conflict. However, the effectiveness of these strategies was influenced by the limited number of guidance counselors, the diverse social backgrounds of students, and the resistance of some students to counseling services. This study concludes that handling student conflicts in vocational high schools requires adaptive, systematic guidance counseling services supported by the school's comprehensive role in order to create a conducive and sustainable educational climate