1,721,073 research outputs found

    THE PHENOMENON OF AL-IBDAL IN THE QUR'AN (Morphological Analysis in Surah Ali Imran)

    No full text
    In learning Arabic, one of the important and interesting rules to study is the Ibdal rule: namely the replacement of letters in a word, which is not only studied from the aspect of morphology, but also in Arabic orthography and rasm al-Mushaf. This study uses a qualitative approach to literature study. The primary data source is studied in Surah Al-Imran which consists of 200 verses, 3508 words, and 14984 letters. While the secondary data sources are books, articles, and research results related to the problem of Ibdal. The results of this study indicate that the Ibdal in Surah al-Imran is 32 words (0.91%) and some of them are repeated several times. The Ibdal phenomenon consists of Ibdal pronoun (dhamir), Ibdal tsumma with fa, and the sentence Ibdal

    Kajian al I'lal dan al Ibdal dalam kitab Fath al-Mubin li al-Sharh al-'Arba'in

    Full text link
    Penyelidikan ini mengkaji fenomena penggunaan perkataan al I’lal dan al Ibdal di dalam kitab Fath al-Mubin li al-Sharh al-‘Arba’in. Kepentingan kajian ini adalah untuk menetapkan cara bacaan perkataan kata kerja dan kata nama yang berasal dari wazan yang berbeza samada qiasi dan sima’i. Keperluan untuk memahami proses al I’lal dan al Ibdal ini adalah kerana pengkaji mendapati timbul kesukaran kepada pelajar bahasa arab untuk mengenal pasti kata kerja atau kata nama yang mengandungi al I’lal dan al Ibdal disebabkan mereka tidak mengetahui asal-usul huruf yang berlaku perubahan itu. Pengkaji mendapati kebanyakan pelajar bahasa arab kini mengalami kesukaran memahami isi kitab saraf disebabkan teknik penulisan yang mengikut kaedah penulisan ulamak terdahulu dan penggunaan bahasa arab klasik yang sukar difahami dan kurangnya ujian dan latihan yang menjelaskan perubahan perkataan dengan cara menukar, mengganti atau menggugurkan huruf. Tujuan kajian ini adalah untuk mengeluarkan sebahagian perkataan al I’lal dan al Ibdal untuk dianalisa bagi menetapkan asal huruf illah atau sahih seterusnya menyatakan kedudukan al I’lal dan al Ibdal dan menjelaskan sebab berlaku perubahan pada perkataan tersebut. Kaedah kajian yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah meninjau, mengumpul dan menganalisa data. Bagi setiap perkataan yang dipilih, pengkaji memfokuskan kepada perbezaan wazan, bahagian, hukum serta sebab berlaku perubahan pada perkataan berkenaan mengikut pandangan dan pendapat ulamak saraf terdahulu. Hasil kajian mendapati bahawa terdapat dua puluh satu hadis yang terdiri daripada lima puluh lima perkataan al I’lal dan al Ibdal dengan mengutamakan perbezaan wazan tanpa mengulangi perkataan yang sama pada wazan dan binaan, dan juga perkataan kata nama dan kata kerja yang terdiri daripada ‘mithal’, ‘ajwaf’ dan ‘naqis’. Pengkaji mendapati perubahan yang berlaku pada perkataan I’lal bil qalbi paling banyak ditemui dalam Kitab Fath al-Mubin li al-Sharh al-‘Arba’in ini berbanding I’lal bil naqli, I’lal bil hazfi dan I’lal bil taskin

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BELAJAR ILAL IBDAL DENGAN POLA WAZAN BERWARNA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN ILMU SHARAF

    Full text link
    Salsabila, Pengembangan Multimedia Belajar ‘Ilal Ibdal Dengan Pola Wazan Berwarna dan Implikasinya Pada Pembelajaran Ilmu Sharaf. (Penelitian Pengembangan di Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Jakarta). Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Juli 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Ilal Ibdal berbasis multimedia dengan pola wazan berwarna. Hasil pengembangan multimedia berbasis power point interaktif terdiri dari 30 slide dengan materi Ilal: (1) bilqulbi (qulb wawu wal yaa alifan, qulb wawu wal yaa ta; (2) bilhamzah (qulb wawu wal ya hamzah, qulb hamzah waw wa ya); (3) bilhazfi (hazf waw, hazf hamzah, hazf ‘ain ajwaf minal madhi, hazf ‘ain ajwaf minal mudhori’, hazf lam naaqis, hazf lam isim fa’il) (4) bittaskin (taskin, naqli) dan Ibdal: (Ibdal ta ifta’ala dal, Ibdal ta ifta’ala tho). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan berdasarkan Model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation), Peneliti membatasi langkah metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan langkah: (1) Analisis (Analyze), Analisis kebutuhan dari Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab semester 6 dan 8 terhadap multimedia belajar. (2) Desain (Design) dan Pengembangan (Development), peneliti melakukan studi pendahuluan dan merancang produk yang disesuaikan dengan materi Ilal Ibdal. (3) Penilaian produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, kemudian dari ahli materi diperoleh rerata presentase skor 84,5% yang termasuk dalam kategori Sangat Layak, dan ahli media diperoleh rerata presentase skor 88% yang termasuk dalam kategori Sangat Layak. Dengan demikian, maka multimedia yang dikembangkan bagus dan cocok digunakan sebagai multimedia pembelajaran untuk pembelajaran Sharaf 2 khususnya Ilal dan Ibdal. Salsabila, The Development of Multimedia Learning ‘Ilal Ibdal With Wazan’s Colors And The Implications In Learning Of Sharaf Science. (Research Development in Arabic Language Study Program Jakarta State University) Skripsi. Arabic Language Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Jakarta State University. July 2020. This study aims to produce development of learning media of Ilal Ibdal based on multimedia learning with wazan’s colors. The result of the development of interactive power point multimedia learning consisting of 30 slides, with sub subject Ilal: (1) bilqulbi (qulb wawu wal yaa alifan, qulb wawu wal yaa ta; (2) bilhamzah (qulb wawu wal ya hamzah, qulb hamzah waw wa ya); (3) bilhazfi (hazf waw, hazf hamzah, hazf ‘ain ajwaf minal madhi, hazf ‘ain ajwaf minal mudhori’, hazf lam naaqis, hazf lam isim fa’il) (4) bittaskin (taskin, naqli) dan Ibdal: (Ibdal ta ifta’ala dal, Ibdal ta ifta’ala tho). The method used in this study is a development method with ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation), the researcher limits the steps of the method used in this research: (1) Analysis (Analysis), Analysis of the needs of students of Arabic Language Education study programs In the 6th and 8th semester on multimedia learning. (2) Design and Development, researchers conducted a preliminary studi and designed a product which was adjusted Ilal Ibdal, (3) Product assessment was carried out by material experts and media experts, then from material experts shows the average of score percentage is 84,5% “Very Decent”, and media expert shows the average is score percentage is 88% “Very Decent”. Therefore, the interactive multimedia developed is good and suitable for use as a multimedia learning for learning Ilal and Ibdal in Sharaf 2

    AL-ILAL WA AL-IBDAL FI KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM LI SYAIKH AZ-ZARNUJI (DIRASAH TAHLILIYYAH SHARFIYAH)

    Full text link
    : 19201012008Dalam bahasa Arab huruf terbagi menjadi dua, yaitu: huruf sahih dan huruf ‘illat. Masing-masing huruf memiliki karakteristik tersendiri. Salah satu karakteristik huruf ‘illat sulit diucapkan pada saat tertentu, misalnya huruf ya’ sukun yang sulit diucapkan ketika jatuh setelah harakat dammah atau huruf ‘illat yang jatuh setelah alif tambahan berubah menjadi hamzah. Kesulitan pengucapan ini memunculkan kaidah-kaidah perubahan pada kata tersebut dan hal demikian menimbulkan adanya keringanan dalam pengucapannya. Dalam hal ini, kaidah yang membahas mengenai perubahan tersebut disebut i’lāl. Ibdal adalah membuang suatu huruf dan menempatkan huruf lain ditempatnya. Ibdal itu sama seperti i’lāl. Maksudnya masing-masing dari ibdal maupun i’lāl telah terjadi adanya merubah tempatnya suatu huruf. Hanya saja dalam i’lāl yang menjadi sasaran adalah huruf ‘illat, artinya huruf ‘illat yang satu mengganti tempatnya huruf ‘illat yang lain. Sedangkan dalam ibdal yang menjadi objeknya adalah huruf ‘illat maupun huruf shahih. Artinya menempatkan huruf shahih ditempatnya huruf ‘illat sebagai gantinya atau menempatkan suatu huruf shahih ditempat huruf shahih yang lain. I’lāl dan Ibdal merupakan pembelajaran yang penting yang harus dikuasai dalam mempelajari bahasa Arab. Maka, apabila tidak menguasai i’lāl dan Ibdal akan menyebabkan kesulitan tersendiri dalam mempelajari bahasa Arab. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul I’lāl dan Ibdal dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Karya Syaikh Az-Zarnuji (Studi Analisis Morfologi), dikarenakan dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim peneliti menemukan banyaknya lafadz yang mengalami peng-i’lāl-an dan peng-ibdal-an di dalam kitab tersebut. Selain itu, masih banyak orang yang salah dalam memahami suatu lafadz disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka dalam mengetahui asal dari suatu lafadz tersebut, karena dalam bahasa Arab perbedaan satu huruf saja sangat berpengaruh. Adapun alasan peneliti memilih kitab Ta’lim al-Muta’allim sebagai objeknya karena kitab Ta’lim al-Muta’allim merupakan salah satu kitab yang mengandung pesan moral yang berkaitan dengan ajaran Islam berupa moral atau etika Islam. Syaikh Az-Zarnuji menggunakan media penyampaian pesan-pesan moral dalam Islam, salah satunya menggunakan kitab Ta’lim al-Muta’allim. Kitab ini mengandung banyak sekali hikmah atau pesan moral yang dapat dipetik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang diangkat dalam tesis ini, yaitu: 1) Bagaimana bentuk lafadz yang mengandung I’lāl dan Ibdal dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syaikh Az-Zarnuji? 2) Bagaimana proses analisis I’lāl dan Ibdal dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syaikh Az-Zarnuji? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah disiplin ilmu sharaf khususnya pada pembahasan i’lāl dan Ibdal dengan menggunakan metode kuantitatif. Dari penelitian berdasarkan analisis, peneliti menemukan 637 kata yang mengalami peng-i’lal-an dan peng-ibdal-an, dengan rincian; i’lal bi al-hadf 78 kalimat dengan pembagian 32 kata, i’lal bi al-qalb 374 kalimat dengan pembagian qalb wawu alifan 216 kalimat terbagi atas 21 kata, qalb ya’ alifan 129 kalimat terbagi atas 30 kata, qalb wawu ya’an 9 kalimat terbagi atas 2 kata, wazan fa’lā wa fu’lā al-mu’talatā al-lām 20 kalimat terbagi atas 2 kata, i’lal bi at-taskin 145 kalimat terbagi atas 48 kata, i’lal hamzah 13 kalimat terbagi atas 6 kata, dan ibdal 27 kalimat terbagi atas 7 kata

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Abu al-Qasim al-Zajjaji and His Book al-Ibdal ve al-Mu'aqaba ve al-Naza'ir

    No full text
    Yüksek Lisans TeziKelimelerde meydana gelen değişimler, pek çok âlimin merak duyduğu bir konu olmuş ve bu alanda birçok kitap yazılmıştır. Zeccâcî'nin (öl. 337/948) el-İbdâl ve'l-muʿâḳabe ve'n-neẓâʾir adlı eseri de bu alanda kaleme alınmış önemli eserlerdendir. Zeccâcî, bu eserinde bir kelimenin harflerinde meydana gelen değişimleri ele almıştır. Tez, giriş ve iki bölümden oluşmaktadır. Girişte ibdâl konusu incelenmiştir. Birinci bölümde Zeccâcî'nin yaşadığı dönem, hayatı ve eserleri ele alınmıştır. İkinci bölümde ise ibdâl ile ilgili bazı eserler ve Zeccâcî'nin el-İbdâl ve'l-muʿâḳabe ve'n-neẓâʾir adlı eseri muhteva, üslup ve metot açısından incelenmiştir.The changes in the words have become a subject that many scholars. Because of scholers wrote many books about in this field. Zajjaji (d. 337/948) wrote work named al-Ibdal ve al-mu'aqaba ve al-naza'ir and its work is one of the important works written in this field. İn this work Zajjaji, studied changes in the letters of a word. The thesis consists of an introduction and two chapter. The introduction includes the issue ibdâl. The first chapter scrutinized the period he lived on the other hand the life of Zajjaji and his works. The second chapter begins with some books about the ibdâl. After this, scrutinized the his book al-Ibdal ve al-mu'aqaba ve al-naza'ir in terms of content, style and method

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore